
Masih di hari yang sama,namun di tempat yang berbeda.
Di sudut taman hijau,di sekolah menengah atas yang ada di kota Singapura. Raynand tengah menguap lebar.
Kantuk begitu melanda kedua kelopak matanya,semalam ia bergadang. Bermain game hingga menjelang subuh.
Di saat bersamaan,seorang perempuan berambut pirang sebahu,menghampirinya seraya duduk di hadapannya.
"Hi,are you Raynand?"
"Hm." Mengerutkan alisnya,Raynand menatap gadis di depannya itu dengan malas. "Is there any need?" Tanyanya jutek.
Gadis itu tersenyum makhlum seraya mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada di depan Raynand. "I can sit here,right?"
Raynand melirik,lalu memutar bola matanya. Cewek itu terlihat sudah duduk,tapi masih berlagak nanya,memang dasar caper! Raynand membatin sembari kembali menguap lebar. Kantuk benar-benar menguasai pelupuk matanya.
"are you sleepy?"
(Gak gue nahan boker!) batinnya yang menjawab.
(Udah tau ngantuk,masih aja nanya!)
Raynand kembali membatin sambil berusaha sabar dengan memejamkan mata dan menulikan telinganya.
"Is there any need?"
Reyno bertanya sekali lagi.
Gadis berambut pirang itu terlihat menyelipkan tepi rambutnya ke belakang telinga,lalu setelahnya melipat tangannya di bawah perut.
"I'm Laura Paulindra, I'd love to meet you. Your name is Raymond right?"
"Hm."
"Ah, then, are you busy after school? I have a plan to..."
"After school, schedule for me to sleep. Anytime,maybe."
Raynand berdiri dari duduknya,lantas berlalu pergi meninggalkan Laura yang masih melongo karena shock akan perlakuan Raynand barusan.
"Raynand,wait!" Teriaknya setelah beberapa saat.
Namun Raynand tetap tidak menggubris.
"Raynand, I'm not done talking!"
"Raynand!" Gadis itu menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal,karena Raynand sama sekali tidak menggubrisnya.
Punggung laki-laki itu terlihat makin menjauh hingga akhirnya menghilang di balik tembok.
"Fine Raynand! You make me angry!!"
__ADS_1
"I will make you fall to your knees and beg for my love. Just wait!"
♡♡♡
Callista memasuki kelasnya dengan raut bahagia. Saking bahagianya,aura yang Callista pancarkan mampu membuat silau mata teman-temannya.
Kenapa bisa begitu? Ya bisa lah,gak percaya? Noh buktinya,mata below Karamel saja sampai memicing saat melihat kedatangan Callista dengan raut bahagianya itu.
"Kalis kayaknya lagi senang banget,kenapa?"
Di tanya begitu,Callista malah makin melebarkan senyumnya.
"Gue lagi senang banget pokoknya! Senanggg banget,sampe rasanya pengen peluk orang. Boleh gak sih,gue peluk lo?"
Callista menatap Karamel penuh harap dan dengan polosnya,cewek imut mengangguk membuat Callista langsung menghambur ke pelukannya.
"Sayang Karamm!"
Buru-buru Karamel melepaskan pelukannya seraya menatap Callista ngeri. "Kamu aneh!"
"Biarin! Wlee..≧∇≦"
Mengendikkan bahunya dengan acuh,Karamel lantas kembali fokus pada handphonenya.
"Eh,Lis! Lihat deh. Reyno sudah balik ternyata."
Karamel tiba-tiba menunjukkan layar ponselnya yang tengah menampakkan foto Reyno yang di posting akun instagram lambe turah sekolahnya. Di foto itu,Reyno terlihat baru turun dari mobil sedan hitam,di lihat dari latarnya. Foto itu di ambil di depan gerbang sekolah.
"Ah iya,dari pada kita bahas Reyno. Mending kita bahas hubungan kamu sama Digo."
Senyum di wajah Callista mendadak luntur. Karamel memang tidak tahu adat,membahas sesuatu yang mati-matian ia hindari.
"G..gue sama Digo? M..maksudnya apa ya?"
"Ishh,Callista sok polos deh. Kalis jauhin Digo kan?"
Callista menggaruk alisnya yang tidak gatal. "Em,gimana ya,bukan jauhin sih. Tapi gimana ya ngejelasinnya,gue juga bingung." Makin gatal saja rasanya kepala Callista.
"Tuh kan,Kalis aja bingung ngejalasinnya. Kalis kenapa sih? Digo kurang baik apalagi coba,dia perhatian,humble,setia lagi. Tapi Kalisnya malah jahat,Kalis abaikan dia bahkan chat Digo aja gak di balas sampai Digonya curhat sama Tama. Kalis gak kasihan sama Digo."
Keadaan kelas mulai ramai,karena murid-murid yang tadi berganti pakaian sudah kembali. Buru-buru Callista menutup mulut Karamel dengan buku tulis yang ada di atas meja.
"Stss,udah ya. Bahas Digonya nanti aja lagi. Sekarang mending kita ganti baju,abis itu turun ke lapangan. Pak Bono bisa marah-marah kalau kita gak turun buat pemanasan.
Karamel masih memasang wajah tak puas,atas pengalihan pembicaraan yang Callista lakukan. Namun mau bagaimana lagi,bel sekolah juga sudah berbunyi sedari tadi dan mau tak mau mereka harus ganti baju. Apalagi yang belum ganti baju di kelas hanya Callista dan Karamel.
"Ya udah ayo,ganti baju!" Karamel mengalah.
"Tapi ingat ya! Nanti aku tuntut loh penjelasan kamu!" Peringatnya lagi.
Callista mendelik malas. "Iya-iya bawel! Udah ih,ayo ganti baju."
__ADS_1
Lantas Callista menyudahi pembicaraan dengan mengeluarkan stelan baju olahraganya dan beranjak dari duduknya.
♡♡♡
Sepertinya kesabaran pak Bono selaku guru olahraga khusus kelas 11 IPS telah habis,terbukti,tepat setelah Callista dan Karamel keluar dari ruang ganti. Nama mereka di panggil menggunakan pengeras suara.
"Aduh,Lis! Cepetan dong! Nama aku sama kamu udah di panggil-panggil! Malu tau!"
"Iya bentar!"
Callista keluar terburu-buru dengan baju yang sebagian masih berada di dalam celana olahraganya.
"Udah nih,yok."
Ujarnya setelah berhasil membuat bajunya keluar. Keduanya pun bergegas menuju lapangan olahraga.
Tepat di persimpangan koridor,Callista tak sengaja melihat Reyno yang baru turun dari lantai dua,tujuan mereka pun bisa di pastikan sama karena anak kelas 11 IPA 1 hari ini pun berolah raga di jam pertama.
Dengan langkah terburu-buru,Callista mendahului Karamel membuat gadis imut satu itu keheranan.
"Callista mau kemana hei?"
"Kalis tunggu!"
Namun sayangnya gadis itu tak menggubris,malahan ia kini sudah berada di belakang Reyno bersiap menepuk pundak laki-laki itu.
Namun sayang,sebelum aksinya berjalan,Reyno sudah keburu menoleh dan menatap Callista dengan heran.
"Loh,sejak kapan di sini?" Reyno bertanya heran.
Melirik ke arah belakang,terlihat Karamel juga sudah menyusul.
"Kalis ih! Jahat banget! Ninggalin aku cuma buat nyamperin nih orang!"
Karamel menatap tajam manusia di belakang Callista yang tak lain adalah Reyno.
"Kamu,ngapain masih di sini? Sana ke lapangan! Jangan bikin orang lain orang lain nunggu!"
"Dari dulu sampai sekarang sikap begini terus,kalau gak lemot ya ngerepotin. Dasar cupu!"
Setelah memarahi Reyno dengan tidak jelas,Karamel berlalu pergi. Meninggalkan Callista yang tampak melongo heran. Tidak mengerti dengan apa yang barusan terjadi.
"Karam kenapa sih?"
♡♡♡
Bersambung...
Sebelum kalian kembali,baca2 dulu yuk sinopsis novel temannku di bawah ini. Jangan lupa mampir juga ya...
__ADS_1