Miss Jones & Mrs. Badman

Miss Jones & Mrs. Badman
Adinda


__ADS_3

Kaki Reyno sedikit gemetar begitu ia dan Tama memasuki area koridor sekolah yang mulai ramai.


Hari ini kepalanya yang biasa tertunduk,di paksakan untuk tegak atas perintah abangnya. Sebenarnya bisa saja ia menghindari pandangan orang-orang dengan tetap menunduk,namun sayangnya di sebelah kirinya ada Tama si mata kedua Raynand yang tentunya akan mengadukan apapun perilakunya pada sang abang.


"Jalan yang bener Reyno! Lo manusia,bukan yupi!"


Lagi-lagi Reyno harus pasang kuping saat untuk yang kesekian kalinya. Tama menyindir cara jalannya yang agak gemeteran.


"G..gue gugup."


Reyno akhirnya membela diri.


Tama menghentikan langkahnya di tengah-tengah koridor,membuat Reyno juga terpaksa ikut-ikutan berhenti dan menatapnya dengan takut.


"K..kenapa berhenti?"


"Lo jalan yang bener atau gue tinggal di sini? Biar lo jalan sendirian ke kelas!" Tama mulai menggunakan jurus jitunya.


Reyno tergugu di tempatnya


"Tapi Tama,gue.."


"Elah! Lama lo! Udah lah gue tinggal aja! Gue ada latihan basket,gak bisa gue ngikutin cara jalan lo yang lemotnya kayak siput itu!"


Tama kini berbalik meninggalkan Reyno yang terlihat mengejarnya dengan buru-buru.


Hingga,saat Reyno akan menyusul Tama untuk menaiki tangga.


Seseorang menghentikan langkahnya.


"Lo,ikut sama gue!"


♡♡♡


Reyno mengerjab-ngerjab gugup. Saat ini ia sedang tidak berada di kelas,melainkan di ruang lab Fisika yang kondisinya sedang sangat sepi pagi itu.


Di sebelahnya,ada satu cewek yang sebenarnya tidak Reyno kenal namun karena ada name tag yang menempel di dada kananya jadi mau tak mau Reyno pun tau bahwa gadis yang tadi mencegat dan membawanya ke sini itu bernama Adinda .R.


Entah apa kepanjangan dari huruf R itu,tapi yang jelas bukan itu yang menjadi pokok penting di sini.


Karena ada hal yang lebih ingin Reyno ketahui,yaitu mengenai mengapa cewek itu mengajaknya ke sini.


"Lima belas menit lagi pak Bambang bakalan datang ke sini. Gue harap lo mau sabar nunggu."


Tiba-tiba Adinda berbicara.


Reyno mendongak,kemudian menunjuk dadanya sendiri.


"Lo ngomong sama gue?"


Adinda menatapnya sinis. "Ya iyalah. Di sini cuma ada elo dan gue. Jelas lah gue ngomong sama lo!"


"Oh."

__ADS_1


Hanya sepatah kata itu lah yang bisa Reyno keluarkan karena mau bagaimana lagi,ia kan tidak kenal dan tidak seakrab itu dengan Adinda. Apalagi Adinda ini punya sifat yang jutek,jadi Reyno agak takut untuk memulai pembicaraan.


"Ternyata gosip yang beredar tentang elo,itu beneran ya." Adinda berbicara lagi.


Kali ini berhasil membuat Reyno mengerutkan alisnya.


"Maksudnya?"


Adinda mendekatkan wajahnya ke wajah Reyno hingga hidung mereka nyaris bersentuhan.


"Lo nyebelin,batu,dan patung berjalan!"


What the hell?


Reyno tak habis pikir dengan penilaian manusia yang baru seujung menit tadi ia temui.


Penilaian macam apa itu?


Mereka baru saja bertemu,kenapa juga cewek di depannya ini seenak jidat menilai serta mengatainya dalam waktu bersamaan. Apa cewek itu punya dendam pribadi padanya?


Tapi sepertinya tidak. Dendam pribadi itu bukan padanya,tapi lebih kepada...


Raynand!


Huh..,Reyno menghembuskan napasnya dengan kasar.


Tiba-tiba ia tertarik untuk mengetahui sesuatu.


"Ekhm. Adinda?"


"Hm?"


"Nama lo Adinda kan?"


Cewek itu menunjuk name tagnya dengan jari telunjuknya.


"Lo gak buta kan?"


Reyno terkekeh kecil. Entah kenapa,ia merasa bahwa gadis di depannya ini menggemaskan,walau bertampang jutek.


"Lo,kayaknya udah lama ya kenal sama gue?"


Reyno kini melanjutkan pertanyaan yang beberapa saat lalu ingin ia tanyakan.


Adinda mengganti posisi duduknya dengan menghadap ke arah Reyno sepenuhnya,kedua mata belownya memicing.


"Lo serius nanya kek gitu ke gue?"


"I..iya,kenapa emangnya?"


Hening selama beberapa detik,sebelum akhirnya Adinda tertawa.


Tertawa yang menurut Reyno menyeramkan,karena gadis di depannya itu tertawa dengan ekspresi kaku.

__ADS_1


"Gelo ya lo! Ya iyalah gue udah kenal lama sama lo! Jangankan gue,satu Bina Bangsa pun tau siapa elo Reyno Margantara."


"Si cowok batu,yang hobinya datang paling awal terus nongki di rooftop dan pulang paling telat. Semua orang juga tahu kebiasaan aneh lo itu,betapa lo yang kayaknya anti sosial banget,yang temenenanya cuma sama kelima sahabat norak lo itu."


"Oh dan yang paling bikin lo terkenal sekaligus hal yang menurut gue paling gak masuk akal itu adalah saat bisa-bisanya elo jadi langganannya pararel satu MIPA. Padahal satu kalipun gue gak pernah liat lo belajar. Kerjaan lo cuma nongki di rooftop,kantin atau main futsal."


"Dari sana gue curiga kalau sebenarnya lo itu gak pinter!"


Hah? Cukup sampai di situ saja,Reyno hanya bisa menganga mendengar penjelasan gadis aneh di hadapannya itu.


Ia jadi mencurigai sesuatu.


"Lo? Maksud lo,lo nuduh R..,eh maksud gue. Lo nuduh gue nyogok guru gitu?"


Tanpa ragu Adinda mengangguk.


"Iyalah,apalagi?"


Makin bulat saja bola mata Reyno.


Tentu saja ia tidak terima di katai nyogok. Ya walaupun secara tidak langsung ia tau bahwa bukan ia yang di katai melainkan Raynans. Karena yang waktu itu menjadi Reyno itu bukan dirinya melainkan Raynand.


Meskipun  begitu,Reyno jelas tahu bahwa Raynand itu punya otak yang pintarnya bukan main. Jadi mana mungkin Raynand menyogok untuk sebuah nilai.


Reyno hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Lo terlalu nethink sama orang lain Adinda. Gue gak pernah ngelakuin tuduhan yang barusan lo bilang."


Adinda mencebik. "Trus?"


"Ya,gue belajar gak perlu ngasih tau lo juga kan?"


"Lagian kita gak sekelas,tuduhan lo itu terlalu mengada. Atau.."


"Lo stalker gue ya?"


Entah dapat keberanian dari mana,tapi yang pasti kali ini Reyno tidak tampak gugup sama sekali saat berhadapan dengan Adinda.


Malahan ia kini mendekatkan wajahnya ke Adinda.


"Jangan-jangan lo naksir lagi sama gue?"


Kedua pipi Adinda sontak memerah.


"A..apaan sih lo! Gak jelas banget!"


♡♡♡


Bersambung...


Jangan lupa mampir ke novel satunya lagi ya..


Novel ini niatnya aku panjangin sekitaran belasan bab lagi maybe,atau bisa lebih tapi gak bakalan lebih dari enam puluh bab kok.

__ADS_1


Intinya sampe KSN,terus selesai satu persatu semua tentang Reyno dan Raynand akan terkuak nah barulah ending.


__ADS_2