Miss Jones & Mrs. Badman

Miss Jones & Mrs. Badman
Mampir


__ADS_3

Nyantai di UKS dengan alasan sakit,memang menjadi hal yang paling sering di lakukan oleh murid-murid sekolahan. Sama dengan yang Callista lakukan saat ini,dengan modal tirai tertutup dan dan volume handphone yang di kecilkan,Callista asyik menonton sambil sesekali terkikik kecil.


Srett..


Refleks Callista memencet fitur pause. Telinganya menangkap ada suara orang yang membuka pintu,tepat setelahnya,ada bunyi langkah kaki yang berjalan mendekati brankar tempatnya berbaring.


Buru-buru Callista sembunyikan handphone miliknya ke bawah lengannya,lalu setelahnya merapikan selimut dan memejamkan mata. Ia pura-pura tidur.


Detik berikutnya,suara tirai terdengar di buka secara perlahan. Aroma musk langsung tercium di hidung Callista.


Tunggu-tunggu,Callista mengingat bau parfum ini. Seperti milik...


"Reyno." Batinnya bergumam.


Tapi tidak mungkin itu Reyno,bukankah kata anak-anak,Reyno izin dua minggu?


Lagi asyik-asyiknya membatin,tunuh Callista seketika kaku saat merasakan sebuah tangan menyentuh lehernya,lalu naik ke pipi dan berakhir di dahinya.


"Gak panas." Orang itu terdengar berguman.


Jantung Callista berdesir. Tidak salah lagi,Callista harus membuka matanya untuk memastikan tebakannya.


Grep..


Tepat saat tangan itu akan terangkat,Callista menagannya lalu menggenggamnya.


"Lo..!"


Keduanya saling terpekik.


"Reyno! Ini beneran Reyno?"

__ADS_1


Callista langsung bangkit dari pembaringannya dengan satu tangan masih menggenggam tangan Reyno yang terasa hangat.


Sementara itu,Reyno menatap Callista dingin. "Lo sakit?"


Callista mengangguk. "Iya. Karena mikirin lo." Callista menjawab dengan jujur.


Alis Reyno terangkat sebelah. "Mikirin gue?"


"Iya,Reyno! Katanya anak-anak cewek yang gosipin lo,lo-nya izin dua minggu. Beneran? Emangnya kenapa? Lo sakit,atau..?"


Callista melirik pakaian Reyno. Terlihat laki-laki mengenakan hodie hitam,celana jeans hitam,topi hitam bertulis Filla,juga sebuah masker hitam yang bergelantung di sebelah telinganya.


"Lo kenapa jadi kayak idol,yang lagi sembunyi dari fansnya gini sih?" Callista akhirnya protes saat melihat penampilan Reyno yang menurutnya,menggerahkan.


"Jangan sakit,cuma karena mikirin gue."


Reyno kembali berbicara,kali ini dengan nada yang normal. Tidak sedingin tadi.


Callisra memberenggut. "Lagian gue juga ogah kepikiran sebenarnya,tapi lo gak lupa kan? Sikap lo kemarin bisa bikin orang overthinking. Makanya sekarang bilang sama gue,apa gosip lo izin dua minggu itu benar?"


"Kenapa?"


"Lo gak perlu tau Callista,bukan urusan lo." Reyno kembali bersikap dingin dan nada bicaranya tajam.


"Intinya gue tekenin sama lo. Jangan sakit lagi! Apalagi karena gue,gue gak suka dan lo harus paham itu!"


Callista menatap Reyno aneh. "Lo kenapa sih?*


"Inget Callista. Dua minggu lagi,Reyno yang asli bakalan datang. Gue harap lo bisa nerima dia lebih dari lo nerima gue. Jangan bersikap nyebelin dan dikit-dikit overthinking. Gak semua hal bisa lo pahami dengan pikiran yang kalut."


"Belajar peka dan kenali baik-baik orang yang lo deketin. Kadang,meskipun keliatan sama,orang yang lo temuin mungkin berbeda. Jadi lo harus pasang kepekaan tinggi. Paham?"

__ADS_1


Tentu saja Callista menggeleng. Ada apa lagi dengan Reyno? Kemarin cowok itu bersikap aneh,hari ini malah tambah aneh,ada apa sih sebenarnya?"


Callista benar-benar di buat pusing dengan kelakuan Reyno yang ada di hadapannya saat ini.


"Gue benar-benar gak bisa paham Reyno. Apa sih maksud semua ucapan lo? Reyno yang asli? Jangan overthinking,harus peka? Apalagi sih Rey,yang lo rencanain? Terus apa hubungannya sama izin dua minggu?"


Reyno tersenyum tipis. "Ingat Callista. Stop overthinking."


Setelahnya Reyno menjauhkan tubuhnya dari brankar  Callista. "Gue pergi ya,jaga diri lo baik-baik. Callista Andriana Wijaya."


Tepat setelah Reyno berbicara,ponselnya berdering.


Laki-laki itu terlihat mengangkat telepon dengan tenang,lalu percakapan singkat terdengar.


"Ya,gue nyusul."


"Ada urusan seidkit."


"Tenang aja,gue langsung ke sana setelah ini."


Lalu Reyno memasukkan kembali ponsel ke saku hodienya,menatap Callista sebentar,sebelum akhirnya memberikan senyum manis dan berbalik pergi meninggalkan Callista yang masih melongo di tempaatnya.


Ada apa dengan Reyno?


♡♡♡


Ini cuma sekedar bab tambahan,jadi pendek. Lusa aku up lagi.


Jadi besok jangan di tungguin,okey...


Oh ya,sebelum kalian menekan tombol kembali.

__ADS_1


Coba baca-baca dulu,sinopsis cerita di bawah ini,punya temennya otor,di jamin ceritanya pasti asoyyy,pastikan kalian mampir....



__ADS_2