
Setelah melewati perjalanan selama dua jam empat puluh lima menit,pesawat yang di kendarai oleh keluarga Margantara akhirnya mendarat kembali ke tanah air.
Seturunnya dari pesawat,Reyno terlihat berjalan di urutan depan,di susul oleh Nandita,dan Bima. Minus kehadiran Raynand,tentu saja pria itu tidak akan ikut pulang karena dirinya harus menyelesaikan pendidikannya di Senior High School Singapore.
Ya,selama ini Reyno yang orang-orang kenal di Bina Bangsa bukanlah Reyno yang asli. Dia adalah Raynand,kakak kembar Reyno yang harus merelakan dirinya untuk menjadi Reyno,menggantikan posisinya di sekolah di saat Reyno koma.
Tentunya ia melakukan itu bukan tanpa dasar. Banyak kemelut yang bertaut,yang mengantarkannya sampai pada titik itu.
Di mulai dari kenakalan yang ia pupuk sejak dini,di tambah dengan berbagai macam kejadian yang membuatnya harus beberapa kali pindah sekolah hingga akhirnya di pisahkan dengan sang adik,Reyno.
Tiga tahun yang lalu,tepat saat Raynand dan Reyno duduk di bangku kelas dua SMP. Raynand kembali membuat keributan,ia di laporkan karena memukuli dua orang kakak kelasnya hingga masuk masuk rumah sakit. Kenyataan itu membuat Reyno harus menerima hukuman hingga di keluarkan dari sekolah.
Tentu saja kejadian itu bukan yang pertama,kejadian itu adalah kejadian yang ketiga kalinya,yang membuat Raynand harus di keluarkan dari sekolah.
Saat di tanyai apa alasannya,Raynand mengaku jika mereka yang duluan menjahilinya. Tidak menjelaskan lebih lanjut,hingga tiba di rumah Raynand mengatakan dengan sebenarnya bahwa saat itu ia melawan mereka itu membela Reyno yang nyaris di bully dengan kekerasan fisik akibat memergoki kedua kakak kelasnya yang tengah merokok di toilet sekolah.
Namun tindakan kekerasan yang Raynand lakukan tetap tidak di benarkan,alhasil Raynand tetap harus menerima hukumannya.
Runtutan kejadian itu tak berlangsung sampai di situ,setelah banyaknya kejadian memusingkan yang Raynand lalukan. Bima dan Nandita harus kembali di kejutkan dengan berita Reyno yang di larikan ke rumah sakit.
Setelah di periksa lebih lanjut,ternyata Reyno mengalami asfiksia akibat terkurung di gudang pengap selama empat jam.
Kejadian itu akhirnya menbuka mata Bima dan Nandita,mereka yang selama ini buta dan tuli akan pengaduan Raynand tentang Reyno yang sering mendapatkan perundungan,kini mau tak mau harus percaya.
Ucapan Raynand benar,di kurungnya Reyno di gudang adalah satu dari sekian banyak bentuk perundungan yang pernah Reyno alami.
Akibat kejadian itu,Reyno akhirnya di berhentikan dari sekolah tatap muka,dan terpaksa melanjutkan pendidikannya secara home schooling dan ikut kemanapun kedua orangtuanya bekerja.
__ADS_1
Sementara Raynand? Pria itu menaruh rasa kecewa yang besar terhadap kedua orangtuanya,pengabaian yang mereka lakukan tentu memupuk luka di dalam dirinya. Ia memilih menjauh,membentengi dirinya dari kedua orangtuanya,hingga saat sekolah menengah pertama berakhir,Reyno kembali.
Dari sanalah,awal kekacauan kembali di mulai.
♡♡♡
Sebuah mobil sedan hitam,melaju dengan kecepatan sedang di jalan raya. Di bangku depan ada sang supir dan satu laki-laki paruh baya yang tak lain adalah Bima Margantara. Sementara itu,di kursi penumpang ada Reyno dan Nandita ibunya.
Sedari awal memasuki mobil,hingga setengah perjalanan sudah di lalui,Reyno hanya melamun. Memandang keluar jendela dengan pikiran melayang-layang.
Kelakuannya tak luput dari perhatian sang mama,hingga wanita paruh baya itu tidak kuasa menahan rasa penasarannya.
"Nano,Nano kenapa? Kok ngelamun terus sih dari tadi?"
Suara lembut Nandita,berhasil menyadarkan Reyno dari lamunannya.
"Gak papa mama,Reyno cuma kecapean. Kepikiran Ray juga,dia pasti kesepian di tinggal sendirian di apartemen."
Mengelus rambut si bungsu dengan sayang,Nandita lantas menenangkan Reyno dengan kata-katanya.
"Ray itu mudah bersosialisasi,seminggu di saja juga temannya udah langsung bejibun. Toh selama ini dia sudah home schooling kan,dia juga punya banyak kenalanan di sana via sosial media,jangkauan dia luas Rey. Jangan terlalu di pikirkan ya?"
"Ingat,Nano baru sembuh,gak boleh banyak pikiran takut drop. Dari pada ngelamun,mending sini tidur di pundak mama,nanti kalau udah sampai,mama bangunin. Okey?"
Menarik lembut kepala sang putra,Nandita lantas menyandarkann kepala Reyno ke pundaknya dan mengelusnya penuh kasih sayang.
Tanpa Nandita sadari,ia kembali membuat kesalahan dengan memanjakan Reyno,melanggar nasehat Raynand,dan melupakan bahwa akibat merekalah Reyno menjadi laki-laki lemah yang mudah sekali di rundung.
__ADS_1
Mereka kembali salah langkah.
♡♡♡
Woiii...
Udah sadar sama beberapa plot twis yang dulu sempat aku sematkan di bab-bab awal?
Harusnya udah dong...
Di bab 2 (prolog gak di itung bab ya!) nah di bab dua itu aku ada cantumin plot twis lewat singkatan nama Raynand. Kan di name tag Raynand itu di tulisnya R. Margantara. Bukan Reyno M.
Terus kalau gak salah,waktu Callista main ke rumah Reyno,waktu itu Reyno palsu minta Callista nemenin dia belajar.
Terus lagi plot twis paling kentara adalah saat Nandita manggil Raynand dengan panggilan "abang",
Tama manggilnya "Ray."
Aku pikir pun di bagian2 sana kemarin kalian harusnya udah ngeh dong hehe,ngeh lah. Maksa nih gue!
Tapi au ah,intinya aku udah berusaha bukan mengungkapkan satu persatu rahasia setiap tokoh ini,semoga aja penyajiannya nyampe walau belum sempurna hehe.
Udah deh,jumpa besok...,luv uu😘😘
♡♡
Oh ya,sebelum lanjut aku mau promo lagi ya,di bawah ini ada sinopsis novel temen otor,nama pena,dan gambaran ceritanya ada di bawah,di persilahkan liat-liat,dan mampir jika tertarik.
__ADS_1