Miss Jones & Mrs. Badman

Miss Jones & Mrs. Badman
Sore Bersama Reyno


__ADS_3

Sesuai kesepakatan yang tadi sudah di sepakati di atas rooftop. Pulang sekolah ini,sehabis menghubungi kakak dan mamanya,juga izin pada Alina sahabatnya,kini Callista tengah mengendap-endap,keluar dari toilet sekolah.


Lorong sekolah sudah sangat sepi. Tadi ia berlari menghindari Digo dan berujung sembunyi di toilet sekolah. Ia ada janji dengan Reyno dan makin berabe jika Digo tau,karena itu ia meminta Reyno menunggu di mobil dan ia akan menyusul setelah keadaan sekolah sepi.


Begitu melihat jika keadaan sekolah sudah benar-benar sepi,Callista pun segera berlari keluar. Dari hall depan,Callista bisa melihat sebuah mobil sport putih masih stay di parkiran. Sebuah mobil yang pastinta sangat ia kenal.


Segera Callista hampiri mobil tersebut dan mengetuk pelan kaca mobilnya.


Kaca mobil di turunkan. Terlihat Reyno memberi kode masuk dengan lirikan matanya.


"Sorry ya,lo harus nunggu gini." Callista berujar tak enak.


Reyno hanya menanggapi dengan deheman.


Merasa tak puas,Callista pun bertanya lagi. "Kita mau jalan-jalan kemana ya Rey?"


Reyno memasang sabuk pengaman,sebelum akhirnya menyalakan mobil dan melaju pelan meninggalalkan area parkiran sekolah. Penjaga gerbang sekolah terlihat langsung menutup gerbang beberapa detik setelah mobil Reyno lewat.


"Mau coba ke pantai gak?" Reyno menawarkan ide yang sebenarnya agak konyol.


Callista nyaris tersedak air liurnya sendiri. "Siang bolong gini? Yang beneran ajalah!" Celetuknya rada ngegas.


"Ngadem dulu lah,kemana gitu. Lo gak pernah ngajak cewek kencan ya?"


Suasana hening seketika. Reyno tersenyum-senyum geli dan tingkahnya berhasil menbuat Callista mendelik bingung.


"Kenapa lo senyum-senyum gitu?"


"Jadi kebersamaan kita hari ini lo anggap kencan,hm?"


Seketika itu juga Callista sadar bahwa ia,salah bicara.


Gelagapan bercampur malu menjadi satu,Callista sebenarnya ingin menepuk jidat namun ia takut makin ketahuan salah tingkahnya.


Lagi pula kenapa ia bisa bucara sampai ke sana? Kencan? Memangnya tadi Reyno bilang bahwa mereka akan kencan? Tidak sama sekali! Reyno hanya bilang bahwa 'ingin mengajaknya jalan-jalan. Bukan kencan.


"Aish,udahlah! Apapun itu,yang pasti gue gak mau lo ajak ke pantai siang-siang gini. Panas Reyno! Kalau mau ke pantai tuh sore nanti,sekalian liat sunset. Siang ini jalan ke mana gitu,bisa kan?"


Reyno tak langsung menjawab,ia malah melihat jam yang membalut pergelangan tangannya. Memang masih siang,waktu baru menunjuk ke pukul setengah dua,dan cuaca masih panas-panasnya.


Memutar otaknya sejenak sebelum akhirnya,sebuah tempat yang sepertinya cocok untuk mereka berdua terlintas di otak Reyno.


"Mau mampir ke kedai kopi dulu gak?


Callista yang sebelumnya tidak terlalu suka kopi,hanya mengangguk singkat.


"Bolehlah."


Ujarnya pasrah. Ya,setidaknya pergi ke kedai kopi di siang hari jauh lebih manusiawi ketimbang pergi ke pantai.


Mobil Reyno kembali melaju,hingga akhirnya berhenti  di Kedai Kopi sudut,di daerah Bua Kana.


"Ayo turun." Reyno mempersilahkan Callista turun terlebih dahulu,lalu berselang satu menit setelahhya,ia pun menyusul.


Kedua berjalan beriringan,memasuki kedai yang siang itu kebetulan tidak terlalu ramai pengunjung.


Reyno mengamit Callista untuk duduk di salah satu meja kosong yang ada di sana.


"Pesen apa?"


"Ngikutin aja."


Walau tak puas dengan jawaban yang Callista beri,Reyno akhirnya pasrah,memesan dua gelas kopi dingin dengan rasa yang sama untuknya dan Callista

__ADS_1


Sembari menukmati kopi,keduanya mengobrol ringan,dengan Callista yang mendominasi pembicaraan. 


Gadis tampak bercerita riang tentang kedua kakaknya,tentang persahabatannya dan Alina,bahkan ikan ****** peliharaannya di rumah pun ia angkat ke dalam topik pembicaraan mereka.


Reyno tenggalam dalam euforia sesaat. Suasana hangat yang membuat ruang hari Reyno ikut menghangat. Ah,andai waktu bisa di hentikan. Ia ingin membuat segalanya berhenti di situ saja,di tempat ia bisa dengan puas memandangi wajah gadis ceria yang tengah mengoceh riang perihal berbagai hal itu. Bolehkan ia egois?


"Panasnya udah turun deh kayaknya.."


Suara Callista kembali terdengar. Mengacaukan angan Reyno.


Kepala laki-laki refleks menoleh ke luar. Ia kemudian mengangguk,membenarkan ucapan Callista. Melirik pada jam yang melingkar di tangannya,ternyata dua jam sudah berlalu.


Reyno menghela napas. Berbincang dengan orang spesial memang membuat perputaran waktu tidak terasa. Pilihannya membawa Callista pergi ke sini memang tidaklah salah. Selain mengademkan raga,ia juga mengademkan hati.


"Ayo ke pantai,keburu malam loh ntar." Gadis itu mengingatkan.


Reyno mengangguk patuh,seraya beranjak menuju kasir untuk membayar pesanan. Usai membayar,keduanya kembali beriringan keluar kedai.


♡♡♡


Jarum jam menunjuk ke pukul empat sore. Mobil sport yang di kendarai oleh Reyno melesat cepat,melewati setiap lekukan jalan.


"Kita mau ke Pantai Akkarena?" Callista membuka suara untuk bertanya,saat mendapati mobil yang di kendarai oleh Reyno mengarah ke jalan Tanjung Bunga,jalanan  yang agaknya tidak asing bagi Callista.


Reyno mengangguk singkat. "Katanya tadi mau liat sunset,di sana kan emang spotnya,keberatan?"


Callista menggeleng cepat. "Sama sekali enggak! Gue malah senang lo ajak ke sana,keluarga gue jarang sempat liburan weekend. Paling kalau liburan pertengahan sama akhir tahun."


"Berati senang dong,gue ajak jalan-jalan hari ini?"


Tanpa malu-malu Callista mengangguk. "Senangggg banget!" Ujarnya sembari memasang wajah berbinar.


"Sering-sering ya,ajak gue jalan-jalan."


Kekehan kecil terdengar. Reyno menolehkan kepalanya sebentar,lalu sebelah tangannya ia pakai untuk mengacak poni Callista.


♡♡♡


Mobil Reyno berhenti dan di parkir tak jauh dari area pantai. Begitu turun dari mobil,wajah keduanya langsung di terpa oleh hangatnya sinar mentari sore yang warnanya sudah perlahan berubah dari kuning menuju oren.


Walaupun weekday,keadaan pantai tidak sepenuhnya sepi,terlihat cukup banyak orang yang berlalu lalang di sana,ada yang berfoto,berlarian dengan kaki telanjang,ada pula yang sekedar duduk-duduk.


Mayoritas orang yang ada di sana,Reyno yakini merupakan pasangan kekasih. Karena terlihat beberapa dari mereka bergandengan tangan.


Hati laki-laki berdesir. Di liriknya jemari Callista yang berayun bebas. Entah dorongan dari mana,tapi Reyno memberanikan diri untuk meraih tangan munggil itu.


"Kita ke dermaga sana aja ya." Ujarnya tanpa basa-basi.


Callista yang sepertinya ikut terbawa suasana,lantas menurut pasrah,sembari mengikuti langkah Reyno.


Keduanya berjalan pelan-pelan di atas hamparan pasir berwarna hitam yang menjadi ciri khas pantai tersebut. Kedua remaja itu terus berjalan hingga sampai ke atas dermaga yang konon katanya di beri nama 'Dermaga Cinta'.


Duduk di sana dengan kaki terjuntai ke bawah,keduanya berhasil di buat terpesona dengan pemandangan menakjubkan yang terbentang di hadapan mereka.


"Tangannya gak mau di lepas nih?" Callista menyindir,beberapa saat setelah keduanya duduk.


Tersadar akan kelakuannya,Reyno tak lantas melepas genggaman mereka. Ia malah mempererat seolah sengaja ingin menyalurkan kehangatan dari sana.


"Biarin kayak gini dulu." Ucapnya lembut,terkesan memohon.


Sejujurnya Callista mulai merasakan ada yang aneh dengan laki-laki satu ini. Tapi apa? Sikapnya?


Ah,benar. Sikap Reyno hari ini benar-benar aneh,bicaranya yang biasa ketus,hari ini berkesan sangat lembut,perlakuannya yang biasa dingin,hari ini terasa sangat hangat dan bersahabat.

__ADS_1


Apa yang sebenarnya terjadi? Callista tidak tahu. Karena itu ia memberanikan dirinya untuk menatap Reyno. Terlihat cowok itu tengah menatap lurus ke depan,dari jarak sedekat ini,Callista bisa melihat jelas bahwa,walaupun diam dan terlihat tenang,ada riak berisik yang terpancar dari sorot matanya.


Sadar tengah di perhatikan,kepala Reyno ikut menoleh untuk membalas tatapan Callista. "Kenapa?"


"Ada masalah?" Callista akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.


Reyno tersenyum tipis. "Gak kok. Kenapa? Gue aneh ya?"


Tanpa drama berbohong,Callista langsung mengangguk. "Iya,aneh. Aneh banget malah,lo kenapa sih?"


"Gak papa,sesekali gue pengen aneh di depan lo. Biar kalau gue ngilang,elonya kepikiran."


"Hah?" Callista melongo.


"Lo sakit?"


"Gak,gue sehat."


"Tuh kan makin aneh,di novel-novel yang pernah gue baca ya Rey,kalau ada cowok yang kelakuannya berubah aneh,biasanya dia berbuat kesalahan,atau yang paling parahnya,dia mau pergi ninggalin si cewek,sikap lo.."


Hidung Callista mendadak di tarik pelan oleh Reyno.


"Ngaco. Dungu-dungu gini,lo ternyata bucin juga karakter fiksi."


Mengusap hidungnya yang baru saja di tarik,Callista lantas memberenggut. "Ya habis! Kelakuan lo tuh aneh banget tau Rey,kayak apa ya..,kesannya kayak cowok yang mau pergi ninggalin ceweknya gitu."


"Oh,jadi lo nganggap gue ini cowok lo yang mau ninggalin lo pergi,terus buat kesan manis biar lo gamon terus termehek-mehek di kamar,gitu?"


Callista yang terlanjur kesal dengan ledekan Reyno,hanya mencebikkan bibirnya tanpa menjawab.


Merasa puas membuat gadis di hadapannya itu kesal,kini raut Reyno perlahan berubah jadi lebih serius.


"Callista,semisalkan nanti gue ngilang. Lo bakalan nyariin gak?"


"Tergantung.."


Reyno menatap penuh tanya. "Tergantung apa?"


Senyum jahil terbit. Reyno mulai curiga.


"Ya tergantung lah,kalo lo perginya sambil maling sesuatu dari gue,ya pasti bakalan gue cari sampe ke ujung dunia malah."


Callista memang bercanda dengan jawaban,namun pria di hadapannya itu justru menanggapi dengan serius.


"Okey,gue pegang ucapan lo. Kalau kemungkinan suatu saat gue pergi,gue bakalan ambil satu-satunya kelemahan yang setiap orang punya termasuk elo."


Callista tertegun sejenak.


"M..maksud lo?"


Reyno tersenyum miring.


"Gue akan ambil hati lo Callista."


♡♡♡


Bersambung....


♡♡♡


Aku tak bosen-bosen guys,untuk membawakan rekomendasi novel-novel bagus dari temen-temen otor yang kece badaiii ini.


Sinopsis,judul,nama pena,semuanya ada di bawah,sebelum gulir,ada baiknya kalian baca dulu picture di bawah ini...

__ADS_1


Jika tertarik,silahkan mampir dan tinggalkan jejak kalian...



__ADS_2