Miss Jones & Mrs. Badman

Miss Jones & Mrs. Badman
Menyukai Langit


__ADS_3

Hari lepas hari terus berlalu. Perubahan demi perubahan juga makin banyak terjadi,terutama pada Reyno. Tidak hanya satu dua orang yang menyadarinya tapi hanpir seluruh siswa-siswi di Bina Bangsa mentadari hal itu.


Di mulai dari kekacauan perfoma Reyno di bidang olahraga tempo lalu,berikut diikuti nilai-nilai yang menurun di setiap pelajaran,terpisahnya ia dari lingkungan pertemanannya,dan yang paling mengherankan lagi,Reyno sekarang tak pernah membawa mobilnya sendiri.


Oke,mungkin fakta terakhir menurut orang luar itu biasa. Tapi tidak bagi murid-murid di Bina Bangsa yang dari dulu selalu menganggumi Reyno dan menguntitnya. Kejadian Reyno yang selalu berangkat sekolah dengan di antar supir atau Bima,akhir-akhir ini. Cukup menyita perhatian mereka.


Apalagi kini Reyno memang tidak sekeren dulu,tidak ada Reyno yang tatapannya dingin dan senyuman sinis yang membuat siapapun urung mendekat.


Tidak ada Reyno yang selalu berjalan dengan hodie hitam dan dagu terangkatnya. Kini yang tersisa hanyalah si Reyno yang berjalan dengan seragam di masukkan,tak lupa kepalanya yang selalu menunduk,dan yang paling menbuatnya terlihat miris adalah Reyno yang sekarang selalu mengalihkan pandangannya ke bawah saat di sapa.


Seolah sikap Reyno menunjukkan bahwa ia takut berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Jelas,sikap Reyno itu membuat banyak rasa penasaran timbul di benak orang-orang sekitarnya.


"Kenapa Reyno bisa berubah se-signifikat itu?"


♡♡♡


Sementara itu,di bangku kantin sekolah. Tama and the geng,tentunya minus Raynand tengah bermain game mobile legends dengan serunya.


"Di atas Tam! Ada musuh di atas!" Sky bersorak heboh,memperingatkan Tama untuk siaga menjaga base dari serangan musuh.


"Anjir! Darah gue sekarat cok! Butuh recall nih! Lo jagain gue bentar Fend!" Fadil juga tak kalah bersorak heboh,meminta kembarannya untuk menjaganya selagi ia bersiap kembali ke base.


"Cupu woi! Mereka manggil lord!"


Tama berseru kesal saat tim musuh menggunakan lord sebagai bantuan.


"Mode Classic kok nge-lord,cupu ya dek?"


Fendy ikut-ikutan memanasi.


Fitur mic yang di aktifkan membuat suara tim musuh terdengar menyahut.


"Ya terus,kalau gak di pake buat bantuan,fungsi lord di mode classic apaan? Buat pajangan,ya gak lah bego!"


"Udahlah,nyerah aja kalian. Akui kekalahan."


Begitulah seterusnya,perdepatan di dalam permainan itu terus berlanjut hingga saat Tim Tama nyaris memasuki base lawan. Reyno datang,menginterupsi kegiatan mereka dengan meletakkan sebuah nampan berisi semangkuk bakso dan segelas ice lemon tea.


"G..gue,boleh ikut gabung?"


"K..kursi yang lain u..udah p..pada penuh,j..jadi g..gue.."


"Brak!"


Tama membanting ponselnya ke meja kantin,kemudian mengambilnya lagi dan mengusap-usapkannya ke baju.  Untung gak rusak,cuma retak.


"Lo gagap?" Tama menatap Reyno nyalang. Seperti biasanya,Reyno langsung menunduk takut.


"Duduk mah duduk aja kali! Gak usah kebanyakan basi-basi,makin keliatan cupunya!"

__ADS_1


Sky ikut menyindir dengan nada sinis dan raut juteknya.


Ya,itulah Sky. Sedari awal siapapun tau bagaimana juteknya Sky,karena dulu selagi Raynand masih menyamar menjadi Reyno,Raynand adalah pria tersinis pertama dan di posisi kedua ada Sky yang juga tak kalah sinis dan juteknya dari Reyno.


Dua manusia berwajah tampan itu dulunya adalah target cowok yang paling sulit di dapatkan di sekolah. Apalagi Sky dengan posisinya yang di juluki sebagai Tigrevurmud Vorn di dunia nyata ,hal itu semakin menambah kepopulerannya,tentunya.


"Buruan duduk! Ntar kita di kira bully lo lagi!"


Tama membentak lagi,saat melihat Reyno tak kunjung duduk.


Berhasil. Bentakan yang kedua kalinya,berhasil membuat Reyno duduk walau dengan raut wajah pucat.


Pelan-pelan Reyno mengambil sendok dan garpu yang di sediakan pihak kantin,dan mulai menyendokkannya ke dalam mangkuk.


Menyeruput kuahnya dengan pelan,dan perlahan mulai memakan benda bulat yang ada di dalamnya,satu persatu.


"Nih tisu!" Sekotak tisu mendarat nyaris masuk ke dalam mangkuk Reyno.


Kepala laki-laki itu mendongak,mencari si terduga. Terlihat Tama menatapnya sinis.


"Mulut lo belepotan. Gue cuma gak mau muka lo ngerusak nafsu makan gue!"


Mengangguk pelan,Reyno lantas menarik selembar tisu dan membersihkan bibirnya dengan pelan.


"M..makas.."


"Udah gue bilang! Jangan kek orang gagap! Ngerti gak sih?"


"Ngapain lu senyum-senyum??"


Sial. Dugaannya salah. Fendy memergoki dirinya yang sedang tersenyum. Buru-buru Reyno mengulum bibirnya dan mulai mengaduk-aduk bakso miliknya lagi.


"Pulang sekolah nanti,lo ikut sama kita-kita!"


Reyno menoleh ke arah sumber suara,yang tak lain adalah Tama.


"Kemana?"


"Olahraga!" Jawab Tama singkat.


Sky terlihat menegakkan duduknya,kemudian menatap jutek ke arah Reyno.


"Sejujurnya gue pribadi males ya berinteraksi banyak sama lo. Apalagi setelah Raynand kasih tau kita siapa lo sebenarnya,dan fakta bahwa yang selama ini sama-sama kita itu ternyata Raynand,cukup buat gue ngerasa di khianati dan males ngeliat muka lo."


"Tapi,berhubung gue carenya sama Raynand. Ya mau gak mau gue harus manut,termasuk ketika Raynand minta kita-kita buat bantuin lo di bidang olahraga."


Reyno manggut-manggut. Sepertinya ia menyadari sesuatu. "K..kalian ngizinin aku du..duduk di sini,karena abang juga ya?"


Sky tersenyum sinis. "Ya menurut lo aja! Lo pikir ada orang yang mau gaul sama cowok ngerepotin kayak lo?"

__ADS_1


Senyum Reyno yang tadi terukir tulus,kini berganti dengan senyuman paksa.


Ya,seharusnya dari awal ia sadar,bahwa ia ia terlalu bumi untuk mereka yang menyukai langit.


"Maaf,karena telah membenani."


♡♡♡


Singapura,sabtu 27 Mei 2023


Seperti biasanya,tak ada hari yang Raynand lalui tanpa rasa bosan.


Benar-benar napas pun rasanya ia males saking bosannya menikmati kehidupan di sekolah barunya..


Seperti halnya saat ini,di saat semua orang heboh dengan pembagian kerja kelompok. Ia hanya memandangi mereka satu persatu tanpa minat.


Hingga,di tengah hebohnya pemilihan anggota kelompok. Beberapa orang terdengar berdebat,memperebut Raynanad untuk masuk ke dalam anggota kelompok mereka.


"Ray, would you be willing to join our group?"


Raynand menoleh singkat ke arah sumber suara,kemudian menggeleng.


Sontak saja,reaksinya membuat wajah kecewa mereka terpatri. Namun siapa yang berani memaksanya,itu Raynand. Kemarin terakhir ada seseorang yang menganggunya di kantin dan Raynand bertindak tegas hingga membuat orang itu berlutut meminta maaf.


Semenjak kejadian itu,orang-orang mengenal bagaimana sikap asli Raynand. Tak ada yang berani memaksanya lagi,kecuali menawari dan berharap ia bersedia.


Raynand bangkit dari posisi duduknya,kemudian mengambil tas dan mencangklongkannya ke pundak.


"I won't join any group, after all, from tomorrow I will no longer be a student here."


Ucapan Raynand tentunya tidak terdengar bercanda,di tambah raut wajahnya yang datar dan dingin semakin meyakinkan ucapannya.


Tapi satu yang menjadi pertanyaan mereka.


"where is Reyno going?"


♡♡♡


Nah,ini dia. Pintu menuju konflik akhir. Doain aku cepet nyelesain segala kesibukan ku ya.


Sueerr,akhir bulan ini aku capek bgt,ada beberapa kegiatan dan perjalanan yang menyita waktunya,alhasil guys,muka ku gosong karena sering berada di bawah sinar matahari,dan gak hanya itu.


Rambutku oii,keringnya melebihi sapu ijuk punya emakku.


Ashh,andaikan bisa. Aku maunya stay di rumah aja. Tapi yo mo gimana. Udah begini jalan takdirnya,intinya doain semoga aku gak jadi genderuwo karena terlalu kecapekan dan sering berjemur di bawah terik mentari.


♡♡♡


Oh ya,sebelum kalian lanjut scroll,monggo baca2 dulu. Sinopsis novel punya teman otor di bawah ini.

__ADS_1


Di jamin ceritanya kece banget dan rugi kalau kalian gak mampir,jadi usahain mampir ya...



__ADS_2