
POV Sheva,
Empat hari kemudian,
Setelah kejadian di mansion Christian , Sheva mulai menepati janjinya
kepada Christian sesuai dengan isi surat perjanjiannya yang sudah
ditanda tangani walaupun berat menjalaninya tapi sheva tidak mau
keluarganya terseret dalam masalahnya. yang ia tahu dirinya sekarang
seperti budak nafsu Christian.
Kapan Christian inginkan dirinya dia harus ada disisinya , kadang
ingin sekali mengutuk diri ini mengapa tubuh ini tidak bisa menolak
perlakuan Christian terhadapnya kadang logika dan keinginan tidak
sejalan .
"Oh Tuhan bantu aku bisa menjalani ini semua" ungkap sheva berdoa dalam hati
Sheva terbangun dengan kondisi badan yang lelah dan dipenuhi tanda
merah, cahaya dari dinding kaca menyambut Sheva dari tidurnya
Sheva mengusap matanya untuk menyesuaikan cahaya dengan retina
matanya , Sheva tiba-tiba tercengang ketika ia menundukkan kepala,
tubuhnya dalam kondisi telanjang.
Sheva mengernyitkan keningnya ketika ia berusaha untuk duduk, sheva menarik selimutnya hingga dadanya yang membusung.
Diantara rasa getir yang melanda, pintu kamar tiba-tiba terbuka sosok
tampan berjalan dengan langkah tenang. Christian berjalan sambil
mengaitkan dasi dilehernya tak ada sapa atau kalimat apapun yang keluar
dari mulutnya. seolah SHeva hanya patung baginya.
Sheva menggigit bibirnya begitu dalam memaikan selimutnya.
"Kau mau pergi???" Sheva terkejut pertanyaan itu keluar dari mulutnya
Hening
Christian masih sibuk dengan aktivitasnya, melihat beberapa berkas dan laptopnya tanpa berusaha menjawab pertanyaan Sheva
"aku mau pulang karena kak fanny hari ini pulang pasti orang rumah akan mencariku!!!" Sheva sambil menangis
"Kau mau pulang???" Christian berjalan menghampiri Sheva lalu
mengambil duduk disamping kirinya. diangkat dagu Sheva lalu menatap
tajam wajah Sheva yang kini bersimbah air mata.
"Aku senang sekali melihatmu menangis, karena saat kau menangis, kau ketakutan kepadaku"
Christian mendekatkan wajahnya lalu mencium kening Sheva, ciumannya
kemudian turun ke pipi Sheva menciumnya secara bergantian kemudian
__ADS_1
mendaratkan bibirnya ke bibir Sheva. tidak ada lumatan yang ada hanya
ciuman yang lembut penuh kasih.
"Baiklah supirku akan mengantarmu pulang , tapi ingat sayang kamu
jangan macam-macam dibelakangku dan kamu harus tahu kamu itu milikku"
Bisik Christian di telinga Sheva sambil mencium leher jenjang Sheva.
Mansion Zurich
Fanny memainkan jemarinya di depan sebuah pintu berbahan jati,
mengapa dia bisa kecolongan lagi akan kepergian Sheva selama dia pergi,
fanny yang merutuki diri sendiri pun merasa bersalah dengan Tuan Billy ,
ayahnya Sheva
Tok..Tok..Tok
Anneth mengetuk pintu dengan tegang
"Masuk"
Anneth memberanikan diri untuk membuka pintu
" Nona Fanny , Saya ingin memberitahukan bahwa Nona Sheva sudah pulang dan sekarang dikamarnya sedang istirahat"
" Baik Bibi Anneth terimakasih , tolong panggin Reno kemari aku ada urusan dengannya"
"Kalau begitu aku permisi Nona "
Anneth pun pergi meninggalkan Fanny sendiri diruangannya dan memanggi Reno yang notabene adalah asisten pribadi Fanny
Plak..
Bunyi tamparan keras di wajah Reno
"Kau memang bodoh ya !! aku suruh kau untuk menjaga Sheva selama aku
pergi, yang ada mana sekarang" Teriak Fanny keras kepada Reno Asisten
kepercayaannya
Reno yang sambil memegang pipinya yang kesakitan akibat tamparan Fanny cuma bisa meringis
"Maaf nona , sejak anda pergi ke Belanda , sore itu tuan Christian
langsung menjemput Nona Sheva di rumah sakit, kami mengikutinya dan
menghalangi nya yang ada semua anak buah kita di tembak mati oleh anak
buah Tuan Christian Nona Fanny"
Fanny membulatkan matanya mendengar ucapan Reno, kening fanny
terlipat semakin tajam, bibirnya menipis membentuk garis tipis tangannya
mengepal kuat hingga memutih
"Bikin janji dengan asisten Christian aku ingin bertemu dengan Christian, apa maunya dengan Sheva??"
"Baik nona saya akan segera lakukan perintah anda"
__ADS_1
Setelah mengucapkan itu, Reno meninggalkan Fanny yang sedang marah
Buk..
Fanny menumbuk dinding diruangannya, diantara pergulatan batin fanny yang merasa bersalah dengan Sheva dan Tuan Billy
"Kau Christian apa yang kau lakukan dengan Sheva tidak cukupkah
keluarga kau sudah hancurkan keluargaku???" Ungkap Sheva yang terkenang
dengan masa lalunya.
Flasback Fanny
Keluarga Zurich
Abigail Fanny Christina Zurich gadis kecil berumur 10 tahun anak
tunggal dari Andrew Stephanus Zurich dan Magdalena Johnson, keluarga
yang cukup terpandang di Jerman karena Andrew adalah pengusaha sukses di
negara itu tambah lagi dia menikah dengan putri bungsu keluarga
Jonhson. walaupun pernikahannya dengan magdalena sempat ditentang oleh
Ronald ayah mertuanya yang tidak setuju dengan pernikahannya. karena
Magdalena ingin dijodohkan dengan anak sahabatnya yaitu Steve Evans
Dornan ayah kandung Christian Jamie Dornan.
dan kehancuran keluarga pun dimulai disaat Steve merasa sakit hati
dengan Magdalena yang lari di saat hari pernikahannya dengan Andrew ,
iya pun menyuruh orang-orang nya untuk mencari andrew dan magdalena
sampai ujung dunia menhancurkan keluarganya hingga Perusahaanya.
Sampai saat dimana Steve mengetahui keberadaan Andrew dan Magdalena , Steve menyuruh orang-orang nya untuk membunuh Andrew.
Sayang nya orang-orang suruhan Steve bukannya membunuh Andrew tapi Magdalena pun dibunuh juga.
Fanny kecil yang saat itu masih berumur 10 tahun pun merasa terpukul
di tinggal oleh orang tuanya, apalagi di depannya ayah dan ibunya
dibunuh.
Billy David Jonhson adik bungsu dari ibunya atau pamannya yang
menolong Fanny kecil untuk bisa kuat sampai sekarang, yang
menyekolahkannya , yang mengasuhnya . karena kakeknya Arnold Jonhson
tidak pernah mengakui fanny sebagai cucu nya sejak kejadian ayahnya
melarikan ibu nya Magdalena.
Fanny pun akhirnya mengetahui siapa
yang membunuh kedua orangtuanya, ingin rasanya fanny balas dendam akan
kematian orang tuanya tapi pamannya mengajari untuk tidak balas dendam.
__ADS_1
“There is no revenge so complete as forgiveness.” — Josh Billings
(Tidak ada balas dendam yang sempurna seperti memaafkan.)