Mr. Misterius Falling In Love

Mr. Misterius Falling In Love
Chapter 10


__ADS_3

POV Sheva,


Empat hari kemudian,


Setelah kejadian di mansion Christian , Sheva mulai menepati janjinya


kepada Christian sesuai dengan isi surat perjanjiannya yang sudah


ditanda tangani walaupun berat menjalaninya tapi sheva tidak mau


keluarganya terseret dalam masalahnya. yang ia tahu dirinya sekarang


seperti budak nafsu Christian.


Kapan Christian inginkan dirinya dia harus ada disisinya , kadang


ingin sekali mengutuk diri ini mengapa tubuh ini tidak bisa menolak


perlakuan Christian terhadapnya kadang logika dan keinginan tidak


sejalan .


"Oh Tuhan bantu aku bisa menjalani ini semua"  ungkap sheva berdoa dalam hati


Sheva terbangun dengan kondisi badan yang lelah dan dipenuhi tanda


merah, cahaya dari dinding kaca menyambut Sheva dari tidurnya


Sheva mengusap matanya untuk menyesuaikan cahaya dengan retina


matanya , Sheva tiba-tiba tercengang ketika ia menundukkan kepala,


tubuhnya dalam kondisi telanjang.


Sheva mengernyitkan keningnya ketika ia berusaha untuk duduk, sheva menarik selimutnya hingga dadanya yang membusung.


Diantara rasa getir yang melanda, pintu kamar tiba-tiba terbuka sosok


tampan berjalan dengan langkah tenang. Christian berjalan sambil


mengaitkan dasi dilehernya tak ada sapa atau kalimat apapun yang keluar


dari mulutnya. seolah SHeva hanya patung baginya.


Sheva menggigit bibirnya begitu dalam memaikan selimutnya.


"Kau mau pergi???" Sheva terkejut pertanyaan itu keluar dari mulutnya


Hening


Christian masih sibuk dengan aktivitasnya, melihat beberapa berkas dan laptopnya tanpa berusaha menjawab pertanyaan Sheva


"aku mau pulang karena kak fanny hari ini pulang pasti orang rumah akan mencariku!!!" Sheva sambil menangis


"Kau mau pulang???" Christian berjalan menghampiri Sheva lalu


mengambil duduk disamping kirinya. diangkat dagu Sheva lalu menatap


tajam wajah Sheva yang kini bersimbah air mata.


"Aku senang sekali melihatmu menangis, karena saat kau menangis, kau ketakutan kepadaku"


Christian mendekatkan wajahnya lalu mencium kening Sheva, ciumannya


kemudian turun ke pipi Sheva menciumnya secara bergantian kemudian

__ADS_1


mendaratkan bibirnya ke bibir Sheva. tidak ada lumatan yang ada hanya


ciuman yang lembut penuh kasih.


"Baiklah supirku akan mengantarmu pulang , tapi ingat sayang kamu


jangan macam-macam dibelakangku dan kamu harus tahu kamu itu milikku"


Bisik Christian di telinga Sheva sambil mencium leher jenjang Sheva.


Mansion Zurich


Fanny memainkan jemarinya di depan sebuah pintu berbahan jati,


mengapa dia bisa kecolongan lagi akan kepergian Sheva selama dia pergi,


fanny yang merutuki diri sendiri pun merasa bersalah dengan Tuan Billy ,


ayahnya Sheva


Tok..Tok..Tok


Anneth mengetuk pintu dengan tegang


"Masuk"


Anneth memberanikan diri untuk membuka pintu


" Nona Fanny , Saya ingin memberitahukan bahwa Nona Sheva sudah pulang dan sekarang dikamarnya sedang istirahat"


" Baik Bibi Anneth terimakasih , tolong panggin Reno kemari aku ada urusan dengannya"


"Kalau begitu aku permisi Nona "


Anneth pun pergi meninggalkan Fanny sendiri diruangannya dan memanggi Reno yang notabene adalah asisten pribadi Fanny


Plak..


Bunyi tamparan keras di wajah Reno


"Kau memang bodoh ya !! aku suruh kau untuk menjaga Sheva selama aku


pergi, yang ada mana sekarang" Teriak Fanny keras kepada Reno Asisten


kepercayaannya


Reno yang sambil memegang pipinya yang kesakitan akibat tamparan Fanny cuma bisa meringis


"Maaf nona , sejak anda pergi ke Belanda , sore itu tuan Christian


langsung menjemput Nona Sheva di rumah sakit, kami mengikutinya dan


menghalangi nya yang ada semua anak buah kita di tembak mati oleh anak


buah Tuan Christian Nona Fanny"


Fanny membulatkan matanya mendengar ucapan Reno, kening fanny


terlipat semakin tajam, bibirnya menipis membentuk garis tipis tangannya


mengepal kuat hingga memutih


"Bikin janji dengan asisten Christian aku ingin bertemu dengan Christian, apa maunya dengan Sheva??"


"Baik nona saya akan segera lakukan perintah anda"

__ADS_1


Setelah mengucapkan itu, Reno meninggalkan Fanny yang sedang marah


Buk..


Fanny menumbuk dinding diruangannya, diantara pergulatan batin fanny yang merasa bersalah dengan Sheva dan Tuan Billy


"Kau Christian apa yang kau lakukan dengan Sheva tidak cukupkah


keluarga kau sudah hancurkan keluargaku???" Ungkap Sheva yang terkenang


dengan masa lalunya.


Flasback Fanny


Keluarga Zurich


Abigail Fanny Christina Zurich gadis kecil berumur 10 tahun anak


tunggal dari Andrew Stephanus Zurich dan Magdalena Johnson,  keluarga


yang cukup terpandang di Jerman karena Andrew adalah pengusaha sukses di


negara itu tambah lagi dia menikah dengan putri bungsu keluarga


Jonhson. walaupun pernikahannya dengan magdalena sempat ditentang oleh


Ronald ayah mertuanya yang tidak setuju dengan pernikahannya. karena


Magdalena ingin dijodohkan dengan anak sahabatnya yaitu Steve Evans


Dornan ayah kandung Christian Jamie Dornan.


dan kehancuran keluarga pun dimulai disaat Steve merasa sakit hati


dengan Magdalena yang lari di saat hari pernikahannya dengan Andrew ,


iya pun menyuruh orang-orang nya untuk mencari andrew dan magdalena


sampai ujung dunia menhancurkan keluarganya hingga Perusahaanya.


Sampai saat dimana Steve mengetahui keberadaan Andrew dan Magdalena , Steve menyuruh orang-orang nya untuk membunuh Andrew.


Sayang nya orang-orang suruhan Steve bukannya membunuh Andrew tapi Magdalena pun dibunuh juga.


Fanny kecil yang saat itu masih berumur 10 tahun pun merasa terpukul


di tinggal oleh orang tuanya, apalagi di depannya ayah dan ibunya


dibunuh.


Billy David Jonhson adik bungsu dari ibunya atau pamannya yang


menolong Fanny kecil untuk bisa kuat sampai sekarang, yang


menyekolahkannya , yang mengasuhnya . karena kakeknya Arnold Jonhson


tidak pernah mengakui fanny sebagai cucu nya sejak kejadian ayahnya


melarikan ibu nya Magdalena.


Fanny pun akhirnya mengetahui siapa


yang membunuh kedua orangtuanya, ingin rasanya fanny balas dendam akan


kematian orang tuanya tapi pamannya mengajari untuk tidak balas dendam.

__ADS_1


“There is no revenge so complete as forgiveness.” — Josh Billings


  (Tidak ada balas dendam yang sempurna seperti memaafkan.)


__ADS_2