Mr. Misterius Falling In Love

Mr. Misterius Falling In Love
Chapter 46


__ADS_3


"... Sleepyhead, close your eyes, Grandpa right here beside you, I'll protect you from harm, You will wake in my arms, Guardian Angel are near, So sleep on with no fear. Guardian angels are near, So sleep on with no fear..."


Sheva tersenyum mendengarkan lagu pengantar tidur yang Daddynya nyanyikan untuk anak-anaknya sambil menepuk pelan bokong alex dan alexa hingga tertidur. Wanita cantik yang sedang berbadan dua itu pun masuk kekamar anaknya berjalan mendekati Daddynya lalu duduk disebelahnya." Sudah tidur mereka Daddy, sekarang Daddy kembalilah kekamar dan istirahat biar aku sekarang gantian menjaga mereka"ungkap Sheva terseyum kepada Daddynya.


"Kamu sudah pulang? kamu saja yang istirahat nak biar Daddy yang jaga mereka, pasti kamu lelah kan?? lihat mereka mengingatkan ayah dengan masa kecil kamu nak, terutama lihat Caca seperti lihat Shafana"gerutu Billy sambil mengelus kepala Caca di pangkuannya.


Sheva yang melihat Daddy nya menatap sendu kepada Caca mulai mendekatkan duduknya dengan Daddynya, bersandar pelan di bahu Daddynya seperti masa kecilnya. "Daddy kenapa?? are you okey??" tanya Sheva


"Daddy okey, cuma sedih kalau melihat Caca seperti melihat Shafana. Kasihan anak sekecilnya harus ditinggal oleh Ibunya dan Ayahnya pun tak mengingat dirinya sama sekali untung kamu hadir diwaktu yang tepat nak!! kalau tidak ada kamu Daddy tidak tahu seperti apa Caca sekarang Sheva!." Billy berujar sambil menatap Sheva.


Sheva bangun dari sandarannya menatap Daddy nya dan menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dari Daddynya. "Daddy, Caca itu anak suamiku dan anak dari kakakku wajar aku menerimanya karena dia juga anakku dad!!, daddy tahu kan keadaan nya kenapa Christian tidak mengenal caca, tapi sekarang dia sudah bisa menerima caca Dad."


"Iya, daddy tahu nak, tapi sekarang coba lihat keadaan kamu sekarang lagi hamil ditambah anak-anak mu semua nya masih kecil-kecil. Daddy semakin merasa bersalah memisahkan mu dan anak-anak dari ayah nya" ketus Billy sambil mengelus perut Sheva


Sheva pun mengulas senyuman dari bibir tipis nya kepada daddy nya, dia pun berdiri dan berjalan kearah jendela besar kamar anak-anaknya melihat taman didepan jendela itu. "Daddy jangan merasa bersalah ini semua kan demi kebaikan keluarga kami"


Billy pun berdiri dan melangkah kearah Sheva dan memeluk nya " kamu harus sabar ini cobaan dalam rumah tangga kamu, kamu harus kuat demi anak-anakmu."


Sheva pun mengangguk kepalanya didalam pelukan daddy nya terasa hangat dan nyaman itu yang dirasakan Sheva dipeluk oleh lelaki pertama selain suaminya yang menyayangi nya.


***


"Bagaimana Donna??? Sudah kamu urus semuanya??" tanya wanita itu dalam teleponnya


"Sudah nona sudah saya urus semua, termasuk Mengamankan kondisi sekitar pemakaman nona"


"Bagus, lusa aku akan kesana persiapkan keamanan jangan sampai anak buah Catherine tahu kedatangan kita ke makan shafana"


"Baik, nona akan saya persiapkan semua" jawab Donna mematikan sambungan telepon itu.

__ADS_1


Sheva yang sudah berada di ruangan kerjanya pun masih memandang Mac nya mengurus pekerjaan nya yang terbengkalai akibat dia sibuk dirumah sakit dengan pasiennya, Sheva yang sibuk kerja tiba-tiba mendapat email dari alamat Email yang tidak dikenal nya lalu Sheva membuka email terdapat satu file didalamnya Sheva pun menganga melihat satu file itu berisi file tentang Shafana dan video rekaman terakhir kejadian kecelakaan maut yang menewaskan shafana dan membuat Christian menjadi amnesia.


"Jadi, bukan Christian yang membunuh shafana?? Tapi mengapa Wanita tua itu ngotot kalau Christian membunuh shafana, ini tidak bisa dibiarkan ini harus dibereskan biar Wanita tua itu tahu!! Tapi siapa yang mengirim video ini kepadaku??" Gumam Sheva membathin


Sheva pun mengambil Handphone diatas meja kerjanya dia menghubungi Diana sahabatnya yang juga anggota Dark Angel.


"Halo ..."


"Halo Di, aku tolong cek email ini donk , aku kirim ke emailmu tadi dia kirim sesuatu ke emailku, tolong kamu cek dan cari keberadaan nya"


"Baik Va kirim saja sekarang aku cek."


Telepon pun diputuskan oleh Sheva, lalu Sheva me forward email tersebut ke Diana sahabatnya. Iya Diana Martin sahabatnya ketika kuliah di University of Edinburgh London sama-sama wanita berdarah dingin , anak dari pengusaha dibidang Teknologi Informasi Aron Martin yang juga sahabat Daddy nya Billy Johnson. Diana yang cukup pintar dalam menghack dan cukup diperhitungkan kelihaiannya dalam melakukan peretasan dalam level atas.


"Nona" Panggilan dari dua orang bawahannya yang menyusul masuk kedalam ruangan kerjanya.


Wanita itu yang masih berada di Kursi kekuasaannya pun menatap kearah bawahannya yang kini tidak berani menatap mata atasannya.


"Yes, everythink is clear, Nona. Mayat wanita itu sudah dibereskan dan sebagian potongan tubuhnya sudah dikirim ke Nyonya Catherine."


"Grande" Ucap Wanita itu sambil bangun dari duduknya melangkah ke arah bawahannya menepuk bahu bawahanya


"satu tugas lagi untukmu, kau bagi Tiga kelompok anak buahmu itu. Kelompok pertama kau awasi pergerakan Catherine Doughlas, Kelompok Kedua begitu pun awasi pergerakan Roland Johnson dan Terakhir Kelompok Ketiga kau jaga keamanan Christian Dornan, dan misi ini jangan gagal kalau sampai gagal nyawa kalian taruhannya!!." ungkap Sheva sambil tersenyum smirk


"Baik Nona saya laksanakan perintah anda" ungkap kedua bawahannya Sheva berlalu dari ruang kerjanya.


***


Italia


Haikal Fernando

__ADS_1


Seorang pria setengah abad yang melangkah memasuki ruang tamu menyebut nama pria yang kini duduk di sofa tunggal yang berada di ruangan. Mata Biru Pria itu diam-diam meneliti Haikal.


"Ada apa kau kemari, Haikal?" ucap pria itu sambil menuangkan cairan wine kedalam dua gelas yang tersedia di atas meja.


Haikal telah memperhatikan gerak gerik sedari pria tua itu masuk kedalam ruang tamu. Dari gelagatnya terlihat ia tidak menyangka Haikal akan mengunjunginya.


"Minumlah Haikal, tidak perlu kaku. bukannya kau harus selalu berada di desa Cortina d'Ampezzo bukan? mengapa kau ada disini, siapa yang menjada Christian anakku??"


"Baiklah Tuan besar aku langsung saja"ketus Haikal


Steve Dornan mengeryit saat melihat Haikal mengeluarkan berkas yang entah sejak kapan pria itu sembunyikan dibelakang punngung. Sebuah map bewarna merah darah. Haikal menunjukan berkas tersebut pada Steve Dornan sebelum mengatakan maksud kedatangannya.


"Apa ini Haikal??" sudut bibir Steve terangkat saat mengatakan itu


"Tolong anda baca dan lihat fhoto itu Tuan"


Entah apa yang ada dipikiran Haikal, memberika fhoto yang berisi potongan tubuh kepadanya. "siapa ini??"tanya Steve kepada Haikal


"Itu perawat Tuan Christian yang hilang seminggu yang lalu Nona Caty, Tuan Besar yang berusaha membunuh Tuan Christian"jawab Haikal dengan nada tegas


"Siapa yang membunuhnya??"


"Dark Angel yang membunuhnya"


Steve menegang, ia sudah memprediksi ini akan terjadi Dark Angel akan datang membantu dia dan anaknya dalam situasi sulit seperti ini. Steve tidak menyangka Dark Angel yang menghilang 8 tahun lalu kini muncul lagi.


"Kau tahu keberadaan Dark angel dimana??"


Haikal yang mendengar perkataan Tuan besarnya pun menggeleng kepala nya. " Tidak Tuan, tapi sejauh ini yang saya lihat Tim Dark Angel selalu menjaga keamanan dan keselamatan Tuan Christian dari jauh."


"Aku tidak mau tahu kau sebagai orang kanan anakku, cari keberadaan Dark Angel karena aku akan bekerjasama dengannya dan berterimakasih karena sudah menjaga keamanan dan keselamatan anakku, aku ingin bertanya mengapa mereka berbaik hati kepada anakku melindunginya" perintah Steve tegas kepada Haikal

__ADS_1


__ADS_2