Mr. Misterius Falling In Love

Mr. Misterius Falling In Love
Chapter 6


__ADS_3

"If you run into a wall, don't turn around and give up.  Figure out how to climb it, go


through it, or work around it." — Michael  Jordan


(Jika kamu bertemu dinding, jangan berbalik dan menyerah. Cari tahu bagaimana memanjatnya, melewatinya, atau mengatasinya.)


POV Sheva


Pagi adalah pembuka hari yang seharusnya dibuka dengan gembira, ya . apa yang terjadi dipagi


hari bisa dikatakan akan berpengaruh tentang apa yang dirasakan sepanjang hari


tapi tidak untuk pagi ini rasanya ingin mati saja dan lari dari orang-orang akan perasaan malu


tentang diri ini, tentang apa yang terjadi mengapa harus terbangun pagi


ini kenapa tidak tuhan ambil aku saja.


aku tidak ingin bangun


lagi mengapa tuhan mengapa hidup ini kejam ?? apa salahku dan bagaimana


aku harus berdiri hari ini, esok dan seterus nya?? apakah aku masih


pantas untuk menjalani hidup ini dengan apa yang terjadi denganku??


Tuhan bantu aku berdiri bantu aku untuk bisa ikhlas menerima semua ini


aku yakin tuhan bahwa tuhan tidak akan meninggalkan ku. aammen doaku


dalam hati .


Cahaya matahari yang


masuk keruangan bernuansa gold dan putih ini, Sheva yang masih berada


dibawah selimut putihnya membuka mata nya dan melihat ke arah jendela


kamarnya di depan ranjangnya dengan mata sembap akibat nangis semalaman


dan aku pun bangun dari tempatt tidurku menuju kamar mandi untuk


bersih-bersih dan bersiap-siap turun ke bawah untuk sarapan.


"aku harus kuat untuk


hari ini,esok dan seterusnya apa yang terjadi akan kukubur dan kak fanny


jangan sampai tahu apa yang terjadi denganku kemarin" ungkap sheva


sambil berdandan di depan meja hiasnya hari ini dia bedandan cukup soft


dengan memakai outfit dress bewarna hitam merk chanel dan memakai heels


dengan warna senada juga dengan dress nya. dan sheva pun keluar dari


kamar menuju ruang makan


ketika dia berjalan


menuju keruang bawah ada yang memanggilnya dari belakang " sheva are you


okey??" kata fanny sambil memandang adiknya sheva


"kak fanny, i'm okey mari kita sarapan bareng kak" sambil tersenyum sheva kepada fanny


sheva menutupi segalanya


tentang kejadian yang terjadi dengannya dia tidak ingin ayahnya


menyalahkan fanny dan fanny pun merasa bersalah karena tidak becus

__ADS_1


menjaga dirinya


mereka berdua pun


melangkahkan kaki nya menuju ruang makan ,dan diruang makan pun bibi


anneth sudah menyiapkan sarapan nasi goreng dan susu untuk kedua gadis


itu.


"non sheva sudah sehat??


karena non sheva demam tinggi hingga selama empat hari nona tidak


bangun" gerutu bibi anneth sambil cemas


"iya sheva, kakak sampai


cemas melihat kamu demam tinggi kakak bingun mau bawa kamu kerumah


sakit takutnya ayah kamu Tuan Billy tahu keadaan kamu makanya kakak


cuma merawat kamu dirumah saja , maafkan kakak sheva "


aku sejenak melihat ke


arah orang-orang ini dan disudut mataku tiba-tiba mengeluarkan butiran


air mata betapa orang-orang ini sangat khawatir kepada ku,aku tidak


terbangun selama empat hari mengapa tidur ku panjang sekali apakah aku


kelelahan akibat kejadian itu.


kejadian yang tidak


ingin aku ingat lagi ingin kukubur dalam-dalam dan aku berharap tuhan


aku terpuruk, dan akhirnya aku harus melewati ini semua dan tidak boleh


menyerah karena didepan ku banyak orang yang masih menyayangiku.


"sheva mengapa menangis?? sheva masih sakit?? ungkap fanny mulai mendekati sheva dan merangkulnya


"sheva baik-baik saja


kak , sheva hanya merasa sedih karena sudah membuat kakak dan bibi


anneth cemas akan kondisi sheva. kakak terima kasih " kata sheva sambil


memeluk fanny


"nona ayo habiskan sarapan jangan ada tangisan pagi ini" teriak bibi anneth menyuruh kedua nona muda ini menghabiskan sarapan


POV Fanny


Sudah beberapa hari yang


suram dan berhujan, wanita itu selalumengunjungi gadis cantik yang


masih tidur diatas ranjang itu memandang wajah nya yang masih pucat


seperti memendam suatu permasalahan yang begitu besar dan dia tidak


ingin berbagi masalahnya. Setiap pagi sebelum pergi ke rumah sakit untuk


bertugas Fanny selalu menyempatkan mengunjungi Shvea di kamarnya untuk


melihat kondisinya dan membersihkan sheva yang masih tertidur selama


beberapa hari.

__ADS_1


"Sheva bagun sayang


jangan terlalu lama kamu istirahat , kakak tahu kamu sedang memendam


perasaan yang tidak ingin kamu sampaikan kepada kakak" kata fanny sambil


mencium puncak kepala sheva


"sejujurnya aku


penasaran dengan apa yang terjadi dengan sheva ditambah lagi di sekujur


tubuh sheva penuh dengan tanda kemerahan dan luka lebam apa yang terjadi


dengan mu?? aku harus mencari tahu tentang ini walaupun sheva tidak


ingin aku tahu tapi aku harus cari tahu semuanya. aku harus cari pria


bajingan ini"


Fanny berjalan


meninggalkan sheva dikamarnya dan menuju ruangan kerja nya disana sudah


menunggu seorang pria berbadan besar ,tinggi memakai Pakaian jas lengkap


bewarna hitam


"bagaimana kamu sudah mencari info tentang apa yang terjadi dengan nona sheva??" tanya fanny kepada pria itu


"sudah nona pada hari


kejadian itu nona sheva visit ke rumah seorang pasien bernama Christian


Jamie Dornan seorang pengusaha yang cukup terkenal di belanda dia


pernah masuk di majalan Forbest sebagai pengusaha muda yang sukses dan


Christian Jamie Dornan juga seorang mafia yang cukup terkenal dan cukup


ditakuti . Beliau pernah dioperasi Medistra Hospital, beliau operasi


pengangkatan hati dan usus buntunya nona Fanny" kata Pria ini kepada


fanny


"owh pria bastard ini


yang sudah melecehkan dan memperkosa sheva hingga membuat sheva depresi


dan tidak sadarkan diri, aku mau kamu dan anak buahmu cari terus


informasi nya dan ikuti pria ini. aku mau anak buah mu menjaga sheva"


"baik nona akan saya laksanakan tugas dari anda " lalu pria ini pergi meninggalkan fanny sendirian di ruangan nya .


Pagi ini melihatmu yang


berjalan kearah ruangan makan membuat aku bahagia apalagi ketika aku


memanggimu dari belakang senyummu mulai menghiasi wajahmu lagi ketika


beberapa hari ini hanya bisa melihat wajah pucat mu saja yang sedang


tertidur. Terima kasih Tuhan sudah membuat Sheva bangun dan tersenyum


lagi. gadis cantik di depan ku ini memang bukan adik kandungku tapi


sejak melihatnya aku sangat menyayangi nya ditambah lagi ayahnya menitip


dia agar aku menjaga nya seperti adikku. sheva tersenyumlah terus

__ADS_1


jangan ada lagi tangisan di wajahmu.


__ADS_2