
"If you run into a wall, don't turn around and give up. Figure out how to climb it, go
through it, or work around it." — Michael Jordan
(Jika kamu bertemu dinding, jangan berbalik dan menyerah. Cari tahu bagaimana memanjatnya, melewatinya, atau mengatasinya.)
POV Sheva
Pagi adalah pembuka hari yang seharusnya dibuka dengan gembira, ya . apa yang terjadi dipagi
hari bisa dikatakan akan berpengaruh tentang apa yang dirasakan sepanjang hari
tapi tidak untuk pagi ini rasanya ingin mati saja dan lari dari orang-orang akan perasaan malu
tentang diri ini, tentang apa yang terjadi mengapa harus terbangun pagi
ini kenapa tidak tuhan ambil aku saja.
aku tidak ingin bangun
lagi mengapa tuhan mengapa hidup ini kejam ?? apa salahku dan bagaimana
aku harus berdiri hari ini, esok dan seterus nya?? apakah aku masih
pantas untuk menjalani hidup ini dengan apa yang terjadi denganku??
Tuhan bantu aku berdiri bantu aku untuk bisa ikhlas menerima semua ini
aku yakin tuhan bahwa tuhan tidak akan meninggalkan ku. aammen doaku
dalam hati .
Cahaya matahari yang
masuk keruangan bernuansa gold dan putih ini, Sheva yang masih berada
dibawah selimut putihnya membuka mata nya dan melihat ke arah jendela
kamarnya di depan ranjangnya dengan mata sembap akibat nangis semalaman
dan aku pun bangun dari tempatt tidurku menuju kamar mandi untuk
bersih-bersih dan bersiap-siap turun ke bawah untuk sarapan.
"aku harus kuat untuk
hari ini,esok dan seterusnya apa yang terjadi akan kukubur dan kak fanny
jangan sampai tahu apa yang terjadi denganku kemarin" ungkap sheva
sambil berdandan di depan meja hiasnya hari ini dia bedandan cukup soft
dengan memakai outfit dress bewarna hitam merk chanel dan memakai heels
dengan warna senada juga dengan dress nya. dan sheva pun keluar dari
kamar menuju ruang makan
ketika dia berjalan
menuju keruang bawah ada yang memanggilnya dari belakang " sheva are you
okey??" kata fanny sambil memandang adiknya sheva
"kak fanny, i'm okey mari kita sarapan bareng kak" sambil tersenyum sheva kepada fanny
sheva menutupi segalanya
tentang kejadian yang terjadi dengannya dia tidak ingin ayahnya
menyalahkan fanny dan fanny pun merasa bersalah karena tidak becus
__ADS_1
menjaga dirinya
mereka berdua pun
melangkahkan kaki nya menuju ruang makan ,dan diruang makan pun bibi
anneth sudah menyiapkan sarapan nasi goreng dan susu untuk kedua gadis
itu.
"non sheva sudah sehat??
karena non sheva demam tinggi hingga selama empat hari nona tidak
bangun" gerutu bibi anneth sambil cemas
"iya sheva, kakak sampai
cemas melihat kamu demam tinggi kakak bingun mau bawa kamu kerumah
sakit takutnya ayah kamu Tuan Billy tahu keadaan kamu makanya kakak
cuma merawat kamu dirumah saja , maafkan kakak sheva "
aku sejenak melihat ke
arah orang-orang ini dan disudut mataku tiba-tiba mengeluarkan butiran
air mata betapa orang-orang ini sangat khawatir kepada ku,aku tidak
terbangun selama empat hari mengapa tidur ku panjang sekali apakah aku
kelelahan akibat kejadian itu.
kejadian yang tidak
ingin aku ingat lagi ingin kukubur dalam-dalam dan aku berharap tuhan
aku terpuruk, dan akhirnya aku harus melewati ini semua dan tidak boleh
menyerah karena didepan ku banyak orang yang masih menyayangiku.
"sheva mengapa menangis?? sheva masih sakit?? ungkap fanny mulai mendekati sheva dan merangkulnya
"sheva baik-baik saja
kak , sheva hanya merasa sedih karena sudah membuat kakak dan bibi
anneth cemas akan kondisi sheva. kakak terima kasih " kata sheva sambil
memeluk fanny
"nona ayo habiskan sarapan jangan ada tangisan pagi ini" teriak bibi anneth menyuruh kedua nona muda ini menghabiskan sarapan
POV Fanny
Sudah beberapa hari yang
suram dan berhujan, wanita itu selalumengunjungi gadis cantik yang
masih tidur diatas ranjang itu memandang wajah nya yang masih pucat
seperti memendam suatu permasalahan yang begitu besar dan dia tidak
ingin berbagi masalahnya. Setiap pagi sebelum pergi ke rumah sakit untuk
bertugas Fanny selalu menyempatkan mengunjungi Shvea di kamarnya untuk
melihat kondisinya dan membersihkan sheva yang masih tertidur selama
beberapa hari.
__ADS_1
"Sheva bagun sayang
jangan terlalu lama kamu istirahat , kakak tahu kamu sedang memendam
perasaan yang tidak ingin kamu sampaikan kepada kakak" kata fanny sambil
mencium puncak kepala sheva
"sejujurnya aku
penasaran dengan apa yang terjadi dengan sheva ditambah lagi di sekujur
tubuh sheva penuh dengan tanda kemerahan dan luka lebam apa yang terjadi
dengan mu?? aku harus mencari tahu tentang ini walaupun sheva tidak
ingin aku tahu tapi aku harus cari tahu semuanya. aku harus cari pria
bajingan ini"
Fanny berjalan
meninggalkan sheva dikamarnya dan menuju ruangan kerja nya disana sudah
menunggu seorang pria berbadan besar ,tinggi memakai Pakaian jas lengkap
bewarna hitam
"bagaimana kamu sudah mencari info tentang apa yang terjadi dengan nona sheva??" tanya fanny kepada pria itu
"sudah nona pada hari
kejadian itu nona sheva visit ke rumah seorang pasien bernama Christian
Jamie Dornan seorang pengusaha yang cukup terkenal di belanda dia
pernah masuk di majalan Forbest sebagai pengusaha muda yang sukses dan
Christian Jamie Dornan juga seorang mafia yang cukup terkenal dan cukup
ditakuti . Beliau pernah dioperasi Medistra Hospital, beliau operasi
pengangkatan hati dan usus buntunya nona Fanny" kata Pria ini kepada
fanny
"owh pria bastard ini
yang sudah melecehkan dan memperkosa sheva hingga membuat sheva depresi
dan tidak sadarkan diri, aku mau kamu dan anak buahmu cari terus
informasi nya dan ikuti pria ini. aku mau anak buah mu menjaga sheva"
"baik nona akan saya laksanakan tugas dari anda " lalu pria ini pergi meninggalkan fanny sendirian di ruangan nya .
Pagi ini melihatmu yang
berjalan kearah ruangan makan membuat aku bahagia apalagi ketika aku
memanggimu dari belakang senyummu mulai menghiasi wajahmu lagi ketika
beberapa hari ini hanya bisa melihat wajah pucat mu saja yang sedang
tertidur. Terima kasih Tuhan sudah membuat Sheva bangun dan tersenyum
lagi. gadis cantik di depan ku ini memang bukan adik kandungku tapi
sejak melihatnya aku sangat menyayangi nya ditambah lagi ayahnya menitip
dia agar aku menjaga nya seperti adikku. sheva tersenyumlah terus
__ADS_1
jangan ada lagi tangisan di wajahmu.