
Virginia
Perempuan cantik itu berjalan menyusuri lorong rumah sakit liukan tubuhnya berjalan bagaikan seorang model yang sedang berjalan di panggung catwalk, walaupun dia sedang berbadan dua pun tubuhnya masih terlihat seksi di pandangan mata lelaki dan perempuan itu berhenti didepan meja kepala suster yang tersenyum kepadanya. "Pagi Dokter, anda hari ini fresh sekali wajah anda" ungkap kepala suster aninta kepada Sheva
"Pagi suster, saya tidur cukup saja. Jadi apa ada pasien rawat jalan hari ini??" Tanya Sheva dengan melihat berkas diatas meja pendaftaran pasien itu.
Kepala suster itu pun menganggukkan kepalanya lalu membuka berkas diatas meja nya. " ada Dok, dia pasien VIP yang datang ingin berobat jalan dengan anda" jawab kepala suster
"Owh , jam berapa jadwal periksa nya??"
"Dia sudah ada didalam ruangan anda Dok!"
Sheva pun menganggukkan kepala nya lalu mengambil berkas yang diberikan kepala suster itu kepadanya , lalu dia berlalu pergi menuju ruangan nya.
Cklek... (pintu terbuka)
Sheva mengintip melihat pria itu dari belakang dan pria itu tidak menyadari kehadiran Sheva diruangan itu, "seperti nya aku mengenal pria itu" Sheva membathin
"Ehmm"suara deheman Sheva untuk mencairkan suasana diruangan kerjanya yang membuat pria itu membalikkan badannya menatap kehadiran wanita itu.
Sheva yang masih melihat berkas nya pun berjalan tanpa melihat ke arah pasien nya dia mendekat ke arah pria itu, "maaf Tuan saya telat datang ada urusan"
"Baiklah Dokter saya setia menunggu anda"
Deg
Sheva mengadahkan wajah nya seketika ketika dia mendengar suara itu, "kaaaa....muuu, kok ada disini?" Gerutu Sheva dengan nada kebingungan nya
Laki-laki yang ditatap Sheva pun tersenyum mengembangkan bibirnya yang kecil itu lalu mendekat kearah Sheva dan memeluknya sambil menghirup aroma tubuh yang dirindukan nya di ceruk leher Sheva. "Aku rindu sayang" ungkap pria itu sambil berbisik kepada nya.
Sheva pun membalas pelukan pria itu mengalungkan tangan nya di leher laki- laki itu, tanpa melepaskan tangan pria itu yang masih terlingkar di perutnya. "I really miss you so much my husband"
Christian tersenyum, menarik pinggang Sheva membuat tubuh mereka saling menempel, Christian mencium bibir Sheva. Ciuman yang sangat lembut yang membuat Sheva bergetar. serangan bertubi-tubi yang Christian berikan membuat Sheva tidak bisa menolaknya bukan hanya mengalungkan tangannya saja Sheva malah mencengkeram rambut Christian saat ciuman Christian semakin panas dan memburu.
Christian membawa tubuh Sheva keatas sofa dan menindihnya disana, namun baru saja bibirnya turun keleher jenjang Sheva dan menciptakan kissmark disana. Suara ketukan pintu terdengar entah harus bersyukur karena tidak jadi mengotori ruang kerjanya atau harus memaki seseorang dibalik pintu itu karena menganggu kesibukan Christian.
"Tiaann" tegur Sheva sambil mendorong dada Christian, dengan wajah kesal Christian beranjak dari atas tubuh Sheva dan merapikan penampilannya. begitu juga dengan Sheva yang ikut merapikan penampilannya sebelum ia membuka pintu ruangannya.
Dengan langkah cepat Sheva membuka pintu dan menemukan senyum jahil Donna menyambutnya. Donna yang kaget ketika melirik kearah Christian yang sedang salah tingkah.
" Maaf bos, saya hadir di waktu yang tidak tepat, cuma mau bilang kalau tiga puluh menit lagi kita ada pertemuan"
"iya gue tau, lo siap-siap aja dulu nanti gue nyusul"
Donna yang masih berdiri didepan pintu pun menerobos masuk kedalam ruangan Sheva dan sekarang dia berdiri berhadapan didepan pasangan ini, Sheva yang merasa kepergok berbuat mesum oleh Donna pun cuma menunduk malu.
"ehmmm, bisa dijelaskan ini!! mengapa anda Tuan Christian bisa disini?" ungkap Donna sambil menunjuk ke Christian dengan tatapan tajamnya
Christian yang merasa terintimidasi dengan tatapan Donna pun menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. "Aku kan hanya ingin bertemu dengan istri ku yang lari dari rumah, tidak boleh??" gerutu Christian yang menarik pinggang Sheva mendekat kepadanya
"Tapi-"
"kalau masih ada hal yang mau kamu sampaikan kita bicarakan nanti saja Donna," potong Sheva mendorong Donna keluar dari ruangannya.
Donna pun melangkah keluar dengan cepat meninggalkan sepasang suami istri itu didalam ruangan.
"Dan kamu sekarang mau apa? sejak kapan kamu berada di Virginia? dan kamu tahu darimana aku berada disini?" ungkap Sheva mencecar pertanyaan kepada Christian yang santai duduk di kursi kebangsaan Sheva
"etsss" Christian mengintrusikan Sheva untuk duduk berdiri dekatnya dan menarik Sheva duduk diatas pangkuannya. "Kamu kalau tanya satu-satu kenapa sayang" gerutu Christian sambil menjiwir ujung hidung mancung Sheva
__ADS_1
"ish.. Tiaan jangan diginiin juga donk hidungku, kamu tinggal jawab saja susah amat sih!" ungkap Sheva mengerucutkan bibirnya
"Aku tahu keberadaan mu dari Mario detektive andalan ku sudah 5 bulan kamu lari dari ku sayang,aku disini sudah 3 hari mencari keberadaan mu dan aku teringat bahwa kau dan Arnold punya perjanjian tanpa kau sadari aku menghubungi asisten Arnold mencari tahu apa isi perjanjian kalian ternyata Arnold memberikan rumah sakit ini kepada mu dan aku disini karena ingin membawa mu bersama anak-anak pulang ke italy. Apalagi sekarang kau sedang hamil sayang" ungkap Christian sambil mengelus perut Sheva pelan dan memindahkan Sheva dari pangkuan nya untuk duduk diatas meja kerjanya lalu Christian menundukkan dirinya menyamakan dirinya dengan perut Sheva dia membuka kancing kemeja Sheva hingga nampak lah perut buncit Sheva. " Hai anak daddy maafkan daddy baru datang, kali ini daddy akan selalu ada disamping kalian" gerutu Christian sambil mengecup pelan perut Sheva
Sheva yang mendengar perkataan Christian yang berbicara dengan anak-anaknya pun menitikan air mata nya, " maafkan aku Christian melakukan ini" Sheva membathin
Drtt drttt (handphone Sheva bergetar)
Lamunan Sheva pun terhenti dan mengangkat teleponnya yang tertera nama Donna call di layar hp nya
"Hal..."
"Iya.. iya aku turun segera, kau tunggu di lobby saja"
Sheva menutup teleponnya dengan nada kesal lalu dia merapikan pakaian nya dan bangun dari duduknya. Menatap suaminya yang masih merindukannya
"Sayang maafkan aku, aku ada pertemuan hari ini, malam kita ketemu bagaimana? Kita makan malam bersama"
Christian yang merasa kesal Karen Sheva akan pergi dengan urusannya memutar mata nya malas mendengar ucapan istrinya itu. " baiklah kau janji nanti malam kita bertemu lagi? Aku juga rindu dengan anak-anak kau harus membawa anak-anak ke hotel tempat aku menginap"
"Iya janji, aku akan membawa anak- anak ke hotel nanti malam, kau chat saja dimana kau menginap aku akan kesana" ungkap Sheva terburu-buru dan menarik tangan Christian keluar dari ruangan nya berjalan menuju lobby rumah sakit
Cup Sheva mencium bibir Christian
"Aku pergi dulu, nanti malam kita bertemu lagi ya" Sheva masuk kedalam mobil nya dan meninggalkan Christian yang masih berdiri didepan lobby
"Mengapa aku bisa lemah seperti ini dan menurut saja, ahhh sepertinya aku sudah menjadi budak cinta Sheva" Christian bermonolog dalam hati nya sambil memandang kepergian mobil Sheva yang sudah menjauh
Lalu dia menelepon supirnya untuk menjemputnya di lobby rumah sakit dan kembali ke Hotel.
Flasback on
"Tuan Christian maaf saya malam-malam datang ke villa anda, saya ingin memberi tahu kan berita tentang keberadaan istri anda"
"Iya tidak apa-apa, berita apa yang kamu bawa?"
"Istri anda sedang berada di Amerika Serikat tepatnya di Virginia, Tuan Christian. Disana istri anda mengelola sebuah Rumah sakit di Virginia. Jadi apa rencana kita selanjutnya Tuan??"
Pria itu tersenyum smirk mengalihkan pandangan seorang pria dengan fokusnya terhadap bunga kecil di dekat jendela kamarnya. " Bagus, siapkan semuanya aku akan kesana lusa dengan alasan akan London jangan sampai kepergianku diketahui oleh Haikal dan Papaku"
"Baik Tuan akan saya urus keberangkatan anda lusa"
"Dan kamu cari tahu siapa dalang dibalik kepergian istri kU dan alasan nya pergi meninggal kanku!"
Pria itu menganggukan kepalanya lalu memberi kode kepada anak buahnya untuk meninggalkan dirinya. "Sayang, tidak lama lagi kita bertemu aku rindu denganmu dan anak-anak tunggu daddy nak datang" gumam Christian dalam bathin sambil melihat figura fhoto yang berada diatas meja kerjanya.
Flashback off
--------------------------------------------------
Markas besar Dark Angel
"Donna, bodoh semua nya bagaimana ini mengapa penjagaan daddy Steve bisa seperti ini? Christian mengapa ada disini?" Ungkap Sheva dengan nada tinggi
Donna yang mendengar suara tinggi Sheva pun menunduk dan tidak berani menatap mata bos nya. "Maaf nona saya tidak tahu, kalau rencana kita bisa gagal. Saya akan menghubungi haikal dan tuan Steve memberitahukan bahwa tuan Christian ada disini"
Kemudian, Sheva mencari tempat sedikit menjauh dari Donna. Dia menyandar pada salah satu meja yang penuh dengan berkas. Mengambil salah satu berkas diatas meja itu, lalu dia membaca nya.
"Jadi apa ini? Siapa yang kau bawa sekarang?" Tanya Sheva sambil membanting berkas itu di meja
__ADS_1
"Itu data-data Nyonya Catherine Douglas dan Tuan Ronald Johnson, saya membawa tangan kanan Tuan Ronald, Tuan Indra brasco yang berencana akan membunuh Tuan Christian minggu lalu Nona" jawab Donna
Sheva memejamkan matanya erat mendengar ucapan Donna sambil berpikir mengambil keputusan saat ini. Dia harus berani mengambil tindakan terhadap orang kesayangan kakeknya yang sudah punya niat ingin membunuh suaminya.
"Dimana dia sekarang?"
"Ada di gudang bawah tanah Nona,kami sekap dia"
"Ambilkan topeng ku dan jaketku,aku ingin bertemu dengan nya. Aku tidak ingin dia mengenali ku mari kita bermain-main kecil dengan pria tua ini yang sudah mengotori pikiran kakekku"
Wanita tinggi itu mengangguk dan segera mengambilkan topeng dan jaket Sheva, lalu dia bersama para Bodyguard nya pun pergi ke gudang bawah tanah melihat tawanan.
Sampai di depan ruangan gelap itu para body guard itu membuk pintu kamar yang tampak kotor.
Ada cahaya menerobos masuk kedalam kamar itu, Sheva memberikan kode kepada Bodyguard nya untuk menyibak kain jendela kamar itu. Bunyi grasak-grusuk yang dilakukan Bodyguard pun membangunkan seseorang yang sedang duduk terikat di kursi itu.
Sheva pun masuk dan membuka paksa plester yang berada di mulut tawanan nya.
“Hai tua Bangka, enak sekali kamu tidur disini bukan hotel” Sheva berdecak kuat. “ ehmm.. kau itu adalah manusia kotor yang pernah aku temukan tidak tahu malu dengan umur”
Cihhhh Indra meludah ke muka Sheva dan berusaha menendang Sheva tapi dicegah oleh Bodyguard Sheva. “Kau siapa mau apa kau menculik ku??”
Sheva yang merasa terhina dengan perlakuan Indra yang meludah tepat dibuka nya pun mengambil pistol ditangannya dan menembak kaki Indra.
Dor..Dor
Peluru itu menembus ke kaki Indra dan mengeluarkan darah segar dari sepasang kaki Indra. Dengan senyum licik nya Sheva mendekat ke arah Indra, Sheva menodongkan pistolnya tepat di wajah Indra “ hai kau tua Bangka ini hukumanmu yang sudah berani- berani menghina ku, jangan sangka aku tak tahu selama ini apa yang kau perbuat di belakang Tuanmu yang Bodoh itu, dengan kau menjadi asisten nya kau memperkaya dirimu dan keluarga mu bukan??”
“Aku punya banyak bukti kotor mu di sini, banyak sekali dan jika saya membuka semuanya anda akan hancur tak tersisa”.
Sheva tidak peduli bagaimana kerasnya Indra brasco yang selalu menyulut kemarahan Sheva. “Saya tahu pekerjaan kotor apa saja yang sudah anda lakukan dan sejujurnya saya tidak peduli, tapi ini.... anda, sudah melakukan hal yang tidak bisa saya maafkan.”
“Apa yang saya lakukan?” Ulang Indra tak percaya
Kedua tangan Sheva bertumpu diatas meja, wajah nya merunduk dan menatap Indra berbahaya. “Kamu jangan pura-pura lupa dengan rencana mu seminggu yang lalu”
“Kamu pikir kamu siapa?” Desis Indra. “Kamu itu hanya kelinci pengangggu yang harus dilenyapkan karena sudah berani menganggu rencana saya”
Dibelakangnya, Donna mengusap wajahnya gusar. Sheva benar-benar tak terkendali jika amarah nya dipancing. Bahkan dia berani melawan orang yang lebih tua darinya.
Sheva menatap Indra penuh peringatan dan makin menodongkan pistolnya tepat dikepala Indra. “Seperti nya kamu tidak sayang dengan nyawa mu ya, tadi kamu tanya siapa aku?? Hahaha dasar bodok kamu, perkenalkan aku salah satu pemimpin Dark Angel pasti kau pernah mendengar nya bukan? Salah satu organisasi mafia yang lumayan besar dan seluruh anggota Dark Angel adalah pembunuh berdarah dingin itu termasuk aku”
Indra pun mengerjapkan mata nya mendengar perkataan wanita didepannya sambil menganga tidak percaya bahwa wanita itu adalah pemimpin Dark Angel yang terkenal dengan kerjam dan sadis. Dia tidak menyangka bahwa nyawa nya sebentar lagi akan berakhir ditangan wanita ini.
“Santai Bung muka nya, jangan kaget begitu ada pesan-pesan terakhir anda sebelum anda meninggalkan dunia ini?”
Sheva menyeringai. “ sampai bertemu lagi di neraka, pak Indra” gumam Sheva dengan pistol mengarah tepat di kepala Indra.
Dor...dor... dor
Pria itu luruh di tempat duduknya darah segar mengalir di pelipis pria itu dengan mata terbuka.
“Ini balasan untuk orang yang berusaha ingin membunuh suami dan menghancurkan keluargaku.” Gerutu Sheva bermonolog di depan mayat Indra
Sheva berdiri dan menghampiri Donna melepaskan topeng yang dipakai nya memberikan pistolnya kepada Donna. “ kau urus mayat itu ingat jangan ada sampai ada jejak, kirim potongan tangan nya kepada Tuannya yang bodoh itu agar dia tidak macam- macam denganku”
Donna mengangguk dan memberi kode kepada para Bodyguard untuk membereskan semua nya. Lalu dia dan Sheva keluar dari ruangan itu.
————————
__ADS_1
Muncul lagi maaf baru publish lagi ceritanya semoga para readers tungguin ya ☺️☺️☺️☺️