Mr. Misterius Falling In Love

Mr. Misterius Falling In Love
Chapter 43


__ADS_3

Mansion Christian


"Bagaimana keadaan Christian, Arwan???" tanya steve tanpa mengalihkan matanya dari arah Christian putranya yang nampak tenang memejamkan matanya.


"Dia Depresi berat steve , sepertinya dia harus dirawat intensif mengingat akan riwayat kesehatannya kondisinya menurun ditambah lagi dia tidak makan atau minum pun akan memperburuk keadaannya, itu sudah ku infus dia dengan Cairan saline Cairan ini mengandung natrium dan clorida. Cairan infus ini digunakan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, mengoreksi ketidakseimbangan elektrolit, dan menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik."ujar Dokter Arwan menjelaskan kepada steve


Steve terdiam memandang Dokter Arwan sahabatnya dengan sendu sebelum tepukan pelan menyadarkannya. " Tenanglah, dia pria kuat apalagi banyak yang menyayanginya, usahakan bantu dia untuk menemukan sumber kehidupannya sepertinya dia sudah tidak ingin hidup lagi dengan cara tidak makan dan dan minum itu sama menyiksa diri, tolong kalau kamu sayang dengannya jangan sampai peristiwa 10 tahun lalu terjadi lagi!."


"aduh arwan kau ini pakai menjelaskan panjang lebar pula kepada ku, aku percayakan anakku padamu pokoknya!!" tegas Steve


"Baiklah steve aku akan kembali kerumah sakit, aku akan mengutus asisten dokterku dan suster untuk merawat christian di rumah saja agar dia bisa lebih privasi disini"


Steve menanggukan kepalanya pelan lalu Dokter Arwan pun pergi meninggalkan Steve sendirian, steve yang masih melihat kepergian dokter arwan pun membalikkan badannya untuk melihat kondisi Christian dia pun melangkah masuk kekamar anaknnya , dilihatnya putranya yang masih tertidur di ranjang dengan infus yang masih menempel di punggung tangannya.


Steve pun duduk disamping ranjang anaknya mengelus pelan rambut anaknya menatap nanar putranya. " Kamu yang kuat nak, papa disini . Papa akan jaga Christian maafkan papa nak jangan menyiksa dirimu nak." gumam Steve dalam hati.


****


Hari demi hari terlewati meninggalkan ingatan kesedihan cukup mendalam dalam benak Steve Dornan, Putranya Christian Dornan tidak menunjukkan perubahan masih dengan mendiamkan orang-orang sekitarnya dan tidak keluar dari kamarnya.


"Tian..."


Panggilan dengan nada lembut itu mengalihkan pandangan seorang pria dengan fokusnya terhadap bunga kecil di dekat jendela kamarnya, iya kamar yang selama dua bulan ini ia tinggali bukan di mansion nya tapi di Villa yang sengaja Steve siapkan untuk Christian untuk penyembuhannya dan pengasingannya.


Pria itu tersenyum tipis.


"Papa rindu anak papa." ucap Steve sembari mengelus rambut anaknya, Christian yang sempat melirik sekilas lalu kembali fokus menatap ke luar jendela.


Steve menghela nafas lemas, selalu seperti itu jika dia ataupun Haikal mengunjungi Christian hanya keacuhan yang didapatkan. Steve terdiam sebelum berjalan mundur kebelakang membalikkan tubuhnya bersiap untuk pergi.


"Papa..."

__ADS_1


Panggilan dengan suara lirih mampu menghentikan langkah Steve tanpa niat berbalik menatap anaknnya. "Jangan kemari lagi, tinggalkan aku sendirian seperti dia yang meninggalkan aku membawa anak-anakku!! kalau papa berharap Tian bisa seperti dulu lagi papa jangan pernah berharap lagi, karena dengan kepergian dia dan anak-anak sama saja seperti hilang separuh nyawaku pa!! Dan aku sudah mati pa!!! yang ada sekarang cuma aku lagi menunggu Malaikat Pencabut Nyawa saja."


Kata-kata Christian langsung menghadirkan nyeri di hati Steve ia mengusap dadanya dengan sebelan tangan, sakit rasanya. Ia hanya menganggukan pelan dan berlalu pergi meninggalkan Christian sendiri diruangan itu.


Kepergian Steve menyisakan ruang kosong di hati Christian ia menatap pintu yang baru saja tertutup karena papanya baru saja meninggalkannya, bukan meninggalkan lebih tepatnya ia yang mengusir papanya sendiri. Tapi demi apapun kalian tidak tahu, setiap seseorang yang sehabis mengunjunginya disini Christian selalu menangis.


Menangis meratapi nasibnya karena ditinggal Wanita yang dicintainya dan anak-anaknya yang ia sayangi.


"Bagaimana Pak??? apakah Tuan Christian mau bicara?"


pertanyaan dengan nada penasaran itu menyadarkan Steve dari lamunannya, ia tak sadar jika sudah berada di ruang keluarga.


"Pak Steve"


Tepukan pelan di bahunya membuat Steve sedikit berjingkat kaget bahkan hampir saja ia akan terjatuh." Tuan tidak apa-apa??"


Steve mengangguk pelan. " Ia saya baik-baik saja, tapi Christian masih sama."


Mendengar penuturan Steve , Haikal kontak menghela nafas berat sudah dua bulan lamanya Christian berada di ruangan itu ia tak mau bersosialisasi dengan lingkungan ataupun keluarganya.


"Biar saya saja yang menemuinya pak."


Kalimat dengan nada lirih itu nyatanya mampu membuat Steve menoleh memandang pria itu melihat kesedihan dan kekecewaan terpampang jelas dikedua matanya.


" kamu serius?". Steve menatap asisten pribadi anaknya yang mengaguk mantap kepadanya.


Haikal menarik nafasnya panjang sebelum membuka pintu bercat putih itu dengan pelan, ketika pintu terbuka dengan jelas melihat pria yang menjadi atasannya itu berdiam diri memandang ke luar jendela.


Persis seperti yang dikatakan Steve Tuannya.


Haikal masuk dengan perlahan menutup pintu dengan sangat pelan, ia takut mengganggu ketenangan Pria tampan itu.

__ADS_1


"Kenapa kemari"


Entah sebuah pertanyaan atau pernyataan yang jelas perkataan yang jelas perkataan Christian mampu membuat sekujur tubuh Haikal kaku, ia merasa tubuhnya tak bisa digerakkan bahkan bernafas sekalipun rasanya sulit. Ia memandang Christian yang masih menatap keluar jendela dalam diam, perlahan kakinya membawa ia untuk melangkah mendekati pria itu.


"Tuan.."


Suara Lirih dengan nada bergetar itu mampu mengambil seluruh fokus dari seorang Christian, ia menatap kearah pria yang memandangnya.


"Haikal"


Haikal sedikit terkejut melihat pria itu datang menemuinya setelah memandang pria itu cukup lama ia mengalihkan kembali pandangannya kearah luar jendela.


Berharap jika hal itu mampu mengusir pria itu seperti yang iya lakukan dengan papanya selalu pergi saat ia acuhkan. Tetapi tebakannya salah pria itu malah kini berjalan mendekat ke arahnya berdiri disampingnya menghalangi matanya untuk memandang ke arah jendela. " Tuan Christian lihat saya." suara Haikal


" Pak tolong jangan menghindar dari saya, saya ingin memberi ini agar anda bisa melihatnya.." ungkap Haikal memberi Handphone yang berisi Video


Christian mengambil Handphone dan melihat isi video nya, Christian menatap isinya ia menatap wanita dan anak-anak yang sedang bermain di taman di dalam video itu, dadanya bergemuruh hebat kala melihat bola mata coklat yang hangat itu, ketika mata itu sedikit demi sedikit menumpahkan bulir bening membasahi pipi Christian.


"Hai Daddy.. apakabar?? alex dan alexa serta kak Caca baik-baik kabarnya Daddy disini, Daddy disana baik-baik saja ya jangan lupa makannya jaga kesehatan Daddy biar nanti Daddy bisa main bersama lagi Dad. Jangan sedih Daddy, Mom , Caca, Alex dan Alexa rindu daddy disana.." kata-kata Sheva wanita yang dirindukannya selama dua bulan ini yang menghilang darinya membuat hati Christian bahagia melihat wajah wanita dan anak-anaknya sehat dan tersenyum.


" Tuan harus sehat , tuan harus sabar menunggu mereka ini semua demi kebaikan untuk keluarga Tuan, coba tuan lihat Nona Sheva ?? apa Tuan tahu bukan Caca, Alex dan Alexa saja yang merindukan tuan!! Tapi Calon anak Tuan yang berada di dalam kandungan Nona Sheva" ungkap Haikal tegas.


Christian yang masih terdiam pun mencoba mencerna kembali setiap kata-kata Haikal dan setelah itu ia membulatkan matanya. " Aku akan punya anak lagi?? Sheva hamil lagi??"


Haikal menganggukan kepala nya pelan ." iya tuan sudah berumur 8 minggu , tuan harus sehat lagi urus lagi perusahaan dan kita harus mengatur strategi untuk menghancurkan musuh-musuh anda yang akan menghancurkan anda dan keluarga"


"Jadi kau tahu keberadaan Sheva dan anak-anakku?? Mengapa kau selama ini diam saja??? Jawab !!!! " pekik Christian di depan wajah haikal


Haikal menggelengkan kepalanya "maaf tuan saya tidak tahu keberadaan nona Sheva dan anak-anak karena tuan Billy telah menculiknya dan memutuskan semua komunikasi nya dan video ini saya dapatkan dari Donna tuan dia kirimkan kepada saya dengan Nomor handpone yang berbeda - beda, maaf tuan" kelah haikal kepada Christian


"Arghhhh" Christian mengambil nafas nya dalam-dalam menatap figura fhoto di atas nakas sebelah ranjang nya "Sayang dimana kamu??? Mengapa kamu meninggalkan aku sendirian disini ?? Aku rindu kamu dan anak-anak, kembalilah...."

__ADS_1


Haikal menepuk pelan punggung Christian dan melirik ke arah tatapan mata Christian melihat fhoto wanita cantik yang sedang menggendong kedua anak nya yang masih bayi dan disebelah kirinya berdiri putri cantiknya caca. " Tuan mereka membutuhkan anda, jika anda seperti ini bagaimana anda bisa melindungi mereka semakin anda seperti ini yang ada anda akan semakin menjauh dari istri dan anak-anak anda ditambah anda tidak akan pernah bisa melihat kelahiran calon anak kalian Tuan Christian" ungkap haikal menyemangati Christian dan meninggalkan Christian didalam kamarnya.


Christian yang melihat kepergian haikal pun menoleh ke jendela masih memikirkan dan terngiang kata-kata Haikal. " Sayang, aku janji aku akan sembuh dan selalu melindungi kalian. tunggu aku sayang.. aku akan jemput kalian dan akan membereskan semuanya, aku gak mau cuma kamu saja yang berjuang! aku mau kita berjuang sama-sama sampai maut memisahkan kita." gumam Christian dalam hati.


__ADS_2