
Sheva berjalan menyusuri koridor rumah sakit tepan di depan pintu
masuk rumah sakit itu sheva melihat christian berdiri didepan mobilnya
menunggu dirinya.
"Brengsek dia sudah ada didepan ternyata!!" ungkap sheva dalam hati melihat kearah Christian
Christian memberikan tatapan yang begitu tajam kepada Sheva. tidak sekalipun
Sheva melihat mata Christian karena dia ketakutan dengan Christian.
"Hai cantik, akhirnya kamu sudah keluar juga ya!! mari kita pergi sekarang"
Christian memegang tangan Sheva untuk masuk kedalam mobilnya
Deg.
Sheva memberanikan diri menoleh kesamping nya. Memakai Kemeja putih lengan
pendek dipadu celana jeans gelap, Christian memang terlihat tampan tapi
laki-laki ini pria bastard yang menghancurkan hidupnya. ketika mata mereka saling bertemu, sheva segera mengalihkan pandangannya ke samping enggan untuk menatapnya.
"kenapa kamu melihatku seperti itu?? apakah kamu terpesona denganku sayang???"
tanya Christian dengan tatapan yang masih mengarah kepada Sheva seorang. Sheva yang sempat membuka mulutnya kembali menutup ketika Christian sudah terlebih dahulu menjawabnya
"Tentu saja kamu terpesona dengan ketampananku bukan"
Christian **** senyum matanya tidak sedikitpun terlepas dari sheva, sambil
menyetir mobilnya tangan kirinya tidak sedikitpun terlepas memgang
tangan Sheva. "jangan sentuh aku" ucap sheva sinis seraya menghalau tangan Christian dari tangannya
"Sheva.."
Teriak Christian sambil melihat Sheva yang sudah mulai ketakutan karena mendengar suara nyaring Christian
Christian menginjak pedal gas mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata menyusuri jalanan di pusat kota yang mulai lenggang.
30 menit kemudian mereka sampai di sebuah mansion perpaduan arsitektur antara gaya Eropa dan Asia membuat rumah ini tampak modern. dan mereka disambut dengan Kepala Pembantu Rumah tangga di mansion itu Bibi Hanna.
Hanna menoleh dan melihat wajah cantik nona yang disamping tuannya.
"Selamat datang tuan dan nona, Tuan butuh sesuatu??"
Christian tersenyum mendengar suara Hanna yang menyapa nya
"Hanna tolong antar dua minuman ke kamarku "
Sheva yang mendengar kata-kata Christian membulatkan matanya mendengar harus kekamar Christian
Sambilmenaiki tangga dia baru sadar betapa besar rumah ini ,pilar-pilar besar di ruang tamu dengan warna serupa begitu menjulang. karena memperhatikan rumah ini sheva tidak bahwa dia sudah di dalam kamar dengan luas seperti hall.
"Ehmm.. mau apa kau membawa aku kesini??? kalau kita mau berbicara bisa diruang tamumu"
"Sayang aku membawa mu kesini hanya untuk menangih janji mu, kamu ingat sayang??"
kali ini sheva benar-benar ketakutan dengan janji yang dia buat dengan Christian.
Christian meraih punggung Sheva dan menariknya lebih dekat ketubuhnya. Christian
merasakan tubuh gadis itu gemetar di dalam pelukannya.
"kamu jangan takut sayang" bisik Christian di sisi telinga sheva. Christian
mengeratkan pelukannya hingga aroma vanila segar tubuh sheva menyeruak
masuk di hidungnnya
"Lepaskan aku tuan.." Sheva melepaskan diri dan memukul dada Christian
Christian berjalan menuju sebuah meja yang berada di sudut kamarnya mengambil
__ADS_1
berkas yang berada diatas meja itu dan diberikan kepada Sheva untuk di tandatangani
"tanda tangani ini aku tidak mau ada penolakan darimu"
Sheva membuka berkas itu dan membaca Selembar kertas perjanjian yang mebuat dia harus menandatangani kertas itu
"mengapa aku harus hamil dan melahirkan anak mu??? kan banyak diluar sana perempuan yang mau melahirkan anakmu??"
"ternyata kamu pintar sayang, pertanyaan yang bagus" kata christian berbisik di telinga Sheva
"aku mau keturunanku itu dari perempuan baik-baik, pintar, cantik dan tentu saja dari keturunan Johnson"
betapa kagetnya sheva mendengar christian menyebut nama keluarga nya
"bagaimana kamu tahu tentang nama itu??? pasti kamu penguntit ku ya???"
"Sheva
anastasia Johnson apa yang tidak aku bisa tahu tentang kamu sayang!!!
dari proses pelarianmu sampai proses perubahan nama keluarga mu. apa
yang aku tidak tahu tentangmu"
"Jadi bagaimana kamu sudah tanda
tangani perjanjian itu atau video kita yang kemarin akan tersebar di
dunia maia dan keluarga mu kan membuangmu karena putri tunggal keluarga
Johnson mencemarkan nama baik mereka??"
Sheva pun yang mulai
ketakutan dengan tekanan dari christian, dia mengambil pena yang berada
disamping kertas itu untuk menandatangani perjanjian itu.
"sudah kutandatangani kertas ini berarti aku sudah boleh pulang sekarang" ungkap sheva sambil menghempas kan kertas itu dimeja
"permisi tuan saya mau antar air"kata Hanna masuk membawa air minum.
"baik bibi silakan masuk taruh disana airnya"
dengan kode tangan nya Christian menyuruh hanna keluar dari kamarnya.
"Ets kamu mau kemana kamu tidak bisa pulang dulu cantik kamu lupa dengan isi perjanjian itu??"
Christian
mulai mendekati Sheva dikecupnya dengan pelan kedua mata sayu milik
sheva secara bergantian. ciuman Christian merembet turun hingga bibirnya
menempel sempurna pada bibir ranum milik sheva. Christian mencium dan
menggigit bibir bawah Sheva yang selama ini menggoda nafsunya.
Sheva
merasakan tubuhnya terangkat. Christian menggendongnyake depan dan
membawanya menuju ranjangnya. Ciumannya tak sedikitpun terlepas sampai
Sheva kesulitan untuk mengatur nafas.
"Tuuu-aaan.." Sheva memalingkan wajah, mencoba melepaskan ciuman Christian di bibirnya
Lagi-lagi
Christian hanya **** senyum ringan dan membaringkan tubuh Sheva dan
kembali mengendus hangat aroma segar tubuh Sheva.
"Toooloong
__ADS_1
Tuuuu-aann jangan buat seperti ini" Sheva mengelak sambil menangis namun
Christian terlalu kuat bertahan di sisi samping lehernya
Sheva terkejut ketika Christian tidak hanya menggunakan bibir, namun tangannya ikut aktif menjamah tubuh sensitif Sheva.
Sheva menggigit bibir begitu Christian *** payudaranya, "Tuuu aaan tolong jangan lakukan"
Sheva
seperti tersengat listrik ketika tangan besar milik Christian masuk
melewati pakaiannya, lalu kembali menangkup payudaranya yang bulat
"Tuuuannn sudahhh!!" Sheva mendorong tangan Christian agar keluar dari dalam pakaiannya
"Tolong tuan jangan seperti ini tuan sudah cukup anda melecehkan saya tuan, saya ingin pulang tuan..."
Christian
tersenyum melihat ekspresi di wajah sheva saat ini. entah kenapa
Christian begitu puas melihat Sheva ketakutan seperti ini. Sheva
terlihat lebih menggairahkan dan menggoda. bibir merah muda miliknya
benar-benar membuat Christian gila.
"Relax, My Princess"
Ditatapnya wajah cantik Sheva dengan lekat sebelum akhirnya ia mencium
kedua pipi Sheva denganlembut secara bergantian. Cukup lama sampai
akhirnya Christian menurunkan ciuman ke sudut bibir Sheva.
Setelah
cukup lama bermain, Christian akhirnya mencium bibir Sheva yang
berhasil menaikkan seluruh libidonya. lidahnya menyusup lebih jauh
seolah mengabsen gigi Sheva satu per satu.
Christian semakin
bergairah. Kemudian dengan sebelah tangannya yang lain , ia mengusap
rambut panjang Sheva lalu menarik tengkuknya untuk memperdalam ciuman
mereka.
"Mmmmmpph..." Sheva menggeliat dan berusaha menahan tangan
Christian, namun sekali lagi pria itu jauh lebih kuat darinya. Sheva
memejamkan matanya saat pria itu menyelipkan jarinya di antara kedua
pahanya dan terus naik menekan area kewanitaannya dengan sangat
perlahan. Sheva menggeliat semakin keras bersamaan dengan menipisnya
jumlah okisgen di paru-parunya. barulah Christian menyudahi ciuman
tersebut.
Christian bisa melihat kalau sekarang bibir Sheva semakin merekah dan edikit membengkak akibat ulahnya.
"kau sangat cantik, sayang" Christian sangat memuja kecantikan Sheva
"baiklah
kita sudahi permainan kita hari ini ya sayang, kita lanjut lagi
nanti"Christian tersenyum puas dengan ulahnya kepada sheva akhirnya dia
__ADS_1
bisa memiliki sheva.