
Fanny yang sedang mengendarai mobil nya melaju cepat ke sebuah gedung besar yang berada di pusat kota Company Dornan Co&id, Fanny yang ditemani Reno turun dari mobil nya dan melangkah kan kaki nya kedalam gedung itu.
Fanny menaiki lift dan menekan tombol 23, iya Fanny akan menuju lantai 23 untuk ke ruangan Christian .
Ting bunyi lift terbuka
Ada senyuman manis dari wanita cantik dan lumayan Sekai di depannya
"Selamat datang nona ada yang bisa saya bantu??"
" aku ingin bertemu Christian apa dia ada?? Karena aku sudah bikin janji dengan nya"
"Baik tunggu sebentar nona" wanita itu mengambil gagang telepon dan memencet angka di telepon
"Maaf tuan ada yang mencari anda , baik tuan" wanita itu mematikan teleponnya
"Maaaaafff nona , tuan sedang sibuk jadi tidak bisa diganggu" kata wanita itu kepada Fanny terbata
"Argghhh muak aku " Fanny mengepal tangan nya lalu pergi menuju ruangan Christian dan mendobrak pintu ruangan Christian , lalu Christian dan haikal terkejut melihat Fanny mendobrak pintu
"Maaf tuuuuaaannn nona ini memaksa masuk utusan" kata wanita itu kepada Christian
"Baik kau pergilah"
"Ada apa Nona muda keluarga Zurich anda datang kemari??" Sambil tersenyum sinis kepada Fanny
Fanny yang mendengar ucapan Christian berjalan menuju Christian menarik kerah kemeja Christian "kau jangan banyak omong Christian, kau sudah menghancurkan hidup adikku" kata Fanny yang memukul Christian hingga terjatuh dari kursi nya
Terlihat darah segar keluar dari ujung bibir Christian, haikal yang melihatnya langsung membantu Christian berdiri " ehmmm ternyata anda sangat berani ya nona Fanny, sayang anda perempuan kalau anda laki-laki saya habisi kamu"
Plak bunyi tamparan
"Kau tidak usah banyak omong, apa mau mu?? Kau perkosa Sheva!!!" Teriak Fanny kepada Christian
Reno yang melihat Fanny sudah emosi meleraikan Christian dan Fanny , "nona jangan begini anda kita bisa bicarakan baik"
"Diam kau jangan mengganggu aku , dengan dia (sambil menunjuk kepada Christian ) tidak bisa bicara baik-baik"
" nona Fanny kamu kalau kemari hanya ingin mencari masalah lebih baik kau keluar atau kami akan memanggil pihak keamanan" ungkap haikal yang mulai marah melihat fanny memukul Christian
"Kalian semua itu *** tahu, aku bisa melaporkan kalian kasus perkosaan kepada adikku"
__ADS_1
"Aku memang perkosa adikmu , tapi ..." jawaban itu terhenti oleh Christian kepada Fanny
"Tapi apa ahhhhh ***" sambil menendang Christian
Buk..buk
"Kau itu memang harus mati tahu" ungkap Fanny yang mulai mengeras tubuhnya hingga rahangnya
Christian bangun dengan kesakitan akibat ditendang oleh Fanny dan berdiri mengambil berkas diatas meja nya dan melempar berkas itu ke muka Fanny
" kau baca itu, itu adalah surat perjanjian yang ditanda tangani adikmu"
Fanny yang mulai memerah matanya lalu mengambil surat itu dan membaca nya dengan membulat mata nya
" tidak mungkin adikku menanda tangani ini kalau tidak ada tekanan darimu, dia bukan bodoh"
" ia adikmu memang tidak bodoh tapi dia takut untuk menghancurkan nama baik keluarganya"
Terdapat senyuman menang Christian yang melihat Fanny mulai frustrasi.
Fanny yang membaca itu terduduk dia berpikir apa yang akan dia kasih tahu kepada Billy pamannya yang tidak becus menjaga Sheva hingga hamil, dan laki-laki ini tidak boleh tahu Sheva hamil aku harus membawa pergi Sheva jauh darinya, oke kamu sekarang menang selangkah dengan perjanjian ini tapi aku akan membuat mu lebih hancur dengan kehilangan Sheva dan keturunan mu.
Lamunan Fanny terhenti saat dia mendengar suara bahagia Christian
" kau boleh bahagia sekarang, tapi kau lihat saja nanti apakah kau masih bisa tersenyum" ungkap Fanny yang mendorong Christian hingga terjatuh .
Fanny pun pergi meninggalkan Christian dan melangkah pergi keluar
" Reno persiapkan semua nya , aku tidak mau sampai keparat ini tahu tentang kehamilan Sheva nanti malam kita pergi ke New Zaeland “ bisik Fanny kepada Reno.
POV Sheva
Sheva yang masih terduduk di atas tempat tidur nya di kamar rumah sakit, duduk sambil mengelus lembut perutnya " anakku sayang baik-baik ya kamu , mommy janji akan menjaga mu"
Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan mengapa cobaan ini bertambah berat ya Tuhan, bagaimana jika kakek dan ayah tahu tentang kehamilan ini pasti mereka marah besar.
Tapi bagaimana dengan perjanjian itu, ahh rasanya
Muak sekali aku dengan kamu bastard
Sheva yang merasakan kram diperutnya " arghh sakit sekali perutku karena bilang laki-laki itu bastard" ungkap Sheva sambil mengelus perutnya
__ADS_1
Kenapa kamu nak kamu marah ya mommy memaki daddy mu
Nak, tumbuh lah kamu di dalam rahim mommy kamu sumber kekuatan mommy nak, mommy janji akan menjaga mu nak. Kita harus berjuang bersama ya nak. Lamunan Sheva pun berhenti karena bunyi ketukan pintu dari luar
Tok tok
Bunyi pintu dari luar
"Sheva sudah bangun"
Sheva melihat Fanny tersenyum dan duduk dipinggir tempat tidurnya sambil mengelus rambutnya
" Sheva sayang kakak mau bertanya kenapa kamu menandatangani surat perjanjian itu"
Sheva yang mendengar ucapan kakaknya mulai berkaca-kaca matanya dan menangis
"Kakak maafkan aku , aku sudah menandatangani surat itu karena dipaksa dengan Christian kalau aku tidak menanda tangani itu, dia akan menyebar video pemerkosaan kU kak”
“Ya Tuhan pria itu memang keparat dia mengancam Sheva dengan menyebar video itu” gerutu Fanny dalam hati nya
“Sabar sayang, kakak percaya sama kamu. Kamu jangan nangis lagi ya kakak gak suka lihat kamu menangis” Fanny sambil mengusap lembut wajah Sheva
“Terima kasih kakak sudah percaya dengan aku”
“Sayang kita harus bersiap-siap sekarang kakak akan membawa kamu pergi jauh dari pria bastard itu”
“Mau kemana Kita kak???”
Reno masuk ke ruangan itu dan melihat kedua gadis itu dengan sedih
“Maaf nona semuanya sudah beres, saya sudah beli tiket dua nona ke australia untuk membuat Christian dana anak buahnya terkecoh , dan pesawat pribadi kita sudah siap untuk membawa nona Fanny dan nona Sheva ke New Zaeland”
“Bagus Reno kerja kamu kita harus buat Christian tidak tahu kita berangkat kemana agar dia tidak tahu keberadaan Sheva”
“Kakak kita mau ke New Zaeland??”
“Iya sayang kamu suka kan?? Kita akan membesar kan anak mu disana dengan tenang tanpa tekanan dari Christian”
“Iya kakak aku senang” ungkap Sheva memeluk Fanny dengan bahagia
“Christian lihat lah berapa lama lagi kamu akan hancur dan aku akan melihat kehancuran mu dari jauh, kamu akan tahu rasanya sakit akan kehilangan, sama seperti ku yang merasakan sakit kehilangan orangtua”. Ungkap Fanny dalam hati
__ADS_1