
Los Angeles
"BRENGSEK" teriak Catherine geram membuat beberapa Bodyguard tertunduk takut. Pasalnya selama bekerja dengan Catherine , mereka tak pernah melihat Catherine semarah itu. apa ada sesuatu yang menganggu pikiran Bosnya sehingga membuat mood Bosnya hari ini buruk.Pikir mereka.
"Kalian ini percuma aku bayar mahal tapi sampai sekarang kalian belum dapat mencari perempuan itu. sudah dua bulan aku beri waktu kalian tapi kalian belum dapat juga cari keberadaannya, Dasar Bodoh kalian semua!!!
Deg..
Para Bodyguard tersebut menatap Catherine wanita paruh baya itu yang masih kelihatan cantik diumur 40 an itu merasa takut.
"maafkan kami Nyonya tapi sejak kejadian anda hampir membunuh Nona Sheva beberapa bulan lalu , Tuan Billy membawa Nona Sheva entah kemana dan akses nya semua pun tertutup nyonya, keberadaan nya pun hilang Nyonya kami tidak tahu dimana.!" Jawab salah satu Bodyguard itu.
"Kalian ini semua tak becus kerjanya, sekarang bagaimana kondisi Christian Dornan setelah dia kehilangan Istri dan anak-anaknya???" Tanya Catherine yang masih duduk di kursi kekuasaan nya di ruang kerjanya dengan mata tajamnya yang buas melihat Bodyguardnya
Leo Asisten Catherine pun masuk kedalam ruangan kerja wanita cantik itu, dia melihat sekitar ruangan itu yang berantakan akibat amukan Bos nya Catherine. " Maaf Nyonya saya lancang masuk ruangan kerja anda tanpa mengetuk pintu, saya ingin memberikan kabar tentang menantu anda."
Catherine yang masih duduk di kursinya pun bangun dan melangkah mendekat ke arah leo " Apa yang kau dapat informasi tentang dia???" tanya Catherine penasaran
"Tuan Christian Depresi sudah dua bulan dia tidak masuk kerja atau mengurus perusahaan nya Nyonya, dan entah kemana Tuan Steve sembunyikan Tuan Christian, berita itu yang saya dapat nyonya sepertinya Tuan Christian terpukul dengan kepergian Nona Sheva." jawab Leo
Seulas senyum licik dari Catherine mendengar perkataan leo , dia pun kembali ke duduk ke kursi kekuasaannya. " bagus dia gila dengan kepergian Sheva, sekarang cari tahu keberadaan Sheva ada dimana?? aku harus bertemu dengan dia dan menyelesaikan salah faham dengannya!"
"tapi maaf Nyonya, segala akses untuk mencari Nona Sheva tidak bisa sepertinya ditutup dan di blokir nona benar kata para boduguard kita Nyonya sudah mencari kemana-mana tetap nihil hasilnya, dan seperti nya Nona Sheva pun tidak ingin bertemu dengan anda Nyonya dengan kerjadian anda hampir saja membunuh dia Nyonya!!"
Cahtherine pun mengambil nafas kasar "Argh" menatap pigura di atas meja kerja nya mata sendu nya meneteskan buliran air mata. "Sheva maafkan mama yang hampir saja membunuh mu nak, dimana kamu nak?? mama minta maaf nak!! jangan buat mama seperti ini nak cukup mama kehilangan Shafana, mama tidak mau kehilangan mu juga nak." guman Catherine membathin.
Leo menghela nafas berat, leo sedih melihat keterpurukan Bosnya Catherine. Dia tahu bagaimana perjuangan seorang Catherine untuk membesarkan Anaknya Shafana ketika dia berpisah dari Billy Johnson dan jauh dari anaknya yang lain Sheva. ada rasa rindu dan sakit di mata Catherine ketika melihat Fhoto Sheva anaknya apalagi dengan kejadian dua bulan lalu wanita itu hampir saja membunuh anak kandungnya.
Iya Catherine hampir saja melakukan pembunuhan akibat penyakitnya muncul lagi Multiple Identity Disorder Gangguan identitas disosiatif adalah gangguan jiwa yang mengakibatkan terbentuknya dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Masing-masing individu dengan ingatan sendiri, kepercayaan, perilaku, pola pikir, serta cara melihat lingkungan dan diri mereka sendiri. Setidaknya dua kepribadian ini secara berulang memegang kendali penuh atas tubuh si individu.
Yup Catherine mengidap penyakit itu dari 25 tahun lalu sejak dia berpisah dari mantan suaminya Billy Johnson, Catherine memutuskan berpisah dari suaminya setelah dia berkonsultasi dengan psikiater nya Dr. Josh Lauker dia merasa dia tidak bisa menjadi istri yang baik dan ibu yang baik, akibat takut atau tidak mempunyai kepercayaan terhadap dirinya. Dia takut akan menyakiti Billy atau anak-anaknya ketika penyakit itu datang lagi makanya Catherine pun memutuskan ingin berpisah dari suaminya dengan berpura - pura selingkuh dengan psikiater pribadinya Dr. Josh Lauker itu pun juga dengan persetujuan Josh sahabat baiknya.
Karena Catherine tahu Billy adalah pria baik dan tidak ingin berpisah dengannya jadi dengan alasan dia pergi dari rumah dengan pria lain lah , Billy menceraikannya. sungguh na'as cerita kehidupan Catherine harus menjadi orang yang buruk di mata mantan suami dan anaknya.
__ADS_1
Penyakit itu datang lagi ketika Shafana meninggal kecelakaan dan catherine mendapat kabar Shafana meninggal karena pacarnya, membuat Catherine marah besar dan ingin membunuh Christian dengan cara apapun mencari kelamahan pria itu hingga ia ketahui bahwa kelemahan pria itu adalah istrinya Sheva anak kandungnya. Bingung itu yang dirasakan Catherine sekarang ingin melanjutkan balas dendam nya kah atau di stop kan sampai disini demi anak nya.
Leo tersadar akan lamunannya lalu dia mendekat ke arah Catherine dan duduk didepannya, Leo mengeratkan genggamannya pada tangan Catherine. Leo akhirnya sadar, Catherine masih terjerat dendam lamanya. Perempuan itu masih sulit untuk melepaskan bayang-bayak sosok Christian menantunya yang di klam telah membunuh anak nya Shafana.
" Cath, gue tahu lo masih benci dengan Christian tapi dengan lo seperti ini sama saja lo membuat anak lo makin benci lo karena punya niat untuk mencelakai suaminya!, lo gak kasihan dengan cucu lo??? maaf sebelumnya aku tidak sopan dan lancang ikut campur dengan masalah lo tapi selain gue asisten pribadi lo, gue sebagai sahabat lo cuma minta pertimbangkan lagi niat lo untuk menghancurkan Christian atau melenyapkan dia. Pikir lagi tentang anak lo dan cucu lo, coba lo lihat sekarang Christian sudah dua bulan dia Depresi dengan kehilangan istri dan anaknya lo gak kasihan sama dia??? , anak lo Sheva dia hampit lo bunuh disaat kondisi nya lagi berbadan dua kalau lo gak di cegah sama Billy dan Steve hampir saja nyawa Sheva dan Calon cucu lo melayang ditangan lo!! ayolah Cath, buang dendam lo maafkan Christian demi anak lo Sheva !!"
Catherine tiba-tiba berdiri, Leo mendongak . Perempuan itu sedikit membungkuk ke arahnya dengan masih mengenggam tangannya melihat mata leo lalu dia melepaskan genggaman tangan leo memutarkan tubuh nya ke arah jendela ruang kerjanya.
"Aku gak tahu apa aku bisa membuang rasa benci terhadap Christian, yang jelas aku sangat membencinya aku juga sudah memikirkan ini apa ini keputusan yang baik dengan mengorbankan perasaan Sheva dan anak-anaknya tapi aku melakukan ini menuntut keadilan akan kematian Shafana, tapi terima kasih Leo lo sudah menasehati gue".
"Itulah kenapa aku berada disini, setidaknya aku bisa memberikan nasehat untuk lo, coba lo pikirkan lagi ambil keputusan yang baik lawan penyakit lo!! ini semua demi Sheva ,Putri kandung lo!!!"
"Aku takut nggak bisa...., entahlah."
"Aku berharap kamu bisa melepaskan semua beban kamu setelah ini, buang rasa dendam atau benci lo, terima semua dengan ikhlas kematian Shafana dan pernikahan Sheva. Selesaikan masalah lo baik-baik."
Catherine diam dan tidak langsung bicara , seharusnya Catherine sudah menduga pembicaran ini akan terjadi cepat atau lambat. Tapi tetap saja , Catherine masih merasa sulit untuk merespons.
Virginia- Hospital
Wanita cantik itu menyusuri lorong rumah sakit dengan baju kebesarannya Jas Putih yang melambangkan pekerjaannya, stetoskop tergantung di lehernya , dia tersenyum setiap bertemu orang yang menyapanya dengan hormat. Dan pandangannya pun terhenti ketika dia melihat sepasang kakek nenek sedang duduk di ruang tunggu, dia pun mendekat ke arah pasangan kakek nenek itu.
" Selamat pagi, kakek.." tanya wanita cantik itu dengan seulas senyum manisnya
Kakek dan nenek itu pun menoleh kearah panggilan itu " Selamat pagi Dokter, saya sedang menunggu dokter ingin meberikan ini dokter" kakek itu memberikan bingkisan kepada Dokter wanita itu .
" Apa ini kakek, jangan repot-repot" ucap wanita itu sambil menerima bingkisan dari kakek itu
" ini ucapan terima kasih saya untuk dokter karena sudah menyelamatkan istri saya waktu itu hingga sekarang sudah sehat kembali" kakek itu melihat istrinya disebelah
"Owh saya melakukan itu dengan ikhlas tanpa minta imbalan kakek, pertama karena tugas saya sebagai dokter untuk menyelamatkan pasiennya, kedua karena melihat kakek yang sayang dengan nenek dan rela berkorban untuk nenek. Jadi kakek tidak perlu memberikan, semua nya saya lakukan ikhlas" gerutu dokter wanita itu tersenyum kepada sepasang kakek nenek itu.
"Baiklah kek, saya pergi dulu kembali keruangan saya, kakek jaga nenek baik-baik ya jangan lupa minum obat dan chek up routin nya"
__ADS_1
Kakek itu pun menatap dokter wanita itu lalu menganggukkan kepala nya menatap kepergian dokter wanita itu.
Wanita cantik itu pun kembali melangkah bak seorang peragawati yang berjalan di catwalk nya , walaupun wanita cantik ini sedang berbadan dua tapi tetap cantik. Wanita itu memasuki ruangan Nya yang bercat hijau dan duduk di kursi kebanggaan Ny meletakan stetoskop Nya di Atas meja kerjanya.
Dia melirik ke arah figura yang terletak diatas meja kerja nya terpampang wajah pria yang selama dua bulan ini dia tinggalkan , yang dia rindukan pelukannya , rindu cemburu nya, rindu posesif nya .
"Hai sayang apa kabar kamu disana?? , semoga kamu baik ya sayang dimana pun Doa kU selalu menyertai mu di setiap langkah mu" gumam sheva salam bathin .
Ya wanita cantik itu adalah Sheva Johnson yang masih setia memandang pigura itu tanpa berkedip hanya untuk melihat wajah tampan yang mengisi hatinya.
Krek bunyi pintu terbuka
Membuat lamunan Sheva pun terhenti lalu meletakkan kembali pigura itu diatas meja kerjanya dia melirik kearah pintu ruangannya dia melihat Donna orang kepercayaan nya berdiri didepan pintu ruangan nya sambil cengengesan memandang nya.
"Ets Donna kau kenapa tak ketuk pintu dulu tadi!!" Pekik Sheva secara tegas kepada Donna
Donna yang masih berdiri di depan pintu pun melangkah masuk dan duduk didepan sofa yang tersedia diruangan kerja Sheva.
"Maaf nona saya masuk tanpa izin kepada anda , karena saya ada informasi untuk anda" bisik Donna ke telinga Sheva "
Sheva yang masih menyimak perkataan Donna pun memutar bola mata nya secara malas melihat tingkah Donna selalu lupa ketuk pintu saat masuk ruangannya.
" jadi apa informasi yang menarik yang membuat kau datang pagi-pagi ke rumah sakit?"
"Saya datang untuk memberikan anda ini kepada nona" ucap Donna memberikan map berwarna hitam kepada Sheva
"Itu lokasi pemakaman Nona Shafana dan Track Record kejahatan Nyonya Catherine beserta Kakek anda Tuan Roland"
Sheva yang menerima map berwarna hitam itu pun membuka nya dan membaca semua informasi itu secara seksama. Dia pun mengernyitkan kening nya ketika membaca di salah satu lembar halaman map itu. "Donna suruh anak buah mu cek keadaan pemakaman shafana jika aman kondisinya beritahu agar aku bisa kesana. Lalu kau juga suruh anak buah untuk mengikuti Catherine dan kakek Roland kasih tahu aku semua apa saja yang mereka lakukan dan rencana mereka untuk membunuh Christian"
Donna pun menganggukkan kepala nya mendengar ucapan bos nya. "Maaf nona saya lancang. Apa tidak apa-apa nona kita melawan ibu kandung dan kakek anda??? Anda akan dianggap cucu durhaka"
Sheva pun menutup map hitam itu lalu meletakkan nya diatas meja kerja nya lalu dia mengambil kembali pigura yang berada diatas meja kerja nya " jikalau aku harus melawan ibu kandung yang hampir mencelakaiku dan kakek yang punya niat membunuh suami cucu nya jangan harap aku ada rasa kasihan untuk mereka atau rasa hormat untuk mereka, aku tetap akan melindungi keluarga ku, jangan sampai jiwa ku yang dulu hadir lagi”
__ADS_1