Mr. Misterius Falling In Love

Mr. Misterius Falling In Love
Chapter 3


__ADS_3

Belanda


Medistra Hospital  08.00 am


Lajuan


mobil sedan audy i800 berhenti didepan lobby rumah sakit berwarna


oranye yang cukup megah pintu mobil Pun dibuka oleh pegawai rumah sakit


itu.


Sheva dan Fanny pun turun dari mobil nya, lalu mereka menuju lift di sudut ruangan rumah sakit


Fanny lalu menekan tombol lift lantai 23


Ting .... pintu lift terbuka Fanny dan Sheva keluar lalu didepan pintu lift mereka bertemu resepsionis


" permisi Mrs mau bertemu dengan siapa" tanya resepsionis itu pada Sheva dan Fanny


" saya sudah bikin janji dengan Mr Leonardo Winslet pimpinan rumah sakit ini" kata Fanny kepada wanita didepan nya


" baik Mrs saya akan menelepon sekretaris Mr leo"


Resepsionis itu lalu menelepon seseorang dan bilang bahwa ada tamu Mr Leo


"


baik nona silahkan masuk Mr Leo sudah menunggu anda " ungkap


resepsionis itu sambil mengantar Sheva dan Fanny ke ruangan Mr Leo


Tok tok


"permisi Mr Leo ada yang mencari anda" kata sekretaris mempersilahkan masuk Sheva dan Fanny


" owh Mrs Fanny dan Mrs Sheva , silahkan duduk saya dari tadi menunggu anda datang"


" terima kasih Mr Leo maaf saya datang telat karena tadi macet di perjalanan" ungkap Fanny


Sambil tertawa Mr Leo melihat Sheva yang duduk di samping Fanny " Mrs Sheva kamu sudah besar ya sangat cantik seperti mami mu"


Sambil mengernyitkan kening Sheva tersenyum mendengar perkataan Mrs Leo " terima kasih Mr Leo"


"Jadi bagaimana nona


Sheva anda sudah siap bekerja di rumah sakit ini?? Saya sangat


tersanjung anda mau bekerja dirumah sakit ini,  saya sudah dengar


semuanya dari daddy mu dan Fanny tentang pelarianmu dari Mr Ronald yang


ingin dijodohkan"


" iya Mr Ronald saya sudah siap bekerja dirumah sakit ini"


" baguslah Sheva saya akan memperkenalkan anda dengan para staf rumah sakit yang lainnya dan dengan dokter lainnya "


" ehmm Fanny kamu juga sudah bisa sekarang bekerja dirumah sakit ini?? " tanya Mr Leo kepada Fanny


Mendengar pertanyaan Mr Leo tentang Fanny membuat Sheva kaget " Mr Leo kak Fanny akan bekerja juga dirumah sakit ini??? "


" owhh iya Sheva , Fanny akan bekerja disini sebagai dokter penyakit dalam kamu tidak tahu siapa Fanny???"


Sambil menggelengkan


kepala nya Sheva seperti kebingungan mencari tahu jawaban tentang siapa


Fanny " tidak Mr Leo saya baru tahu kalau Kak Fanny seorang dokter


penyakit dalam"

__ADS_1


Mr Leo mendekati Sheva


sambil membawa berkas dan memberikan kepada Sheva " Sheva kamu bisa


lihat itu CV dokter Fanny dia selain menjadi asisten daddy mu dia juga


sebagai dokter penyakit dalam yang cukup terkenal Abigail Fanny


Christina Zurich"


Betapa kaget nya Sheva mendengar nya sambil membulatkan mata nya mendengar ucapan Mr Leo


" tidak juga Sheva, kak


Fanny sengaja tidak memberitahukan padamu rencananya hari ini ingin


memberitahukan mu tapi sudah keduluan oleh Mr Leo " ungkap Fanny sambil


tersenyum


" ok ok mari saya antar ke tempat kalian semua Fanny , Sheva ayo " ajak Mrs Leo kepada kedua gadis itu


Bunyi ketukan antara


High hels dengan lantai terdengar bunyi ketukan yang indah hingga


membuat orang-orang seketika  memandang dari mana bunyi itu datang dan


semua mata memandang kepada gadis berbaju putih seragam dokter yang


sedang berjalan didepannya dan memasuki ruangan yang dipenuhi dengan


orang - orang yang sedang mengantri dan menunggu panggilan


" permisi dokter Arnold


saya perkenalan kepada anda dokter baru dirumah sakit ini " ungkap Mr


Leo kepada dokter Arnold pimpinan para dokter dirumah sakit Medistra


Zurich beliau adalah dokter bedah umum dan yang disebelah nya adalah


kakak nya dokter abighail Fanny Christina Zurich dan beliau juga dokter


penyakit dalam mereka akan bertugas dirumah sakit ini mulai hari ini"


sambil mengenalkan Sheva dan Fanny kepada dokter Arnold


" owhh ini kakak adik


yang dokter itu ya, baiklah Mr Leo" terima kasih anda sudah mengenalkan


kepada saya lalu meninggalkan mereka


Dokter Arnold Steve Grey


adalah dokter bedah syaraf yang cukup terkenal tapi sombong dan tidak


suka disaingi dengan kedatangan kedua kakak adik dokter itu semakin


Arnold marah karena dia merasa akan saingan baru untuk nya.


" Sheva ini ruangan mu dan Fanny ruangan mu diujung lorong ini" kata Mr Leo menunjukkan ruangannya


" terima kasih Mr Leo" kata Sheva dan Fanny serentak


Ketuk pintu dari luar tok tok


Permisi dok...


Dan Sheva pun menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu itu

__ADS_1


" iya masuk silahkan"pinta Sheva


Knok terbunyi suara pintu terbuka


"


dokter perkenalkan saya suster Gabriel yang akan menjadi asisten anda


disini" kata suster Gabriel sambil menyalami tangan Sheva


" owh suster Gabriel ,


perkenal kan saya dokter Sheva Rose Zurich anda bisa panggil saya dokter


Sheva" sambil mengulurkan tangan Sheva kepada suster Gabriel yang


terpana melihat kecantikan dokter Sheva " aku yang perempuan aja bisa


terpana melihat kecantikan dokter Sheva apalagi yg laki-laki melihat


dokter Sheva pasti mereka lebih terpana lagi" kata suster Gabriela dalam


hati


" owh iya suster ada jadwal saya hari ini???""


" ada dokter Sheva kita


hari ini ada jadwal kunjungan ke rumah salah satu pasien kita, kebetulan


beliau pernah dioperasi di rumah sakit ini dan dipegang oleh dokter


Anjas tapi dokter Anjas keburu pergi sebelum pasien ini sembuh dokter


Sheva" sambil memberikan berkas yang berisi data pasien kepada Sheva


Sheva membuka berkas map


itu dan melihat data pasien Christian Jammy Dornan umur 30 tahun


riwayat penyakit usus buntu dan pengangkatan hati


" Jadi kapan kita akan kerumah pasien suster??" Tanya Sheva


" hari ini seharus nya


dok tapi tidak ada yang berani kesana karena pasien seorang mafia besar


yang menyeramkan tapi asisten mereka tidak mau bos nya itu datang


kerumah sakit mereka ingin para dokter kesana untuk melihat hasil


operasi nya kemarin"


"Owhh seperti itu ya sudah suster Gabriela tolong berikan alamatnya kepada saya , saya akan kesana periksa pasien"


" tapi dokter Sheva saya


tidak bisa menemani anda hari ini karena banyak pasien rawat inap yang


harus di observasi dok" kata suster Gabriela  sambil memberikan kertas


berisikan alamat kepada Sheva


" ya sudah tidak apa-apa


, tapi tolong kalau ditanya kakak saya bilang saja saya lagi melihat


pasien ya dan telp wali dari pasien Christian bilang aku akan kesana"


" baik dokter Sheva" senyum suster Gabriela

__ADS_1


 


 


__ADS_2