
Sebulan kemudian,
Sheva duduk termenung dengan kedua tangan menyangga dagu. Matanya
menerawang menatap langit dari luar jendela, awan mendung begitu setia
membayangi Mansion keluarga Zurich.
"apa sore ini akan hujan??" Sheva bergumam lirih
Sheva mendesah kecil, Diliriknya jam dinding sekali lagi waktu berputar begitu lama.
disela-sela desahan kecilnya, suara ketukan pintu berhasil menghapus lamunan Sheva
"Hai sayang kamu lagi apa??"
Sheva terkejut melihat kedatangan Fanny kekamarnya
"Lagi duduk aja kak, soalnya lagi tidak enak badan kak!!"
Fanny berdecak dengan memasang wajah sedih " kamu sakit apa sayang???"
" gak tahu kak sudah beberapa hari ini pusing, mual dan tidak nafsu makan"
"wajahmu pucat sangat pucat sheva" ungkap fanny yang khawatir dengan kondisi sheva yang mulai melemah
Fanny berjalan mendekati sheva dan memeluknya, lalu ditatapnya dengan lekat wajah sheva
"kakak bawa kamu kerumah sakit ya kita chek kondisi kamu, ikut aku
sayang"Fanny menarik tangan Sheva lalu membawanya turun ke parkiran di mansion itu.
Fanny langsung mengaktifkan kunci pintu saat ia telah duduk di jok kemudi. Fanny menarik seat bealt Sheva melalui bahunya memasangkan ujung seatbealt. setelah itu Fanny kembali duduk di jok
mobilnya. ia menstarter mobil dan melajukan mobilmya dalam kecepatan
normal menembus kepadatan kota jerman.
Suasana berubah canggung
setengah jam perjalanan hanya dilalui dengan keterdiaman di antara
mereka. Sheva yang tadi mencuri pandang ke arah fanny, mulai beralih
pandang dengan menatap bangunan tinggi, tempat mobilnya saat ini telah
berhenti.
Sheva menajamkan penglihatannya untuk membaca papan nama rumah sakit " Frauenarzt Hospital"
Sheva
keluar dengan sedikit tertatih, angin musim semi menerpa seluruh wajah,
rambut pirangnya bersinar dibawah cahaya terik matahari.
"Ayo "
Sapa Fanny menuntun Sheva melewati lobby utama yang banyak dilalui oleh
beberapa pasien dan dokter, lalu berhenti tepat di meja resepsionis.
"Selamat datang Nona, ada yang bisa saya bantu??ungkap wanita itu berdiri dan memberikan senyuman kepada Fanny
"Katakan kepada alisyha aku ingin bertemu dengannya"
"Taaappi Dokkter Alisyha sedang bertugas"
"Katakn kepadanya sekarang" suara yang keluar dari mulut fanny terdengar begitu tegas dan mengancam
__ADS_1
"ba-baik nona" wanita itu buru-buru meraih gagang telepon dan memencet beberapa angka hingga panggilannya tersambung.
"Dokter Alisyha, Nona Fanny ingin bertemu dengan anda" ucap wanita itu dengan sedikit terbata-bata
"baik", Wanita itu menutup panggilannya dan kembali memandang fanny ," dokter Alisyha menunggu anda dirunag kerjanya"
Tidak
ingin menyita waktu, Fanny kemudian melenggang pergi seraya membawa
Sheva ke koridor sepi yang terdapat di bagian terdalam rumah sakit ini.
"kak Fanny kita mau kemana??" Sheva menghentikan langkah , lalu memberanikan diri bertanya kepada Fanny
"kita
akan ke dokter ya sayang, biar kita tahu tentang penyakitmu ini" Fanny
kembali mengajak Sheva untuk melanjutkan perjalannanya.
"Fanny ada apa ini kenapa kamu mendadak datang kesini??"
Wanita itu berjalan anggun dengan mengulas senyum ramah kepada sheva
"Hai cantik kamu kenapa??"
Dokter Alisyha dokter ahli kandungan yang kebetulan sahabat Fanny ketika sama-sama bersekolah di Universitas Kedokteran.
"Aku ingin kamu periksa adikku ini bagaimana kondisinya, karena sudah beberapa hari ini, dia tidak nafsu makan, mual dan pusing"
Alisyha menyuruh Sheva naik ke ruang periksa dan alisyha memeriksa kondisi sheva
"Apa kau terlambat datang bulan??" tanya Alisyha
Sheva berpikir untuk beberapa saat sebelum meng iyakan pertanyaan itu
Alisyha mengernyitkan keningnya karena melihat Sheva yang ketakutan untuk mejawab pertanyaannya
suster membuka baju sheva dan memberika gel disekitar perut sheva dan alisyha meng USG sheva
"Jadi bagaimana keadaan sheva ???" tanya Fanny kepada alisyha
"Fanny loe gak usah khawatir coba loe lihat hasil usg ini , sheva hamil dan usia kandungannya 3 week"
seketika
fanny yang mendengar nya langsung lemas dan terduduk di lantai sambil
menangis, sheva pun yang mendengar kata-kata Dokter ALisyha membulatkan
mata sambil memegang perutnya
"Fanny, loe kenapa tidak bahagia dengar kabar ini???" tanga alisyha yang kebingungan melihat fanny menangis
" Alisyha bisa tidak kita gugurkan saja kandungan Sheva, ini tidak boleh terjadi" tanya Fanny bingung
"kau gila Fanny , adikmu sheva pasti tidak akan mau menggugurkan kandungannya"
Sheva yang mendengar kata Fanny pun turun dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah fanny sambi berlutu di kaki fanny
"Maafkan
aaakku kak jangan kau gugurkan anak ini, anak ini tidak bersalah kak!!
aku tidak ingin menambah dosa lagi kak dengan menggugurkan anak ini
kak!!" isak tangis Sheva sambil memohon kepada Fanny
Bukk.. Sheva pingsan
__ADS_1
"Sheva"
"suster bawa nona ini ke ruang rawat dan infus dia saya akan menyusul ke sana" kata Alisyha kepada suster
"Fanny
aku tidak tahu masalahmu apa hingga kamu membuat adikmu pingsan, tolong
jangan buat dia banyak pikiran karena usia kehamilah nya yang sangat
muda"
"kamu tidak tahu kan dia korban pemerkosaan alisyha, siapa
yang akan tanggung jawab pada anak itu" tegas fanny sambil mengacak
rambut nya sambil frustasi
Alisyha yang mendengar itu kaget dan mengambil nafas nya
"fanny
aku sebagai sahabatmu hanya bisa memberikan pesan jaga kesehatan adikmu
tolong jaga kandungannya, kamu harus minta pertanggung jawaban pada
laki-laki yang sudah memperkosa adikmu"
"aku memang harus bikin
perhitungan dengan laki-laki bastard itu!!!, dia sudah memperkosa sheva
berkali-kali dibawah tekananya hingga sekarang Sheva hamil" ungkap
Fanny sambil menggengam tanganya
Fanny menggengam tangan sheva yang tampak tertidur dengan tenang, dan sesekali Fanny memegang perut datar sheva dengan lembut.
"sayang maafkan aunty yang sudah jahat ingin membuang mu, aunty janji akan menjaga mu dan mommy mu ya" Fanny berucap pasrah
Reno berdiri dibelakang Fanny sambil melipatkan tangan memperhatikan semua gerak-gerik fanny.
"Kau antar aku sekarang kita bertemu laki-laki bastard itu sekarang"
uughh..." erangan dari belakang Fanny mendengar
Sheva tampak terbangun dari tidurnya
"Sheva" teriak Fanny langsung mendekati Sheva dan membantu Sheva duduk
"Haus" ucap Sheva dengan suara serak
Fanny langsung memberikan segelas air yang berada di meja untuk diminum SHeva, meminum air hingga habis tak tersisa.
"A-aapa
yang terjadi??" tanya sheva sambil memijit pelipisnya , kepala nya
masih berdenyut pusing dan pandangannya tampak ksbur ketika melihat
fanny.
"kau pingsan sayang "
"jaga kesehatanmu jangan banyak
pikiran , kakak memaafkanmu sayang kakak tidak akan menggugurkan
kandunganmu , kita akan bersama-sama jaga kandunganmu ya sayang"
__ADS_1
Sheva yang mendengar kata-kata fanny langsung tersenyum dan menganggukan kepalanya
"terima kasih kakak" kata fanny sambil memeluk fanny.