Mr. Misterius Falling In Love

Mr. Misterius Falling In Love
Chapter 5


__ADS_3

Haikal pun bingung  melihat Sheva meninggalkan ruangan sambil menangis akhirnya haikal


memberanikan diri untuk masuk ke kamar itu dan betapa kagetnya Haikal


melihat isi ruangan itu seperti kapal pecah ditambah lagi mata haikal


terbelalak melihat Tuannya sedang tertidur lelap di atas ranjang nya


dengan kondisi naked tanpa sehelai benang pun. lalu Haikal mengambil


selimut di sisi ranjang tuannya dan menyelimuti Christian.


"pasti Tuan Nicholas memperkosa dokter itu, bagaimana ini apa yang harus kukarakan kepada


pihak rumah sakit bila mereka bertanya??" kata Haikal dalam hatinya


POV Sheva


Brengsek laki-laki itu


dia sudah diperlakukan secara kasar dan tidak bernilai betapa dia tidak


ada harga sama sekali di mata laki-laki itu. Christian sudah


menghancurkan dirinya berkeping - keping sambil mengingat kejadian tadi


matanya sheva terus menangis .


Sheva berjalan


sempoyongan menuju kamarnya menaiki tangga rumahnya sambil menangis dan


dia membuka pintu kamarnya lalu membantingnya dengan keras


Bruuukk... bunyi bantingan pintu


Sheva berjalan ke arah


kamar mandi nya lalu membuka shower kran nya dan langsung menjatuhkan


dirinya dibawah pancuran air sambil menangis "apa lagi yang aku punya


tidak ada lagi yang kubanggakan dari diriku, sekarang sudah hancur


semuanya pria bastard itu sudah menghancurkan semuany" teriak Sheva


sambil menggosok dirinya yang dipenuhi bercak-bercak merah


Sheva yang mulai lelah


menangis langsung menyudahi kegiatannya dan segera memakai piyamanya


kemudian keluar dari kamar mandi setelah itu sheva langsung merebahkan


dirinya diatas ranjangnya sambil menenangkan pikirannya.


Disebuah lobby rumah

__ADS_1


sakit yang cukup mewah fanny menunggu Sheva dari tadi untuk pulang


bareng kerumah karena dari tadi ditelp handpone nya tidak aktif dan


fanny pun bertemu dengan suster gabriela yang sedang sibuk melayani


pasiennya.


"Permisi suster


gabriela, apakah anda melihat adik saya Dokter Sheva?? karena saya


hubungi dia dari tadi handphone nya tidak aktif " tanya fanny sambil


kebingungan


" owh dokter fanny ,


dokter sheva tadi visite ke rumah pasien rawat jalan dok dan setelah itu


supir yang mengantar pulang" ungkap suster gabriela menjelasakan kepada


fanny


pikiran fanny pun


kemana-mana mengingat sheva sampai sekarang tidak ada kabar dari tadi


"bagaimana ini?? jika terjadi apa-apa dengan sheva apa yang akan


rambutnya yang panjang.


"baiklah suster gabriela


saya akan pulang dulu dan mencari tahu apakah sheva sudah sampai rumah


belum!!" kata fanny pergi meninggalkan suster gabriela


langkahan kaki fanny


semakin cepat menuju parkiran mobilnya dia pun mengebut membawa mobilnya


untuk sampai rumah dengan cepat, dia penasaran apa yang terjadi dengan


sheva mengapa dia menonaktifkan handphone.


Lajuan mobil sedan audy


bewarna biru yang dikendarai oleh fanny pun sampai didepan rumah nya dan


fanny pun memparkir mobil itu, dia masuk kedalam mansion nya dan


bertanya kepada bibi anneth " bik anneth apakah sheva sudah pulang??"


tanya fanny kebinggungan


"sudah nona fanny

__ADS_1


sekarang dikamar sepertinya nona sheva sakit nona dia tidak keluar dari


tadi dari kamarnya saya ketuk kamarnya pun tidak ada suara nya nona"


ungkap bibi anneth


fanny membulatkan


matanya mendengar ucapan bibi anneth " bibi punya kunci cadangan kamar


sheva kan?? saya minta dan tolong dibuka ya saya mau lihat keadaan


sheva" pinta fanny memaksa kepada bibi anneth


"ada nona mari saya bantu untuk membuka pintu kamar nona sheva"


sambil menunggu bibi


anneth mengambil kunci cadangan kamar sheva, fanny menaiki tangga keatas


untuk menuju kamar sheva sambil mengetuk kamar sheva


tok..tok ketukan pertama


tok..tok ketukan kedua


tok..tok ketukan terakhir pun tidak ada suara dalam


yang semakin membuat fanny gelisah sheva ada apa kenapa kamu mengunci diri sejak pulang visite dari rumah pasien


akhirnya bibi anneth pun datang membawa kunci cadangan kamar sheva lalu mereka membuka handle


pintu kamar itu, fanny berjalan menuju ke tempat tidur sheva dan dia


melihat gadis itu sedang tertidur pulas.


fanny pun memegang kening sheva dia memegang nya dengan punggung tangannya terasa hangat


sepertinya sheva demam, "bi anneth tolong ambilkan air dingin untuk


kompres sheva karena dia demam bik "


"baik nona fanny saya akan ambilkan "


fanny pun terduduk di


pinggir ranjang itu sambil melihat tubuh gadis itu yang sedang sakit "


kamu kenapa sheva?? kenapa kamu sakit?? bukan nya tadi pagi kamu


baik-baik saja kan?? jangan sakit sheva" ungkap fanny sambil mencium


kening sheva


 


 

__ADS_1


__ADS_2