
Haikal pun bingung melihat Sheva meninggalkan ruangan sambil menangis akhirnya haikal
memberanikan diri untuk masuk ke kamar itu dan betapa kagetnya Haikal
melihat isi ruangan itu seperti kapal pecah ditambah lagi mata haikal
terbelalak melihat Tuannya sedang tertidur lelap di atas ranjang nya
dengan kondisi naked tanpa sehelai benang pun. lalu Haikal mengambil
selimut di sisi ranjang tuannya dan menyelimuti Christian.
"pasti Tuan Nicholas memperkosa dokter itu, bagaimana ini apa yang harus kukarakan kepada
pihak rumah sakit bila mereka bertanya??" kata Haikal dalam hatinya
POV Sheva
Brengsek laki-laki itu
dia sudah diperlakukan secara kasar dan tidak bernilai betapa dia tidak
ada harga sama sekali di mata laki-laki itu. Christian sudah
menghancurkan dirinya berkeping - keping sambil mengingat kejadian tadi
matanya sheva terus menangis .
Sheva berjalan
sempoyongan menuju kamarnya menaiki tangga rumahnya sambil menangis dan
dia membuka pintu kamarnya lalu membantingnya dengan keras
Bruuukk... bunyi bantingan pintu
Sheva berjalan ke arah
kamar mandi nya lalu membuka shower kran nya dan langsung menjatuhkan
dirinya dibawah pancuran air sambil menangis "apa lagi yang aku punya
tidak ada lagi yang kubanggakan dari diriku, sekarang sudah hancur
semuanya pria bastard itu sudah menghancurkan semuany" teriak Sheva
sambil menggosok dirinya yang dipenuhi bercak-bercak merah
Sheva yang mulai lelah
menangis langsung menyudahi kegiatannya dan segera memakai piyamanya
kemudian keluar dari kamar mandi setelah itu sheva langsung merebahkan
dirinya diatas ranjangnya sambil menenangkan pikirannya.
Disebuah lobby rumah
__ADS_1
sakit yang cukup mewah fanny menunggu Sheva dari tadi untuk pulang
bareng kerumah karena dari tadi ditelp handpone nya tidak aktif dan
fanny pun bertemu dengan suster gabriela yang sedang sibuk melayani
pasiennya.
"Permisi suster
gabriela, apakah anda melihat adik saya Dokter Sheva?? karena saya
hubungi dia dari tadi handphone nya tidak aktif " tanya fanny sambil
kebingungan
" owh dokter fanny ,
dokter sheva tadi visite ke rumah pasien rawat jalan dok dan setelah itu
supir yang mengantar pulang" ungkap suster gabriela menjelasakan kepada
fanny
pikiran fanny pun
kemana-mana mengingat sheva sampai sekarang tidak ada kabar dari tadi
"bagaimana ini?? jika terjadi apa-apa dengan sheva apa yang akan
rambutnya yang panjang.
"baiklah suster gabriela
saya akan pulang dulu dan mencari tahu apakah sheva sudah sampai rumah
belum!!" kata fanny pergi meninggalkan suster gabriela
langkahan kaki fanny
semakin cepat menuju parkiran mobilnya dia pun mengebut membawa mobilnya
untuk sampai rumah dengan cepat, dia penasaran apa yang terjadi dengan
sheva mengapa dia menonaktifkan handphone.
Lajuan mobil sedan audy
bewarna biru yang dikendarai oleh fanny pun sampai didepan rumah nya dan
fanny pun memparkir mobil itu, dia masuk kedalam mansion nya dan
bertanya kepada bibi anneth " bik anneth apakah sheva sudah pulang??"
tanya fanny kebinggungan
"sudah nona fanny
__ADS_1
sekarang dikamar sepertinya nona sheva sakit nona dia tidak keluar dari
tadi dari kamarnya saya ketuk kamarnya pun tidak ada suara nya nona"
ungkap bibi anneth
fanny membulatkan
matanya mendengar ucapan bibi anneth " bibi punya kunci cadangan kamar
sheva kan?? saya minta dan tolong dibuka ya saya mau lihat keadaan
sheva" pinta fanny memaksa kepada bibi anneth
"ada nona mari saya bantu untuk membuka pintu kamar nona sheva"
sambil menunggu bibi
anneth mengambil kunci cadangan kamar sheva, fanny menaiki tangga keatas
untuk menuju kamar sheva sambil mengetuk kamar sheva
tok..tok ketukan pertama
tok..tok ketukan kedua
tok..tok ketukan terakhir pun tidak ada suara dalam
yang semakin membuat fanny gelisah sheva ada apa kenapa kamu mengunci diri sejak pulang visite dari rumah pasien
akhirnya bibi anneth pun datang membawa kunci cadangan kamar sheva lalu mereka membuka handle
pintu kamar itu, fanny berjalan menuju ke tempat tidur sheva dan dia
melihat gadis itu sedang tertidur pulas.
fanny pun memegang kening sheva dia memegang nya dengan punggung tangannya terasa hangat
sepertinya sheva demam, "bi anneth tolong ambilkan air dingin untuk
kompres sheva karena dia demam bik "
"baik nona fanny saya akan ambilkan "
fanny pun terduduk di
pinggir ranjang itu sambil melihat tubuh gadis itu yang sedang sakit "
kamu kenapa sheva?? kenapa kamu sakit?? bukan nya tadi pagi kamu
baik-baik saja kan?? jangan sakit sheva" ungkap fanny sambil mencium
kening sheva
__ADS_1