
Author POV
Perlahan Sheva membuka kelopak matanya yang terasa sedikit membengkak, suasana ruang rawat inap bernuansa serba putih itu langsung menjadi pemandangan netranya pertama kali. Dengan selang oksigen serta infus pun masih setia menempel di hidung dan juga di punggung tangan nya, ia mencoba memegang kepala nya yang terasa sangat pusing saat ini. Untuk sejenak Sheva hanya bisa berdiam diri sambil menutup kembali mata nya untuk menetralkan rasa pusing yang kini ia rasakan dikepala nya. Dirasa sudah sedikit berkurang ia menggerakkan kepalanya menoleh ke kanan kiri, tidak ada siapa-siapa diruangan itu selain dirinya. Dan dia juga ingat ini bukan ruangan di rumah sakit nya tempat ia bertugas.
Sheva tidak ingin menekan tombol ataupun bergerak kemanapun , ia hanya menikmati kesendirian nya saat ini. Sheva sempat ingin mengetahui kenapa ia sampai dirawat dan sudah berapa lama ia terbaring diruang rawat inap ini, hal itu yang membuat ia bertanya-tanya dalam hatinya.
Sedetik kemudian datanglah Billy dan Donna masuk kedalam keruangan Sheva, mereka lihat Sheva sudah terbangun duduk diatas dinding ranjang nya.
"Sheva sayang , kamu sudah sadar nak??? Tunggu ayah panggilkan dokter ya untuk melihat keadaan mu" Billy pun memberi kode kepada Donna untuk memanggil dokter
Donna pun menangguk pelan dan keluar lagi dari ruangannya untuk memanggil dokter.
Beberapa menit kemudian Dokter pun datang memeriksa keadaan Sheva.
"Keadaan nona Sheva mulai membaik tuan Billy begitu pun juga dengan kandungannya , tapi nona Sheva harus banyak istirahat tuan jangan kelelahan dan banyak pikiran, saya sudah resep kan vitamin dan menyuntik penguat kandungan kepada nona Sheva, tuan Billy " ungkap dokter itu pergi meninggalkan ruangan itu.
Sheva yang masih terdiam pun mencoba mencerna kembali setiap kata-kata dokter itu dan setelah itu iya membulatkan matanya " apaaaaa aku haaaammil ???? Tidak mungkin bagaimana bisa ???"
Billy yang tertawa melihat tingkah Sheva pun mendekat anaknya lalu mengelus kepala anaknya merapikan rambut anaknya yang berserakan " hai anak kU yang bodoh. Ya bisalah hamil kalau kau sering buat setiap hari tanpa kontrasepsi !!!"
"Apa maksud ayah ini?? Aku saja baru melahirkan 3 bulan yang lalu sekarang aku hamil lagi !! Arghhhh" Sheva menarik nafas nya kasar , "ini semua gara -gara Christian tidak pernah mau memakai pengaman jadinya seperti ini kan! sudah aku kasih tahu padahal." Umpat Sheva kepada Christian
"Ampun dah ya anakku ini seorang Dokter bedah yang terkenal tapi bodoh nya gak ketulungan , tahu proses pembuatan anak kan apalagi setelah kamu habis melahirkan itu masa subur-suburnya kamu nak !! Ini main pakai gak pakai pengaman habis lah kamu anak -anak kamu masih 3 bulan udh hamil lagi. Ya sudah kamu terima dengan ikhlas kehamilan mu ini sayangi dia, dia juga calon anakmu Sheva sama seperti Alex dan Alexa ini sudah rezeki dari Tuhan yang mempercayai kamu dan Christian merawat anak ini" gerutu Billy sambil mengelus perut datar Sheva
"Ya nona ini sudah rezeki anda dan tian Christian memiliki anak lagi nona " tambah Donna sambil tertawa meledek Sheva
"Tunggu Donna , Ayah sekarang aku dirawat dimana?? Ini bukan rawat inap St .luisa ??? Dan anak-anakku mana ???". Tanya Sheva
"Kamu tenang saja sekarang kamu berada di Hospital Margaretha Virginia" jawab Billy dengan tenang
"Appaaa ayah aku disini sekarang?? Aku sudah berapa lama tidur??? Jawab dimana anak-anakku yah?? Bagaimana aku bisa sampai disini ???" Ungkap Sheva memberondong pertanyaaan dengan Billy dengan wajah kebingungan
"Tenang-tenang anak-anakmu ada di mansion bersama nanny nya, kamu tertidur selama dua hari sejak kejadian kamu hampir dibunuh oleh Catherine. Bagaimana kamu bisa sampai disini sesuai dengan skenario yang ayah dan papa Steve mertuamu buat!! Menculik mu dari rumah sakit dan menculik anak-anakmu dirumah, ya dengan drama penembakan Bodyguard Christian lumayan lah penuh drama!!!" Billy menjelaskan kepada Sheva
Wah wah Sheva ternganga mendengar penjelasan ayah nya kepada nya tentang drama penculikan nya hingga iya sampai di kota ini, dia salut jika ayah nya bertindak tidak tanggung-tanggung. Tapi yang sekarang dipikirkan adalah bagaimana nasib Christian dan caca iya anaknya itu bagaimana dia???? Itu selalu yang menjadi pertanyaan dalam hati nya.
"Ayah bagaimana caca dan Christian ???"
Billy yang melihat mimik wajah Sheva seketika berubah menjadi sedih dan murung .
__ADS_1
"Esssst ... kamu jangan banyak pikiran ya sayang, sayang bayi kamu dalam kandungan . Caca juga ayah culik dia ada di mansion bersama para nanny nya yang ayah bawa langsung dari London. Ayah tahu caca itu juga cucu ayah kan?? Anak dari shafana dan Christian kan???".
Sheva pun mengangguk pelan kepalanya sebelum ayah nya melanjutkan lagi pembicaraan nya.
"Soal Christian iya dia sudah mengetahui kau dan anak—anak mu sudah diculik ditambah surat permohonan cerai darimu, bagaimana kondisi nya pasti kamu tahu kan?? Donna berikan fhoto terakhir yang diberikan haikal kemarin ke kamu!!" Perintah Billy secara tegas
"Baik tuan" Donna pun memberikan hp nya kepada Sheva dibalik hp itu menampakkan fhoto seseorang
Sheva pun menerima hp Donna dan dia melihat seksama fhoto yang dilihatnya, Sheva membulatkan mata nya melihat fhoto yang ada di hp itu, fhoto Christian yang kusut , rambut-rambut halus di sekitar rahangnya. Ya Tuhan betapa sakitnya dada ini melihat orang yang dicintai nya hancur kehilangan dirinya dan anak-anaknya maafkan aku Tuhan membuat orang yang kucintai menjadi hancur tolong lindungi dia ya Tuhan selama aku tidak disamping nya dan jaga dia Tuhan. Air mata Sheva pun menetes juga sedari tadi dia tahan air mata itu jangan sampai terjatuh, maaf..maaf Christian hanya kata itu yang bisa aku katakan ini .
Ini semua demi kebahagiaan kita sampai kita bisa menyingkirkan orang-orang jahat di sekitar kita yang tidak menyukai pernikahan kita. " Anakku kamu hadir disaat mommy dan daddy jauh kamu hadir disaat mommy ingin melindungi daddy mu, tolong nak kamu harus kuat jangan bandel saat jauh dari daddymu, mommy janji akan pertemukan kamu dengan daddy mu saat semua masalah sudah selesai nak!." bathin sheva sambil mengelus perutnya.
****
Venice-Italia
Sudah hampir Sebulan Sheva dan anak-anak menghilang tidak ada satu pun seseorang yang mengetahui dimana ia berada entah tidak ada yang tahu atau tidak ada yang ingin memberitahu keberadaan Sheva pada Christian yang sudah amat kacau.
Jangan tanyakan keadaan rumah yang sudah berubah menjadi kapal pecah, Ruang tamu yang hancur begitupun ruang keluarga yang hancur tak berbentuk, ia terduduk lemas di kamarnya memandang kosong kearah box bayi anaknya. " Alex Alexa caca kalian dimana? Daddy rindu kalian sayang." gumam Christian Pelan
Dalam sebulan ini pula Christian tak pernah berangkat kekantor, yang ia lakukan hanya berkeliling mencari istri dan anak-anaknya ketika hari hampir malam ia pulang masuk ke kamarnya melihat ranjang dan box bayi anaknya. Ia tak berani untuk mendekat ke arah ranjang, ia takut jika ia menyentuh ranjang itu ia dapat mencium aroma harum tubuh istrinya.
Diluar mansion terjadi kehebohan antara Steve dan Haikal yang lagi-lagi berdebat hal konyol tentang Christian. " Tuan ini bagaimana keadaan Tuan Christian semakin hari dia Drop." sinis Haikal menatap Tuan besarnya yang bersedekap dan mengangkat dagunya tinggi angkuh.
"Biarkan saja dia, ini Shock Terapi untuk nya merasakan jauh dari istri dan anak!"
Haikal berdecak benyuruh Steve masuk ke dalam mansion yang sudah selama sebulan ini sejak kejadian drama penculikan Sheva dan anak-anak tak pernah ia datang ke mansion itu lagi.
"Ya Tuhan" pekik Steve dan Haikal berbarengan mereka melihat sekitar dan memanggil para maid yang berada di mansion itu.
"kalian ini ngapain aja sih disini!!! kenapa mansion bisa hancur begini?" tanya Steve secara tegas
Steve dan Haikal berdecak sebelum matanya mengitari sekitar mansion dan tiba-tiba matanya terbelalak kaget. " Itu para Bodyguard kenapa hancur semua mukanya??? kalian ini tak ada yang becus!!"pekik Steve heboh membuat Haikal menatap kearah yang ditunjuk Tuan besarnya tak jauh berbeda dengan Steve . Haikal pun sama terkejutnya.
"maafkan kami Tuan besar, Tuan Christian melarang kami membereskan ini semua Tuan" jawab maid mansion Christian
"Gila Christian kalau sudah ngamuk semuanya hancur untung mansion tidak kau bakar." gerutu haikal sambil tertawa
"kalian semua sekarang bereskan dan kamu bawa mereka ke rumah sakit jangan dibiarkan mereka !!" ungkap steve menunjuk arah bodyguard kepada Bik asih maid disana.
__ADS_1
Asih menganggukan kepalanya pelan pergi meyuruh para maid membersihkan mansion nya dan membawa para bodyguard yang terluka karena kena amuka Christian.
Steve terdiam sebelum memandang kelantai atas tepatnya kamar putranya Christian. " Haikal kita keatas sekarang." ucap Steve mantap sembari menarik lengan Haikal menuju lantai atas, ketika sampai dengan pelan Steve membuka pintu kamar anaknya di ujung sana dekat box bayi cucunya seorang pria tampak menundukan wajahnya pada lipatan lututnya. tubuh pria itu bergetar ia yakin pria itu menangis.
Steve berjalan pelan menghampiri pria yang sedang meringkuk itu, disentuhnya pelan bahu sang anak membuat sang pemilik menengok kearahnya. Dada Steve bergemuruh hebat menatap penampilan putranya yang begitu menyedihkan, mata sembab hidung memerah rambut acak-acakan nampak tak terurus.
"Papa." gumam Christian lirih
Steve memeluk putranya erat menyalurkan kekuatan untuk sang putra tercinta agar lebih kuat dan tangguh. " Kemana Sheva dan anak-anak pa??, tian sayang mereka tolong kembalikan mereka pa!! tolong kembalikan shevaku dan anak-anakku pa." ucap Christian dengan tangisnya bahkan STeve sampai menggigit bibirnya kuat mendengar isakan memilukan anakknya.
Seumur hidupnya ia tidak pernah mendengar bahkan melihat putranya menangis, anaknya ini tidak pernah menangis bahkan dulu saat meninggal mama Tirinya nya ia tak menangis padahal ia amat dekat dengan mama tirinya. dan sekarang di pelukannya anaknya sedang menangis sampai tersedu-sedu sebagai seorang ayah ia dapat merasakan sedak yang menjalar di dadanya.
lain dengan Haikal yang masih merekam pemandangan didepannya dengan handpone lalu ia mengirim nya ke Handpone Donna memberitahukan keadaan Christian .
" Kamu mencintai Sheva , nak???" tanya Steve dengan nada bergetar
"Sangat."
Steve mengelus punggung rapuh Christian, ia tahu kini putranya begitu lemah meskipun selama sebulan ini ia tak datang ke mansion putranya bukan berarti ia tak tahu keadaan anaknya yang begitu memprihatinkan ditinggal istrinya. Dalam sebulan ini Christian jarang makan dan minum ketika ia mengingatkan untuk makan CHristian selalu menjawab. " Belum tenti mereka disana makan, aku ingin makan bersama mereka."
Jawaban Christian membuat Steve bersedih, bayangkan selama sebulan anaknnya tidak atau jarang makan apapun bagaimana jika ia jatuh sakit, yang ia lakukan hanyalah mencari sumber kehidupannya.
Sheva, istrinya.
"Maafkan papa nak, telah menjauhkan istri dan anak-anakmu , ini semua demi kebaikanmu dan keselamatanmu tapi kalau begini kau menyiksa dirimu nak!!" bathin steve mengelus kepala Christian secara lembut.
"Kau harus sehat Tuan Christian, kalau kau tak sehat bagaimana kau bisa mencari istri dan anak-anakmu!! coba lihat sekarang kondisi mu kusut dan tak terurus tak terlihat tampan dan gagah lagi, yang ada anak dan istrimu tidak mengenalmu lagi Tuan christian!!" ucap Haikal mendekat kearah Christian
Ia terdiam memandang kearah box bayi anaknya dengan sendu, tatapan Christian begitu menyiratkan kepedihan, luka, amarah dan rasa bersalah begitu besar ia menarik rambutnya dengan kasar. " Arrrgghh...!!" teriak Christian histeris
" Sheva sayang kembali sayang kamu dimana?? aku tidak mau pisah dengannya." racau Christian
Steve menatap anaknya tak tega dengan pelan ia menyingkir keluar dari kamar yang menimbulkan sesak di dadanya, tangis yang ia tahan pun luruh seketika bulir benang itu mengalir tanpa diminta dengan deras berulang kali ia mengusap kasar air matanya namun bukannya berhenti bulir air mata itu semakin deras mengalir.
ia terisak pelan bahunya berguncang. "Sudah lah pak, ini semua demi kebaikan Tuan Christian demi keamanannya, kita tidak boleh lemah pak kita tetap harus menyemangati Tuan Christian" gerutu Haikal di ambang pintu menatap Steve yang terduduk lemah dilantai.
"Haikal.. panggil Dokter Arwan tolong periksa keadaan Christian, aku kasihan melihat kondisi anak ku yang begitu mengenaskan . aku tahu bagaimana rasanya ditinggal istri !!"
"Baik Tuan Saya akan Panggil Dokter Arwan." jawab Haikal santai meninggalkan Steve yang masih berada di depan kamar Christian.
__ADS_1