
Christian membanting setirnya cepat , rahangnya mengeras mempertegas tulang-tulang yang terlihat tajam dengan cekatan di bantalan kemudinya kuat, sampai-sampai jejak kukunya tercetak disana.
Decitan mobil berbunyi tepat bersamaan saat pri gagah itu menurunkan kaki panjangnya ke lantai. benak Christian benar-benar sudah dipenuhi dengan kobaran api yang siap meletus.
Sheva *** ujung roknya , gelisah ia takut dengan aura panas yang dikeluarkan oleh Christian, Christian menarik pergelangan tangan Sheva ke dalam kamar besarnya kemudian mendorong gadis itu ke ranjang yang berukurN KING SIZE, lalu **** di atasnya.
"Kamu sudah berapa kali ku bilang jangan ikut campur masalah orang lain" ucap Christian yang terdengar tegas
Sheva terlonjat ketika janggut halus milik Christian menusuk kulit putih mulusnya.
"Christian!! apa yang-ahh...." perkataan sheva terputus saat Christian menggigit dan menghisap lekukan leher gadis itu.
Sheva menggeliat, namun mendorong pundak Christian menjauh, bukannya mundur badan Christian malah semakin mendekat bahkan menempel satu sama lainnya menyalurkan kehangatan
"Christia....aaan sudah..kumohon" Sheva memejamkan mata karena Christian terus menerus mencumbuinya tanpa jeda, sheva berusaha merapatkan kembali kedua kakinya ketika tangan pria itu megusap pahanya dan bergerak semakin dalam dan menembus miliknya.
"SUdah??? aku bahkan baru memulainya sayang, ini adalah hukuman untukmu yang selalu membangkang!!" Christian menurunkan ciumannya lalu berhenti di payudaranya yang sudah membesar karena kehamilan sheva, menghisap ** dadanya yang telah mengeras karena tegang. sementara jari pria itu menyeruak masuk ke dalam miliknya yang telah basah.
Sheva kian terlihat pans ketika ciuman christian bergerak turun ke arah perutnya yang membuncit dengan kelembutan yang membuat Christian gemas, lalu berhenti tepat di selangkangan Sheva yang sedang pria itu mainkan dengan jarinya.
"Tiiiiann..Christiaaann... please jangan..." keringat keluar dari tubuh sheva yang kini tak berbalut sehelai benang, berbeda denga Christian yang masih memakai pakaiannya dengan sempurna.
" Christiannn sudah tolong jangan...." Sheva mengerang dengan suara tersiksa . Sheva benar-bnenar tersiksa karena kewanitaannya dipermainkan oleh Christian dengan kasar. Mulai dari mencubit klitorisnya yang sensitif lalu mengocoknya dengan cara yang kurang lebih sama , kasar dan cepat.
__ADS_1
Sheva menangis sesunggukan dengan mata terpejam melihat perilaku Christian terhadapnya, Sheva membuka mata nya dan menatap Christian dengan pandangan yang dipenuhi oleh kabut gairah.
"milikmu benar-benar basah sayang," Christian merasa juniornya telah tegang dan terangkat sempurna, namun sekali lagi sheva hanya mampu menggigit bibir nya dalam-dalam. wajahnya memerah dengan bulir keringat mengalir melewati dahinya. matanya yang sendu terlihat rapuh dan membuat christian kian bernafsu untuk segera melanjutkan percintaanya.
"aku sudah tidak tahan sayang" bisik Christian dengan suara serak, hal ini terbukti dengan kejantanan christian yan terus bergerak membelai bibir kewanitaan Sheva.
"siap-siap sayang". sejenak tubuh Sheva berubah kaku, saat Christian melakukan penetrasinya, Sheva merasakan junior Christian masuk begitu dalam di area kewanitaannya. Sheva menjerit sambil *** seprai.
Sheva memeluk leher christian dan menahan gejolak untuk *** bahunya yang lebar. sheva menahan tusukan demi tusukan yang christian berikan kepadanya. "Aaaaahh...Aaaaah" Christian menggenjotnya begitu kuat sampai Sheva bergetar
Christian selalu mengalami klimaks berkali-kali entah sudah berapa kali sperma nya masuk memenuhi rahim Sheva, Christian terlalu kuat dan berpengalaman begitu sulit untuk mengimbanginya.
"milikmu masih sangat rapat sayang", Christian berbisik di telinga Sheva sambil menggigit kecil telinga Sheva.
"ini masih belum selesai , sayang" Christian masih menginginkannya lagi, mereka akhirnya melakukannya lagi hingga pagi.
Sheva terbangun dengan kondisi badan yang dipenuhi memar merah, sayup-sayup matanya mulai terbuka cahaya dari dinding kaca menyambut sheva dari tidurnya. Dia duduk di sandaran ranjangnya dengan mata teduh yang sedikitpun tidak bisa terlepas dari sosok jangkung yang saat ini sedang berdiri di depan kaca rias.
Sheva yang masih kelelahan karena pergulatannya dengan Christian tadi malam hanya bisa menatapnya dalam hening.
Sheva melihat Christian sudah rapi dengan pakaian kerja " Kau mau kemana??" Sheva bertanya dengan melihat mimik muka Christian yang serius sedang memakai dasinya
Christian yang baru selesai memakai pakaian kerjanya akhirnya memutar tubuh nya menghadap Sheva , Christian melihat tubuh sensual Sheva yang hanya berbalut selimut dengan ketajaman dimatanya. Mata Sheva begitu indah dan lugu saat menatap luar jendela , Sheva begitu sempurna denga garis hidung yang mancung dan bibir merah alami yang ranum Begitu cantik sangat menggoda .
__ADS_1
Christian berjalan menghampiri Sheva , lalu duduk disamping nya,"aku akan kekantor dan pulang awal hari ini, aku juga akan mengajak mu ke dokter kandungan hari ini, bagaimana???"
Sheva menoleh dan melihat wajah tampan Christian dari dekat lewat bulu matanya yang lentik Sheva melihat betapa gagah dan berwibawa seorang Christian." Iya kita akan ke dokter malam ini, lalu boleh kah aku bertemu dengan kak Fanny??" Tanya Sheva dengan wajah berseri-seri
Christian mengernyitkan satu garis di kening ketika Sheva meminta bertemu dengan Fanny," mengapa kau meminta lebih?? Aku hanya ingin mengecek anak kita" ungkap Christian yang sudah menunjukkan wajah marah nya
Sheva menangkap ketegasan pada Christian, dengan sedikit rasa takut Sheva memilih diam. " maaf kan aku, aku hanya ingin bertemu dengan kakakku dan ingin tahu kabarnya".
Christian membelai pipi Sheva"baiklah karena kau sudah memuaskan kU, aku akan mengabulkan keinginanmu. Aku akan menghubungi Arnold nanti malam kita dinner bersama di restaurant" ucap Christian dengan mencium pipi Sheva dengan lembut.
Sheva menganggukkan perkataan Christian "terimakasih Christian"
*****
POV Sheva
"Baiklah karena kau sudah memuaskanku aku akan mengabulkan keinginanmu"
Perkataan Christian itu sedari tadi masih terngiang ditelinga Sheva , dan bertanya dalam hatinya yang bergejolak apakah dia selama ini hanya pemuas nafsu saja untuk Christian ?? Apakah Christian tidak bisa memandang dirinya sebagai calon ibu dari anak nya atau sebagai istrinya??? Apakah Christian tidak punya perasaan dengan nya??? Mengapa aku sakit sekali mendengar nya ....
Apakah aku mencintainya atau .....
Mengapa aku tidak bisa membenci nya , mengapa aku tidak bisa marah dengan nya bukannya dia pria bastard yang sudah merenggut keperawanannya menghancurkan masa depannya.
__ADS_1
Apabila rasa ini cinta mengapa cuma aku saja yang merasakan nya?? Dan dia tidak??? " oh God mengapa aku seperti ini sakit sekali di dada ini, aku ingin bahagia Tuhan",Sheva bermonolog sambil memegang dadanya dan menangis di dalam kamar nya.
Sheva bangun dari ranjang nya sambil melilit selimut putih di tubuhnya dia melangkah ke arah jendela kamarnya dan melihat pria itu masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan mansionnya," Tuhan lindungi dia dimanapun, doaku selalu mengiringi dia Tuhan" bathin Sheva sambil tersenyum melihat mobil Christian menjauh dari pandangan nya .