
“Anggap saja pertemuan di awal huruf dalam doaku adalah sapaan manja untukmu
Aku akan mengajakmu menyusuri barisan puisi
Kubangun sebuah pohon rindang agar kita bisa berteduh dari jauhnya jarak pandang
Setiap waktu hatiku meredamkan gelisah langkahnya
Ada gurat rasa yang masih merunduk malu-malu untuk kumengerti
Disetiap alur jalan yang Allah hadiahkan
Kita masih berpapasan, menatap jawaban,
Sebab mata masih enggan bersinggungan
Diantara poros takdir, kuingin engkaulah rotasiku
Tempat barisan ingatan berputar pada titik yang sama,
Terjebak dalam lingkaran bahagia yang tak berjeda
Kisah yang belum runtun ini biarkan Allah menata
Karena kita telah menitipkannya, maka percayakan ia pada penciptaNya"
** *―**firman nofeki*
Hospital St.Luisa -Venecia
__ADS_1
Masih disini diruangan ini berkutat dengan melayani pasien ,obat-obatan dan kesibukan lainnya mengurus Rumah Sakit ini yang diberikan Hak penuh kepengurusannya oleh Ayah mertuanya Michal Steve Dornan walaupun dengan perut membesar yang memasuki usia 7 bulan pun wanita itu masih semangat melayani pasien nya tanpa mengenal lelah karena dia tahu kalau dia berdiam diri saja di rumah pasti dia akan selalu bertemu dengan pria , pria yang telah memperkosa nya yang telah menanam benih di dalam rahimnya. ditambah lagi dia harus berpura-pura berbuat baik dan romantis terhadap pria itu karena untuk menjaga image pria itu di depan adik kesayangannya.
Kalau sudah brengsek ya dasarnya brengsek juga memang bisa berubah sifat pria itu, kadang tidak bisa di pungkiri dengan hati ini, sudah sangat membencinya tapi tidak bisa jauh darinya kadang ada perasaan rindu kepadanya atau ketika dia didekati oleh wanita lain hati ini rasanya sakit apa karena bayi ini yanng tidak ingin jauh dari ayahnya. Bagaimana aku bisa pergi jauh setelah melahirkan kalau bayi nya saja tidak bisa jauh dari ayah kandungnya.
Apakah aku harus belajar mencintainya??? tapi aku tidak mau sakit ketika mengetahui dia tidak mencintaiku. Lamunan itu pun terhenti ketika dia harus melihat tumpukan berkas di atas meja kerja nya sesibuk apapun dia terhadap pasiennya dia pasti menyempatkan dirinya untuk mengontrol Rumah sakitnya sekarang ataupun Rumah sakit dan Klinik yang diberikan Ayahnya Billy Johnson walaupun rumah sakit dan klinik itu dipegang sementara oleh orang kepercayaan Sheva.
"Maaf Nona , Dokter Sheva tidak bisa diganggu, beliau sedang sibuk jika nona ingin menemuinya alangkah baiknya ketemui beliau ketika jam makan siang"
"Gak, tidak bisa aku harus bertemu dengan Sheva sekarang , aku mau ketemu dia"
"jangan nona , saya mohon jangan sekarang"
Suara gaduh diluar sana antara Donna dengan seseorang yang memiliki suara begitu asing ditelinga Sheva, cukup menganggu keseriusan Sheva dalam bekerja . Sheva ingin mengecek siapa yang menciptakan suara bising dan kerusuhan di luar ruangannya. Sheva tidak tahan lagi lalu menutup laptopnya yang baru saja dia buka lalu dia menyimpan berkas-berkas kedalam lemari kecil disamping mejanya. kemudian dia melangkah keluar menuju ke pintu ruangannya.
Cklek
Pintu ruangan terbuka semakin terbuka lebar , semakin sheva bisa melihat dengan jelas siapa sosok dibalik pintunya. Sosok itu adalah seseorang wanita membawa anak perempuan mungkin berumuran 9 tahunan , wanita didepannya ini memakai pakaian yang lumayan bagus .
Sheva pun hanya terdiam tanpa mengatakan apapun kehadiran wanita ini disini membuat sheva bertanya-tanya apa yang diinginkan wanita ini.
"Sheva.. Sheva inikah kau!! aku ingin berbicara denganmu!!"wanita itu melangkahkan kakinya kedepan mendekati sheva yang berdiri hanya beberapa cm di belakang pintu ruangan kerjanya.
Wanita itu semakin mendekat namun Sheva melangkahkan kaki nya kebelakang seolah menolak kehadiran wanita itu yang ingin mengharap sedikit belas kasih dan berbicara kepada Sheva Anastasya untuk dirinya.
"SHeva tolong" mohon wanita itu bibir wanita itu bergetar hebat mengucapkan permohonan tulus dalam hatinya "tolong kau dengarkan jangan kau takut denganku,aku Stephani Muyer dan anak perempuan ini Agatha Rose Dornan anak dari Suamimu Christian Jamie Dornan
setetes air mata jatuh berlinang dari kelopak mata stephani, turun membasahi kedua pipi wanita itu. semakin lama semakin banyak air mata yang dikeluarkan olehnya namun Sheva tidak tergerak sedikit pun " Anak ini adalah hasil hubungan Christian dengan Shafana mantan pacar Christian yang meninggal 10 tahun yang lalu, aku adalah sepupu wanita itu yang merawat caca panggilan Agatha, Shafana melahirkan agatha tanpa sepengetahuan Christian dan ketika christian mengetahun shafana mengandung dan melahirkan anaknya Christian berang dan marah karena merasa dibohongi oleh Shafana tapi shafana bukan niat untuk membohongi christian waktu itu dia takut untuk jujur .. dia takut christian tidak akan bisa menerima kehamilannya dan anak yang dikandungnya, rupanya akibat pertekangkaran besar itu shafana dan christian kecelakaan yang mengakibatkan shafana meninggal ditempat dan christian hilang ingatan , dan bayi caca pun harus merasakan menjadi piatu waktu itu dan aku sebagai sepupunya pun merasa kasihan dengan caca karena sudah kehilangan ibunya dan ayahnya pun tidak mengenalnya. dia kurawat dan kubesarkan..hiiks.." suara sesunggukan mulai terdengar jelas ditelinganya sendiri, Sheva maupun Donna. Donna sendiri lebih memilih mundur dari ruangan itu dia tidak ingin mencampuri urusan Sheva.
"Tolong Sheva tolong rawat caca dan pertemukan dia dengan ayahnya..." Stephani menggelengkan kepalanya dua tangannya bertumpu di depan wajahnya sendiri , kedua tangan itu mengatup seperti menjadi tanda jika dia memohon kepada Sheva.
__ADS_1
"sudah ngomongnya??? Kalau sudah Donna akan mengantarmu keluar dari ruanganku" ujar Sheva membuat Stefhanie terkejut luar biasa . dia tidak menyangka kalimat permohonannya sedikitpun tidak dipedulikan oleh Sheva. "Donna tolong antar Nona dan anak ini keluar dari ruanganku!!!"sheva menginterupsi Donna.
"Sheva tolong aku kasihanilah anak ini" berteriak tidak terima , Stephani mendekat kearah Sheva ,mencengkram keraj baju dokter sheva lalu menggoyang-goyangkan tubuh sheva dengan emosional tanpa mempedulikan kehamilan sheva.
"tega sekali kau sheva mengusirku, dia (menunjuk caca) anak dari suamimu dan keponakanmu aku sepupumu, aku bukan pengemis"
Awal nya sheva hanya diam namun lama kelamaan dia kehabisan kesabaran dan kata-kata. Satu dorongan kecil namun memiliki tenaga yang cukup kuat diberikan oleh Sheva kepada stephanie agar wanita itu melepaskan cengkraman nya. Tubuh steptanie otomatis memundur lalu tubuh itu tersungkur di atas lantai. " aku tidak peduli kau sepupuku atau dia keponakanku karena aku tidak merasa punya saudara, dan dia yang kau bilang anak christian mengapa tidak kau antar ke ayahnya kenapa harus ke aku!!!"
"kenapa kamu jadi seperti ini sheva ???" suara tangis dan pilu bercampur serak stephanie hampir membuat donna ingin menolong wanita itu namun dia tidak berani melakukannya di depan Sheva yang dilihat sedang emosi yang dia tahu wanita itu sangat lembut dan baik tetapi sekarang dia seperti menahan emosi nya dan meledak serta mata nya merah.
"kau mau bukti bahwa shafana itu kakak mu, ini buktinya " Stefhanie memberikan fhoto Shavana kepada Sheva untuk melihat bukti kemiripan dia dengan Shafana ibu dari caca anak kecil yang sangat cantik.
Sheva pun menitikkan airmatanya melihat fhoto Shavana yang sedang menggendong Bayi caca yang sangat mirip dengannya "ini tidak mungkin siapa dia begitu mirip denganku yang aku tahu aku adalah anak tunggal, kau bohong bukan?? kau mau uang , kau mau berapa aku akan berikan kepada kau asal kau jangan bawa kebohongan tentang ini" tangis sheva dalam kemarahannya
"aku tidak butuh uangmu sheva , itulah ada kebenarannya sheva kau bisa tanyakan dengan daddymu Billy Johnson, antara kau dan Shafana adalah saudara kembar. shafana dirawat oleh mommy mu Catherine Dougllas kalian dipisahkan dari kecil akibat perceraian orangtua kalian" ungkap Stephanie yang menangis sambil menjelaskan dengan tubuh tersungkur diatas lantai. "tolong aku Sheva tolong rawat caca, karena aku tidak bisa lagi merawatnya karena aku harus balik lagi ke Los Angeles pekerjaan dan studi ku sudah selesai disini aku akan menikah tidak mungkin aku membawa caca apa kata orangtuaku !! kau sekarang sedang hamil bukan?? dan anakmu kembar, apakah kau tidak merasa kenapa kau bisa punya anak kembar?? sedangkan christian tidak ada keturunan kembar dan kamu keturunan kembar!!" masih dalam isakan tangisnya stefhanie memohon .
"arghh... Sheva mengacak rambutnya kasar" Sheva kembali melihat anak kecil itu lalu mendekatinya dan jongkok agar sejajar dengan anak kecil itu " hai ... namamu siapa sayang???" sapa Sheva yang membelai rambut halus anak itu yang dilihat memang sangat mirip dengan pria *** itu matanya yang bewarna keabuan dan bibirnya sangat mirip. "memang dasar pria kurang ajar suka sekali melempar benih kemana-mana"bathin sheva
"hai tante, aku Agatha Rose Dornan biasa dipanggil caca!! tante mirip sekali dengan mama" sambil memegang pipi Sheva
"sayang kau mau ikut dengan tante??? kita akan bertemu dengan ayahmu!!" ajak Sheva kepada caca
"mau tante aku mau bertemu dengan daddy, karena kata aunty stephanie daddy sangat ganteng" dengan senyuman manisnya memohon kepada sheva
Sheva lalu berdiri dari jongkoknya dan memegang tangan caca untuk masuk keruangannya "dan kau stephanie terima kasih atas kunjunganmu dan aku janji akan menjaga caca seperti permintaanmu walaupun christian tidak mengingat siapa shafana dan caca aku akan memastikan caca akan baik-baik saja karena dia keponakanku juga walaupun rasa nya sakit ya karena dibohongi oleh orang tua sendiri dan suami... tapi ya sudahlah dan kau sebelum pergi tolong berikan nomor kontakmu kepada donna agar kalau ada apa-apa aku bisa menghubungimu" sheva mendekat kepada stephanie dan memegang pundak nya dan membantu berdiri catherie "terima kasih kau sudah merawatnya dan tidak mentelantarkannya"
"terima kasih sheva kau sudah mengabulkan keinginanku .. terima kasih bolehkah sebelum aku pergi memeluk caca"
Sheva pun menanggukan kepala nya memberi izin kepada stephanie, lalu stephanie mendekat dan melangkah ke arah caca memeluknya dan mencium keningnya "sayang baik-baik disini jangan bandel ya masih ingat janji caca sama aunty kan?? caca harus sayang sama daddy apapun itu ya?? dan caca harus sayang juga sama mommy sheva ya??" caca pun mengangguk kepala nya "iya aunty caca tidak akan bandel dan janji akan sayang sama daddy dan mommy sheva" membalas pelukan stefhanie
__ADS_1
Sheva pun memberi kode kepada donna untuk mengantar stefhanie keluar ruangannya setelah selesai kau mengantar nona Stefhanie tolong kau hubungi Haikal untuk bertemu denganku.
"baik nona" Donna dan Stefhanie pun pergi meninggalkan Sheva dan caca di dalam ruangan itu.