Mr. Misterius Falling In Love

Mr. Misterius Falling In Love
Chapter 30


__ADS_3

Abang......."Cia datang berlari memeluk Arnold lalu cup mencium pipi Arnold tanpa malu. " ganteng nya Cia apa kabar???" Sambil memeluk erat Arnold


Arnold yang sedang duduk di sebuah restaurant mendengar suara panggilan memanggil namanya dia bangun dari duduk nya lalu mendekat ke empunya suara itu "Cia sayang" dia membalas memeluk adik sepupunya yang sudah dianggap adik kandung oleh nya." Baik cantik, kok gak bilang-bilang kalau pulang ke sini sayang"


"Suprise buat Abang Christian dan bang Arnold" Cia pun melepaskan pelukannya dan melihat wanita cantik yang berdiri dibelakang Abang nya sedang tersenyum kearah nya." Hai kakak , aku Cia adik kesayangan kak Arnold , kakak pasti istri nya kan??" Sambil memberikan tangan nya berjabat dengan Fanny.


"Hai Cia , aku Fanny istri kak Arnold" membalas jabat tangan Cia dan menoleh dibelakang nya Cia sepasang pria dan wanita yang menyusul Cia yaitu Sheva dan Christian.


"Wah kakak cantik sekali mirip dengan Kak Sheva istri bang tian beruntung bang Arnold dapat istri kayak kakak" sambil menoleh ke Sheva yang berdiri disamping Christian


Christian yang sedari tadi memandang pertemuan Arnold dan Cia pun cuma tersenyum dia pun memberi kode kepada waitres untuk membawa makanan "bro ayo kenapa berdiri!!! Duduk gi!!", mempersilahkan Arnold dan fanny duduk. Tampak Fanny yang masih melirik kearah Sheva seperti memberi isyarat Christian yang melihat itu lalu membelai lembut rambut Sheva yang sedang duduk pas disebelah nya "sayang, katanya kamu rindu ingin bertemu dengan Fanny kenapa kalian diam saja sekarang??" Sambil membelai rambut Sheva tangan kiri nya dan tangan kanan nya mengelus lembut perut Sheva.


Sheva yang aneh dengan perilaku Christian pun sadar bahwa ia harus berperan selama didepan Cia adik ipar nya," iya sayang sudah ada kak Fanny didepan kU sekarang rasa rindu kU sudah terjawab dengan melihat wajah nya saja"'kata Sheva yang melihat ke arah wajah Fanny yang tersenyum tipis.


Cia yang melihat kedua Abang dan kakak ipar nya pun cuma berdiam diri pun iya menyeletuk " hai Abang tian dan bang Arnold mengapa kalian satu meja tapi berdiaman??? Dan kakak kalian berdua bukan saudaran kan?? Kenapa diam juga??" Ungkap Cia berdiri dari kursi nya sambil berkacak pinggang didepan Abang-Abang nya


Fanny pun berdiri memegang pundak Cia "sayang kami tidak ada apa-apa kami cuma bingung saja karena sudah lama tidak bertemu kan!!" Dan menyuruh Cia kembali duduk. Fanny pun melihat ke arah depan nya dia tersenyum melihat Christian dan Sheva yang mesra " kalian berdua apa kabar???, Sheva bagaimana kondisi kandungan mu??" Ucap Fanny yang basa basi di depan kedua pasangan itu agar Cia tidak curiga dengan mereka.

__ADS_1


"Baik kak , kandungan kU baik juga dua bulan lagi mereka lahir kak, aku dan Christian jadi tak sabar menunggu mereka kak" menjawab pertanyaan Fanny sambil sambil memegang tangan Christian yang masih memegang perut buncit nya


"Abang, kakak aku pulang kesini sebelum pulang kerumah papa, ingin mengundang Abang dan kakak ke pertemuan aku dan calon ku kak" kata Cia sambil memotong stek nya di piring , kebetulan makanan yang dipesan oleh Christian sudah sampai semua .


Uhukk uhukkk Christian yang terbatuk saat minum air pun menarik nafas saat mendengar adiknya ingin menikah "apa ??? Kamu sudah punya calon??? Siapa dia??? Bisa perkenal kan dengan kami???"tegas Christian dengan nada meninggi yang membuat Cia pun berhenti makan


Sheva yang melihat Christian terbatuk pun mengelus punggung Christian dan menegur Christian agar jangan bernada tinggi kepada Cia , karena Sheva sudah melihat mata Cia berkaca-kaca "Christian pelan kan nada suara mu kasihan Cia , biarkan lah dia ingin menikah kita sebagai yang dituakan cuma bisa mendoakan dan merestui nya bukan menghalangi nya"


Keheningan pun dimulai di ruangan vip restaurant itu yang tadi nya suasana makan itu ramai dengan candaan tapi seketika berubah jadi hening karena mendengar rencana Cia ingin menikah dengan diadakan nya pertemuan keluarga.


Cia yang melirik Fanny dan Sheva pun cuma bisa tersenyum karena melihat ketegangan di wajah mereka berdua "kakak tenang aja besok sebelum acara keluarga hari ini aku pertemukan kalian kebetulan dia lagi jalan kesini kak" jawab Cia yang mencairkan suasana "c'mon kak jangan jadi tegang deh suasanan nya ini, terutama kau bang tian jangan suka marah-marah lihat wajah istri mu itu dia ketakutan melihat mu marah dia lagi hamil tidak kasihan sama anak kalian"


Christian yang menoleh kesamping nya melihat wajah Sheva pun merasa memang melihat ketakutan di wajah Sheva "dia kenapa melihatku jadi ketakutan apa dia menang takut dengan kU?" Bathin Christian


Sambil memegang tangan Sheva dan mencium punggung tangan Sheva "kau tidak usah takut dengan kU, aku tidak makan kau!!!" Sambil tertawa menggoda Sheva Christian melihat wajah Sheva


Fanny yang sedari tadi melihat tingkah Christian menggoda Sheva pun menjadi muak dengan tingkah pria bastard ini yang mencoba menjadi pria baik yang bertanggung jawab " cih kau tidak akan bisa baik Christian sekali tetap kau!!!"'gerutu Fanny dalam hati melihat Christian dari jauh secara sinis.

__ADS_1


Sheva yang ternganga melihat perlakuan Christian pun menelan ludah.


Sheva berusaha melepaskan tangan nya dari Christian pun tak bisa "ehm tian lepaskan tangan kU, aku tidak takut dengan mu, aku hanya tidak suka kau keras dengan Cia , aku setuju dengan dokter Arnold bahwa sebelum pertemuan keluarga bertemu dulu dengan calon nya" .lalu Sheva pun maju kearah Christian dan berbisik di telingan Christian "aku cuma berpesan kalau mau lakukan apapun itu utamakan  itu dalam bersikap otak mu dan hati mu jangan emosi dulu yang kau utamakan" sambil mengelus pipi Christian secara halus


Iiiisssh geram Christian sambil mengepalkan tangannya kepada Sheva yang tersenyum kepada nya "di kasih hati Nih wanita makin melunjak" Christian bermonolog dalam hati nya . "Ya udah mana calon mu itu!!! " gerutu christian kepada cia


setelah itu tak berapa lama datang lah seorang pria tampan yang datang ke meja tempat christian dan yang lainnya sedang makan," permisi ..." ungkap pria itu


lalu cia menoleh kesamping nya dia lalu tersenyum melihat pria itu dia bangun dari duduk nya dan menghampiri pria itu "sayang kamu sudah datang" cia memeluk pria itu . "abang Christian dan abang Arnold perkenalkan ini calon suami ku Andrean William Harisson". Sambil menyuruh duduk andre di kursi pas didepan Christian .


"owh dia silahkan duduk" christian mempersilahkan duduk andre sambil memandang tidak suka kepada andre.


"Well, setidaknya kalian sudah ada disini... kurasa kami tidak bisa ikut campur dan mendengar dengan urusan keluarga ini", Sheva menghela nafas dengan sangat panjang kemudian berdiri mengajak fanny pergi dari ruangan itu


"Baik terimakasih kak untuk pengertian kalian"jawab cia sambil mengerlingkan mata kirinya kepada Sheva dan fanny


"ehmm baik kami bisa pindah ke ruangan sebelah saja, and Christian aku ada disebelah bersama kak fanny dan Donna" sheva pun berlalu meninggalkan abang dan adik itu di ruangan.

__ADS_1


__ADS_2