Mr. Misterius Falling In Love

Mr. Misterius Falling In Love
Chapter 39


__ADS_3

“It's extraordinary to look into a baby's face and see a piece of your flesh and your spirit. It makes you realize you are a part of the human race." — Liam Neeson


(Sungguh luar biasa melihat wajah bayi dan melihat sepotong daging dan jiwamu. Itu membuatmu sadar bahwa kamu adalah bagian dari umat manusia.)


Pov Christian


Akhirnya pulang juga kerumah rindu melihat senyumnya rindu memeluknya terutama rindu mengecup bibir manis wanita nya yang menjadi candu untuk nya setiap saat, tapi kenapa rumah sepi biasa ketika dia pulang pasti dia disambut dengan senyum manis dari wanita nya itu.


"Sayang... aku pulang kamu dimana???" Christian menoleh ke kanan kiri melihat ke arah ruang tamu dan keluarga mencari Sheva tidak ada dia pun melangkah kaki nya ke dapur yang menjadi salah satu tempat kesayangan istrinya sejak dia cuti dari kerjaannya dan lebih banyak dirumah untuk mengurus rumah ,suami dan anak.


"Tian...tian" teriakan dari depan pintu memanggil Nya


Christian yang menoleh kearah pintu masuk pun melihat orang yang memanggil dia mendengus " apa sih bro tunggu aja disana kenapa, gue lagi cari istri gue nih hilang entah kemana!!"


Arnold pun menyeringai mendengar kata hilang dari mulut Christian "istri lo kemana kok bisa hilang?? Gak digondol kucing kan bro??ha ha ha"


Christian yang mendengar Arnold lalu mentoyor kepala Arnold "gila lu emang istri gue ikan pakai acara digondol kucing , udh lo duduk aja di ruang keluarga aku mau ke atas dulu mungkin dia dikamar"


Ketika kaki Christian akan melangkah terhenti dengan suara yang memanggilnya dari tangga turun berlari kearah nya


"Daddy....daddy...daddy"


Caca memeluk Christian


Christian yang melihat caca memeluk kakinya pun beralih menurunkan badannya menyamakan badannya dengan caca, " hai princess daddy kenapa lari-lari tadi nanti kalau jatuh bagaimana???" Sambil menjepit ujung hidung caca


"Awkkkhh sakit daddy , iya daddy maaf habis rindu tidak lihat wajah daddy seharian."


Christian bersenyum melihat caca lalu dia mencium kening caca, Cup ... daddy juga rindu dengan kamu. Ehmmm caca sayang kamu tahu tidak mommy dimana ???"


Caca menatap mata ayah nya menggelengkan kepala nya " tidak tahu daddy sejak tadi caca pulang sekolah bersama bik asih tidak lihat mommy , caca juga mau telepon daddy mau tanya mommy kemana??"


Senyum yang sedari tadi mengembang di bibir tipis Christian pun pudar ketika dia mendengar dari caca bahwa istrinya tidak ada dari tadi, pikiran nya pun berkecamuk memikirkan apa yang terjadi dengan istrinya apalagi dia sedang berbadan dua.


" bik asih bawa caca kekamar nya sekarang!! " Christian tegas kepada pengasuh caca


"Baik tuan "


Caca yang merengek tidak mau kekamar pun dipaksa oleh bik asih untuk masuk kamar dengan terpaksa pun caca pergi meninggalkan Christian di ruang keluarga.


Christian yang mulai mengeraskan rahangnya pun mulai manggil body guard nya


Plak


Plak


Plak


Christian menampak ketiga body guard nya itu yang ceroboh membuat istrinya hilang dan mereka pun tidak mengetahui kemana istrinya itu pergi

__ADS_1


"Kalian bego semua percuma saya gaji kalian tinggi untuk jaga istri saya aja tidak bisa!!! "


"Maafkan saya tuan karena sedari tadi saya tidak melihat nyonya Sheva kemana-mana dia cuma di kamar saja "


Bug..bug


Christian memukul Bodyguard nya tanpa belas kasih hingga salah satu anak buahnya tumbang tersungkur ke bawah


Arnold yang lirih kasihan melihat penyiksaan Christian terhadap Bodyguard nya itu pun bangun dari duduk nya dan melangkahi dekat kearah Christian menepuk pundak Christian


"Bro .. sudah dia udah kesakitan itu jangan tambah lagi nanti dia mati, lo dirumah ada CCTV kan coba cek dulu pasti kan tahu siapa yang bawa istri lo!!!"


Christian pun menepuk jidatnya saking terbawa suasana karena kehilangan istrinya pun dia melupakan CCTV yang berada dirumah nya, dia harus cepat keruangan CCTV untuk melihat nya siapa yang menculik istrinya itu.


Dddrt dddrt


Hp Christian bergetar dia melihat nama dihp nya


DONNA Dial


Tanpa berpikir panjang lagi Christian mengangkat telepon nya


"Halo Don, lo tahu..."


Ucapan Christian terputus ketika mendengar cerocosan Donna diseberang sama


"Hallo Tuan Christian kamu dimana? Saya mau kasih kabar nona Sheva dirumah sakit "


Donna yang mendengar teriakan Christian pun merutuki Christian didalam hatinya "ampun dah suami bos nya ini bisa gak sih kalau ngomong gak usah pakai urat"


" tiga jam yang lalu nona habis melahirkan tuan, dirumah sakit biasa nona cek kandungan tuan."


" What ...  Sheva sudah melahirkan tiga jam yang lalu baru kamu kasih tahu saya sekarang!!! Kamu ini bagaimana sih Donna saya itu suaminya kamu seharusnya kasih tahu saya. Baik saya segera kesana" tegas Christian


"Maaf tuan itu permintaan nona Sheva , iya tuan segera kemari ditunggu nona Sheva"


Donna mematikan teleponnya


Christian yang masih menatap hp nya di tangannya itu pun menarik nafas nya secara kasar "arghhh"


"Kenapa bro??? Sheva sudah melahirkan ya??? Ayo sekarang kita kerumah sakit kenapa lo malah bengong disini gak peka amat sih loh jadi suami "


Mata Christian menatap Arnold jengah melihat gerutuan Arnold , Christian pun menendang kaki Arnold hingga Arnold terjatuh " gak usah ikut campur dah , tanpa lo suruh gue udah mau kesana bego!!!


Arnold yang masih terjatuh pun meringis kesakitan kaki nya "awwwkh sakit bego gue punya salah apa ma lo kok ditendang"


Christian pun menolong Arnold berdiri memapah Arnold berjalan " ya udh gak usah manja juga kali ayo temanin gue kerumah sakit terus obat in kali lo disana sekalian gue minta di amputasi aja kaki lo ma dokter" ucap Christian sinis


Arnold yang mendengar perkataan Christian pun begedik ngeri "enak aja kaki gue mau diamputasi sebelum itu terjadi gue hancurkan masa depan lo itu" sambil meluruh kearah **** Christian

__ADS_1


Christian yang menoleh kearah lirikan mata Arnold pun ngeri, lalu mereka menaiki mobil yang masih didepan teras mansion itu berada .


*****


Brug


Bunyi pintu terbuka secara kasar


Laki-laki itu melihat kearah depan pintu dia melihat wanita nya itu masih duduk di kepala ranjang sambil menggendong bayinya tersenyum kearah nya disamping nya terdapat Donna wanita kepercayaan istrinya yang menghubungi dia tadi bahwa istri Nya itu sudah melahirkan.


Christian melangkah kearah istrinya mendekat istrinya matanya berkaca -kaca melihat istrinya itu menggendong anak nya mengelus puncak kepala istrinya lalu mencium puncak kepala Sheva secara halus dan beralih tatapannya kearah bayi yang masih berada digendong an Sheva memegang tangan anak nya lalu mencium punggung anaknya.


"Sayang anak daddy"


Cup


Sheva yang melihat Christian berkaca-kaca pun mengelus pundak suaminya "maafkan aku tidak memberitahukan mu aku melahirkan sekarang , karena aku tahu kamu beberapa hari ini sedang sibuk bukan ???"


Christian yang masih memandang wajah anaknya yang sedang tertidur di gendongan Sheva pun mengambil alih anaknya dari Sheva lalu dia menggendong nya tanpa mendengar alasan istrinya


“Sayang anak daddy, daddy sudah lama menunggu kamu nak” sambil membuai dalam gendongan nya Christian masih tidak menatap Sheva dan pandangan nya pun beralih ke box bayi sebelah istrinya ada anaknya lagi yang masih tertidur disana dia mendekat ke box nya sambil memandang nya dan mencium kening anaknya.


“Yang mana Abang dan yang mana adik??” Christian bersuara serak bertanya kepada Sheva menahan marahnya sedari tadi dengan Sheva


Sheva yang merasa Christian masih marah pada nya itu melengos mendengar suara Christian “bukan bertanya istrinya kabar nya kayak apa ini pakai acara ngambek kayak anak-anak banget sih” bathin Sheva


“Yang di box itu Abang , yang di gendongan kamu itu Adek, anak kita sepasang laki-laki dan perempuan”


Christian masih melihat anak-anaknya tanpa melirik istrinya sedikit pun


Donna yang merasa canggung dengan situasi didalam ruangan itu pun bersuara untuk mencairkan suasana “ehmm” deheman Donna yang membuat kedua suami istri itu menoleh kearah nya


“Maaf nih tuan dan nona siapa nama anak-anaknya karena sedari tadi kita panggil Abang dan adik saja”


“Iya saya sudah persiapkan namanya Alexander Christian Dornan dan Alexandria Christian Dornan itu nama anak-anak saya”



“Artinya anak laki-laki yang tangguh dari Christian Dornan dan anak perempuan pembela keluarga dari Christian Dornan” ucap Christian mencium satu-satu putra dan putri nya.


Sheva yang mengernyitkan keningnya satu garis pun menatap Christian aneh “aku gak terima mereka kan anak-anak aku juga masak nama kamu saja yang tersemat di nama mereka”


Christian menaikkan satu alis nya menatap Sheva lalu dia mendekat tempat tidur Sheva “kamu melahirkan tanpa sepengetahuan aku aja aku gak apa-apa , masak kamu gak bisa terima dengan nama yang kuberikan untuk mereka anak-anakku”


SKAKMAT


Untuk Sheva dia terbungkam bibirnya saat mendengar ucapan Christian “ya sudah aku terima kalau gitu namanya , tapi nanti kalau anak berikutnya aku mau nama aku disematkan juga”


Christian tersenyum mendengar Sheva lalu dia duduk disamping istrinya lalu mendekatkan kepala nya Sheva dan berbisik ditelinga Sheva “ berarti kamu sudah siap punya anak lagi sayang?? Oke tunggu anak-anak berumur 2 bulan kita proses lagi ya sayang” sambil mengecup telinga Sheva

__ADS_1


Blush wajah Sheva memerah yang mendengar bisikan Christian dia merutuki dirinya sendiri kenapa bisa bodoh mengeluarkan kata-kata punya anak lagi itu sudah menjadi kemenangan untuk Christian.


__ADS_2