
Apartemen Christian
Akhirnya Sheva dan anak-anak sampai di apartemen Christian, Sheva langsung berjalan menuju Lift menekan tombol lift 25.
Ting...
Pintu lift terbuka sheva berjalan menuju Apartemen nomor 1205, akhirnya Sheva dan anak - ank berdiri di depan pintu apartemen Christian. " Mommy, cepatan buka pintu nya caca udah gak sabar ketemu ma Daddy"ucap Caca menarik tangan Sheva
Sheva yang kaget ditarik tangannya pun tersenyum dan memencet bel di depan pintu apartemen Christian.
Ting..Tong, Ting..Tong
Christian yang masih di ruang keluarga bersama mario pun kaget mendengar bel pintu berbunyi.
"Buka pintunya Mario"perintah Christian
Mario mengangguk lemah.
Ting...Tong, Ting..Tong
"Tunggu sebentar,"kata Mario lirih seraya berjalan cepat menghampiri pintu utama apartemen itu
Saat Mario meraih kenop dan membuka pintu, matanya seketika melebar dengan senyum.
"Nona Sheva!"
"Siapa Mario yang datang?"teriak Christian menghampiri mario
Christian kaget matanya membulat dengan senyum merekah muncul di wajah nya yang selama ini muram karena berjauhan dengan istri dan anak-anaknya.
"Sayang!", Christian menerjang tubuh Sheva ia melingkarkan kedua tangannya di leher wanita itu dan memeluknya dengan erat. Dihirupnya dalam-dalam aroma tubuh Sheva di hidungnya.
"Hai, Chris." Sheva membalas pelukan Christian dengan mengusap punggung pria itu. dikecupnya pelipis pria itu dengan sapuan lembut.
"Mommy!" teriakan Caca menarik ujung dress Sheva
Sheva yang sebelumnya enggan melepas pelukan Christian tiba-tiba menarik tubuhnya mundur dan melihat Caca berjongkok mensejajarkan dirinya dengan caca . "Oopss, Sorry sayang Mommy lupa"gerutu Sheva menutup mulutnya
Christian mengulas senyum melihat anak-anaknya dari dekat dia menghampiri caca dan memeluknya. " Sayang, anak Daddy"sapa Christian dengan memeluk caca
Caca mengeratkan pelukan di leher Christian, Caca enggan melepas pelukannya. Ia takut jika melepasnya, daddynya itu akan pergi lagi dan tidak akan kembali.
"Hiks..Hiks, caca rindu dengan Daddy" tangis caca di pelukan Christian.
Mata Christian memerah menahan air mata nya untuk tidak keluar mendengar perkataan Caca, Christian mengusap punggung Caca dengan lembut. "Sayang, Daddy juga rindu dengan Caca dan Adek-adek"
Caca mendongakan kepalanya melihat wajah tampan Daddynya. "Daddy janji gak akan pergi lagi? "pinta Caca memberikan jari kelingking nya kepad Christian
Christian menganggukan kepalanya dan menautkan jari kelingkingnya kepada Caca, "Jangan nangis lagi, udah gede kok cengeng ntar cantiknya hilang"
Caca mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan Daddy nya. "AKu gak cengeng kok Daddy"
Christian melepas pelukannya dan beralih melihat anak kembarnya yang berada di stroler, Christian mengambil Alex dan menggendongnya dengan erat ,"Putra ku, penerusku"
Sheve menitikkan air mata melihat pertemuan anak-anaknya yang merindukan daddynya. "hai sudah deh, udah deh drama tangis-tangisan nya ini gak disuruh masuk tamunya Christian?"gerutu Sheva
Christian dan Mario tersadar bahwa dari tadi mereka masih diluar belum mempersilahkan tamunya untuk masuk, Christian menepuk jidatnya dan merangkul Sheva membawa nya masuk. "maafkan aku sayang, karena terlalu rindu aku jadi lupa! ayo masuk".
Christian membawa Sheva dan anak-anak masuk menuju ruang makan, Sheva berdiri menahan lapr di perutnya melihat beberapa macam makanan yang tersaji di meja makan, membuatnya semakin melangsa. Apakah ini efek kehamilan di perutnya? Sheva merasa mudah lapar.
__ADS_1
Christian yang melihat mimik wajah sheva pun tersenyum dan menyuruh Sheva untuk duduk di sana. "Ayo sayang kamu mau makan apa, ini aku sediakan pasta kesukaanmu" ucap Christian sambil mengambil pasta dan menaruh dipiring Sheva.
Sheva tersenyum dan memakan pasta nya dengan tenang. Christian beralih ke Caca dan sikembar. "Caca mau makan apa?? Daddy sudah siapkan Pizza kesukaan Caca, Mau?"Tanya CHristian
Caca mengangguk pelan. "mau Daddy"kata Caca
Christian mengambil beberapa potong Pizza dan di taruh diatas piring caca.
Christian tersenyum melihat istri dan anak-anaknya berada disampingnya sekarang, Christian berjanji dia tidak akan melepaskan dan berpisah lagi dengan keluarganya.
Disaat Christian masih menatap anak dan istrinya, ponsel hitamnya yang berada disaku celananya berdering begitu nyaring memecah ketenangan di antara mereka.
Christian berjalan menjauhi SHeva dan mengambil ponselnya. Raut wajahnya berubah serius. diangkatnya panggilan itu dengan satu jawaban pasti. " Apa Haikal?, iya kamu kesini saja "
Christian menutup panggilannya dan memakai ja formalnya dengan gesit, saat ia hendak keluar, melewati Sheva yang sudah berdiri dibelakangnya, lagi-lagi lengan Christian dicekal olehnya. "kamu mau kemana? kata kamu mau ketemu sama anak-anak kok kamu pergi"gerutu Sheva kesal.
"Maaf sayang , ada hal mendesak ini"ucap Christian
Sheva yang melihat raut wajah Christian berubah pun hanya mengernyit kan kening bingung. Sheva yang melihat Nanny anak membawa anak-anak keruang tengah tempatnya berada bersama Christian pun memberi kode kepada Nanny nya untuk membawa anak-anak main. Nanny yang mengerti kode yang diberikan Sheva pun menganggukan kepalanya.
"Tuan, Ada Tuan Haikal ingin bertemu dengan anda" ucap mario
"Bawa dia keruang kerja ku"ucap Christian berdiri menuju keruangan kerjanya yang diikuti Sheva.
Haikal dan Mario masuk kedalam keruang kerja Christian yang memang disediakan oleh christian selama dia tinggal di apartemen itu. untuk memudahkan jika dia mengurus pekerjaanya.
Sheva memutar bola matanya malas melihat tingkah Christian yang berdiri didepan kaca besar yang berada di ruang kerjanya. "Aneh, sok ganteng berdiri disana"gumam Sheva pelan tapi masih di dengar oleh Christian.
Christian tersenyum dan berbalik melihat istri cantik sedang duduk di sofa sudut ruang kerjanya, dan melirik sekilas melihat kehadiran asisten nya Mario dan Haikal.
"Hmmm, jadi informasi apa yang kau dapat? sampai kau jauh jauh dari Italy ke sini? dan tahu keberadaan ku? " ucap Christian
Hening...
Christian menerima berkas dari Haikal dan membaca nya dia membulatkan matanya melihat angka kerugian yang tertera di berkas itu.
"Shit!!, siapa yang berani berani membuat ini?"tanya christian
Sheva berdiri mendekat ke Christian dan merampas berkas yang berada di tangan Christian, Sheva membuka berkas itu dan melihat ke wajah Christian dan Haikal bergantian.
"Aku tahu ulah siapa ini" ucap Sheva
Sheva mengambil ponselnya yang berada di tas nya dia menghubungi Donna.
"Hallo, Donna kamu kemari ke apartemen Christian, aku share location kekamu, cepat aku tunggu"perintah Sheva dengan nada tinggi
Sheva memutuskan panggilannya, dan mengshare lokasi nya ke Donna, dia berjalan ke arah Haikal berdiri tepat di depan Haikal.
Plak.. Plak
Sheva menampar wajah tampan Haikal, Christian yang kaget melihat isrinya menampar asisten nya pun menarik Sheva jauh dari Haikal.
Sheva mendorong Christian yang mencegahnya menampar Haikal, dia menatap Christian tajam.
"kamu bodoh, kamu tahu itu haikal? "teriak Sheva menunjuk wajah Haikal
Haikal yang masih kesakitan memegang wajahnya yang memerah akibat tamparan Sheva. "Maafkan saya Nona, saya tidak tahu kesalahan saya apa nona? "Ucap Haikal
"Emang nya lo lupa? beberapa bulan lalu lo habis terima pegawai baru kan?" tanya Sheva
__ADS_1
Haikal berpikir keras mengingat semuanya, dan dia teringat bahwa beberapa bulan lalu dia memang menerima beberpa pegawai baru. "iya , Nona saya ingat bahwa saya menerima pegawai baru untuk dibagian keuangan dan bagian administrasi" Jawab Haikal
Belum Sheva berbicara diluar sana terdengar ketukan pintu, mereka yang berada didalam ruangan itu pun menatap pintu yang sudah terbuka menampakan Wanita cantik masuk keruangan itu dan mendekat Ke Sheva.
"Maaf, Nona saya telat tadi macet dijalan"ucap Donna
Sheva mengangguk kepalanya, "Mana data yang aku minta, kau bawa?" ucap Sheva
Donna memberikan Ipad yang berlogo Apple setengah digigit itu kepada Sheva, "Disana ada beberapa data tambahan yang sudah kita selidiki"
Sheva menerima Ipad itu dan membuka nya lalu membacanya, setelah beberapa menit dia membacanya raut wajah Sheva berubah dan memerah. Donna yang mengetahui perubahan wajah Sheva pun mendekati Sheva dan menepuk pelan punggung Sheva agar Sheva tidak kebablasan di depan orang-orang sekitar. Bisa - bisa mereka tahu kalau Sheva anggota Darl Anggel.
Christian yang melihat perubahan wajah Sheva pun mendekati dirinya, "Kamu kenapa, sayang?"tanya Christian penasaran
Sheva memejamkan matanya untuk menetralkan perasaanya, dia bingung apakah dia harus memberitahukan kepada suaminya tentang dirinya yang merupakan Ketua Dark Angel. Sheva menghela nafas pelan dan membuka matanya dan melihat wajah Christian yang berdiri dihadapannya.
"Sebelumnya aku berbicara tentang informasi yang aku dapat, aku ingin memberitahukan kepada kalian semua yang berada di ruangan ini"ucap Sheva
Haikal, Mario, Christian saling melirik mendengar ucapan Sheva yang membuat mereka pura-pura penasaran, walaupun sejujurnya mereka sudah tahu apa yang ingin Sheva kasih tahu.
"Aku...Aku Ketua Dark Angel Organisasi Mafia dan Gangster terbesar di Eropa"Cicit Sheva menatap wajah suaminya.
Christian dan yang lainnya tersenyum mendengar pengakuan jujur Sheva, dia mendekat dan memeluk Sheva erat, mengelus puncak kepala Sheva dengan lembut. "Maafkan aku sayang, tanpa kamu jujur pun aku sudah mengetahui siapa kamu" gerutu Christian
Sheva mendongak kepalanya melihat Christian dan melepaskan pelukan dari Christian, Sheva kaget mengetahu bahwa Christian telah tahu semuanya tentang dirinya.
"Kamu tahu semua?"tanya Sheva
Christian mengangguka pelan, dan mengulas senyum kepada Sheva, "Iya , aku tahu semua selama ini kamu selalu melindungi diriku dari orang -orang yang ingin mencelakaiku. Walaupun kamu jauh dariku kamu selalu mengawasi ku" jawab Christian
"Tampaknya , Tuan Christian sangat mencintai Nona Sheva", Ucap Mario membuat sorot mata Haikal dan Donna langsung terarah padanya.
" Urus urusan mu sendiri, wajar Tuan Christian mencintai Nona Sheva karena dia istrinya" balas Haikal dengan kecaman yang tajam terhadap pria tersebut hingga Mario langsung menelan ludahnya kuat.
Donna yang melihat ancaman haikal pun memecahkan suasana perang dingin ini, " maafkan saya nona Sheva dan tuan Christian, memotong ucapan anda. Kita harus bertindak cepat dengan bukti bukti yang sudah kita pegang" ucap Donna Memandang Sheva serius
" kau sudah tahu siapa dalang ini? " tanya Sheva serius
" sudah nona, dia orang terdekat anda yang ingin menghancurkan tuan Christian" jawab Donna tegas
Sheva mengernyitkan kening nya sambil tersenyum sinis, " ehmm, aku tahu siapa dia mau main main dia dengan ku ya!" Ucap Sheva berdiri dipinggir meja ruangan itu
" Christian kamu balik sekarang ke italy" perintah Sheva
Christian menggelengkan kepala nya, " tidak bisa sayang, mereka tahunya aku sakit keras dan tidak bisa mengurus perusahaan jika aku pulang sekarang mereka curiga"
Donna memotong pembicaraan Christian, " maaf nona, benar kata tuan Christian kalau tuan Christian pulang sekarang yang ada menimbulkan kecurigaan mereka"ungkap Donna
"Benar kamu, kalau begitu kamu haikal pulang sekarang karena kamu yang membuat kekacauan ini! Kamu dan salah satu anggota kU akan membantu kekacauan disana" perintah Sheva dengan nada meninggi menunjuk wajah tampan haikal
Christian mendekat ke Donna, " begini tampang wajah Sheva kalau dia sedang marah?" Bisik Christian
Donna tertawa mendengar itu, " ini belum seberapa, nanti tuan lihat saja bagaimana Nona Sheva begitu sadis nya saat membunuh musuh musuhnya" balas bisik Donna
Christian bergidik ngeri mendengar perkataan Donna asisten kepercayaan Sheva sekaligus anggota Dark Angel yang ditakuti. Iya, dia tahu bagaimana Dark Angel beraksi saat membunuh para musuhnya. Apalagi ketika musuhnya ingin melukai atau menghancurkan orang orang terdekat yang disayangi Sheva, Sheva akan melakukan apapun untuk melindungi orang orang terkasih nya dengan cara apapun walaupun nyawa nya sebagai taruhannya.
———————————————
Kembali lagi readers, maafkan thor yang tidak pernah up. Semoga readers suka ya.
__ADS_1
Jangan lupa vote dan comment nya ya! Biar thor semangat untuk up nya ☺️☺️☺️☺️
Dan jaga kesehatan stay in home.