
POV Fanny
Inggris
Sejak mengetahui tentang perjodohan untuk menggantikan Sheva, aku harus kembali ke inggris untuk menemui Kakek Roland disana,karena aku tidak mau anak buah kakek sampai di New Zaeland dan mengetahui posisiku dan Sheva berada. maka aku berinisiatif untuk langsung keinggris bertemu dengan Kakek Roland.
Akhirnya aku kembali lagi ke Negara ini setelah 17 tahun lebih meninggalkan negara ini akhirnya kembali lagi kesini, dan harus kembali bertemu dengan Kakek Roland yang sudah membuang ku sejak kecil . Karena aku keturunan Andrew Zurich ayah kandungku yang dibenci oleh Kakek Roland karena sudah membawa lari anak gadisnya.
25 menit perjalanan dari bandara ke mansion akhirnya sampai di depan Mansion yang sangat mewah bergaya klasik modern , disambut hangat oleh maid di mansion mewah ini kedatanganku dan Paman Billy.
"Selamat datang Tuan Billy dan Nona" ungkap Maid wanita itu kepada kami
"iya bik, perkenalkan ini Fanny keponakan saya anak mendiang Margareth ",kata Billy kepada Maid
"Ya tuhan!! Nona Fanny sudah besar dan sangat mirip dengan Nona Margareth, Nona Fanny perkenalkan saya Ara" ungkap Ara memperkenalkan diri kepada Fanny
"Terimakasih Bi Ara" kata Fanny
" Tolong Ara hantar Fanny ke kamarnya, saya ingin keruang kerja ayah saya"
"Baik Tuan Billy saya akan mengantar Nona Fanny kekamar",
"Mari Nona Fanny kita kekamar anda"kata Ara mengantar Fanny kekamarnya
Billy pun menaiki tangga berjalan menuju keruang kerja ayahnya Roland Johnson menyusuri lorong lantai dua ini billy berhenti didepan pintu bewarna gold dan mengetuk pintunya
Tok..Tok..
Cklek Billy membuka pintu ruangan itu tanpa di suruh masuk Billy tetap melangkah masuk keruangan itu, dan dilihat pria tua yang sedang berdiri menghadap kaca jendela nya
"Apa yang kau lakukan ayah??, tak Puaskah kau buat anak ku pergi meninggalkan rumah!! Dan sekarang kau buat lagi anak gadis kU yang lain menanggung perjodohan mu!!"
"Ehhmm... akhirnya kau datang juga membawa anak itu, anak yang tak ingin kulihat lagi wajah nya"
"Jika kau tak ingin melihatnya mengapa kau mencari nya akhir-akhir ini????"
Roland menarik nafas nya dengan kasar dan memalingkan wajah nya berdiri di hadapan Billy
"Kau mau tahu mengapa aku membenci nya??? Karena melihat nya sama seperti melihat maghdalena!!!"
"Apa!!! Bukannya itu bagus dia memiliki paras yang mirip dengan maghdalena???"
"Kau tak tahu rasanya buka kehilangan anak satu-satunya yang disayang dibawa lari oleh laki-laki bastard lalu meninggal" kata Roland disudut mata nya mulai mengeluarkan butiran air mata
"Aku tahu rasanya kehilangan anak perempuan, bukan nya anak kU sekarang hilang gara-gara kau ayah!!!" Ungkap Billy yang mulai mengeraskan rahang nya akibat marah dengan ayah nya
"Sekarang aku tidak mau berdebat dengan mu, aku tahu Fanny sangat menurut dengan mu!! Suruh dia bersiap-siap hari ini karena keluarga Grey akan datang untuk melamar nya ini akibat Sheva lari dari rumah dan sampai sekarang belum ditemui"
"Kau ini memang kakek tidak punya hati ya ayah, kemarin kau korbankan cucu mu hingga dia lari dari rumah dan tidak pulang-pulang karena kau takut malu kau korbankan lagi cucu perempuan mu yang lain. Kau tidak belajar dari kesalahan mu yang sudah-sudah ayah!!!"
"Aku tidak mau tahu tentang itu, yang aku mau anak itu harus mengganti posisi Sheva", terserah kau setuju atau tidak!!!"
__ADS_1
Billy yang mendengar itu mulai mengepalkan tangan nya hingga melihatkan garis -garis biru tangannya dan menarik kerah pakaian ayah nya untuk memukulnya " kau tahu sudah lama ini kU pendam kalau tak pandang kau sebagai ayah kU sudah habis kau"
Tanpa sengaja dari luar ruangan itu ada seorang gadis cantik yang mendengar percakapan mereka dari tadi , Fanny yang melihat paman nya sudah emosi dia berlari memisahkan paman nya dari kakek nya.
"Paman apa yang kau lakukan jangan paman lepaskan kakek, sudah paman " gerutu Fanny yang memujuk pamannya untuk melepaskan Roland
Billy yang kaget melihat Fanny lari kearah nya pun melepaskan cekikan di leher Roland
" kau tak lihat itu cucu yang kau buang membela mu!!!"
Roland yang terlepas dari cekikan Billy pun terjatuh ke lantai, dan Fanny pun menolong berdiri kakeknya itu.
"Paman dan kakek tenang saja aku mau menggantikan posisi Sheva dan tolong kalian jangan seperti ini" ungkap Fanny meninggalkan kedua laki-laki ini keluar
"Gak habis pikir aku sama mereka bisa-bisanya mereka berantem di saat genting begini" gerutu Fanny sambil berjalan dan kembali kekamarnya
Fanny mengambil HP nya diatas nakas lalu meng chat seseorang diseberang sana
FANNY
Bagaimana keadaan disana ???
RENO
Keadaan aman terkendali Nona!!!
FANNY
Keadaan Sheva bagaimana??? Tolong jaga dia selama aku tidak disana!!! Hingga aku selesai mengurus semua permasalahan disini!!!
RENO
FANNY
Bagus awasi dia terus dan penjagaan harus ketat jangan sampai kita lengah dan kecolongan lagi walaupun aku yakin Tuan Arkano akan menjaga Sheva
RENO
Iya nona, sudah saya perketat penjagaan Nona Sheva ditambah Tuan Arkano memberikan Pengawal perempuan untuk menjadi Nona Sheva
FANNY
Owhh... bagus lah Sheva ada pengawal wanita , Tuan Arkano menepati janjinya, kalau ada apa-apa langsung hubungi saya
Fanny pun mengakhiri chat nya bersama anak buahnya, dirumah kakeknya dia tidak bisa menelepon sembarangan anak buahnya karena dia takut ada yang mengetahui keberadaan Sheva .
Akhirnya malam itu pun tiba, malam yang memutuskan masa depan ku yang sebenarnya aku tidak mau diatur untuk urusan rumah tangga sedari tadi pun BI ara dan para penghias ku sudah membantu ku bersiap-siap untuk acara lamaran ini yang diselenggarakan di sebuah Hotel mewah di Inggris, dan aku melihat kaca hasil dandanan ku "ehmm ternyata lumayan lah aku, cantik" bathin Fanny berkata
Setelah itu Fanny turun ke tempat acara di sebuah Ballroom hotel ia tampil anggun dalam balutan gaun yang indah mengenakan gaun off shoulder dari Versace. Taburan kristal pada gaun membuat Fanny tampak bersinar dengan rambut pirang nya yang cuma di renang saja.
__ADS_1
Tampak heels sandal senada membuat Fanny tampil makin jenjang. Dan semua mata pun memandang kearah nya memuji kecantikan nya para kolega ataupun wartawan pun memandang kearah ya.
Jalan didepan mereka ini sama seperti jalan di panggung catwalk harus menghadap ke depan terus lalu tersenyum , ya Tuhan betapa susah nya Sheva saat harus menghadiri acara besar keluarga Johnson
Sampai disana pun Fanny disambut oleh pamannya Billy yang terkesima dengan kecantikan keponakan nya, "kau sudah datang, kau sangat cantik sayang mirip dengan mama mu" mengambil tangan Fanny dan berjalan ke arah Roland dan keluarga Grey
"Nah Chris ini cucuku sudah datang Abighail Fanny dia cucu tertua kU anak dari mendiang Maghdalena anak bungsuku ungkap Roland mengenal kan Fanny kepada keluarga sahabatnya Chris Grey
Chris yang melihat Fanny pun tersenyum lalu mengenal kan Fanny kepada anak dan menantunya Anthony Grey dan Miranda Grey
"Kau sangat cantik nak, cantik sekali" kata Miranda memeluk Fanny
"Sekarang bagaimana kita akan melaksanakan lamaran ini, mana cucu mu Chris ??" Tanya Roland
"Owhh dia sudah datang sekarang masih di toilet" jawab Chris sambil menyuruh anak buah nya mencari cucu nya
Dari kejauhan ada seorang laki-laki tampan yang datang ke Arah balroom itu mendatangi Chris
"Nah ini dia cucu tampan ku, perkenalkan Arnold Steve Grey" mengenalkan Arnold kepada Roland
Fanny yang membulatkan matanya begitu kaget melihat Arnold ini adalah calon suami yang akan dijodohkan dengan dirinya, dan tiba-tiba Fanny teringat bahwa Arnold adalah dokter yang bekerja di Medistra hospital barengnya dan Sheva
"Owh shit, bagaimana ini jika dia memberitahukan kakek bahwa Sheva bersama kU" bathin Fanny berkata kebingungan
Arnold yang tersenyum melihat gadis cantik didepan mata nya ini, lalu menghampiri Fanny dan mencium punggung tangan Fanny sambil berjongkok lalu mengeluarkan sebuah kotak beludru yang berisi cincin berlian dari saku Tuxedo nya
"Miss Fanny Will you marry me??? And live together until old age" kata Arnold
Fanny yang kaget melihat perilaku Arnold wajahnya pun memerah, ini pun bingung harus berkata apapun dan dia pun membantu Arnold untuk berdiri
" maaf tuan Arnold silahkan berdiri jangan anda seperti ini"
Arnold pun mengindakan perkataan Fanny untuk berdiri sambil menepis tangan Fanny yang lainnya
"Aku tidak akan berdiri Nona Fanny sampai anda menjawab pertanyaan saya"
Fanny yang mulai malu dan kebingungan pun akhirnya menjawab pertanyaan Arnold "ya saya mau menikah dengan mu" jawab Fanny
Arnold pun memakaikan cincin berlian itu Ke jari manis Fanny dan berdiri sejajar didepan Fanny sambil memeluk Fanny.
" terima kasih Fanny sudah bermain dengan kU" kata Arnold sambil tersenyum sinis
Fanny yang mendengar ucapan Arnold pun kaget sambil mendorong pelukan Arnold dari tubuhnya apa yang dimaksud nya menerima bermain dengan nya ??? Pikiran Fanny pun berkecamuk
"Baiklah Chris akhirnya kita akan menjadi keluarga, aku kaget sekali Arnold langsung melamar Fanny didepan orang-orang padahal kalian Arnold tidak mengenal Fanny sebelumnya" kata Roland yang memeluk Chris
Pria tampan itu pun datang ke hadapan Roland " aku mengenal nya kakek , kami pernah bekerja bareng di rumah sakit yang sama, dia sebagai dokter penyakit dalam dan aku sebagai dokter bedah syaraf", ungkap Roland tersenyum sambil melihat Fanny
Fanny pun mulai ketakutan Roland akan bercerita lebih dan akhirnya nama Sheva akan terlepas, Fanny pun datang menghampiri Arnold lalu berbisik di telinga Arnold "aku akan mengikuti permainan mu sayang," rangkul Fanny kepada Arnold
__ADS_1
Orang-orang sekitar pun yang melihat nya aksi mereka pun tidak ada rasa curiga sedikit kepada pasangan ini termasuk kakek, orang tuanya Arnold dan pamannya Billy.
"Baiklah sayang , mati kita mulai permainan ini" bisik Arnold tersenyum puas