Mr. Otoriter

Mr. Otoriter
Episode 12


__ADS_3

Saat Melliza dan David masih bercakap cakap dimeja makan lain halnya dengan putra putri tertuanya didalam kamar Davin sendiri.


Davin menatap sang kakak tak suka yang sembarang masuk tanpa mengetuk pintu kamarnya terlebih dahulu.


Dan lebih tak sukanya Davin saat sang kakak langsung merebahkan badannya di sofa ruangan pertama kamarnya.


Dengan santainya menyalakan televisi dan membuat Davin tak habis pikir atas tindakan kakaknya yang semakin aneh beda seperti dulu sewaktu sebelum lulus kuliah.


Davin: "Keluarlah kak, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu" usirnya pelan pada kakak perempuan satu satunya itu.


Celine: "Siapa juga yang ingin berdebat dengan mu" Celine memposisikan tubuhnya untuk duduk menghadap pada arah tempat adiknya berdiri didepan sofa yang dia tiduri awalnya.


Celine: "Kakak hanya ingin membantu mommy dan daddy menyelesaikan permasalahan ini"


Davin: "Aku sedang tidak ingin ditanyai jadi keluarlah dan biarkan aku beristirahat"


Davin melangkah menjauh dari kakaknya dan pergi menuju arah kamar mandi, tapi sayangnya niatan awal hendak membersihkan diri harus tertunda karna sang kakak terus mengikutinya dan bertanya perihal kejadian kemarin yang telah dilakukannya.


Celine: "Jadi kau sungguh benar benar melakukannya? atau hanya semata mata sebagai gertakan untuk daddy bahwa kau bisa seperti dirinya?"


Davin menghentikan sejenak acara menggosok giginya lalu menatap sang kakak dengan mulut yang dipenuhi busa pasta gigi dengan sikat yang masih berada dalam mulutnya.


Celine: "Kenapa?"


Celine: "Jangan katakan bahwa itu semua adalah omong kosong belaka" tuduhnya membuat Davin lekas menyelesaikan acara menggosok giginya.


Davin terus berkumur meski sang kakak terus berkicau, semakin hari Davin merasa bahwa kakaknya semakin cerewet dan banyak omong.

__ADS_1


David: "Kau mengenalku bukan? kita sudah tumbuh bersama sejak kecil. Dan kakak tau semua tentang kebiasaan ku sejak kecil untuk apa lagi bertanya perihal benar atau bohong? Jelas jelas kakak tau sendiri jawabannya" ucapnya dengan mengelap mulutnya menggunakan handuk kecil.


Celine: "Jadi kau sungguh melakukannya?"


Celine: "Serius Davin? kau benar benar melakukannya?"


Celine masih benar benar tidak percaya, tapi jika harus berfikir kembali tentang watak adiknya satu ini memang tidak seharusnya Celine mempertanyakan hal yang sebenarnya Celine sendiri telah tahu akan jawabannya.


Celine: "Jadi?" tanyanya tiba tiba pada adiknya saat Davin melepas kemejanya dan hendak menggantinya dengan sebuah kaos polos.


Davin: "Apa?" sahutnya balik bertanya dalam kondisi wajahnya yang belum keluar dari dalam kaos yang sedang berusaha dipakainya.


Celine: "Kamu sudah memperkosa seorang gadis, dan sekarang kamu bersantai ria dirumah. Kamu tidak hanya berniat merusaknya lalu mempermainkannya kan Davin?" sepasang mata minim itu yang sudah ciut bertambah menciut lagi saat Celine lebih menajamkannya.


Davin berdiam diri sesaat sebelum akhirnya dirinya berjalan menuju kamar mandi dengan membawa sebuah celana pendek kain yang baru saja dia ambil dari lemari pakaiannya.


Davin: "Untuk apa aku memberi tahu kalian kalau aku hanya ingin main main dengannya?" katanya dibalik pintu kamar mandi.


Davin: "Sangat mudah bagiku mendapatkan wanita yang sempurna, tapi sangat jarang yang ada membuat adikmu ini ingin memilikinya"


Celine: "Jadi maksudmu gadis itu harus berterima kasih karna telah diperkosa oleh seorang Davin Aditya Mayndra seperti itu? Begitu banggakah mereka yang telah ditiduri oleh mu pria dingin sedingin dan sekeras es balok?" sindirnya tak suka akan perkataan adiknya.


Celine: "Jika aku adalah gadis itu.. maka terima kasih tuan Davin yang merasa tampan. Tapi saya tidak mau lebih dekat lagi dengan pria brengsek seperti anda" Celine berusaha memperagakan ucapan seorang wanita yang menolak seorang Davin meski telah ditiduri.


Davin sedikit terkekeh karna perkataan kakaknya yang hampir sama persis dikatakan oleh wanita yang tempo lalu baru saja dia gauli.


Davin: "Apa kakak tahu? adik mu ini baru saja ditolak oleh seorang wanita yang baru saja ditiduri oleh diriku sendiri" katanya sambil mengingat bayangan Velicia yang kala itu mengejang hebat dibawahnya karna sebuah kenikmatan.

__ADS_1


Celine: "Wow... really?"


Celine: "Itu bagus, aku kagum pada wanita itu karna telah berani menolak adikku yang keras kepala dan tak mudah diatur ini"


Davin sangat tak suka akan kata kata yang keluar dari mulut yang dulu biasa mengajaknya bermain itu.


Davin: "Kau tahu? wanita itu adalah wanita yang sama saat kecelakaan itu" Davin tersenyum miring mengingat kronologis tepatnya kejadian beberapa bulan silam yang pernah menimpanya.


Sedangkan Celine mulai berfikir keras, mencoba mengingat wajah gadis yang kala itu pernah tersenyum padanya dan meminta maaf atas ketidak sengajaanya mengemudi yang membuat adiknya ikut ambil alih dalam kecelakaan itu bahkan mengalami luka serius dan sedikit fatal karna telah merusak beberapa jaringan otaknya yang membuat beberapa ingatannya menghilang.


Celine: "Tunggu, maksudmu gadis itu adalah kekasihnya Evan?"


Davin bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati meja komputernya yang tidak hanya diisi oleh satu kompeter saja.


Celine: "Davin? kau sungguh? wanita yang kau perkosa adalah pacarnya Evan?" Celine mulai shok karna adiknya tak kunjung menjawab malah mengambil alih kursi dan duduk berhadapan dengan alat alat elektroniknya.


Davin: "Memangnya kenapa jika dia kekasih atau bahkan tunangannya Evan? Jikalau wanita itu sudah bersuami pun dan aku menginginkannya, pasti akan aku dapatkan" sahutnya dengan menggerakan jari jemarinya disebuah papan keyboard.


Celine: "Kau sudah gila?! Mommy akan memarahimu kalau tahu kamu menganggu kebahagian Evan Davin"


Davin menghentikan jarinya lalu menatap tajam layar yang baru saja menampilkan halaman baru pada komputernya.


Davin: "Apa aku juga tidak berhak memiliki kebahagian yang sama seperti Evan?" Davin sedikit menengokkan kepalanya kearah tempat kakak perempuannya itu masih terduduk di sofa kamarnya.


Celine: "Davin, wanita di dunia ini banyak tidak hanya satu. Bahkan bukan hanya dunia, di Indonesia saja sudah beraneka ragam. Kamu tinggal tentukan dan pilih yang kamu suka sesuai karaktermu. Akan jauh lebih baik jika kamu tidak mengganggu milik orang lain Davin" sarannya pada sang adik mencoba agar adiknya bisa mengerti.


Davin: "Tapi yang sesuai dengan karakterku hanya wanita itu, dan lagi aku menyukainya apa salahnya aku menginginkannya"

__ADS_1


Celine: "Jika kau mencari masalah dengan Evan maka bersiap siaplah berhadapan dengan kemurkaan mommy" Celine mulai beranjak dari duduknya karna tak habis pikir dengan adiknya itu.


Davin: "Mungkin memang benar mommy akan marah. Tapi aku yakin, jika daddy tahu yang aku perkosa adalah kekasihnya Evan dia akan sangat setuju padaku untuk merebutnya dan memilikinya"


__ADS_2