Mr. Otoriter

Mr. Otoriter
Episode 28


__ADS_3

Velicia tak ada pilihan lagi selain memakai pakaian Davin.


Dirinya sebenarnya sama sekali tidak menginginkannya, tapi apa mau dikata dari pada harus bertelanjang bulat tanpa satu kain pun yang melekat pada tubuhnya jelas gadis itu lebih memilih menurunkan ego nya.


Untunglah Davin tak semakin mempersulit Velicia dengan tidak melarangnya.


Meskipun terlihat aneh dengan sebuah kemeja putih polos yang berukuran lebih besar dari tubuhnya dan menutupi hampir semua tubuh bagian atasnya hingga perpotong pahanya Velicia tetap menaruh kewaspadaannya pada pria yang sedari tadi hanya fokus pada beberapa komputernya.


Davin yang saat ini Velicia lihat sangat berbeda jauh dengan Davin yang suka memaksa kehendaknya untuk berhubungan badan dengannya. Davin yang tampak serius, Davin yang sedang berusaha memikirkan sesuatu yang sama sekali Velicia tidak ketahui sungguh berbanding terbalik dengan Davin beberapa waktu lalu.


Velicia: "Berhubung ini adalah kamar mu, aku akan mengalah dan tidur di sofa depan televisi supaya kau...


Davin: "Atas hak apa kau mengaturku?" sela Davin yang masih tak luput dari layar monitornya.


Velicia hanya diam dan tak menjawab, kedua tangannya mengepal dengan cukup kuat dan rahangnya mengeras merasakan benci yang teramat saat Davin mengeluarkan kalimat kalimat pedasnya.


Davin memang sangat jarang bicara perihal berbagai hal yang tak berguna. Tapi Velicia baru tahu akhir akhir ini selama dirinya dikurung di dalam kamarnya yang bahkan belum ada satu hari penuh bahwa Davin memiliki lidah yang tajam dan masih dilengkapi dengan mulutnya yang pedas saat berbicara padanya.


Entah sifat Davin yang seperti apa lagi yang belum diketahui oleh gadis itu.


Velicia yang masih kalut akan jalan pikirannya yang terheran heran dengan pria yang berusaha ingin menghamilinya, tak sadar bahwa pria itu kini telah menghadap ke arahnya dalam duduknya.


Davin: "Aku memang akan tidur di ranjangku, begitu juga dirimu" katanya membalikan kembali tingkat kewaspadaan Velicia.


Velicia menelan ludahnya dengan sangat kasar menerima kenyataan bahwa sebentar lagi dirinya akan dijadikan boneka s*ks oleh Davin.


Kondisi tubuhnya yang berbalut kemeja putih yang bahkan tak begitu tebal dan dengan sempurnanya menampakkan p*ting yang kian menjulang memberi tanda bahwa dirinya sama sekali tidak menggunakan pakaian dalam bahkan celana dalam pun tidak ia gunakan.


Davin: "Jangan macam macam untuk turun dari ranjangku saat aku sedang tertidur bersamamu. Karna aku tidak akan mentolerir jika kau sampai berani melakukan itu" ucapnya mengingatkan.


Davin: "Tidurlah terlebih dahulu, mungkin kau butuh waktu untuk mengenal ranjang yang akan selalu menjadi tumpuan mimpi mimpi indahmu bersamaku"


Velicia mengumpat dalam hatinya tentang bagaimana Davin begitu percaya diri bahwa Velicia akan bermimpi indah bersamanya.

__ADS_1


Bahkan mata Velicia menajam dan merasa tidak terima akan segala perintah Davin yang berkuasa atas dirinya sendiri saat Davin kembali fokus pada layar monitornya.


🍂🍂🍂


Velicia terus terjaga dalam matanya yang masih seutuhnya memperlihatkan retina hitam beningnya yang nampak indah.


Rasa risih karna berada di ranjang seorang pria yang dia benci dan tertutupi sebagian tubuh bawahnya oleh selimut tebal membuat dirinya ingin cepat cepat lari dari situasi seperti sekarang ini.


Beberapa kali dirinya mengintip dari sekat pemisah antara ruang kamar dengan ruang televisi yang menyatu menjadi satu dengan beberapa alat kerja Davin sebagai pencipta fitur game.


Tapi Davin masih tetap serius bahkan lebih serius dari sebelumnya.


Jari jari tangannya bergerak cepat berusaha mengetikkan sesuatu pada papan keyboard.


Velicia: "Apa dia akan berjaga malam ini?" tanyanya pada diri sendiri dengan begitu lirih.


Waktu telah menunjukan tempatnya pada angka sebelas, masa yang telah menunjukan bahwa kini telah larut malam.


Dan Velicia, semakin dirinya berjaga malah semakin membuatnya mengantuk dan menguap beberapa kali hingga tanpa disadari dirinya telah tertidur dalam posisi setengah duduk dengan kepala yang sedikit miring ke kanan.


Karna pribadi Davin ialah tidak akan berhenti sebelum mencapai sesuatu yang menjadi tujuannya, bukan hanya hal yang menyangkut pekerjaan yang ia gemari namun itu menjadi prioritas dalam hidupnya termasuk dalam hubungan percintaannya.


Dalam hidup Davin setelah tragedi kecelakaan itu, Davin tidak akan pernah memberikan sebuah pilihan pada seseorang terlebih orang yang diinginkannya.


Karna bagi dirinya Velicia harus membayar segala hal yang telah menimpa dirinya di masa lalu.


Masa lalu yang membuat pribadi Davin yang seperti saat ini.


Davin akhirnya bangkit dari duduknya dan merenggangkan tubuhnya dari kaku yang terletak dibeberapa titik dalam tubuhnya.


Matanya yang mulai berair karna merasa lelah berhadapan dengan kerjaannya yang memaksa dirinya harus berada di depan monitor.


Dirinya berjalan santai menuju ruang kamarnya yang letaknya tak begitu jauh dari tempat duduk semula yang baru ia tempati.

__ADS_1


Davin tertegun sesaat saat melihat Velicia yang telah tertidur dengan posisinya yang terduduk tapi dirinya kembali melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Membersihkan diri dan mengganti celananya dengan celana yang lebih santai dan lebih nyaman untuk dirinya beristirahat.


Arloji di tangannya menunjukan angka dua belas lebih dua puluh menit, waktu yang sudah menjadi semestinya Davin beristirahat dan melepaskan letihnya.


Namun saat tangan Davin baru saja mengangkat selimut tebal yang juga dikenakan oleh wanitanya, tiba tiba Velicia terbangun dan menunjukan sikap terjaganya dari seorang Davin, membuat kali ini Davin mengernyit heran atas sikap waspada wanitanya yang begitu takut akan dirinya.


Tapi Davin hanya bersikap biasa dan merebahkan tubuhnya, dirinya bahkan memunggungi Velicia yang masih was was atas dirinya.


Davin: "Mau kemana?" tanyanya masih dengan mata yang baru saja terpejam saat merasakan kasur yang digunakannya menunjukan tanda tanda bahwa penghuni lain hendak meninggalkan tempatnya.


Velicia: "Toilet. Kenapa? tidak boleh ke toilet? apa aku harus buang air kecil di kasur supaya tidak meninggalkanmu?"


Davin: "Tiga menit" ucapnya tanpa ragu memberikan peritah masih dengan mata tertutup.


Dasar pengatur!


Dalam hati Velicia dirinya terus mengumpat dan ingin mengeluarkan segala sumpah serapah terbaiknya untuk mengutuk pria terlaknat yang dengan sesukanya memberikan perintah.


Bahkan Velicia membuang nafasnya kasar saat harus kembali lagi menuju ranjang yang kali ini telah ditempati oleh pemilik aslinya.


Davin: "Buka bajumu" perintah lagi saat Velicia baru saja hendak mendaratkan pantatnya pada permukaan kasur yang sangat empuk.


Velicia: "Aku tidak mau" sahutnya tak menghiraukan perkataan Davin.


Davin: "Kau harus membuka bajumu saat kau tidur denganku" ultimatumnya kembali mendasari.


Velicia: "Kalau begitu aku lebih baik tidur di sofa" sahut Velicia tak mau kalah.


Sudah cukup remuk tubuhnya hari ini dipermainkan oleh Davin untuk menuntaskan hasratnya, tapi tidak malam ini.


Sungguh Velicia merasa akan sangat tersiksa bila terus terusan dijadikan mainan s*ks oleh Davin yang tak ada hentinya.

__ADS_1


Davin: "Tidur di ranjang tanpa baju bersamaku hanya tidur atau tidur di sofa pakai baju tapi kita melakukannya? kau pilih yang mana?"



__ADS_2