Mr. Otoriter

Mr. Otoriter
Episode 36


__ADS_3

Kalimat per kalimat yang Davin ucapkan tak mampu membuat Velicia menghentikan perkataannya yang memang benar adanya.


Bagaimana ketidak berdayaannya saat raut wajah terkejut sekaligus sedih bercampur menjadi satu di wajah kekasih atau lebih tepatnya kali ini disebut sebagai mantan kekasihnya.


Davin dengan kalimat datarnya, dengan raut wajah tanpa ekspresinya menjelaskan secara menyeluruh tentang sebuah hubungan yang mulai akan terjalin diantara Velicia dan Davin.


Hubungan yang secara detail terjadi karna sebuah pemaksaan, karna keinginan sepihak yang telah menghancurkan pihak kedua yaitu diri Velicia sendiri.


Evan: "Katakan ini tidak benar Vei" lirihnya yang tak ditanggapi oleh Velicia.


Evan: "Vei?"


Kali ini saat usaha Evan yang hendak meraih tangan wanita yang masih seutuhnya ia cintai telah gagal karna tampikan tangan Davin yang menghalangi niatan pria yang berstatus anak dari keponakan daddy nya itu.


Wajah dinginnya yang seperti dulu saat pertama kali Velicia temui, saat dimana untuk pertama kalinya wanita itu menemui seorang pria dingin yang tidak pernah bicara akan hal hal yang tak penting kali ini menampakan diri kembali di permukaan wajah tampan yang belum lama ini kerap menidurinya berkali kali.


Wajah dingin yang pertama Velicia lihat setelah kejadian kecelakaan yang menimpanya begitu pula dengan pria yang kali ini berada di sampingnya.


Kecelakaan yang berhasil mempertemukan wanita manis, ramah tamah dan kelembutannya dengan pria dingin yang tak pernah menghiraukan perkataan dan perintah orang lain.


Davin: "Mulai saat ini ada tiga hal yang tidak boleh kamu lakukan di dunia ini" katanya saat baru saja menampik tangan Evan.


Davin: "Pertama kamu tidak boleh menyentuhnya"


Davin: "Kedua. Stop panggil dia dengan sebutan Vei"


Davin: "Karna asal kamu ingat, aku yang memberikan ide atas sebutan itu untukmu karna kau meminta pendapatku kala itu. Nama panggilan yang sangat mudah untuk kekasihmu namun beda dari yang lainnya. Aku mencopot hak mu atas nama panggilan itu karna kali ini hanya aku yang berhak memanggilnya Vei" terang Davin membut Evan sama sekali tidak berkutik.


Davin: "Dan yang ketiga. Kubur dalam dalam perasaanmu terhadapnya karna sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan istri ku dicintai oleh pria lain terlebih lagi jika dia mencintai pria lain selain diriku"


Davin melirik sekilas, pandangan dinginnya benar benar membisukan bibir Velicia untuk berucap.


Davin: "Aku tidak akan membiarkan itu sayang. Jadi kamu juga harus melupakan semua masa lalumu dan belajar menerima masa depanmu yaitu aku"


Kalimat terakhir yang terucap dari bibir Davin tak mendapat perlawanan dari semua pihak yang berada termasuk Bagas.

__ADS_1


Pria yang tak jauh lebih tua dari Melliza itu hanya diam dan menonton saja saat kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut Davin terus berusaha menyerang putra kebanggaannya.


Bagaimana pria yang berusia lebih dari setengah abad itu merasa heran akan sikap Davin yang sangat berbanding terbalik dari David pamannya, terlebih lagi dari Melliza wanita yang pernah membuat dirinya merubah total penampilannya saat kuliah dulu.


Bahkan orang tua Velicia sendiri pun ikut mengunci rapat mulutnya, terlebih putri mereka mengiyakan dan sama sekali tak membantah segala ucapan pria yang pernah datang ke rumahnya untuk melamar putrinya setelah mengakui kejahatannya yang baru saja memperkosa putri kebanggannya itu.


🍂🍂🍂


Davin: "Siang ini kamu mau makan apa?" tanya Davin pada wanitanya saat baru saja masuk ke dalam sebuah taksi.


Sedangkan yang ditanya hanya diam dalam kesedihannya.


Bagaimana sikap Davin kali ini yang terlihat biasa biasa saja benar benar membuat Velicia tak habis pikir akan hati nurani Davin.


Bagaimana cara Davin menghancurkan segalanya, bahkan masih tertera dengan jelas raut wajah Evan sewaktu dirinya dibawa paksa oleh Davin untuk segera pergi keluar dari dalam kafe yang disewa khusus oleh Evan hanya untuk melamarnya.


Velicia: "Kenapa?" lirihnya masih bisa terdengar oleh Davin yang berada tepat duduk di sampingnya.


Velicia: "Kenapa kamu begitu kejam Vin?" lanjutnya kali ini dengan menitikan air matanya yang sudah tak tertahan.


Velicia: "Kamu sengaja kan melakukan itu semua? Iya kan?" tanyanya kali ini menghadap ke arah Davin berada.


Davin: "Kalau kau sudah tahu aku sengaja mengapa masih harus bertanya" sahut Davin dengan pandangan aneh.


Velicia: "Sebenarnya kamu manusia atau bukan Davin!" teriaknya frustasi.


Davin: "Aku hanya membantumu begitu juga membantu mewujudkan impian Evan. Apa yang salah dari diriku?" katanya begitu mudah.


Davin: "Aku membantumu dengan mempertemukan kalian untuk mengklarifikasi hubungan kalian yang telah berakhir. Dan Evan...


Davin: "Aku membantunya mewujudkan impiannya sedari dulu yang sangat ingin melamarmu. Bahkan aku mengusulkannya untuk membuat acara kejutan lamaran untukmu saat kita baru saja tiba di Jakarta. Bukankah aku adalah orang baik sayang?" lanjutnya.


Velicia semakin tak bisa menahan isak tangisnya yang semakin merajalela dalam dirinya.


Bagaimana bisa dirinya terjerat dalam hubungan dengan seseorang yang sangat teramat kejam seperti Davin.

__ADS_1


Davin begitu tak memiliki perasaan hingga dengan sengajanya Davin berbuat demikian terhadap Evan dan keluarganya yang sudah jelas adalah saudara dari ayahnya sendiri.


Davin: "Jangan menangis lagi" katanya menyeka air mata pada wajah yang kian sembab oleh tangisan yang tak kian berhenti.


Namun bukannya berhenti Velicia malah semakin kencang dalam menangis karna masih tak habis pikir akan tindakan Davin yang begitu menyayat hati dan juga perasaannya.


Davin: "Aku bilang jangan menangis. Kasihan dia yang berada dalam perutmu" lanjutnya lagi mendekatkan diri dan mendekap tubuh mungil yang berada di sampingnya.


Velicia: "Jika kau kasihan padanya seharusnya kau tidak melakukan hal yang membuat ibunya bersedih dan menangis seperti ini"


Davin: "Jika aku tidak melakukannya lalu aku harus hidup dalam bayang bayang Evan yang selalu berada di hatimu? Please honey, I'm not that good"


Davin semakin erat dalam mendekapnya bahkan berusaha melupakan seseorang yang sedari tadi melirik mereka berdua melalui kaca spion yang ada.


Davin: "Berhentilah menangis"


Davin: "Dan pikirkan kau ingin makan apa sebelum tiba di rumah orang tua mu"


Velicia: "Aku tidak ingin apa apa, aku tidak ingin makan. Aku mual" katanya tahu pasti bahwa pria yang masih dengan eratnya memeluk tubuhnya akan memaksa.


Davin: "Mual atau tidak kamu harus makan" titahnya mulai timbul.


Kala itu sewaktu dirinya belum mengandung dan hamil seperti saat ini, Velicia sangat benci dengan keadaan yang hanya bisa berdua dengan Davin.


Tapi kali ini wanita hamil muda itu lebih benci dengan waktu waktu jam makannya.


Terlebih lagi Davin mengharuskan tubuh mungil yang kini telah berbadan dua itu wajib disetiap makannya harus terdapat sayur, karbohidrat dan protein.


Davin turun tangan secara langsung saat dirinya sulit untuk makan bahkan makanan yang sudah disiapkan oleh Davin sendiri atas permintaan Velicia.


Velicia: "Aku ingin minum air kelapa muda" celetuknya begitu saja.


Davin: "Pak tolong mampir sebentar di ITC Mangga dua" pintanya tiba tiba membuat Velicia mendongak melihatnya.


Davin: "Apa?"

__ADS_1


Davin: "Kamu mau air kelapa muda kan? Kita mampir sebentar seharusnya ada yang jual disitu"



__ADS_2