Mr. Otoriter

Mr. Otoriter
Episode 21


__ADS_3

Mulut manis yang pernah dirasakan oleh Davin sendiri dibekap menggunakan telapak tangannya sendiri untuk mengurangi adanya kegaduhan yang dapat menimbulkan kecurigaan pada tetangga setempat.


Sedangkan tangan kirinya memeluk bagian perut Velicia dan mulai mengangkatnya perlahan meski gadis itu terus saja berusaha meronta.


Tapi sayangnya, Davin ialah tipekal pria yang tidak mudah menyerah pada sebuah tantangan yang diinginkannya. Davin malah semakin gencar dan semakin kuat hingga membawanya pada sebuah ruangan yang terlihat sangat rapih dan bersih.


Davin tak lupa menguncinya untuk berjaga jaga.


Dan sejak saat pintu itu sempurna tertutup dan tak bisa terbuka, Davin mulai menjalankan aksinya.


Dirinya tersenyum pada wanita yang dihimpitnya pada sebuah pintu yang baru saja dia kunci.


Velicia: "Lepaskan aku Vin" pintanya terdengar parau.


CUP


Davin: "Tidak akan" jawabnya setelah sekilas mengecup bibir yang sedikit bergetar karna mulai terisak.


Davin kembali menciumnya, dan memaksakan lidahnya untuk saling bertegur sapa dengan milik Velicia. Tapi cukup sulit baginya karna wanita itu terus saja memberontak dan mendorong tubuhnya dengan cukup kuat.


Namun Davin tak akan berhenti sampai disitu, dirinya terus berusaha hingga akhirnya Davin terpaksa mengikat kedua tangan Velicia kebelakang untuk mempermudah dirinya lebih mengakses tubuh yang pernah ditidurinya itu sebelumnya.


Perlahan namun pasti, Davin terus bergerak sesuai keinginannya diatas isak tangis Velicia yang kian bertambah.


Tubuh Velicia terus meronta dan bahkan saat bibir mereka saling berpagutan. Antara sang pria yang menimati dan sang wanita yang teraniayai.


Davin: "Aku ingin kamu hamil Vei, hamil anakku" bisiknya tepat didepan bibir Velicia yang membuat Velicia semakin bergetar hebat dan tak mau melakukannya.


Davin: "Anak Davin Aditya Mayndra" sambungnya lagi dan mulai membuka pakaiannya sendiri.


Velicia: "Aku tidak mau!" pekiknya disela tangisannya saat melihat pria yang pernah bertelanjang dihadapannya dulu kini melakukan hal yang sama dihadapannya lagi.


Davin: "Mau tidak mau, suka tidak suka tapi aku menginginkannya" Davin pun mulai merambah bergantian melepaskan pakaian Velicia.

__ADS_1


Cukup sulit, bukan hanya karna kedua tangannya yang terikat. Tapi pakaian yang dikenakan oleh Velicia begitu rumit karna memiliki kancing baju dibagian belakang punggungnya pula.


Davin: "Bekerja sama lah Vei, karna ini akan sangat menyenangkan"



Peluh dan keringat telah menyatu menjadi bukti kerja keras Davin dalam berupaya memuaskan hasratnya.


Berkali kali dirinya menimpa Velicia yang kian melemas dan tertatih akan tenaga Davin yang kian bertambah kuat dan lebih kuat dari sebelumnya.


Atau ini adalah efect karna kala itu Velicia terpengaruh oleh sebuah obat dan kali ini tanpa obat sama sekali.


Davin bahkan tak tanggung tanggung menunjukan kuasanya dalam bukti yang tertera pada tubuh bagian atas Velicia yang penuh akan percintaanya.


Davin: "Tidurlah, kau pasti lelah" perintahnya saat baru saja melepaskan ikatan yang sejak awal hingga akhir perhelatan mereka masih terpasang pada pergelangan tangan Velicia.


Velicia tak menjawab tapi malah bangkit dari tidurnya dan berdiri dengan lunglai dan lemas sekujur badan.


Davin: "Tidur" perintahnya lagi yang telah menghalangi jalannya Velicia.


Velicia sedikit mendorong tubuh Davin yang sama sama masih tanpa kain supaya menyingkir dari jalannya. Tapi yang dilakukan Davin malah memeluk tubuh polos itu dalam dekapannya.


Davin: "Menurutlah" katanya pada wanita dalam pelukannya.


Velicia: "Aku ingin membersihkan tubuhku. Ini sangat menjijikan" katanya lirih sambil menggengam kuat merasakan sakit atas ulah Davin.


Davin: "Ternyata kau masih memiliki tenaga. Baiklah ayo kita bersihkan bersama" Davin langsung menggendongnya tanpa aba aba membuat Velicia kaget.


Davin menggiringnya ke dalam sebuah kamar mandi yang tak begitu besar namun bisa menampung dua orang.


Velicia: "Apa yang kau lakukan?" tanyanya saat tiba tiba Davin membalikkan tubuh Velicia menghadap kearah dinding.


Davin: "Apa?" tanyanya polos.

__ADS_1


Velicia terperanjat dan kaget saat tiba tiba Davin masuk kedalam tubuhnya bahkan secara paksa.


Tidak seperti sebelumnya.


Nyeri yang diakibatkan kegiatan yang belum berlangsung lama tadi, kini telah dimulai kembali.


Rasa nyerinya saja bahkan belum hilang tapi kali ini Davin malah menerobosnya kembali bahkan dengan cukup kasar tidak seperti tadi dengan kelembutan.


Davin: "Sayang.. kalau aku bilang tidur berarti kau harus tidur. Jangan lakukan hal yang tidak aku perintahkan. Maka kau harus menerima hukumannya karna tak patuh akan perkataanku" katanya dingin dibalik telinga Velicia.


Rasanya sangat berbeda dari sebelumnya bahkan lebih berbeda lagi dari pertama melakukannya.


Davin benar benar tak memakai ritme bahkan sesukanya sendiri dalam berhubungan.


Membuat tiba tiba ada rasa sakit yang tak tertahankan dibagian perut kiri Velicia tertera dari dirinya yang memegangi perutnya seiring Davin yang masih berusaha.


Rasa sakit itu mulai mereda dikala Davin menuntaskan keinginannya dalam tubuhnya.


Davin: "Duduklah.. aku akan memandikanmu" katanya yang telah membersihkan miliknya sendiri.


Velicia tak menjawab dan hanya tertunduk.


Saat shower yang dipegang Davin hendak menyapu bersih permukaan kulit Velicia, tangannya mencekal pergelangan tangan Davin dan menghentikannya.


Velicia: "Aku bisa sendiri" katanya lirih hendak mengambil alih shower itu.


Tapi tangan Davin begitu erat memegangnya membuat Velicia menatap Davin.


Pandangan dingin itu menyapa dengan begitu jelas.


Davin: "Aku yang akan memandikanmu"


Velicia: "Biarkan aku membersihkan diri ku sendiri. Aku memiliki hak atas tubuhku sendiri"

__ADS_1


Davin: "Aku hanya ingin mengucapkan kalimat satu kali, apa kau tak tahu arti bahwa aku yang akan memandikanmu?"


Davin: "Kamu harus tahu satu hal, bahwa aku tak suka dibantah, tak suka ditolak terlebih tak dihiraukan"


__ADS_2