Mr. Otoriter

Mr. Otoriter
Episode 5


__ADS_3

Pagi hari yang diawali keributan dirumah keluarga Mayndra.


"Cukup Davin! sampai kapan kamu akan memojokkan daddy kita setiap hari?! tak bisa kah kau mencari topik lain saat kita kumpul bersama?" bentak sang kakak merasa telinganya mulai panas.


Davin: "Tak bisa..." sahutnya yang selalu melirik ayah kandungnya yang sudah ia anggap seperti musuhnya.


Davin: "Kecuali jika daddy tidak sedang berada didekat ku mungkin aku bisa membahas topik lain bersama kalian semua"


Bagi para kaum wanita, saling berargumentasi adalah cara untuk menunjukan saling ketidak sukaannya. Tapi bagi kaum pria lirikan mata yang membara telah menunjukan akan ketidak nyamanannya pada seseorang dihadapannya.


Sama halnya tatapan mata antara seorang Davin dengan daddy. Saling tidak menyatakan, tidak mengungkapkan tapi jelas tidak ada kata kedekatan meski dalam sebuah ikatan yang tertera jelas diantaranya.


Mommy: "Davin.. Mommy berniat ingin mengenalkanmu dengan seorang gadis. Bagaimana pendapatmu?" kata sang ibunda berusaha mencairkan suasana dimeja makan.


Davin: "Tidak tertarik" sahutnya singkat dengan tatapan mata yang sedikit lebih rendah.


Celine: "Kamu belum menemuinya bagaimana bisa bilang tidak tertarik" sindirnya lagi yang terus bertentangan dengan kemauan seorang Davin.


Davin: "Karna aku telah memiliki masa depanku sendiri, wanitaku sendiri dan kehidupan ku sendiri. Jadi jangan banyak campur tangan didalamnya"


Mommy: "Siapa? apa boleh dikenalkan pada mommy?" tutur katanya lembut.


Melliza Clara, nyonya dari bapak David Setya Mayndra adalah wanita yang lembut pada putra putrinya. Penyayang, penyabar dan selalu menjadi penengah diriyuhnya pertentangan antara suami dan anak anaknya terutama putra keduanya.


Dan hanya Melliza lah orang yang dapat menengkan seorang Davin jikalau dia berada pada puncak membaranya. Puncak dimana Davin ingin menghancurkan segala sesuatu yang dia tidak sukai termasuk daddy nya sendiri.

__ADS_1


Kesalahan seorang Melliza Clara hanya satu, yaitu saat putra keduanya tumbuh dalam masa pembentukan sensorik motorik. Disitu malah masa dimana dirinya dengan sang suami sedang dalam masa panas yaitu sering ribut masalah omongan orang ketiga dalam keluarganya.


Dan disaat keributan itu, David sang suami hanya akan selalu melampiaskan kekesalannya, kemurkaannya diatas ranjang hingga membuat Melliza terlihat seperti teraniaya. Seperti tertindas, seperti kaum bawah yang hanya dijadikan pelampiasan **** semata.


Dan saat dia tahu bahwa Davin sering memergoki dirinya dibalik pintu luar kamarnya. Dia hanya diam tak mau menjelaskan apa yang terjadi didalam hingga membuatnya kadang berteriak, merintih dan menjerit.


Melliza hanya akan menjawab mommy tidak apa apa dari setiap pertanyaan yang diajukan oleh Davin.


Hingga tanpa dia sadari ternyata putra yang dia anggap waktu itu masih teramat kecil sudah bisa memahami apa yang terjadi didalam.


Davin sejak saat itu hanya menggambarkan bahwa hanya ada penyiksaan saat mommy nya dipaksa masuk kedalam kamar oleh daddy nya.


Hanya akan ada rintihan dan jeritan yang terdengar saat Davin kecil terus berusaha menguping.


Davin: "Belum saatnya.. nanti jika sudah pasti Davin akan bawa dia kerumah"


Mommy: "Davin?" Davin tetap diam saat Melliza memanggilnya.


Satya: "Wah.. jangan jangan kak Davin berencana menculiknya, lalu menyekapnya dan memaksanya untuk menjadi kekasihnya?" bahkan gelak tawa yang dihantarkan Satya adik keduanya tidak mampu membuat Davin angkat bicara.


Celine: "Vin?" kali ini sang kakak yang memanggilnya sambil menepuk lengannya.


Davin: "Memangnya kenapa?" tanyanya balik sambil mengangkat alis sebelah.


Davin: "Aku ini Davin Aditya Mayndra, putra kesayangan David Setya Mayndra. Apapun yang aku inginkan pasti akan tercapai, semua tanpa terkecuali termasuk wanita. Iya kan daddy?"

__ADS_1


Celine: "Davin! jika kamu mau menyudutkan daddy lagi mending kamu bangkit dan pergi ke kamar mu lalu urusin saja game online mu yang sedang melambung tinggi itu" usir sang kakak secara terang terangan.


Davin: "Kenapa diam dad? kau saja bisa mendapatkan mommy padahal jelas jelas kau telah memiliki istri. Kenapa aku tidak sepertimu, mendapatkan apa yang aku mau" sindiran itu jelas terarah pada pria paruh baya yang masih nampak terlihat segar bugar meski telah memiliki begitu banyak keriput dibagian leher, wajah dan kulit tangannya.


Davin: "Kau waktu itu saja yang tua bisa mendapatkan yang muda, apalagi aku? Bukankah aku mewarisi kelebihanmu dalam hal memaksa setiap kehendak. Apa kamu bangga? Aku Davin, putra mu.. putra yang akan mewarisi sifat ambisimu untuk memiliki sesuatu"


Daddy: "Tapi daddy dan mommy mu saling mencintai Davin, bukan sepenuhnya pemaksaan. Dan jangan lupakan bahwa mommy terlebih dulu lah yang mendekatkan diri pada daddy, padalah mommy tahu jelas bahwa daddy telah beristri waktu itu" angkat bicaranya setelah diam cukup lama.


Davin: "Cinta akan datang dengan sendirinya. Yang terpenting miliki dulu orangnya"


Mommy: "Davin! mommy tidak setuju dengan pendapatmu!!!"


Saat mulai terasa hawa panas mengitari mereka, Celine anak tertua keluarga Mayndra mulai menyadari bahwa tidak semua hal harus diperlihatkan pada adik adik termudanya.


Dengan lirih, dia mengisyaratkan pada Satya dan Kanya untuk undur diri dan bangkit dari meja makan menuju kamar masing masing.


Mommy: "Davin sayang.. dengarkan perkataan mommy, wanita hanya ingin dimanja dikasihi penuh dengan kasih sayang. Bukan malah pemaksaan, begitu juga mommy dulu. Kamu harus mengerti itu nak" petuahnya pelan berusaha mengingatkan.


Celine: "Dengarkan perkataan mommy Vin"


Davin: "Urusi saja pacar mu yang beda agama itu, jangan ikut campur urusanku"


Daddy: "Cecel itu kakak mu Davin! hormati dia"


Davin: "Sudahlah.. intinya keputusanku sudah bulat, wanita itu akan aku perjuangkan untuk menjadi pengantinku, wanitaku, dan teman ranjangku. Jika awal aku melakukannya dengan lembut dia tidak tergerak maka jangan salahkan Davin mom jika Davin menggunakan cara daddy untuk menjeratnya, seperti daddy menjerat mommy"

__ADS_1



__ADS_2