Mr. Otoriter

Mr. Otoriter
Episode 76


__ADS_3

Velicia yang selalu dirundung rasa gelisah dalam upayanya yang berusaha sabar dalam menanti kepulangan Davin di Surabaya membuat ibu lima anak yang telah memiliki usia lebih dari setengah abad pun ikut mengerti akan apa yang dirasakan oleh menantu satu satunya itu.


Meski Velicia dan Melliza telah tiba di Surabaya dengan selamat.


Namun pikiran kedua wanita yang telah berkeluarga itu tetap berada di Jakarta.


Memikirkan satu nama yang sama.


Davin Aditya Mayndra


Anak yang sangat disayangi oleh Melliza dan juga anak yang teramat menyayangi Melliza melebihi dari ke empat anaknya yang lain.


Melliza tidak tahu apa yang ada di pikiran Davin saat ini.


Melliza juga tidak tahu apa yang ada di pikiran putranya saat memperkosa Velicia dulu.


Dan mungkin Melliza juga tidak akan tahu dengan apa yang ada di pikiran Davin kelak.


Karna bagi dirinya Davin bagaikan bayangan suaminya yang masih muda. Hanya saja perbedaan mereka berdua adalah mereka sama sama saling mencintai istrinya namun dengan cara yang bertolak belakang.


David yang mencintai Melliza dengan selalu menyatakan perasaannya melalui tindakan yang begitu menyita habis perasaan cinta Melliza untuk David.


Sedangkan Davin yang menyatakan cintanya melalui tekanan, pemaksaan dan sikap menindas yang sangat kental membuat Velicia hanya bisa tunduk hingga perlahan waktu pun ikut bekerja sama untuk mengikat hatinya pada pria yang tidak lama lagi akan memiliki anak keduanya.



🍂🍂🍂


Telah lama menanti dari siang hari Velicia tiba di rumah kediaman keluarga Mayndra hingga petang hendak menjelang dirinya masih belum mendapat kabar dari suaminya mau pun dari ayah mertuanya yang tidak bisa dihubungi sejak dirinya tiba di Surabaya, kota kelahiran suaminya maupun kota yang menjadi saksi sebuah pernikahan yang awalnya tidak memiliki rasa cinta diantara satu sama lainnya.


Tidak adanya kabar semakin membuat wanita yang tengah hamil muda itu semakin dilanda rasa risau yang tidak berkesudahan.

__ADS_1


Entah itu ponsel suaminya maupun ponsel dari ayah mertuanya tidak ada yang bisa dihubungi oleh Velicia maupun oleh ibu mertuanya.


Rasa khawatir pun semakin melanda dirinya.


Apakah untuk memulai semuanya lagi dari awal dengan adanya rasa diantaranya dan suaminya harus mengorbankan sesuatu?


Akankah tekad Davin yang hendak merebut Vania kembali membuat dirinya akan kehilangan salah satu diantara mereka?


Atau mungkin Velicia akan kehilangan keduanya dan hanya akan tinggal sendiri tanpa adanya mereka berdua?


Tanpa adanya Davin suaminya dan Vania putri kecilnya?


Saat berbagai pertanyaan itu datang menghampiri, Velicia sama sekali tidak tahu akan jawabannya.


Hanya bisa menunggu dan terus menunggu hingga datangnya kabar baik yang akan menghampirinya.


Cepatlah pulang Vin


Kalimat yang selalu Velicia lafalkan disetiap detiknya. Menantikan terbukanya gerbang utama dan masuknya aroma parfum yang sangat ia kenali ke dalam rongga hidung terdalamnya.


"Sampai kapan kamu akan duduk disitu?" kalimat yang terlontar dari lantai dua saat Velicia masih dengan setia duduk di sebuah sofa bawah tangga yang mengarah pada kedua pilar pintu besar setelah ruang praktek kakak iparnya yang telah lama dikosongkan oleh sang pemilik.


Velicia hanya menoleh, melihat siapa gerangan yang sedikit mengejutkannya saat malam mulai menerpa dan langit mulai ditimbun dengan warna gelap yang sama sekali tidak ada bintang atau bahkan bulan sekalipun.


"Mereka pasti akan pulang. Percayalah" lanjutnya lagi yang hanya berdiri di anak tangga teratas dengan melihat ke arah bawah karna tepat disitu Velicia tengah duduk dengan rasa gelisah.


"Jika kamu tidak percaya, maka jangan sebut dirimu sebagai menantu dari seorang David Setya Mayndra atau istri dari seorang Davin Aditya Mayndra" ucapnya ketus begitu pula dengan mimik muka yang ia tampilkan.


Keluarga Mayndra digenerasi David memang memiliki banyak anak. Beda halnya dengan sang kakak perempuannya yang hanya memiliki dua putra.


Ayah dari David sendiri hanya memiliki dua keturunan yaitu Nada yang masih berprofesi sebagai dokter dan David sendiri.

__ADS_1


Namun meski David memiliki lima anak, setiap anak memiliki kepribadian yang sangat berbeda beda.


Atau bahkan Velicia sanggup menyebutnya teramat beda jauh dari satu ke yang lainnya.


Dari kelima itu terdapat tiga orang putri dan dua orang laki laki.


Sejauh ini dari ke empat saudara Davin yang paling dekat dengan dirinya hanyalah kakak iparnya Celine.


Celine yang teramat baik, Celine yang membela dirinya saat Davin memulai dramanya atau Celine yang selalu bertutur sapa manis sama halnya dengan ibu mertuanya.


Selain kakak iparnya, dirinya pula memiliki adik ipar terbungsu dalam keluarga suaminya.


Seorang adik yang sama persis fisiknya seperti ibu mertuanya namun berkepribadian ceria, manja dan tidak suka diatur oleh siapapun.


Dari sudut ini Celine bisa dikatakan sebagai ayah mertuanya versi perempuan sangat berbeda jauh dengan Kanya yang seperti ibu mertuanya saat muda.


Sedangkan saudara ipar perempuannya yang lain, dia yang sangat tertutup, dia yang sangat jarang tersenyum dan dia yang hanya percaya akan fakta dan bukan opini belaka terkadang membuat Velicia merasa seperti orang lain di dalam keluarga suaminya.


Namun meski demikian seorang Viana Destie Mayndra tetaplah adik ipar yang sebenarnya lembut di dalam.


Karna tanpa dikira, tanpa diduga perkataan pedas yang dilayangkan oleh bibir tipis nan ranum itu dengan mimik muka yang datar sebenarnya menarik Velicia pada sebuah kepercaya dirian.


Rasa ingin menggugah dan membangunkan Velicia dari rasa risau itu dapat Velicia rasakan saat kata terakhir yang wanita muda itu katakan.


Viana: "Karna mereka sudah berjanji untuk pulang, maka mereka pasti akan pulang. Aku tahu karna aku hidup diantara dua pria yang selalu ingin menjaga mommy ku"


Kepergian Viana tanpa kata lain membuat Velicia tersadar betapa beruntungnya ibu mertuanya memiliki suami seperti ayah mertuanya dan anak seperti suaminya.


David yang jelas terlihat sangat mencintai Melliza dan Davin yang sangat menyayangi ibu nya tak akan pernah luput dari pandangan Velicia yang merasa ingin bernasib sama seperti ibu mertuanya.


Dan oleh karna itu, Velicia pun ingin mempercayai apa yang Viana percayai.

__ADS_1


Ingin yakin dan percaya bahwa suaminya pasti akan pulang.



__ADS_2