
keesokan hari nya, Seorang wanita berkacamata tengah berdiri di depan gerbang perusahaan MaCorp. ia melihat gedung yang begitu menjulang tinggi seolah menekan keberanian nya.
Ia pun menghela nafas perlahan, melihat banyaknya orang yang berlalu lalang dengan pakaian kantoran yang begitu stylish dan rapi serta paras nya yang menawan, ia juga sangat yakin kalau mereka memiliki kecerdasan yang mumpuni.
Namun, demi sang jabang bayi yang ada di dalam perut ia pun berjalan dengan tekad yang kuat, pandangan nya lurus ke depan tanpa tengok kanan kiri, meskipun ada sebagian orang yang menatap nya aneh.
"Ehm permisi mbak, saya mau bertemu dengan tuan Brian, apakah ada ?" tanya Ayumi.
Ya, wanita tadi adalah Ayumi. Sesuai rencananya, ia akan memberitahu kan Brian tentang keberadaan anak nya yang saat ini ia kandung.
Sementara itu, bukannya langsung menjawab, 2 orang resepsionis tersebut malah memandang Ayumi dengan tatapan menelisik.
Kemeja lengan panjang berwarna putih yang dipadukan dengan rok selutut berwarna mocca, sepatu dan tas putih yang terlihat usang, rambut yang diikat serta jangan lupakan kacamata yang bertengger di wajahnya.
"Ehm, maaf apakah sudah membuat janji ?" tanya salah satu resepsionis.
"Belum mbak, tapi saya harus bertemu dengan nya, ini penting" ucap Ayumi memaksa.
"mohon maaf, pak Brian sedang ada rapat. dan kami tidak bisa mengizinkan anda untuk bertemu dengan nya"
"Saya mohon mbak, saya salah satu Asisten rumah tangga nya dan di suruh beliau untuk menyerahkan flashdisk ini ke tangan nya langsung" kata Ayumi memperlihatkan flashdisk dari dalam tas nya.
Akhirnya, mereka pun mempercayai ucapan Ayumi, ditambah dengan penampilan nya yang sangat kuno, benar - benar mendukung ucapan nya.
"Baiklah, anda boleh bertemu dengan pak Brian, ruangan nya ada di lantai ke 14"
"Terimakasih banyak ya mbak, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Ayumi meninggalkan meja resepsionis.
"Hah, kau sungguh menyelamatkan ku flashdisk, tak sia sia aku membawa mu tadi" kata Ayumi di dalam lift sambil menatap flashdisk keberuntungan nya itu.
...…...
"Lo kirim hasil rapat tadi ke email gue sore ini ya ren" kata Brian sambil membuka pintu ruangan nya.
"Oke sipp, ntar gue minta resume nya sama Yuni" balas Reno
Lalu, Brian dan Reno pun melangkah masuk ke dalam hingga tak lama kemudian mereka berdua dikagetkan dengan kehadiran seorang wanita yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya.
"Kamu siapa ?" tanya Brian tegas dan menelisik.
Ayumi yang saat ini sedang asyik memainkan game di ponsel nya pun seketika kaget dan mengalihkan wajah nya ke asal suara, terlihat di sana Brian dan Reno yang sedang menatapnya tajam.
"Ehm se - selamat siang" kata Ayumi gugup.
Sementara itu, Brian yang melihat wajah Ayumi pun terkejut.
"Bukan nya, dia cewek malam itu ? iya gue masih inget wajahnya meskipun sekarang agak beda karena ia pake kacamata" batin Brian
"Kamu ? kamu cewek yang waktu itu kan ?" tanya Brian lagi.
__ADS_1
"Ehm i iya tuan, saya perempuan yang waktu itu bersama anda" kata Ayumi memberanikan menatap Brian meskipun tubuhnya gemetar, dan hal itu pun di sadari oleh Reno.
"Dia kira kita berdua ini hantu apa, sampe gemetaran kaya gitu, aneh nih cewek" batin Reno
Brian pun lantas melangkahkan kakinya, menuju kursi kebesaran nya dan duduk di sana sambil terus menatap ayumi dengan tajam hingga membuatnya semakin gugup.
"Berhasil juga kau menemukan ku, terus tujuan mu kesini buat apa ? minta bayaran atau apa ? sebutin aja ? ntar dikasih kok" kata Brian.
Mendengar perkataan Brian yang seolah merendahkan nya, membuat Ayumi tidak terima. dan dengan segala keberanian nya ia pun melawan Brian.
"Saya bukan wanita murahan seperti yang anda kira, saya kesini hanya ingin meminta pertanggung jawaban atas perbuatan anda yang telah menghancurkan masa depan saya" jawab Ayumi dengan gemetar.
"Tanggung jawab ? apa maksudmu ?" tanya Brian mengernyitkan dahinya.
Lalu Ayumi membuka tas nya, dan menunjukkan 5 buah tespack yang dipakai nya ke hadapan Brian dan Reno.
brian mengambilnya, dan seketika ia terkejut melihat adanya 2 garis disana.
"I - ini ti tidak mungkin kan ? kau tidak sedang hamil kan ?"
"itu benar tuan, saya sedang hamil sekarang dan itu adalah anak kandung tuan, karena saya tidak pernah sekalipun berhubungan dengan pria lain" jelas Ayumi.
Sementara itu, Reno melihat Ayumi dan tatapan matanya menyiratkan sebuah kejujuran. dan Reno pun percaya kalau Ayumi wanita baik - baik jadi tidak mungkin ia akan menipu sepupunya.
"kamu tidak berbohong kan ?"
"Oke kalau gitu, kita tes DNA" ucap Brian bangkit.
Namun sebelum itu, Reno segera mencegah nya.
"Lo gila Bri ? bahaya kalo lakuin tes DNA ketika bayi lagi di kandung, resiko nya tinggi bahkan bisa sampe keguguran"
Mendengar hal itu, Brian pun lantas kembali duduk dan menghela nafas prustasi sambil mengacak - ngacak rambut nya.
"Lantas apa yang harus gue lakuin dong ren, gimana sama mamah papah, Chelsea dan keluarganya"
Reno pun bingung, ia belum bisa memberi saran yang pasti.
"Berikan saya waktu, besok kita ketemu untuk membahas masalah ini"
"Baiklah kalau begitu," ucap Ayumi
"Tolong catat alamat rumah dan nomor ponsel mu disini" kata Brian menyerahkan selembar kertas dan pulpen.
Setelah itu pun Ayumi pamit dengan perasaan hampa dan takut. bagaimana kalau Brian menolak untuk bertanggung jawab dan tidak mengakui anak nya ?
...…...
"Ayumi kemana sayang ? kok tidak ada di kamarnya" kata Adit menghampiri sekar yang duduk di ranjang sambil memainkan handphone nya.
__ADS_1
"pergi mas, katanya mau beli buku" kata Sekar.
"Oh beli buku"
Setelah itu, keheningan melanda mereka berdua hingga adit merasa sangat bosan dicueki oleh istrinya.
"Sayang kamu liat apaan sih, kok mas dicuekin" kata Adit.
Sekar pun lantas mengalihkan perhatiannya dan memandang Adit, hingga tak lama kemudian ia tersenyum dan menurutnya ini saat yang tepat untuk membicarakan nya pada Adit.
"Ehm mas," kata Sekar mendekati Adit.
"Apa ?"
"Ini liat deh tas nya bagus gak ?"
"bagus sayang, kenapa ?"
"beliin aku ya mas please" pinta Sekar
"berapa harganya ?"
"18 juta mas" kata Sekar yang membuat Adit kaget.
"18 juta ? ya ampun mahal sekali hanya tas kecil saja harganya udah kaya motor, lagian mas belum punya uang sayang, nanti ya"
"ayolah mas, ini udah yang paling murah kok. kamu tega ya udah gak sayang lagi sama aku hah ?" kata Sekar.
"bukan begitu sayang, kebutuhan kita banyak belum lagi biaya kuliah Ayumi, nanti mas beliin tapi bukan sekarang"
"Ayumi lagi Ayumi lagi, bosen aku mas. kamu emang gak pernah mau bahagiain aku" kata Sekar hingga air mata nya menetes.
"Udah lah aku gak mau Deket kamu, sebulan ini aku mau pindah ke kamar tamu" kata Sekar bangkit dan memasukkan baju nya dari lemari ke dalam tas .
melihat hal itu pun, Adit menghela nafas kasar.
"Baiklah, mas akan belikan sekarang"
"beneran mas ?" kata Sekar senang.
"Iya sayang"
Lalu Sekar pun lantas berlari dan memeluk Adit dengan erat.
"Yes akhirnya rencana aku berhasil, I'm coming tas" batin Sekar tersenyum licik
...…...
jadi gimana nih ? Brian mau tanggung jawab gak ya ?
__ADS_1