
Saat ini di sebuah lorong rumah sakit, hentakan kaki dan suara roda brangkar terdengar riuh dan nyaring. 3 orang perawat yang diikuti satu orang dokter dan seorang pria tampan berkemeja putih yang kini telah berubah warna menjadi merah akibat tetesan darah sang wanita pujaan ikut mendampingi dengan perasaan takut, sedih dan cemas.
"Mohon maaf, pasien harus segera kami tangani. Silahkan bapak pergi ke bagian administrasi untuk mengurus biaya dan pemberkasan pasien" ucap salah seorang perawat.
"Baik, saya akan ke sana sekarang" ucap pria itu.
Lantas setelah itu, 30 menit kemudian pria itu pun telah selesai melakukan semua proses pendaftaran dan pembiayaan. Dan dengan segera ia pun masuk ke dalam ruang perawatan untuk memberi tahu.
"Permisi, saya sudah memenuhi semua biaya dan pendaftaran"
"Baik pak, pasien akan segera kami tangani. Dan ya, Boleh kami tahu identitas bapak dan pasien ?"
"Saya Billy dan pasien tadi bernama Ayumi Tamara"
Iya mereka adalah Ayumi dan Billy.
"Baik pak, silahkan tanda tangan di sini untuk persetujuan tindakan operasi pasien, Karena waktu kami tidak banyak, kami harus segera mengeluarkan bayi nya, ini untuk keselamatan sang ibu dan anak nya" ucap sang suster.
Lantas setelah itu, Billy pun mengambil map tersebut dan membaca isi yang tertera di sana. Hingga ia membaca sebuah kata yang membuat jantung nya seketika mencelos.
"Menerima dengan baik dan lapang dada apapun hasil operasi pasien" setelah membaca itu, Billy pun terdiam sambil memejamkan matanya.
"Ya Allah, selamatkan lah Ayumi dan bayinya. Biarkan dia menjemput kebahagiaan nya, sudah cukup selama ini dia hidup dalam kubangan derita. Kini saatnya ia bangkit dan menjemput masa depan nya" ucap Billy di dalam hati nya.
.........
Sementara itu, saat ini di sebuah ballroom hotel bintang 5 terlihat gemerlap lampu dan dekor bernuansa gold menghiasi area perayaan ulang tahun salah satu pemilik perusahaan yang ada di Indonesia. Iya, dia adalah Mike Aksara.
Saat ini di sana tengah berlangsung sebuah kata sambutan yang berasal dari sang pemilik hajat yaitu Mike. Dengan penuh rasa bangga dia memperkenalkan satu persatu anggota keluarga nya, hingga tak lupa pula keluarga sang besan yaitu, Agra Mahendra.
"Sayang ?" panggil Brian kala melihat Chelsea tersenyum dengan misterius nya sambil menatap ponsel yang baru saja di hampiri pesan.
__ADS_1
"Ah e e Iya sayang ada apa ?" tanya Chelsea sambil tersenyum berusaha menutup rasa gugupnya.
"Kita di panggil untuk maju ke depan sama papah kamu" ucap Brian.
"Oh astaga, maaf sayang aku gak konsen hehe. ya udah yuk kita maju ke atas" ajak Chelsea.
Lantas setelah itu, Brian dan Chelsea pun bergandengan tangan untuk naik ke atas podium. keduanya menyunggingkan senyum manis yang membuat banyak pasang mata terpukau.
.........
Sementara itu, di lorong rumah sakit tepatnya di depan ruang operasi. Billy tengah tertunduk dengan pakaian kusut nya, rasa khawatir cemas dan takut menghinggapi perasaan nya saat ini. Mulutnya tidak berhenti berdoa akan keselamatan Ayumi dan bayi nya. Dan di tengah - tengah kegiatan nya itu, ia teringat dengan seseorang.
"Brian, iya aku harus kasih tau Brian tentang Ayumi" ucap Billy.
Lantas setelah itu, Billy pun mengambil ponsel dari saku celana nya dan mulai menghubungi Brian.
Satu kali panggilan, 2 kali panggilan hingga 10 kali panggilan pun tetap saja tidak di angkat. Apakah Brian sesibuk itu ?
Dan tanpa ada kata menyerah, Billy pun kembali menghubungi Brian dan mengirim nya pesan untuk mengabarkan kondisi Ayumi.
.........
"Tuan Agra" panggil salah seorang bodyguard kepada Agra yang kini tengah duduk sambil menikmati jamuan pesta.
"Ada apa ?" tanya Agra dengan pandangan menelisik.
Lantas bodyguard tersebut pun membisikkan sesuatu ke telinga Agra yang membuatnya membulatkan mata seketika. Sungguh ia kaget mendengar berita yang barusan di dapat.
"A-apa ? kau serius ?" tanya Agra yang kini mendapatkan perhatian dari Sang istri dan Nara.
"Benar tuan, nona sekarang dia tengah melakukan operasi di rumah sakit"
__ADS_1
"Baik, terimakasih atas infonya"
"Iya tuan sama - sama"
Lantas bodyguard tersebut pun pergi.
"Ada apa pah ? siapa yang di rumah sakit ?" tanya Nara yang diangguki
"Begini mah, Nara kita harus pamit untuk ke rumah sakit sekarang juga. Dan biarkan saja Brian di sini dulu untuk sementara. Jangan tanyakan apapun pada papah, biar nanti kepergian kita yang akan menjadi jawabannya." ucap Agra tegas
Dan setelah itu, Agra pun berpamitan kepada Mike dan keluarga Chelsea yang lain dengan alasan ada kepentingan mendadak yang tidak bisa di tinggal. Dan ya, mau tidak mau mereka pun akhirnya setuju karena siapa sih yang mau mencegah seorang Agra Mahendra bila dia ingin bertindak ?
"Kalau begitu saya pamit, terimakasih atas jamuan nya. Dan sekali lagi Selamat ulang tahun untuk mu tuan Mike" ucap Agra sebagai penutup.
"Baik, terimakasih tuan Agra" jawab Mike.
Lantas setelah itu, Agra pun akhirnya pergi Meninggalkan Area pesta dengan terburu-buru meninggalkan Brian yang kini tengah menatapnya heran.
"Papah, mamah sama Nara mau kemana sih kok buru - buru gitu. emang nya ada hal penting apa yang membuat mereka pergi meninggalkan pesta papah mertua" ucap Brian dalam hatinya
.........
Nyambung gak sih readers ? mohon maaf ya apabila kurang gimana gitu 🤭
Sebelum nya, author Ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak noveltoon dan para readers tercinta kesayangan Author.
karena apa ?
karena author setelah sekian lama, baru up lagi.
Mohon maaf kesibukan dan keterbatasan author di kehidupan nyata sehari-hari mengalihkan waktu dan perhatian author untuk melanjutkan Novel.
__ADS_1
So, jangan kapok dan tetap dukung karya Author ya♥️