
Bismillah.
Kehidupan berputar dengan cepatnya laksana roda di lingkup jalan. Senyum, tawa, berhasil, gagal, bahagia ataupun sedih menjadi pewarna indah dalam goresan lukisan indah yang telah digambar oleh sang pencipta.
Dan kelahiran menjadi sebuah awal dari babak kehidupan yang setiap skenario nya telah tersusun dengan rapi. Dan seperti nya skenario awal ini pun Sedang terjadi pada bayi mungil nan tampan dengan mata yang bersinar itu.
Senyum bahagia terukir manis dari seorang pria tampan yang pertama kali melihat bayi mungil itu dengan tenang nya setelah mengumandangkan adzan yang menjadi sambutan pertama untuk nya, Sungguh bayi ini begitu mirip dengan seseorang yang telah menyia - nyiakan dia Dan ibu nya.
"Nak Billy" panggil seorang wanita bersama dua orang lain yang berjalan di belakang nya.
Iya, pria itu adalah billy. Dosen sekaligus sahabat karib Brian, yang begitu baik dan tulus menyayangi Ayumi, masih ingatkah kalian dengan sosok Billy ?
Mendengar nama nya disebut, lantas Billy pun mendongak ke asal suara.
"Eh tante ?" ucap nya kala melihat ibu kandung sang sahabat yaitu Brian.
"Oh astaga, apakah ini bayi nya Ayumi Dan Brian ?" tanya nya seketika dengan pandangan tertuju kepada inkubator bayi.
"Iya Tante ini bayi mereka, dan ya. karena usia kandungan Ayumi yang masih 8 bulan, maka bayi nya harus di rawat di sini dulu untuk menormalkan semua organ dan kesehatan nya"
Mendengar hal itu, perhatian mamah Brian, Nara dan tuan Agra pun tertuju pada bayi tampan yang tengah memejamkan matanya itu.
"Masya Allah pah, lihat lah cucu kita begitu tampan dan sangat mirip dengan Brian" ucap mamah Brian terharu dengan mata yang berkaca - kaca.
"Iya mah, papah gak nyangka. Sudah tua ternyata kita" jawab tuan Agra terkekeh.
"Eh btw, kok om sama Tante tau kalau Ayumi sudah melahirkan?" tanya Billy penuh penasaran kala secara tiba - tiba orang tua Brian muncul di hadapannya, padahal ia sama sekali tidak mengabari mereka.
"Kami tau dari anak buah yang di utus untuk menjaga Ayumi dari jarak jauh, tetapi sayang nya dia terlambat untuk menyelamatkan Ayumi" jawab Agra penuh sesal.
"Oh begitu, tidak apa - apa om mungkin ini sudah menjadi takdir nya Ayumi dan si kecil" ucap Billy.
Sementara itu, pandangan Nara masih terfokus pada wajah sang bayi dengan tatapan penuh sayang.
"Hai sayang, ini aunty kamu. Good job Ayumi, akhirnya kamu resmi menjadi seorang ibu, kamu hebat bisa berjuang melahirkan anak mu dengan begitu dalam nya dengan segala rasa sakit yang kak Brian toreh. Aku sangat kagum padamu sayang" batin Nara
"Oh iya Billy, bagaimana keadaan Ayumi ?" tanya tuan Agra
Mendengar hal itu, Billy pun tertunduk.
"M-maaf om, keadaan nya tidak baik - baik saja. Dokter mengatakan kalau sekarang ayumi tengah kritis akibat benturan kecelakaan yang dialaminya." jawab Billy dengan bergetar
"Apa ?" ucap ketiga nya bersamaan
__ADS_1
"Ya Allah pah, menantu kita Ayumi. Semua ini salah kita pah yang telat menyelamatkan Ayumi dari kecelakaan itu," ucap mamah Brian penuh penyesalan dengan air mata yang berlinang deras.
"Iya mah, papah juga menyesal. Dan kita semua harus menyelidiki tentang kecelakaan ini" jawab Agra dengan penuh penekanan
"Iya aku setuju pah," ucap Nara
"Saya juga om, karena saya merasa ada hal hal ganjil yang terjadi dalam kecelakaan Ayumi. Saat itu saya menemukan dia sudah tergelatak dengan bersimbah darah di tengah jalan dan sudah dikerumuni orang banyak.
Samar - samar saya mendengar kalau Ayumi yang tengah menyebrang tiba - tiba ditabrak oleh mobil hitam yang melaju dengan kencang, Dan parahnya mobil itu tetap pergi seolah tidak terjadi apa - apa" kata Billy menimpali
"Baik ini memang harus kita urus, mulai detik ini kita semua harus menemukan orang yang menabrak itu dan berjuang untuk keadilan Ayumi"
.........
Sementara itu, saat ini Brian sedang duduk bersandar di pinggir ranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya yang begitu lelah setelah acara pesta besar yang dilakukan oleh sang mertua yaitu Mike Aksara.
"Oh astaga, sedari siang gue lupa belum ngecek ponsel" gumam Brian, lantas setelah itu ia pun bangkit menuju nakas dimana letak ponsel nya tersimpan.
Setelah itu, ia pun kembali duduk di ranjang sambil mengaktifkan ponsel nya. Tak lama kemudian terdengar bunyi notif pesan yang bermunculan, Khusus nya dari Billy yang begitu menyita perhatian
"Ck, tumben banget si billy nelfon sampe 50 kali terus kirim pesan banyak lagi, ada apa sih kayak nya penting banget" ucap Brian. lantas setelah itu, ia pun membuka room chat nya dengan Billy.
From Billy :
✉️ Ayumi ketabrak mobil dan kata dokter harus di operasi segera
✉️ angkat telfon gue Brian !!!
✉️ Ck, Lo dimana lagi ngapain ? aktifin hp Lo
✉️ Istri dan anak Lo lagi berjuang Bri, mereka butuh dukungan Lo
✉️ Bri, anak Lo udah lahir Lo gak mau lihat dia ?
✉️ astaga kenapa di saat penting gini Lo malah hilang sih
✉️ oke fine, kalau kaya gitu biar gue aja yang gantiin posisi Lo. jangan NYESEL
✉️ Suami sama ayah gak guna Lo, jahat nya kebangetan
Iya begitulah Kira - kira isi pesan yang tertera di sana.
Setelah membaca pesan tersebut, Brian pun terdiam. Tubuhnya mendadak kaku dan lidah nya terasa kelu. Apa katanya Ayumi kecelakaan ? dan sekarang dia tengah berjuang untuk bayi mereka ?
__ADS_1
"Ayumi, d-dia" ucap Brian terbata
Lalu tak lama kemudian, Brian pun bangkit menuju ke arah walk in closet untuk mengambil jaket. Setelah itu, dia pun mengambil kunci mobil yang terletak di dekat ranjang, dan bersiap untuk segera pergi.
Namun sayang seribu sayang, di saat dirinya tinggal satu langkah menuju pintu, sebuah panggilan mendayu milik sang wanita pujaan perlahan menghentikan langkah nya.
"Brian sayang, kamu mau kemana ?" tanya Chelsea yang baru saja keluar dari kamar mandi lengkap dengan piyama tidur yang melekat di tubuh nya.
"Eh i-ini sayang aku ada urusan sebentar keluar" jawab Brian
"Urusan apa ? ini udah malam loh sayang udah jam 12, urusan penting apa hingga harus dilakukan tengah malam begini ?" tanya Chelsea dengan penuh selidik
Dicecar dengan pertanyaan seperti itu, Brian pun terdiam. sungguh ia bingung harus menjawab apa, jika ini berhubungan dengan perusahaan rasanya tidak mungkin karena Chelsea mengetahui semua jadwal nya.
Dan kalaupun dia bilang karena ingin menemui Ayumi, ini lebih tidak mungkin karena jika begitu pasti rahasia besar nya akan terbongkar. Dan Chelsea akan meninggalkan nya.
Astaga, sungguh saat ini Brian sedang berada di ambang dilema.
"Jawab dong sayang" tanya Chelsea lagi.
"Eh nggak jadi deh sayang, aku urusin nya besok aja di kantor sama Reno" ucap Brian sambil kembali membuka jaket yang dipakai nya.
Lantas setelah itu, ia pun berjalan menghampiri Chelsea dan memeluk tubuhnya dengan erat.
"Mendingan sekarang kita tidur yuk sayang" ucap Brian dengan senyum manis nya, untuk menghilangkan kecurigaan Chelsea kepadanya.
"Ayo sayang" jawab Chelsea, lantas setelah itu sepasang suami istri tersebut berbaring di ranjang sambil berpelukan dengan erat.
"Sepertinya memang takdir menyuruhku untuk bertemu dengan mu besok Ayumi, biarlah sekarang Billy yang menemanimu di sana" ucap Brian dalam hati nya sebelum dia benar benar memejamkan mata.
.........
hai readers 😍
Sebelum nya, author Ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak noveltoon dan para readers tercinta kesayangan Author.
karena apa ?
karena author setelah sekian lama, baru up lagi.
Mohon maaf kesibukan dan keterbatasan author di kehidupan nyata sehari-hari mengalihkan waktu dan perhatian author untuk melanjutkan Novel.
So, jangan kapok dan tetap dukung karya Author ya♥️
__ADS_1