
Semilir Angin sore terlihat melambai lembut mendampingi terpaan sinar Surya yang kini mulai terlihat akan berpulang ke habitatnya. Di saat seperti ini, manusia seakan nyaman untuk menghabiskan waktunya di penghujung hari.
Sama hal nya dengan Nara, putri bungsu keluarga Mahendra ini terlihat tengah duduk santai di sebuah kursi di tepian kolam renang. Namun ada yang berbeda dengan nya kali ini, ia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu hal hingga membuat sang kakak Brian yang kebetulan melintas di hadapan nya merasa heran.
"Kamu kenapa Nar ? kok melamun kayak gitu ?" tanya Brian yang kini tengah duduk tepat di hadapan Nara.
"Ehm gak papa sih kak" jawab Nara
"Yakin ? kok sampe gak ngedip kaya gitu ? hati hati loh ntar Kesambet" kata brian lagi yang mengundang tatapan sinis Nara.
Iya, jika kepada Nara sang adik, mamah dan Chelsea maka Brian akan bersikap begitu hangat bahkan tak jarang untuk mengajak nya bercanda. Namun jika selain itu, maka Brian akan bersikap begitu dingin dan ketus bahkan kepada Ayumi sang istri rahasia.
"Ih kakak jahat banget sih sama adik sendiri ngomong nya gitu banget" kata Nara sambil mengerucutkan bibirnya.
"Hahaha iya iya habisnya kamu kenapa sih"
"Hmm aku lagi mikirin sahabat aku kak"
"Sahabat ? yang mana ? kok kakak baru dengar" kata Brian sambil mengerutkan dahinya
"Ada kak, dia itu adik tingkat aku di kampus dan usianya di bawah aku 3 tahun" jelas Nara
"Iya terus kenapa emang nya sama dia ?" tanya Brian penasaran
"Jadi kak dia ituu....."
Flashback on :
"Jadi, apa yang mau kamu ceritakan Ayumi ?" tanya Nara dengan tatapan mengintimidasi
Iya, setelah kepulangan dari kampus Ayumi dan Nara pun segera pergi menuju sebuah cafe yang terletak tak jauh dari sana. Iya rencana nya Ayumi ingin menceritakan bagaimana ia bisa mengandung.
"Huftt, apakah kau ingat kak saat ulang tahun salah satu anak kampus yang dilakukan di club' ? entah apa yang terjadi padaku saat berada di sana, karena pada pagi hari nya ketika terbangun aku sudah berada di sebuah kamar hotel bersama seorang pria dalam keadaan tidak berbusana" kata Ayumi
"Lalu bagaimana ?" tanya Nara tidak mengerti
Lantas setelah itu, Ayumi pun menceritakan semua nya dari awal Brian meninggalkan nya di kamar hotel dengan sebuah kartu nama hingga satu bulan kemudian setelah kejadian itu dia dinyatakan hamil dan bahkan hampir di usir oleh adit sang kakak.
"Apa pria itu bertanggung jawab atas kehamilan mu dan kau menikah dengan nya ?"
__ADS_1
"Iya kak, dia menikahi ku dan terhitung sudah dua bulan kami menikah bahkan sejak saat itu aku tinggal di apartemen miliknya." kata Ayumi
"Huft syukurlah kalau begitu. Aku harap dia pria baik yang bisa bertanggung jawab dan memberikan mu kebahagiaan dan kalau boleh tau, siapa suami mu ?" tanya Nara
"Ehm maaf kak, untuk saat ini aku tidak bisa dan belum siap untuk memberi tahu tentang nya. karena memang pernikahan kami serba mendadak dan tidak banyak orang yang tahu. Dan aku harap kak Nara mengerti akan hal ini" kata Ayumi berbohong, padahal kenyataan yang sebenarnya Brian lah yang meminta Ayumi untuk merahasiakan identitas nya dan pernikahan mereka
Flashback off
"Lah, terus kalau begitu apa yang kamu pikirkan nar" kata Brian sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku merasa ada yang janggal dengan sosok suami sahabat ku itu, seperti ada sebuah rahasia yang tidak ingin di publikasikan. dan aku harus mencari tau tentang hal itu" kata Nara
"Iya deh terserah kamu, oh iya ngomong - ngomong nama sahabat kamu itu siapa ? kakak jadi penasaran" tanya Brian.
"Namanya....."
Drettt drett drett
Belum sempat nara melanjutkan ucapannya, deringan ponsel milik Brian menghentikan semuanya
"Ups sebentar Nara ada telfon penting dari pihak bandara. kakak tinggal dulu ya" pamit Brian
.........
"Hallo, ada apa kau menelfon ku hah menganggu saja tau ?" kata Brian membentak
"Maaf mas kalau aku mengganggu, tetapi mas boleh tidak kesini sebentar saja dari tadi perut ku sakit dan aku takut terjadi apa - apa sama bayi kita. antar aku ke dokter ya mas" kata Ayumi di seberang sana.
Iya, yang tadi menelfon Brian adalah Ayumi dan karena tak ingin Nara curiga Maka Brian pun mengatakan kalau itu adalah panggilan dari bandara.
"Nggak, gak bisa. aku sedang sibuk kau pergi saja sendiri pesan taksi kek atau ojek kek atau apalah gitu." jawab Brian ketus
"Tapi mas, untuk berjalan saja aku agak kesusahan soalnya sakit banget." kata Ayumi
"Udahlah gak usah manja, pergi saja sendiri aku sibuk bye" kata Brian yang langsung mematikan telfon nya sepihak.
"Dasar menyusahkan saja bisanya" kata brian dalam hati nya
.........
__ADS_1
Sementara itu, di seberang sana Ayumi tengah dilanda kebingungan pasalnya Brian tiba-tiba mematikan sambungan telfon mereka. dan setelah di hubungi kembali malah jadi tidak aktif.
"Ya Allah bagaimana ini, Duh nak kamu jangan buat mamah takut dong sayang" kata Ayumi sambil mengelus perutnya
"Tidak ada pilihan lain, aku harus pergi sekarang juga. ehm apa aku meminta antar kepada Mbak Vera saja ya soalnya kalau sendiri aku takut terjadi apa - apa di jalan, baiklah akan aku coba semoga saja dia bisa"
lantas setelah itu, Ayumi pun segera bersiap-siap untuk pergi ke dokter. lalu setelah selesai dia pun mulai berjalan menuju apartment Mbak Vera yang tak jauh dari unit milik nya.
Tok tok tok
"Assalamualaikum Mbak Vera" kata Ayumi
dan tak lama kemudian pintu pun terbuka terlihat di sana Vera yang tengah mengulas senyum nya kala melihat kedatangan Ayumi
"Waalaikumsalam Ayumi, ada apa ?" tanya Vera
"Ehm mbak sedang sibuk tidak ? Boleh Ayumi minta antar pergi ke dokter ? soalnya dari tadi perut ku sakit mbak aku takut terjadi apa - apa Sama bayi nya" kata Ayumi
"Loh memang suami mu belum pulang dari pekerjaan nya ?"
"Belum mbak, dan dia juga tidak akan pulang lagi"
"Oh begitu, baiklah tunggu sebentar ya mbak ganti baju dulu untung saja suami mbak lagi kerja jadi bisa antar kamu deh" kata Vera
"Baik mbak, terima kasih ya sebelum nya. dan maaf sudah mengganggu waktu nya" kata Ayumi merasa tidak enak
"Iya gak papa, kamu ini kaya sama siapa aja, ya udah mbak masuk dulu ya"
"Oke mbak" kata Ayumi.
.........
Readers maaf ya,
author bukan nya lelet up, atau kalau pun up eh malah sedikit atau bagaimana.
author juga gak mau up cepat tetapi ceritanya kurang Sreg dan author tuh pengen ngasih cerita yang terbaik buat readers tercinta.
jadi mohon di maafkan plus di maklumi ya readers.. love you all 😘
__ADS_1