
Satu Minggu kemudian, pada hari ini merupakan tepat hari kepulangan Brian dan Chelsea dari acara honeymoon nya ke Swiss. Saat ini mereka sudah berada dalam perjalanan menuju mansion kediaman keluarga Mahendra dengan di jemput oleh sopir pribadi Brian.
Kedatangan mereka di sambut oleh papah dan mamah Brian, namun batang hidung Nara tidak terlihat di sana. Karena ia lebih memilih diam di dalam kamarnya sambil mendengarkan musik. apalagi ia begitu malas melihat wajah Chelsea yang tidak di sukai nya itu.
"Ah capek sekali ya sayang" kata Chelsea yang langsung merebahkan badan nya di atas kasur empuk yang berada di dalam kamar Brian.
"Iya sayang, tapi baru juga sampai aku sudah di sambut dengan pekerjaan yang menumpuk lihatlah ini, banyaknya email dan file yang harus disusun untuk meeting besok" kata Brian memperlihatkan ponselnya.
"Lah kamu besok langsung masuk kerja sayang ?" tanya Chelsea bangkit dan mendekati Brian
"Iya, ada klien penting dari Singapura dan beberapa proyek yang harus segera di tangani. ya udah kamu istirahat saja sana, aku mau ke ruang kerja" pamit Brian
"Kamu istirahat saja dulu sebentar sayang, masa baru juga sampai udah langsung kerja aja gak capek apa"
"Gak papa sayang, aku gak capek kok. aku kerjain sekarang aja biar ntar malam bisa istirahat full, mumpung ini masih siang"
"Okelah kalo gitu, semangat ya sayang muachhh" kata Chelsea mencium pipi brian
"Wah kalau gini mah aku pasti semangat dong" kata Brian sambil menyunggingkan senyum nya
.........
Sesampainya di ruang kerja, Brian pun duduk di kursi dan bersiap untuk memulai pekerjaan nya. Namun di atas meja, ia tidak menemukan laptop yang biasa digunakan nya. hingga ia pun mencari laptop tersebut ke seluruh ruangan.
"Dimana sih tuh laptop, lagi mau dipakai kok mendadak gak ada. apa jangan - jangan ada di kantor ya, ah coba aku tanya aja sama Reno"
lantas setelah itu Brian pun mengambil ponsel nya dan mulai menghubungi Reno.
"Hallo ren, coba ke ruangan gue disana ada laptop gue gak ?" tanya Brian
"Ini gue lagi di ruangan Lo kok bri lagi nyari file, dan di sini gak ada laptop punya Lo. Ada apa emang nya" kata Reno
"Laptop gue kok gak ada ya mana mau ngerjain file buat besok lagi" kata Brian gusar
__ADS_1
"Coba cari di kamar atau di ruang kerja lo"
"Iya ini juga udah gue cari tapi tetep aja kagak ada, gue takut hilang mana di dalamnya banyak file - file penting lagi."
"Hmm, apa nggak ketinggalan di tempat nya Ayumi ?" tanya Reno yang membuat Brian mengernyitkan dahinya berfikir
"Entahlah, tapi bisa jadi sih ntar lah gue cek. ya udah thanks bro" kata Brian lantas ia pun mematikan panggilannya
"Ih aneh banget si Brian" kata reno di seberang sana menatap ponsel nya
.........
Sementara itu, di tengah cerah nya mentari sore hari ini. Ayumi tengah duduk santai di sofa sambil menonton televisi dan ia baru saja selesai makan siang karena tadi ketiduran. Dan kebetulan hari ini Ayumi juga mengambil cuti kerja karena merasa sedikit pusing dan lemas, mungkin ini adalah efek dari kehamilannya.
Di tengah kegiatannya itu, tiba - tiba terdengar ketukan pintu dari luar. Lantas Ayumi pun segera bangkit dan membukanya. Terlihat di sana Brian yang menatap Ayumi tajam.
"Mas Brian" kata Ayumi tersenyum sumringah melihat kehadiran sang suami
"Hmm, lama sekali kau membuka pintu" ucap Brian dingin
"Huft ya sudah kalau begitu"
lantas Brian pun masuk dan mulai mencari laptop yang dibutuhkan nya, dan benar saja laptop itu terdapat di bawah meja sofa ruang tamu.
"Nah, ini dia yang aku cari" ucap Brian senang
Ayumi yang berada di belakangnya pun memperhatikan Brian dengan tatapan penasaran.
"Kamu sedang mencari apa mas ?"
"Ini laptop ku ketinggalan disini jadi mau aku bawa. ya sudah kalau gitu aku langsung pergi" pamit Brian tanpa basa - basi sambil melangkahkan kaki nya ke luar rumah.
Namun baru saja ia ingin melangkah keluar, sebuah cekalan di tangan nya membuat ia seketika berhenti.
__ADS_1
"Kamu mau pergi lagi mas ? apa kamu sudah makan kebetulan aku tadi habis memasak. Dan aku juga mau memperlihatkan hasil USG dan pemeriksaan kandunganku" kata Ayumi
"Aku sudah makan dan harus segera pergi, lagi banyak urusan. Masalah kandungan mu kita bahas nanti saja"
"Sebentar saja mas aku mohon,"
"Tidak bisa ayumi" kata Brian
"Huft, baiklah mas kalau begitu tunggu sebentar"
Lantas setelah itu Ayumi pun pergi ke kamarnya untuk mengambil tas dan mengeluarkan sebuah amplop putih berlabel rumah sakit yang di dalamnya berisi surat serta foto.
"Aku ngerti kalau kamu lagi sibuk mas, jadi aku mau ngasih kamu surat ini sekaligus foto USG bayi kita. kamu lihat ya mas" kata Ayumi tersenyum sambil menyerahkan surat itu ke tangan brian
"Ya sudah, aku pergi" ucap Brian dingin yang langsung melangkahkan kakinya tanpa ada pamitan khusus atau pelukan mesra.
Ayumi pun hanya bisa pasrah melihat kepergian Brian, ingin rasanya ia seperti wanita lain yang begitu di sayang dan di istimewakan oleh suami nya apalagi ia dalam keadaan hamil seperti ini, tetapi kembali lagi Ayumi sadar akan status nya yang hanya sebagai istri rahasia.
.........
Malam harinya tepat jam 10, Brian akhirnya telah menyelesaikan berkas untuk esok hari. ia pun merenggangkan ototnya dan membereskan kembali semua perlengkapan dengan rapih.
Tiba - tiba matanya pun tanpa sengaja menatap amplop pemberian Ayumi yang tergelar begitu saja di ujung meja, lantas ia pun mengambil nya dan membuka isi surat itu.
Nampaklah di sana surat hasil pemeriksaan Ayumi yang diberikan oleh dokter Evan.
"Kandungan nya lemah ? pantas saja tadi ia bilang lemas dan wajahnya terlihat agak pucat, semoga saja ini tidak akan membahayakan" kata Brian
Setelah selesai, Brian pun lantas kembali mengeluarkan apa yang ada di amplop tersebut, Hingga akhirnya ia menemukan foto USG yang menampilkan sebuah bulatan kecil di dalamnya.
"Jadi ini gambar calon janin ku" kata Brian mengelus pelan gambar tersebut, dan entah kenapa melihat itu hatinya berdesir dan serasa berdetak lebih kencang.
Apakah ini bisa dikatakan sebagai bentuk perasaan ikatan batin antara seorang Ayah dan anak ?
__ADS_1
.........
jangan lupakan like, komen & vote nya ya readers🥰