
Saat ini, Ayumi tengah berbaring di atas brangkar pasien dan benar, dokter Evan lah yang kembali melakukan pemeriksaan kandungan kepadanya.
Drett drett drett
Tak lama kemudian Suara panggilan telfon terdengar nyaring dari ponsel milik Mbak Vera, hal itu pun lantas menyita perhatian Ayumi.
"Ponsel nya berbunyi mbak" kata Ayumi
"Iya nih yum, Suami mbak telfon sebentar ya mbak keluar dulu permisi" kata Vera
"Iya mbak"
Lantas setelah itu, pemeriksaan kembali berlanjut hingga selesai dan Ayumi pun sekarang tengah duduk berhadapan dengan Evan.
"Hallo Ayumi, apa kabar ?" kata Evan membuka suara
"Ehm saya baik dok Alhamdulillah" jawab Ayumi
"Syukurlah kalau begitu, dan ya melihat tatapan wajah mu aku yakin kau tengah bertanya - tanya akan hasil pemeriksaan nya" tebak Evan yang seketika membuat Ayumi mengangguk dan tersenyum malu
"Calon anak Brian dalam kandung mu sehat namun tergolong agak lemah" kata Evan
Mendengar hal itu, Ayumi pun kaget.
"Ah ya, apa dokter tau nama suamiku ?" tanya Ayumi
"Tentu saja aku tau" jawab Evan
"Oh astaga, aku kenapa sih pastilah dokter tau nama suami ku kan aku pasien mu hehehe" kata Ayumi
"Tidak juga"
"Tidak ? maksud dokter ?" tanya Ayumi tidak mengerti
"Brian adalah sahabat ku semenjak kami SMA aku pun tau kalau dia memiliki 2 istri yang dimana kamu adalah salah satu nya"
Mendengar hal itu Ayumi pun lagi - lagi merasa terkejut
"Ba-bagaimana bisa ? jadi selama ini dokter mengetahui akan status ku ?"
"Iya, bisa di bilang seperti itu. dan aku pun mengetahui semua kisah kalian dari awal. Aku turut prihatin akan kehidupan mu Ayumi, di usia muda seperti ini kau harus menanggung beban seberat ini"
__ADS_1
"Hmm jadi seperti itu, Tidak apa - apa dok mungkin ini adalah alur kehidupan yang telah Allah tulis untuk ku. Dan aku hanya meminta agar dokter tidak memberikan tahukan apapun tentang ku dan mas brian kepada orang lain. karena aku hanyalah istri rahasia dan mungkin saja juga sementara untuk nya" kata Ayumi tersenyum lirih dan cenderung dipaksa
"Iya aku mengerti dan apa Kau tahu Ayumi ? karang tetap saja berdiri kokoh di tengah ganasnya terpaan ombak dan Bulan pun tetap setia mengikuti matahari
Meskipun kala ia muncul Matahari selalu pergi seakan tak ingin bertemu, Namun kau lihat ? meskipun begitu banyak bintang yang diam di sisi langit menemani bulan, kau tahu kan arti nya seperti apa ?" kata Evan
.........
Sementara itu, Saat ini Reno tengah berada di perjalanan menuju sebuah tempat yang terletak tak jauh dari ibu kota Jakarta. Sudah hampir seminggu lebih ia tidak pergi ke tempat ini dikarenakan kesibukan nya di kantor yang begitu banyak.
tok tok tok
Suara ketukan pintu yang dibuat Reno membuat penghuni yang berada di dalam rumah minimalis ini berjalan dan mulai membuka pintu.
"Eh Den Reno, bibi kira siapa masuk den" kata bi Yati
Iya, bi Yati adalah asisten rumah tangga yang ditugaskan oleh Reno untuk menjaga rumah ini.
"baik bi, oh iya dimana dia ?" tanya Reno kepada Bi Yati
"Beliau ada di dalam kamarnya den sepertinya sedang tidur"
"Hemm baiklah, apa dia sudah makan ?"
lantas setelah itu, Reno pun bergegas berjalan menuju salah satu kamar yang berada di sana. Dibuka nya pintu kamar tersebut dan terlihat di sana seseorang tengah tertidur dengan damai nya di atas ranjang.
Melihat hal itu, Reno pun lantas menghampiri dan duduk di sebelah seseorang yang tengah berbaring itu.
"Maafkan aku yang baru mengunjungi mu" kata Reno sambil mengelus kepala seseorang tersebut.
.........
Saat ini, jam di dinding kamar sudah menunjukkan pukul 11 malam. Namun sayangnya Ayumi kembali tidak dapat memejamkan matanya. Entah kenapa ia jadi teringat percakapannya dengan Dokter Evan tadi pagi.
Flashback On :
"Kau faham apa yang aku katakan ?" tanya Evan
"Iya dok aku faham, tetapi tetap saja aku tidak bisa apa - apa. saat ini yang menjadi fokus ku adalah bayi ini" jawab Ayumi
"Ayumi, kandungan mu saat ini tergolong agak lemah bahkan sampai kram mendadak, apa kamu tau penyebab nya ? stress Ayumi, kamu terlalu hanyut dalam banyaknya fikiran dan itu berpengaruh pada kandungan mu. Aku harap kamu bisa lebih berhati-hati lagi, jangan hanya karena perilaku Brian, kamu bahkan membahayakan anak sendiri" kata Evan
__ADS_1
"Iya dok, aku akan berusaha untuk lebih menjaga diriku dan kandungan ku"
"Baiklah Ayumi, aku percaya dan aku akan memberikan kamu obat serta vitamin yang bagus untuk kandungan mu. Dan kalau ada apa - apa segera hubungi aku, jangan sungkan anggap saja aku sahabat seperti suami mu" kata Evan
"Iya dokter Evan, terimakasih" kata Ayumi tersenyum tulus.
Flashback Off
"Aku tau maksudmu dokter evan, tetapi bulan terlalu indah dan suci untuk mencerminkan diriku. Dan meskipun menurutmu aku layaknya bulan yang mengejar matahari yang secara logika tidak akan mampu dan bisa tetapi ingatlah, Ada gerhana yang akan mempersatukan kami suatu saat nanti" kata Ayumi
"Maafkan mamah sayang, karena mamah kamu dalam bahaya dan belum bisa memberikan yang terbaik untuk mu" kata nya lagi sambil mengelus perut nya yang mulai menonjol.
.........
Sementara itu, saat ini di sebuah rumah mewah yang berada di kawasan elite terlihat sebuah keluarga yang tengah melakukan Quality time bersama di ruang keluarga.
"Sayang, apa besok kamu sudah mulai masuk kerja ?"
"Iya mah, besok aku mulai kerja"
"Baiklah kalau begitu, semoga kamu betah dan sukses di sana ya. doa mamah selalu untuk mu nak"
"Iya mah" jawab pria itu.
"Oh dan ya, jika kamu sudah mulai tidak betah maka perusahaan papah selalu terbuka untuk mu" kata sang kepala keluarga.
"Okay lah itu sudah pasti, tetapi aku ingin meraih impian dan cita - cita ku sejak kecil dulu pah" kata pria itu kembali.
"hemm baiklah apa katamu saja. papah akan mendukung apa maumu asalkan itu positif dan membawa manfaat bagi orang banyak"
"Iya pah thank you so much"
lantas setelah itu mereka pun kembali melanjutkan perbincangan nya sambil sesekali melirik ke arah televisi yang tengah menayangkan sebuah berita edukasi.
Hmm kira - kira siapa ya sosok pria itu ?
.........
Readers maaf ya,
author bukan nya lelet up, atau kalau pun up eh malah sedikit atau bagaimana.
__ADS_1
author juga gak mau up cepat tetapi ceritanya kurang Sreg dan author tuh pengen ngasih cerita yang terbaik buat readers tercinta.
jadi mohon di maafkan plus di maklumi ya readers.. love you all 😘