
"Okay presentasi nya bisa kita mulai, silahkan untuk kelompok pertama maju ke depan" titah Billy.
Iya, hari ini para mahasiswa di tugaskan Billy untuk memecahkan sebuah masalah ilmiah jika dikaitkan dengan logika manusia. Dan tugas ini di kerjakan secara berkelompok dengan sebuah presentasi di akhir sebagai bukti hasil penelitian.
Sementara itu, kelompok satu yang saat ini akan maju ke depan terlebih dahulu merupakan kelompok yang anggota nya terdiri dari 3 orang yaitu Ayumi sebagai ketuanya
Melihat mahasiswa yang menjadi bahan stalking nya kemarin, maka Billy pun memperbaiki posisi duduk nya dan memfokuskan dirinya.
"Wih jadi penasaran aku sama pengetahuan dan kecerdasan wanita ini" kata Billy dalam Hati nya sambil menatap Ayumi
"Baik, Assalamualaikum wr.wb. izin, kami dari kelompok satu dengan beranggotakan 3 orang yang terdiri dari saya Ayumi Tamara sebagai ketua, serta Reksa dan Fani sebagai anggota.
Kami disini akan mempresentasikan hasil penelitian sekaligus diskusi akan tugas yang diberikan pak Billy pada Minggu lalu." kata Ayumi jelas sebagai pembukaan
"jadi, dari hasil penelitian yang kami dapat bahwasanya ................." kata Ayumi menjelaskan dengan begitu lugas dan mudah di fahami dengan logika pembicaraan yang sistematis.
Seluruh mahasiswa di sana pun memandang Ayumi dengan decak kagum tak terkecuali dengan sang dosen, Billy.
Tak heran karena Ayumi merupakan salah satu siswa cerdas yang meraih beasiswa, ya meskipun beasiswa yang di dapat tidak sepenuhnya memenuhi pembayaran uang semester.
"tak kusangka ternyata dia perempuan yang cerdas, Hmm sungguh menarik" kata Billy dalam hatinya yang tertuju kepada Ayumi
.........
"Kamu kenapa chel ? mamah lihat kok senyum - senyum sendiri kaya gitu ?" tanya Herlin Aksara kepada sang anak.
"Hah ? eh apa mah ?" kata Chelsea tersentak dari lamunannya.
Mendengar hal itu, Herlin pun menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya.
"Kamu ini kenapa si chel, dari tadi mamah perhatian kok melamun terus senyum - senyum sendiri memangnya ada apa sih ?"
"Hehehe, Ng-nggak papa kok mah" elak Chelsea
"Hmm. ya sudah kalau begitu" kata Herlin yang kembali melanjutkan memotong sayuran nya.
__ADS_1
Iya, saat ini Chelsea sedang bermain di rumah orang tuanya, dia merasa begitu rindu kepada sang mamah khususnya masakan beliau yang selalu pas di lidah.
Beberapa saat pun berlalu, terjadi keheningan di antara mereka. Hingga kemudian, Chelsea pun membuka suara nya.
"Mah, Apa mamah pernah ngerasain yang nama nya jatuh cinta pada pandangan pertama ?" tanya Chelsea sambil memainkan sebuah apel di tangan nya
"Jatuh cinta pada pandangan pertama ? love at the first sight ? hmm pernah sih" jawab Herlin
"Oh iya ? sama siapa mah ?"
"Sama papah kamu lah, dia itu cinta pertama sekaligus cinta terakhir mamah, waktu melihat nya pertama kali mamah sudah jatuh hati dan yakin kalau dia itu jodoh mamah. terus sekarang kenapa kamu tanya gitu ?" tanya Herlin menatap Chelsea intens
"Hmm gak papa kok mah, a-aku cuman tanya aja" jawab Chelsea gugup
"baguslah kalau begitu, mamah hanya ingin kamu tetap setia sama Brian. jangan kamu khianati cinta dan kepercayaan nya, sudah cukup kamu bohongin dia hanya demi ambisi papah mu" kata Herlin tegas.
Mendengar hal itu, Chelsea pun membolakan kedua matanya malas.
"Yayaya, aku tidak janji tapi. karena aku bukan tuhan yang mampu menetapkan hati pada satu orang, apalagi aku mendekati nya hanya karena papah" ucap Chelsea.
.........
Tring
Bunyi pesan terdengar nyaring dari ponsel milik Ayumi. Hingga membuat nya yang tengah menyantap semangkok bakmi pun terhenti.
✉️ From : Mas Brian
..."Nanti malam aku pulang, kau bereskan rumah jangan sampai kotor dan buat ku tidak nyaman" ...
Melihat hal itu, hati Ayumi mendadak berbunga-bunga. Ia sangat senang mendengar berita ini, dan sungguh ia begitu merindukan sosok suami rahasia nya itu.
Sementara itu, Nara yang sedari tadi ada di samping Ayumi pun mendadak mengernyitkan dahinya heran melihat Ayumi yang tersenyum sendiri sambil melihat ke arah ponsel nya.
"Kamu kenapa yum ? kok kayak yang senang begitu" tanya Nara
__ADS_1
"Hehehe, iya nih kak. akhirnya nanti malam suamiku pulang" jawab Ayumi dengan senyum manis nya
"Owalah begitu, pantas saja kaya orang gila baru, senyum - senyum gak jelas sambil lihat hp hahaha" ledek Nara yang membuat Ayumi mencubit lengan nya
Awww
"Iya deh ampun iya yum, astaga ini perih banget. galaknya bumil satu ini" kata Nara sambil mengusap lengan nya
"Habisnya kak Nara sih ledekin aku terus" kata Ayumi mengerucutkan bibirnya
"Iya deh iya maaf, oh iya yum. melihat mu yang terlihat bahagia ini, apa kamu udah cinta sama suami kamu itu ?" tanya Nara
Mendengar hal itu, Ayumi pun terdiam seketika.
"Entahlah kak, aku juga bingung. kadang saat jauh aku merasa rindu, saat dekat aku merasa nyaman, aku juga senang melihatnya dan kadang jantung ku selalu berdebar tak karuan bila ada dia" jawab Ayumi dengan pandangan lurus ke depan
"Ya ampun Ayumi, itu arti nya kamu udah cinta sama dia." jawab Nara sambil menggelengkan kepalanya, ia begitu heran dengan sahabat nya yang begitu polos ini.
"Benarkah kak ?"
"Iya Ayumi"
Mendengar hal itu, Ayumi pun sontak kembali terdiam dan ia pun memutar kembali ingatan nya kepada sosok Brian.
"Apakah benar aku sudah mencintai mu mas ?" kata Ayumi dalam hatinya.
.........
Readers, mohon bantu author yaaa🥺
Berikan like, komen & vote sebanyak-banyaknya.
Insha Allah, akan Allah balas dengan berkali lipat balasan yang baik.
Terimakasih ♥️
__ADS_1