
"Ayumi" Panggil salah seseorang mahasiswa dari luar kelas.
Mendengar nama nya di panggil, lantas Ayumi pun mengalihkan pandangan nya. Terlihat di sana seorang wanita cantik dengan blazer putih tengah berdiri di dekat pintu ruang kelas nya.
"Aku ?" tunjuk Ayumi pada diri nya sendiri
"Iya kamu, Saya disuruh sama pak rektor untuk memanggil kamu menghadap ke ruangan nya. Cepat ya jangan terlambat" ucap mahasiswa tersebut setengah berteriak, lantas setelah itu ia pun berjalan pergi.
Mendengar hal itu, Ayumi pun menghela nafas kasar. Apa sih yang membuat pak rektor tiba - tiba memanggil nya ? perasaan biaya semesteran dia Kali ini jadwal nya beasiswa deh. lantas kalau begitu, untuk apa ia di panggil ? wah jangan - jangan ada masalah serius nih, begitulah fikiran Ayumi saat ini.
Dan tanpa banyak waktu, ia pun bangkit dan membereskan laptop serta alat tulis di meja nya hingga sesaat pandangan nya mengarah ke deretan kelas, yang ternyata Sekarang semua mahasiswa yang ada di sini tengah memperhatikan diri nya dengan senyuman sinis dan tatapan tajam.
"Kenapa mereka melihat ku seperti itu ? salah ya kalau aku dipanggil pak rektor ?" ucap Ayumi dalam hati nya.
Setelah itu, Ayumi pun menggelengkan kepalanya berusaha menghilangkan fikiran buruk dalam otak nya dan langsung saja ia bangkit dan pergi menuju ruang rektorat.
..........
Sementara itu, saat ini Nara tengah duduk bersama dengan Evan di sebuah cafe yang letak nya tidak jauh dari kediaman Mahendra. Sesekali Evan memandang Nara dengan lekat nya, hingga membuat gadis itu mendelik marah.
"Apaan sih kamu, liat - liat terus bikin risih aja sih. Iya tahu aku emang cantik" ucap Nara sambil menyedot orange jus di depan nya.
"Heem, kamu memang sangat cantik. Itulah kenapa aku jatuh cinta sama kamu" ucap Evan yang seketika membuat nara tersedak
uhuk uhuk uhuk
"Astaga, kalau mau gombal liat dong. kan tersedak jadi nya"
"Ups Sorry Nar. iya deh aku salah, aku minta maaf ya, ehm ngomong - ngomong ada apa kamu minta ketemu sama aku. Gak mungkin karena kangen kan ?"
"Iya nggak lah, mimpi aja. Aku tuh ke sini mau nanyain keadaan Ayumi sama calon ponakan aku, habisnya dia kalo di tanya jawab nya baik aja." Tanya Nara
"Keadaan kandungan nya memang baik sih, tetapi aku selalu sarankan dia agar tidak stress dan banyak fikiran karena itu semua akan berpengaruh. Dan ya, sampai pemeriksaan kemarin pun Ayumi tetap saja sendiri. Kemana sih Brian ?" ucap Evan
__ADS_1
"Ada, dia ada kok. cuman ya gitu, aku tuh kesel bin emosi kalau ingat perlakuan dia sama Ayumi Kalau bukan kakak kandung, udah aku jurus tuh orang"
"Iya sih, aku juga gak nyangka dia akan kaya gitu ke istri yang tengah mengandung anak nya. Kasihan tahu Ayumi, aku pernah pergokin dia lagi natap suami istri yang gendong bayi dengan sendu"
"Heem, kasihan. tapi tenang, aku akan selalu jaga dan lindungi dia apalagi sekarang bertambah lah 2 orang lagi yang menjadi perisai dan sinar untuk Ayumi" kata Nara
Mendengar hal itu, Evan pun mengernyitkan dahi nya heran.
"Perisai dan sinar ? maksud kamu siapa ?" tanya Evan tak faham
"Mamah sama papah"
.........
"Ayumi Tamara, Mahasiswa peraih beasiswa. Saya kira kamu cukup cerdas untuk memahami apa alasan saya memanggil kamu ke sini" ucap rektor tersebut yang diketahui bernama Sucipto.
"Iya pak, saya mengerti. Dan seperti nya saya juga harus meluruskan tentang hal ini" jawab Ayumi. Iya, dia telah tahu bahwa kehadiran nya di ruangan ini tak lain dan tak bukan adalah untuk diinterogasi perihal berita tentang kehamilan nya.
"Silahkan, justru saya menunggu hal itu. sudah cukup kami dibuat penasaran akan keterbungkaman kamu"
"Saya sudah menikah pak, 5 bulan yang lalu. Dan ini adalah foto - foto pernikahan saya" ucap Ayumi sambil menunjukkan foto ijab kabul nya bersama Brian.
"Kalau di lihat memang benar itu nyata seperti sebuah ijab kabul, tetapi Ayumi sebuah foto bisa saja editan atau di buat - buat. Dan foto pernikahan kamu ini tidak bisa menjadi jaminan bila kamu sudah terikat tali pernikahan. Tetapi jika benar, silahkan tunjukkan akta atau buku pernikahan kamu"
Mendengar hal itu, Ayumi pun terdiam.
"Sebelum nya saya minta maaf pak, saya menikah masih secara siri belum di resmikan. Karena suami saya sibuk kerja dan saya pun sibuk dengan jadwal kuliah" ucap Ayumi sedikit berbohong.
"Oke, saya akan mencoba untuk menerima. Dan kalau boleh, tolong telfon Suami kamu sekarang, saya ingin bicara dengan nya"
"Ba-baik pak"
lantas setelah itu, Ayumi pun mendial nomor Brian dan menghubungi nya. tetapi sayang, setelah beberapa kali panggilan Brian tidak mengangkat nya, dan sebaliknya dia justru menolak panggilan dari Ayumi.
__ADS_1
"Bagaimana Ayumi ?" ucap rektor pura - pura tidak tahu, padahal jawaban nya sudah ia dengar langsung karena Ayumi memang me loud speaker panggilan nya.
"Suami saya tidak mengangkat nya dok" ucap Ayumi lesu. Hilang sudah kini pembelaan terakhirnya.
"Huft, Ayumi saya sekarang sudah bisa mencerna kesimpulan apa yang akan saya berikan. Dan sebelum nya, saya minta maaf yang sebesar-besarnya, atas nama baik kampus kita tercinta ini, dengan terpaksa saya harus mengeluarkan kamu dari sini" ucap sang rektor.
Mendengar hal itu, Ayumi pun membulatkan mata nya kaget.
"Sa-saya di keluarkan pak ?" ucap Ayumi terbata sambil menahan tangis
"Iya Ayumi, saya mohon maaf. Banyak mahasiswa dan rekan dosen di sini terganggu atas berita kamu. Dan dengan sangat terpaksa kami harus melakukan hal ini"
"Tapi kenapa pak ? saya sudah jelaskan semua kepada bapak"
"Iya saya faham, tetapi bukti yang kamu berikan tidak akurat Ayumi."
"Saya mohon pak, berikan saya kesempatan sekali lagi saja. saya janji akan memperbaiki semua nya" pinta Ayumi memohon.
Sungguh, berita keputusan akan pengeluaran dirinya dari kampus menjadi sebuah bencana besar yang melanda hidupnya. Perjuangan dia dari kecil, dukungan akan impian nya dari sang kakak dan almarhum orang tua nya apakah harus lepas landas begitu saja ?
"Sekali lagi saya mohon Ayumi, sayaa......." kata sang rektor, namun sayang belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, sebuah suara tegas milik seseorang membuyarkan semua nya.
"Tidak akan ada yang bisa mengeluarkan dia dari sini" ucap seseorang itu dengan mata tajam nya.
Wah, siapa ya kira - kira ?
.........
Assalamualaikum readers, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Di bulan februari ini, author baru sempat up hari ini.
Author bukan nya malas, atau apa. tetapi ada beberapa kesibukan author yang menjadi kendala, seperti ada sepupu author yang baru saja melakukan pertunangan.
Insyaallah di mulai hari ini author akan berusaha untuk up.
__ADS_1
Mohon dukungan dan semangat nya dari readers semua ya.
Terimakasih 🥰♥️🙏