
Drett drett drett
Bunyi ponsel terdengar berdering dari atas meja, membuat Evan yang kala itu sedang bersandar di kursi nya pun terbangun dan lekas mengambil ponsel milik nya. Beberapa saat kemudian, Evan pun menyunggingkan senyum nya kala melihat nama si penelpon.
"Hallo, Kau merindukanku ?" ucap Evan sebagai pembuka obrolan.
"Merindukan mu ? Uwekkk, gak Sudi ya mohon maaf" jawab seseorang di ujung sana dengan suara yang terdengar jijik.
"Oh benarkah ? tapi tidak apa - apa mungkin belum, tetapi aku yakin suatu saat nanti kau pasti akan merindukan ku Nara" kata Evan
Iya, yang menelfon Evan adalah Nara, sahabat karib Ayumi sekaligus adik kandung Brian.
Jika ada yang penasaran, bagaimana bisa Evan memiliki nomor ponsel Nara begitupun sebaliknya ? jawabannya adalah,
Saat itu, Setelah mengetahui bahwa Ayumi tengah hamil anak kakak nya. Nara pun semakin mencari tahu tentang kehamilan Ayumi termasuk di dalam nya dokter tempat Ayumi periksa kandungan Dan dari situlah Ayumi menyebutkan Bahwa dokter yang menangani nya Adalah dokter Evan.
Mendengar nama Evan, Nara Pun teringat akan satu sosok yang menjadi sahabat kakak nya itu yang kebetulan dia juga seorang dokter. Dan setelah di tanyakan ternyata benar, Evan yang itulah yang dia maksud.
Dan dari situlah, Nara mulai meminta Evan untuk terus memberitahu kan perkembangan Ayumi dan kandungan nya. Ya bisa di bilang Evan itu sebagai mata - mata nya Nara hehe
"Huftt, yayaya terserahlah asal kau bahagia pak dokter" ucap Nara
"Hmm bahagia ku ada padamu sepertinya." ucap Evan pelan sehingga membuat Nara kaget
"Hah, apa kau bilang ?"
"E-Enggak kok, jadi ada apa kamu menelfon ku Nara ?" tanya Evan mengalihkan pembicaraan
"Oh iya astaga aku hampir lupa, aku mau tanya kalau hari ini jadwal Ayumi periksa kandungan kan ? nah dia berangkat nya sendiri atau sama kak Brian ?"
"Tadi sih Ayumi kesini nya sendiri, cuman pas tadi aku tanya katanya dia diantar oleh Brian dan setelah itu Brian pulang lagi karena ada urusan penting" kata Evan
Mendengar hal itu, Nara pun terdiam.
"kak Brian ada urusan penting ? lah bukan nya barusan dia kesini buat jemput si Chelsea terus pergi berdua ? berarti urusan penting itu ya dia. Ih Bener - bener ya kak Brian Awas aja" batin Nara gemas
"Oh gitu, ya udah deh makasih infonya. Bye" kata Nara yang langsung saja mematikan panggilan nya secara sepihak
tutt tutt tutt
"Lah, dia matiin telfon nya gitu aja ? bener - bener ya. Untung aja gue naksir sama dia" kata Evan menatap ponsel nya sambil geleng-geleng kepala.
__ADS_1
.........
"Thank you ya sayang, udah nemenin aku breakfast di cafe yang lagi viral itu terus sekarang udah antar aku ke kantor papah. Kamu baik banget sih, aku jadi makin cinta deh" Ucap Chelsea sambil memeluk mesra lengan Brian yang kini tengah fokus menyetir.
"Sama - sama sayang, apa sih yang nggak buat kamu." jawab Brian sambil mengecup sekilas dahi Chelsea.
"Oh iya sayang, kamu ada keperluan apa ke kantor papah hari ini ?" tanya Brian lagi.
Mendengar hal itu, Chelsea pun terdiam. sekarang ini ia tengah memikirkan jawaban apa yang tepat untuk di ucapkan
"Aduh, Brian tanya lagi. gak mungkin kan aku bilang mau minta jawaban tentang penyelidikan sahabat nya Nara ?" batin Chelsea .
"Emhh gak papa kok sayang, aku cuman kangen aja sama papah udah lama gak ketemu." jawab Chelsea
"Oh gitu," kata Brian ringan tanpa ada rasa curiga
"Iya sayang, eh iya nanti kamu mau ikut masuk dulu gak ?" tanya Chelsea basa - basi dengan harapan Brian akan menolak nya
"Nggak deh, aku langsung ke kantor aja. kapan - kapan lah aku mampir ke sana"
"Oh Baiklah kalau begitu" ucap Chelsea tersenyum.
.........
"ke kantor sayang, cuman mas agak siang berangkat nya. masih ada berkas penting yang harus di kirim lewat email ke cabang perusahaan" jawab Adit
"Oh gitu, ya udah deh" kata Sekar
Lantas setelah itu, mereka berdua pun kembali hanyut dalam kegiatan nya masing - masing. Terlihat juga Sekar sekarang tengah memainkan ponselnya.
"Mas mas" Panggil nya
"Iya sayang ada apa ?" tanya Adit menoleh
"Aku mau tas ini dong mas" ucap sekar sambil memperlihatkan ponsel nya.
Adit pun lantas melihat tas yang di maksud oleh sang istri, hingga tak lama kemudian mata nya membulat melihat harga tas tersebut.
"Hah, gak salah ini harga tas nya 85 juta ?" tanya Adit kaget
"Iya mas gak salah kok, kenapa emang nya ?"
__ADS_1
"Ya ampun sayang, ini mahal sekali harganya. lagian untuk apa kamu beli tas semahal ini ?"
"Ya untuk fashion lah mas, masa aku istri wakil manager cabang perusahaan Besar Seperti MaCorp penampilan nya kampungan dan barang - barang nya gak branded sih" ucap sekar.
Mendengar hal itu, Adit pun menghela nafas panjang. sesekali ia terlihat memijit dahinya.
"Bukan seperti itu sayang, aku memang punya uang nya. tetapi masih banyak kebutuhan kita yang lain, Kamu jangan boros - boros lah. Gak semua yang harus kita pakai itu bermerk ternama, karena yang paling penting itu kenyamanan dan fungsi nya" jelas Adit
"Oh jadi mas gak mau beliin ?" tanya Sekar
"Iya" jawab Adit singkat
"Ya udah kalau gitu, terserah. kamu nyebelin banget sih gak mau ngasih apa kemauan istri" kata Sekar, lantas setelah itu ia pun bangkit dan pergi meninggalkan Adit sendirian.
Melihat kepergian sekar, Adit pun menghela nafas panjang.
.........
Sementara itu, di Perusahaan Aksara. Saat ini Chelsea sedang merasakan sebuah hantaman besar tengah menghampiri nya. Bagiamana tidak ? laporan hasil penyelidikan sang papah tentang Ayumi, benar - benar sangat mengagetkan.
"A-apa ? jadi Ayumi itu istri pertama nya Brian yang dia nikahi setelah pertunangan kita ?" tanya Chelsea kepada Mike.
"Iya, Dan mereka menikah karena sebuah kecelakaan. dimana Ayumi hamil Anak Brian karena kejadian malam itu" jawab mike.
"Dia lagi hamil juga pah ? pantas saja aku lihat perut nya buncit. dan b***h nya aku tidak menyadari kehamilan dia" kata Chelsea
"Iya sayang, dan karena hal itu lah semalam papah telfon kamu untuk menanyakan keberadaan Brian. Dan setelah mendengar jawaban kamu, papah yakin kalau semalam Brian tidur di rumah wanita itu" ucap Mike.
"Bisa jadi pah, tapi aku sungguh gak menyangka kalau selama ini ternyata aku di madu ? tega banget Brian" ucap Chelsea dengan nada frustasi.
"Iya papah juga sama, tetapi Chelsea. papah khawatir kalau kehadiran wanita itu akan membuat rencana kita gagal dan sepertinya kita juga harus ikut membereskan dia"
Mendengar hal itu, Chelsea pun terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Maksud papah ?"
.........
Wahh, akhirnya Chelsea tahu siapa Ayumi.
Author jadi deg degan nih. apa ya yang akan terjadi selanjutnya ?
__ADS_1
Penasaran ?
Ikuti terus kisah nya ya, jangan lupa dukung dengan memperbanyak Like, Komen & Vote