
Apakah malam ini kamu melihat Angkasa ? Sungguh indah bukan ? Bulan sabit yang memancarkan sinar nya laksana sebuah lengkungan bibir alam yang sedang tersenyum. Dan apalagi ? Bintang - bintang di sekelilingnya laksana goresan perak di atas gelapnya kanvas Langit.
Namun sepertinya, bukan hanya langit saja yang berbintang. Tetapi hati Ayumi juga, Wah ada apa sih sebenarnya ?
Jawabannya adalah, Malam ini merupakan malam kedatangan Brian setelah sekian lama dia tidak menemui Ayumi, oleh sebab itu Ayumi mempersiapkan semua hal agar Brian merasa nyaman saat bersama nya.
Dan benar saja, selang beberapa menit kemudian pintu apartemen pun terketuk. Lalu dengan sigap Ayumi pun berjalan untuk membuka pintu.
Ceklek
"Selamat malam mas Bri" kata Ayumi menyambut Brian dengan ramah, tak lupa ia pun mencium punggung tangan pria yang menjadi suaminya itu.
"Hemmm" jawab Brian singkat.
Lantas setelah itu, mereka pun masuk ke dalam tak lupa Ayumi kembali mengunci pintu.
"Mas sudah makan belum ?" tanya Ayumi
"Kenapa memang nya ?" kata Brian balik bertanya.
"Ini mas, Aku sudah masak spesial buat mas brian, nanti mas makan ya atau mas mau mandi dulu mungkin"
Namun sayangnya, Brian tidak menjawab karena kini fokusnya terbagi pada makanan yang berada di atas meja makan. Iya, makanan rumahan ala Ayumi yang terdiri dari capcay, Ayam kecap, Sambal, Tempe Crispy dan perkedel.
Melihat hal itu, Brian pun menghela nafas panjang
"Huft, aku mau mandi dan sekarang kau belikan aku Sop kambing yang ada di ujung jalan itu" pinta Brian.
"Sop kambing ? loh mas mau makan itu, tapi kan aku sudah masak mas. besok saja ya, kita habiskan dulu makanan ini" kata Ayumi
"No, aku tidak berselera melihat masakan mu. Cepat kau pergi, setelah aku mandi sop itu harus sudah ada" Kata Brian tanpa bantahan
Dan mau tak mau, Ayumi pun segera pergi membeli apa yang Brian mau.
__ADS_1
"Hmm baiklah mas"
.........
Sesampainya di sana, Ternyata warung penjual Sop kambing itu penuh oleh pembeli, maklum saja kuliner ini buka setiap malam dan laris pembeli meksipun sekarang sudah jam 9 malam.
Setelah memesan, Ayumi pun lantas duduk di salah satu kursi kosong yang terletak di dekat meja sambil merapatkan jaket yang dipakainya karena entah kenapa malam ini terasa begitu dingin.
Dan tanpa Ayumi sadari, sedari tadi ada sesosok pria yang memperhatikan nya.
"Ayumi" panggil pria tersebut
Sementara itu, Ayumi yang tengah fokus memperhatikan Si pedagang, mendadak mengalihkan pandangannya ke asal suara yang memanggil nama nya hingga ketika bertemu, mata Ayumi seketika membulat melihat siapa yang tadi memanggil nya.
"P-pak Billy" cicit Ayumi
Iya, Billy sang dosen sekaligus sahabat sang suami lah yang memanggil nya.
"Malam - malam begini kau sedang apa Ayumi ?" tanya Billy yang kini tengah duduk di samping Ayumi.
"Oh sop kambing, iya sih Sop kambing di sini enak saya pun langganan warung ini"
"Benarkah pak ? saya belum tau sih soalnya baru pertama kali beli" kata Ayumi
"Oh pantesan" jawab Billy mangut - mangut.
"Hehe iya, tapi ngomong-ngomong pak Billy juga sedang beli Sop kambing ?" tanya Ayumi
"Iya saya sudah makan di sini tadi, dan sekarang lagi pesan lagi 2 bungkus buat mamah di rumah"
"Oh begitu ya" kata Ayumi
Lantas setelah itu keheningan pun terjadi di antara mereka. Hingga tatapan mata Billy tertuju pada perut Ayumi yang buncit karena kebetulan jaket yang dipakainya tidak menutupi perut sepenuhnya.
__ADS_1
Namun sayang, ketika akan bertanya Ayumi terlebih dahulu pergi karena pesanan nya sudah jadi.
"Pak saya duluan ya, pesanan nya sudah jadi. Selamat malam" pamit Ayumi
"Eh iya, selamat malam juga Ayumi hati - hati" kata Billy.
"Perut Ayumi kok buncit gitu ya kaya orang hamil" batin Billy sambil menatap kepergian Ayumi.
.........
Keesokan paginya, terlihat saat ini Ayumi tengah berdiri di dekat pintu sambil mengelus Perutnya. Sementara itu, mata lentik nya tak lepas memandang kepergian Brian yang perlahan - lahan menghilang dari pandangan nya.
"Bagaimana bisa aku mencintai pria seperti kamu mas ?" kata Ayumi.
Iya, akhirnya Ayumi mengakui bahwa ia telah menaruh hati nya kepada sosok pria tampan nan dingin itu.
"Katanya, cinta ada karena terbiasa. tetapi pada kenyataannya kamu tidak pernah ada di sisi ku.
Katanya juga cinta ada karena rasa kasih, sayang dan perhatian. tapi lagi - lagi aku tidak pernah mendapat itu semua dari mu.
Kata orang, Kehadiran anak bisa menimbulkan cinta. Tetapi saat ini aku sedang mengandung anak kamu pun, kamu tidak pernah peduli.
Namun jika ada yang menganggap aku mencintaimu karena wajah rupawan dan harta. Sedikit pun aku tidak pernah mendapatkan itu.
Lantas, Apakah yang membuat aku mencintaimu mas ?"
.........
Readers mohon maaf yang sebesar-besarnya, author baru Up kembali hari ini.
Alasannya karena author hari kemarin sedang sibuk, makannya belum sempat melanjutkan Kisah Ayumi & Brian.
Jangan lupakan untuk like, komen & vote nya ya♥️
__ADS_1
Salam cinta dari author untuk Readers semua😘