
"ckckck, apa yang terjadi sama Lo bil, sehingga dengan sekuat tenaga begini Lo ingin tahu soal Ayumi, Dan gue gak akan pernah buka mulut buat jawab pertanyaan receh Lo itu" jawab Brian dengan senyum mengejek nya kala mendengar perkataan Billy yang terus memaksa nya untuk menjelaskan perihal Ayumi dan apa hubungan dengan dirinya.
Mendengar semua hal itu, Billy pun menghela nafas kasar. ternyata menyuruh Brian untuk jujur sungguh tidak semudah yang ia kira.
"Huftt, baik kalau lo gak mau jujur. tetapi tunggu saja tuan Brian rekaman percakapan kita dan perbuatan Lo akan segera gue rilis. dan ini bukan sebuah permainan, Lo tunggu aja besok pagi"
Brian yang merasa dirinya terancam pun akhirnya mengalah, karena ia tahu kalau Billy tidak akan pernah main - main dengan ucapannya.
"Oke fine, gue jujur sama Lo, jadi Ayumi itu..."
"Ayumi itu apa ? jawab jujur Lo lama amat. pilot kok lelet" ucap Billy mengejek dengan penuh rasa penasaran.
"Oke oke fine, gue jujur. Ayumi tuh istri pertama gue, puas Lo sekarang hah ?" jawab Brian dengan intonasi yang tinggi.
Mendengar hal itu, Billy pun terdiam. Entah kenapa setelah Brian mengatakan hal tersebut tiba - tiba perasaan nya terasa aneh. Ada apa sih dengan nya ?
"Kenapa bri, kenapa Lo sakitin dia ? Ayumi baik bri dan gak sepatutnya dia mendapatkan perlakuan Lo yang buruk ini" ucap Billy
"Karena gue gak cinta sama dia, Ayumi dan kandungan nya adalah kesalahan besar dalam hidup gue, gak pernah sekalipun gue terfikir akan hidup di dampingi dua wanita yang sayangnya salah satu dari mereka gak pernah gue harapkan sama sekali" ucap Brian menjelaskan
"Dan asal Lo tau bil, hingga detik ini pun perasaan benci, kesal, marah dan kecewa masih saja tinggal dengan nyaman nya di dalam hati gue. setiap kali gue lihat Ayumi, gue semakin benci sama dia. dan yang selalu tunggu, yaitu hari dimana gue akan langsung menceraikan dia setelah kandungan nya lahir, dan ya itu kurang lebih 3 bulan lagi" jelas nya kembali.
"Ckckck tega Lo sama Ayumi hah ? dia tengah hamil anak Lo bri, darah daging Lo ada di dalam diri nya. terlepas dari bagaimana caranua dia ada, tetapi hukum tetap mengikat Lo sebagai ayah kandung nya. Apa Lo gak akan pernah nyesel suatu hari nanti ?"
"Gak bil, gue gak akan pernah nyesel. kebahagiaan gue hanya dengan Chelsea. dan hanya dia lah pemilik hati gue, bukan Ayumi atau siapapun" tegas Brian
"Oke bri, oke gue akan selalu rekam perkataan Lo saat ini. dan pegang kata - kata gue, kalau suatu saat nanti gue pasti akan memutar kembali ucapan Lo disaat hati Lo berbalik dan menyesal" jawab Billy sambil mengelus pundak Brian seolah saat ini ia sedang memberikan sebuah kode
"Gue cabut Bri, dan Lo tenang aja Ayumi dan anak nya akan selalu ada dalam perlindungan gue" bisik billy tepat di telinga Brian yang seketika membuat hati nya bergemuruh tanpa sebab.
__ADS_1
.........
"Hei, gak kerasa ya kamu udah 7 bulan aja di perut mamah. sebentar lagi, kita akan bertemu. jadi anak yang baik, Sholeh dan berbakti ya. Kamu adalah kekuatan ku, dan hidupku tak lengkap jika kamu tak ada" ucap Ayumi sambil mengelus perut nya hingga tak lama kemudian ia merasakan sebuah tendangan dari dalam sana.
"Ups Aww kamu nendang ? wah pinter nya udah bisa jawab perkataan mamah" kata Ayumi tersenyum.
Dan di tengah - tengah quality time nya bersama sang anak, tiba - tiba sebuah gedoran pintu terdengar nyaring hingga membuat Ayumi bangkit dari atas ranjang dan mulai berjalan untuk membuka pintu.
"Tunggu sebentar" ucap Ayumi sambil memutar kunci pintu.
Setelah dibuka, nampaklah di sana Brian dengan jas yang tersampir di tangan kanan nya kini tengah menatap Ayumi dengan tajam. Dan tanpa aba - aba, Brian pun mencekal tangan Ayumi dengan keras dan menariknya.
"Mas, pelan - pelan sakit mas, kamu kenapa sih ? jangan begini mas" ucap Ayumi sambil berusaha melepaskan tangan nya.
Brakkk
Brian mendorong Ayumi ke arah sofa, dan untung saja Ayumi dengan cepat berpegangan dan melindungi perut nya. kalau tidak, mungkin saja saat ini ia sudah terbentur.
"Maksud mas Brian apa ? persahabatan apa sih ? aku sungguh tidak mengerti mas" jawab Ayumi sambil memeluk perut nya dengan erat.
Sungguh, Saat ini Ayumi begitu merasa ketakutan melihat kemarahan Brian yang entah dia sendiri pun tidak tau apa yang menyulut nya.
"Billy, kau kenal dengan dia bukan ? bahkan kau mencari perhatian dia selama ini kan ?"
Mendengar hal itu, Ayumi pun terdiam. Apa kata nya Billy ? apa jangan - jangan Billy yang di maksud oleh Brian adalah pak Billy, dosen yang mengajari nya di kampus ?
"Apa maksud mas Brian, P-pak Billy dosen ku di kampus ?" tanya Ayumi dengan ragu, karena sudahlah ia hanya menebak saja saat ini.
Memang nya, apa hubungan apa antara pak Billy, mas Brian dan juga kemarahan nya. Begitulah kira - kira isi fikiran Ayumi saat ini
__ADS_1
"Iya, dan ada hubungan apa antara kau dengan dia ? apa kau juga mencoba untuk menggoda dia hah ? Apa kau tak ingat dengan status mu sekarang ini ?"
"Aku ingat, Bahkan selalu ingat dengan kodrat dan statusku sebagai seorang istri bahkan aku selalu berusaha menjaga diriku dengan sebaik mungkin. justru disini aku yang harusnya disini bertanya apakah mas ingat akan status mas sebagai suami aku ?
Dan aku juga gak punya hubungan apapun dengan pak Billy selain dari antara mahasiswa dan dosen nya. Jika mas menganggap apa yang mas fikir benar, silahkan saja. aku sudah terlalu cape jika harus terus diam" ucap Ayumi dengan lantang, sungguh saat ini ia merasa begitu kesal saat Brian mengatakan kalau dia adalah penggoda.
Hello, tuan Brian. kalau Ayumi memang penggoda sudah dari dulu kali dia goda kamu. tapi buktinya enggak kan, padahal statusnya adalah istri sah kamu.
Dan ya, seperti nya tanggal dan jam ini harus di catat. karena tepat untuk pertama kalinya Ayumi berhasil melawan Brian.
"Oh kau sudah berani dengan ku sekarang hah ?" tanya Brian,
Sementara itu, Ayumi yang sudah sangat lelah. lebih memilih untuk pergi ke kamar dan mengunci pintunya dari dalam, dari pada harus menjawab perkataan Brian yang tidak akan ada habisnya.
"Sial, mentang - mentang ada Billy dia menjadi berani padaku. Awas saja" batin Brian geram
Dan kini, di atas ranjang nya. Ayumi tengah berbaring miring sambil memeluk guling. sungguh ia begitu penasaran akan sesuatu hal yang menyebabkan Brian marah padanya, dan yang pasti ini ada hubungannya dengan Billy.
"Besok aku harus menemui pak Billy di kampus, aku harus bertanya kepadanya" ucap Ayumi dalam hatinya sebelum ia benar - benar pergi ke alam mimpi
.........
Nyambung gak sih readers ? mohon maaf ya apabila kurang gimana gitu 🤭
Sebelum nya, author Ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak noveltoon dan para readers tercinta kesayangan Author.
karena apa ?
karena author setelah sekian lama, baru up lagi.
__ADS_1
Mohon maaf kesibukan dan keterbatasan author di kehidupan nyata sehari-hari mengalihkan waktu dan perhatian author untuk melanjutkan Novel.
So, jangan kapok dan tetap dukung karya Author ya♥️