
"Bri woy, kok Lo malah melamun sih ? Gimana kedepan nya ?" Ucap Reno memaksa
"Ahh gak tau lah pusing gue, yang jelas perlu Lo tau kalau satu satu nya cewek yang gue cinta itu cuman Chelsea dan ia yang bakalan jadi ibu dari anak - anak gue, faham Lo"
Hufff, Reno menghela nafas kasar. Chelsea Chelsea perempuan itu lagi, Harus sampai kapan ia menyadarkan Brian kalo perempuan itu gak baik buat dia.
Kringg, kringg, kringg,
Terdengar suara telepon dari samping nya. Lantas Brian pun langsung mengangkatnya.
"Halo, dengan Presdir Brian Tanuwijaya disini"
"Sayanggg,," Sahut suara perempuan dari seberang sana yang sangat dikenali oleh Brian.
"Eh sayang, kamu ternyata. kok hubungin aku pake telfon kantor sih ?" Tanya Brian heran.
"Oh ternyata si Chelsea, panjang umur banget tu orang baru aja gue umpat dalam hati eh udah nongol aja dasar" batin Reno memperhatikan interaksi sepasang kekasih itu
"Kamu kemana aja sih, dari tadi hp kamu aku hubungin gak aktif terus, sibuk apa sih kamu ? nyebelin deh" Jawab Chelsea manja.
"Eh hehe maaf sayang, hp aku lagi di charger dan sengaja aku matiin biar cepat full. oh iya ada apa sayang kamu telfon aku"
"Nanti sore kita harus ke tempat EO nya buat cek dekorasi pertunangan"
Setelah itu Brian pun menyetujui nya dan ia akan menjemput chelsea ke rumah nya.
"Ren, agenda gue nanti sore Lo handle dulu ya. gue mau ke tempat EO sama Chelsea" tegas Brian
Dan mau tidak mau Reno pun menyetujui nya, meskipun mereka sepupu kandung, tapi kalau mengenai urusan kantor ya beda lagi, bagaimanapun Brian adalah atasan nya dan sebagai anak buah sudah menjadi kewajiban nya untuk menuruti setiap perintah atasan.
...…...
"Jadiii ?" Tanya Nara kepada Ayumi.
__ADS_1
"Hah, jadi apa kak ?" jawab Ayumi heran sambil menyuapkan sepotong kue ke mulutnya.
Ya, setelah hampir 2 jam berkeliling mall. Akhirnya mereka pun memutuskan untuk makan karena cacing dalam perut sudah berdemo minta diisi. Ini pula menjadi kesempatan buat Nara untuk Bertanya lebih lanjut kepada Ayumi.
"Tidak mungkin kan seorang mahasiswa dipanggil tiba - tiba ke ruang dosen tanpa ada yang perlu dibicarakan ? jadi Ayumi apakah kamu mau jujur ?" Tanya Nara dengan raut wajah yang serius, hingga membuat Ayumi merasa sedikit gugup.
"Sebenernya aku malu harus bercerita masalah ini kak, tapi setelah di fikir - fikir memang aku butuh teman untuk berbagi. Ehm aku harus mulai dari mana ya kak ?" Terang Ayumi Lalu setelah itu ia pun mulai bercerita.
Dari awal bagaimana ia mendapatkan Surat tagihan, hingga uang untuk membayar semesteran diambil oleh Kakak ipar nya sampai ia dipanggil ke ruang dekan dan diancam untuk dikeluarkan dari kampus.
"Huftt, Ayumi kamu yang sabar ya. Duh aku gemas sekali dengan kakak ipar mu itu tega sekali dia mengambil jatah uang semester mu, kalau aku ketemu pengen aku bejek bejek deh mukanya" Geram Nara sambil mengepalkan tangan nya.
"Usia berapa sih dia yum ?" sambungnya
"Kak sekar usianya sekarang 30 tahun kak"
"Oh hampir seumuran dengan kakak ku berarti, Oh iya yum. kamu gak usah khawatir aku akan bantu kamu bayar uang semesteran besok okay."
"hah ? gak usah kak, Ayumi gak mau berhutang budi dan merepotkan kakak, Aku akan coba buat pinjam lagi ke bos di cafe. " Tolak Ayumi halus.
"Tapi kak ?"
"Udah gak usah tapi - tapian pokoknya kamu harus nurut" Tegas Nara.
Akhirnya setelah dibujuk Ayumi pun menyetujui nya dan ia menganggap itu sebagai pinjaman yang pasti akan ia bayar suatu hari nanti.
"Iya deh iya, yang keluarga nya konglomerat mah beda. Aku mah apah atuh" Lirih Ayumi mendramatisir.
Tak lama gelak tawa pun terdengar diantara mereka, dan Ayumi akhirnya merasa lega karena Allah telah memberikan nya jalan dan solusi atas permasalahan yang ia hadapi melalui perantara kak Nara.
Ayumi merasa sangat bersyukur Allah mengirimkan ia sesosok teman, sahabat, juga kakak seperti Nara. meskipun ia dari keluarga yang sangat kaya tetapi ia tidak pernah sombong ataupun malu berteman dengan orang miskin sepertinya, Justru ia selalu membantu di kala sedang kesusahan.
"Semoga hidupmu selalu bahagia kak Nara, Aku sangat menyayangimu" Batin Ayumi memperhatikan Nara yang sedang tertawa.
__ADS_1
...…...
Saat ini Brian dan Chelsea sedang berada di perjalanan menuju salah satu tempat EO terkenal yang dipercayakan untuk mengatur pesta pertunangan mereka nanti, Seperti biasa Chelsea bergelayut manja di lengan kiri Brian sambil merebahkan kepala di bahunya.
Meskipun begitu, Brian tidak keberatan sama sekali, bahkan ia pun sesekali mengelus dan mengecup kepala Chelsea.
Tidak terasa Mereka pun sudah sampai di tempat tujuan.
kedatangan mereka berdua di sambut hangat oleh sang pemilik EO, bagaimana tidak ? ia merasa sangat bangga EO milik nya ini akan membantu penyelenggaraan pesta untuk sang pilot sekaligus pewaris B-Corp yang sangat terkenal seantero negeri Yaitu Brian Tanuwijaya.
Setelah itu mereka mulai berbincang hangat, mengenai konsep dan dekorasi yang akan dilaksanakan mengingat rentang waktu acara dari sekarang hanya tinggal 2 Minggu.
Hingga akhirnya didapat lah kesepakatan antara kedua belah pihak.
lalu setelah selesai, Brian dan Chelsea pun berpamitan.
"Sayang, aku sudah tidak sabar deh menuju acara pertunangan kita nanti" Ucap Chelsea memecah keheningan diantara mereka.
"Aku justru tidak sabar untuk mempersunting kamu buat jadi istriku sayang, rasa rasanya aku sudah tidak kuat" kata Brian yang terdengar begitu bucin.
"aku juga sama, Aku sangat menanti bagaimana orang - orang akan memanggilku dengan panggilan nyonya Brian Tanuwijaya. Oh iya sayang, besok kita jalan - jalan yuk ? aku bosan di rumah terus" ajak Chelsea kepada Brian.
"Besok ? maaf sayang sepertinya tidak bisa, Besok aku ada jadwal penerbangan ke Singapura bagaimanapun aku ini seorang pilot jadi harus selalu siap"
"Yah, kamu gimana sih terus aku besok gimana ? lagian kamu udah bener jadi pewaris sekaligus CEO B-corp eh ini malah nambah - nambah kerjaan jadi pilot, lagian gaji nya juga gak seberapa dibanding kekayaaan kamu" protes Chelsea kesal kepada Brian.
"Tapi kan pilot itu cita - cita aku sayang, dan soal perusahaan pasti aku juga bakalan tetap menghandle nya kok"
Memang benar sedari kecil, Cita cita Brian adalah menjadi seorang pilot. Berawal dari kehidupan nya sedari kecil yang terbiasa naik pesawat ( private jate kali ya ) membuatnya begitu kagum dengan kendaraan satu itu yang mana bisa terbang mengarungi luasnya langit, dari situ lah ia mulai tertarik menjadi seorang pilot.
Akhirnya setelah beberapa kali dibujuk, Chelsea pun luluh meskipun brian pun harus merelakan salah satu kartu nya.
...…...
__ADS_1
Author juga pengen dong bang Brian diajak naik pesawat 🥺