
Iringan mobil yang ditumpangi Brian dan Ayumi telah tiba di apartemen yang katanya milik Brian. Namun, Apartemen tersebut bukanlah seperti yang disangka sebelumnya yaitu apartemen mewah di kawasan elite mengingat Brian adalah seorang pilot terkenal dan pewaris MaCorp.
Pada kenyataannya Brian membawa Ayumi ke sebuah apartemen sederhana yang letaknya di pinggiran dan sangat jauh dari kawasan perkotaan Jakarta.
Sebenarnya, Apartemen ini sengaja Brian beli khusus untuk menyembunyikan keberadaan Ayumi dari awak media ataupun keluarganya mengingat letaknya yang jauh dari Perkotaan dan rasa rasanya itu sangat cocok.
"Ayo turun" Ucap Brian dingin sambil membuka seatbelt nya dan segera turun dari mobil terlebih dahulu.
Ayumi pun dengan segera mengikuti langkah Brian, sejenak ia mengamati tempat tinggal baru yang menjadi tonggak awal kehidupan nya.
Brian membuka bagasi dan mengeluarkan tas tas milik Ayumi.
"Tuh bawa barang - barang mu" Ucap Brian yang langsung pergi begitu saja.
"Baik mas" Ucap Ayumi tanpa membantah
Sesampainya di dalam, apartemen ini ternyata hanya mempunya satu lift dan itupun terkadang sewaktu waktu suka macet tidak jelas, maklum namanya juga apartemen taraf biasa sekali.
Dan mau tidak mau penghuni nya harus berjalan menggunakan tangga, Yang pastinya akan menguras banyak energi. Tapi tidak apa apa Anggap saja sedang olahraga gratis.
Begitupun dengan Ayumi, saat ini dengan susah payah Ayumi berjalan menaiki tangga satu persatu dengan barang bawaan besar si ke dua tangan nya dan Brian sama sekali tidak mau membantu.
"Cepatlah sedikit, lambat sekali jadi orang" Gerutu Brian menatap Ayumi tajam.
mendengar hal itu, Ayumi hanya menghela nafas panjang sungguh di keadaan seperti ini ia sangat malas untuk berbicara.
.........
"Mas kenapa sih melamun terus ? lagi memikirkan apa sih ?" Tanya sekar heran menatap sang suami.
"Ah tidak sayang, mas tidak memikirkan apa - apa hanya saja mas sedang mengingat berkas berkas di kantor yang belum di selesaikan padahal hari ini sudah mau diperiksa" Ucap Adit tersenyum untuk mengurangi ketegangan.
Mendengar hal itu, Sekar memicingkan matanya.
"Sudah lah sayang, mas berangkat dulu ya takut kesiangan.. Assalamualaikum" Ucap Adit sambil mencium kening Sekar.
Sekar pun mengantar Adit sampai ke depan, hingga Adit naik mobil dan segera meninggalkan kediaman mereka.
"Hmm aku tau mas, bukan pekerjaan yang tadi kau pikirkan tetapi Adikmu Ayumi lah yang ada dalam lamunan mu." Ucap Sekar melihat mobil Adit yang perlahan menghilang.
.........
ceklek.
bunyi kunci pintu apartemen yang masih manual diiringi suara pintu terbuka seolah menyambut kedatangan mereka hari ini.
Ayumi menatap sekeliling apartemen ini, Sangat sangat sederhana karena hanya ada satu buah kamar, ruang televisi sekaligus ruang tamu, dapur, meja makan dan kamar mandi dan tidak terlalu luas juga, Namun Ayumi bersyukur karena itu sudah lebih dari cukup untuknya.
__ADS_1
"Cepat masuk" titah Brian
"Disini kamar mu, dan kau bebas melakukan apapun di tempat ini" ucap Brian lantas setelah itu, ia pun menyerahkan kunci apartemen kepada Ayumi dan bergegas berjalan ke arah pintu.
"Tunggu tunggu, mas mau kemana ?" tanya Ayumi mencekal tangan kekar Brian.
Melihat tangan nya di Sentuh oleh Ayumi, Brian lantas melepaskan nya dengan kasar.
"Aku mau pergi dari sini," jawabnya tegas.
"Pergi ? pergi kemana mas ?"
"Pulang ke rumah ku" Jawab Brian dingin
"Loh bukan nya kita akan tinggal bersama di sini ya mas" Ucap Ayumi
Mendengar hal itu, Brian pun tertawa Namun itu adalah sebuah tertawa yang terlihat menakutkan.
"Hahaha, kau fikir aku mau tinggal bersama dengan mu di apartemen sempit dan terpencil ini hah ? big No Aku tidak Sudi" Ucap Brian menatap Ayumi tajam.
"Tapi kenapa mas ? apa salahnya kita kan suami istri dan sudah sewajarnya kita tinggal dalam satu atap" kata Ayumi terdengar seperti sebuah permohonan.
"Tapi kau bukan istri yang aku inginkan, ingat itu. Dan terserah aku mau tinggal di manapun kau tidak punya hak untuk ikut campur" Ucap Brian sambil menunjuk wajah Ayumi.
Setelah mengatakan hal itu, Brian pun berbalik dan melangkahkan kakinya meninggalkan Ayumi yang kini tengah menatapnya sendu.
"Lalu kenapa kau mengajak ku untuk ikut bersama mu jika pada akhirnya kau malah pergi meninggalkan ku sendiri" kata Ayumi.
.........
Sesekali pandangan nya menyapu ke setiap sudut cafe untuk mengintai objek yang tengah dicarinya.
"Mbak mbak" Panggil nara kepada salah satu pelayan yang berada di sana.
"Iya kak, ada yang bisa saya bantu" Tanya pelayan itu ramah.
"Ehm saya mau tanya, kalau pegawai disini yang bernama Ayumi dia masuk gak hari ini ?"
"Oh Ayumi, dia sudah 2 hari tidak masuk kak"
"Oh begitu, baiklah terimakasih atas informasinya" kata nara tersenyum.
"Sama sama kak" Balas pelayan tersebut.
Setelah itu, nara tertunduk lesu.
"Huft, Kemana ya Ayumi. Kebiasaan banget sih dia suka ngilang tiba - tiba. Aku kan kesepian kalau gak ada dia" Ucap Nara sambil mengaduk ngaduk minuman nya.
__ADS_1
.........
Sesampainya di rumah, Brian sudah di sambut dengan mamah yang tengah duduk santai di ruang tamu terlihat sorot matanya yang ingin menginterogasi Brian.
"Ya Ampun Brian, nak kamu sudah pulang. mamah khawatir tau" Ucap reya memeluk sang anak.
"Brian sibuk mah, banyak kerjaan" jawabnya singkat membalas uluran sang mamah.
"Kerjaan apa sampai sampai tidak pulang ? bukannya urusan kantor masih dibantu sama papah dan Reno ya"
"Brian ada jadwal penerbangan mah, terus karena capek udah aja nginep di tempat Reno yang lebih Deket" Ucap Brian.
"Hah untung aja gue udah kerja sama ama Reno buat ngasih alasan, kalau beda pasti mamah bakalan curiga" Batin kevin
"Ya sudah kalau begitu, kamu istirahat sana abis itu makan ya" kata Reya tersenyum.
"Oke mam"
Reya pun menatap sang anak tengah berjalan hingga perlahan punggung kekar dan Tegap nya menghilang.
"Syukurlah ternyata Reno dan Brian memang jujur, aku sudah salah sangka kepada mereka" Ucap reya sambil menghela nafas pelan.
.........
Sementara itu, Ayumi saat ini tengah duduk di sofa sambil mengelus - ngelus perutnya yang tadi terasa sedikit kram. Akhirnya setelah beberapa jam Ayumi mampu membereskan apartemen ini hingga bersih dan nyaman untuk ditinggali.
"Maaf ya dek, kalau hari ini kamu kecapean karena mamah. kamu harus kuat ya sayang karena saat ini kamu lah yang menemani mamah" ucap Ayumi
Hingga tak lama kemudian bel apartemen berbunyi, Ayumi pun bangkit dan dibukalah pintu tenyata itu adalah pengantar makanan yang Ayumi pesan.
"Terimakasih ya pak" ucap Ayumi ramah.
"Sama sama mbak"
Di meja makan Ayumi tengah menata makanan yang di pesan nya di atas piring. ya bisa di bilang ini kali ke 2 ia memesan makanan via online.
"Alhamdulillah makanan nya sudah siap, mari kita makan dek" Kata Ayumi kepada janin dalam perutnya.
Memang di sini belum tersedia satu bahan makanan pun, dan Ayumi juga belum terlalu tau daerah sini sehingga mau tak mau ia harus memesan makanan untuk membayar rasa lapar nya.
"Sepertinya besok pagi sebelum ke kampus aku harus mencari pasar untuk berbelanja" Ucap Ayumi sambil sesekali memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
.........
Dukungan nya mana nih readers ?
...Like ♥️...
__ADS_1
...vote🥰...
...Komen 😘...