Mr.Pilot & Mrs.Culun Secret Wedding

Mr.Pilot & Mrs.Culun Secret Wedding
Episode 65


__ADS_3

Derap langkah kaki tegap terdengar nyaring di koridor rumah sakit, terlihat di sana 3 orang berpakaian serba hitam tengah menyeret seorang pria tampan dengan begitu terburu - buru menuju sebuah ruangan yang terdapat di area koridor tersebut.


Ceklek


Suara pintu terbuka, membuat 4 orang yang tengah terduduk di sofa yang tersedia di ruangan tersebut pun menoleh seketika ke asal suara.


"Arghh lepas lepas, kalian apa apaan sih dari tadi menyeret ku seperti tahanan. Mah pah lihat kelakuan anak buah kalian" ucap Pria tersebut sambil merapihkan jas yang dipakai nya.


Suasana pun hening seketika, hingga tak lama kemudian langkah seseorang mendekat dan tanpa aba - aba ... Plakkkk


Sebuah tamparan mendarat dengan keras di wajah pria tampan tersebut, dan tentunya hal ini mengagetkan semua orang.


"Awhh, apa yang papah lakukan ? kenapa papah memukulku seperti ini hah ?" tanya pria tersebut sambil memegang pipi nya, dan sekarang terlihat tetesan darah mengalir dari sudut bibir nya.


"BI*adab kamu, Saya merasa tidak pernah merasa mempunyai anak yang begitu breng*sek dan jahat seperti kamu Brian" ucap pria tua tersebut dengan mata yang memancarkan kemarahan.


Iya, sosok yang tertampar itu adalah Brian Tanu Mahendra. Seperti nya saat ini ia sedang diberikan hadiah penyambutan dari sang ayah, Agra Mahendra.


"Apa maksud nya aku sama sekali tidak faham ? jadi papah menyuruh mereka untuk menyeret ku hanya karena ingin menampar ku saja ?" tanya Brian tak terima


Flashback On :


"Selamat pagi tuan Brian"


Mendengar nama nya disebut, Brian yang tengah membuka pintu mobil pun seketika menghentikan gerakan nya dan mulai melirik ke asal suara.


"Ya pagi, ada apa ?" tanya Brian kepada 3 orang bodyguard yang berdiri rapih di belakang nya.


"Kami diperintahkan oleh tuan besar untuk membawa anda ke rumah sakit" jawab salah satu bodyguard tersebut.


"Rumah sakit ?"


"Ya tuan"


Mendengar hal itu Brian pun terdiam.


"Apakah ini berhubungan dengan Ayumi ?" astaga malas sekali dia pagi - pagi begini harus pergi ke rumah sakit, ya begitulah kiranya isi fikiran Brian.


"Tidak bisa, pagi ini saya harus terbang ke Singapura" ucap Brian penuh kebohongan.


"Tidak ada alasan apapun tuan Brian, sibuk ataupun tidak, pagi ini anda harus tetap ikut bersama saya"


"Gak, bilang sama papah saya akan pergi ke rumah sakit tapi nanti sore"


"Mohon maaf tuan, permintaan anda tidak dapat saya laksanakan. Hey kalian seret tuan Brian" ucap salah satu bodyguard penuh perintah.

__ADS_1


Dan benar, tak lama kemudian tubuh Brian pun diseret secara paksa oleh bodyguard tersebut ke dalam sebuah mobil hitam. Brian yang tidak bisa berkutik pun hanya bisa pasrah, karena percuma ia membuang tenaga sekalipun tetap tidak akan bisa kabur.


Flashback Off


"Dimana letak hati nurani kamu Brian ? istri mu Ayumi tengah berjuang setengah mati mempertahankan bayi kalian, bahkan sekarang dia masih tidak sadarkan diri dari kemarin. apa kau tega pada istrimu ?" ucap Agra Mahendra dengan penuh emosi


"Apa pah ? Ayumi tidak sadarkan diri ?" jawab Brian kaget setelah mendengar penjelasan tersebut.


"iya, dan seharusnya sebagai seorang suami kamu ada di samping dia dan menyayangi dia atas segala pengorbanan yang telah dilakukan, bukannya menghilang tak peduli seperti ini Brian"


"Kenapa sih pah mah, kalian harus memaksaku seperti ini hanya demi Ayumi hah ? bahkan papah menamparku juga, apanya yang salah Disini ?


Bukannya memang kodrat setiap wanita seperti itu ? berjuang untuk melahirkan dan merawat anak ? lantas salah Brian apa ? untuk urusan Ayumi sadar atau tidak nya itu urusan dokter bukan urusan Brian, kenapa kalian terkesan lebay seperti ini hanya karena Ayumi melahirkan ?" ucap Brian.


Mendengar hal itu, Reya Mahendra dan nara yang notabenenya seorang perempuan begitu tidak terima dengan pernyataan tersebut.


"Brian, jaga ucapan mu"


"Kak Brian"


teriak kedua wanita Mahendra tersebut.


Lantas tak lama setelah itu, Nara pun maju dan mengguncang bahu Brian dengan keras.


"Aku tak menyangka bahwa kak Brian se pengecut itu, selama ini aku diam melihat perlakukan kakak yang tidak adil dan menyakitkan kepada Ayumi. tetapi sekarang, aku semakin yakin kalau aku harus menjauhkan nya dari pria tak beradab seperti kamu


"Aku kecewa dan benci kamu Brian Tanu Mahendra" ucap nara lagi, lantas setelah itu nara pun pergi keluar meninggalkan ruangan.


"Brian, apakah mamah selama ini salah mendidik mu nak ? hingga kau tidak punya sikap perikemanusiaan seperti ini kepada istrimu ? mamah kecewa sama kamu Brian, ternyata kamu tidak se-membanggakan itu" ucap reya Nanar


.........


Sementara itu, pagi ini dikediaman kakak kandung Ayumi yaitu Adit. suasana pagi seperti biasa nya Adit tengah melakukan sarapan bersama sang istri, Sekar.


Di tengah - tengah kegiatan nya itu, sebuah dering ponsel berbunyi dan menghentikan kegiatan mereka.


"Sebentar ya sayang, ada Nelfon sama mas" ucap Adit


"Ok mas" jawab Sekar.


Lantas setelah itu, Adit pun mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo assalamualaikum" ucap Adit


Lalu tak lama kemudian, sendok yang dipegangnya terjatuh secara tiba - tiba, raut wajah Adit berubah menjadi pucat, gurat khawatir, rasa takut dan kesedihan mulai tergambar di wajah nya.

__ADS_1


"Baik baik, saya akan segera ke sana terimakasih atas infonya tuan" ucap Adit, lantas setelah itu ia pun bangkit dengan terburu - buru tanpa menghabiskan makanan nya.


"Loh mas, ada apa kok buru - buru gitu" tanya Sekar heran.


"Ayumi sayang, kemarin dia kecelakaan dan sekarang sedang berada di rumah sakit. Aku harus buru - buru ke sana" jawab Adit dengan raut wajah yang cemas


"Wah beneran mas ?"


"Iya sayang, ayo kita ke sana sekarang"


"Oh iya bentar mas, aku ambil dulu tas sama handphone"


"Iya sayang, jangan lama - lama"


.........


Sementara itu, saat ini dua kelopak mata lentik milik sang wanita cantik perlahan - lahan mulai terbuka setelah terpejam 2 hari lamanya hingga tak lama kemudian terdengar rintihan dari bibir nya.


"Aku - aku dimana ?" ucap wanita itu.


Lantas tak lama kemudian, pandangan nya teralihkan pada sesosok pria tampan yang tengah berdiri di samping nya.


"M-mas Brian ?" ucap nya dengan pelan


"Ayumi kau sudah sadar ?" ucap Brian


"Iya mas", lantas setelah itu pandangan Ayumi tertuju pada perut nya yang kembali rata.


"Mas ba-bayi kita dimana ? dia baik - baik saja kan ?" ucap Ayumi panik.


"Ya, bayi mu selamat dia ada di ruang perawatan" jawab Brian dingin.


Mendengar Brian berkata bayi mu, Ayumi mendadak terdiam.


"Alhamdulillah syukur lah kalau dia baik - baik saja, oh iya mas apakah kamu sudah mengadzani dia ?" ucap Ayumi lagi berusaha untuk tersenyum


"Nggak dia sudah di adzani oleh Billy, untuk apa juga aku harus kembali mengadzani dia.


Sudahlah kamu mendingan istirahat nanti aku panggil dokter, cepatlah sembuh agar tidak harus merepotkan orang terus" ucap Brian dingin, lantas setelah itu ia pun pergi meninggalkan ruangan.


Melihat hal itu, Ayumi pun tersenyum miris.


Dia kira setelah pengorbanan dan perjuangan nya itu Brian akan berubah dan akan menyayangi nya, namun semua salah besar. tidak ada yang berubah dengan semua keadaan.


.........

__ADS_1


hai jangan lupa like, komen, vote & follow akun Author yaa♥️♥️


__ADS_2