
Saat ini jam tengah menunjukkan pukul 5 sore, Itu artinya Ayumi sedang berada di cafe tempatnya bekerja. Sekarang Ayumi tengah mengelap meja, namun ia terlihat melamun dengan pandangan yang kosong dan elusan tangan nya pun terasa lambat. Apa mungkin ia kembali teringat dengan kejadian tadi pagi di kampus ?
Flashback on
"Chelsea istri saya, dialah wanita kedua yang menjadi motivasi dalam hidup saya." kata Brian tegas
"Huhh romantis sekali"
"Beruntung nya wanita yang menjadi istri tuan Brian"
"Astaga, berikan aku yang seperti itu Tuhan"
Iya begitulah kira - kira bisikan dari para mahasiswa yang begitu meleleh mendengar jawaban Brian.
"Apakah ada yang ingin tuan sampaikan untuk nona Chelsea ?" tanya sang MC
"Baik, Chelsea sayang Aku sangat mencintaimu tidak ada orang lain yang dapat menggantikan posisi mu di hatiku dan semoga kita akan segera memiliki Buah hati" pesan Brian dengan pancaran cinta dari matanya.
Namun, di tengah - tengah sorak Sorai kegembiraan sekaligus haru dari para mahasiswa, ada dua orang yang tengah duduk menatap Brian dengan ekspresi wajah berbeda dia adalah Ayumi dan Nara.
"Ih sok banget kak Brian, pasti tuh cewek matre berasa terbang sekarang" kata Nara dalam hatinya
Flashback off
"Anin, Anin" panggil salah satu rekan kerja nya
Namun, Anin yang masih hanyut dalam lamunan nya itu tidak mendengar panggilan itu. hingga beberapa saat kemudian sebuah tepukan bersarang di bahu nya hingga membuat Anin kaget dan tersadar
"Eh iya" Kata Anin menatap ke arah rekan kerja nya itu.
"Kamu kenapa nin, dipanggil - panggil dari tadi juga kok gak nyahut - nyahut sih"
"Iya maaf, tadi aku gak denger. oh iya ada apa ?" tanya Anin
"Itu ada pelanggan di meja no 5, kamu disuruh sama bos anterin makanan nya ke sana. Aku mau pel dulu lantai"
"Oke, kalo gitu aku pergi dulu makasih ya infonya" kata Anin yang langsung melangkahkan kakinya ke kitchen
"Iya nin"
.........
drett drett drett
Bunyi panggilan di handphone Brian membuatnya yang tengah memejamkan mata sambil bersenderan di kursi mobil menjadi terbangun. lantas ia pun segera mengangkat panggilan tersebut yang ternyata berasal dari Evan sang sahabat.
"Hallo Van"
__ADS_1
"Lo lagi dimana bri ?" tanya Evan di seberang sana
"Gue lagi di jalan mau pulang sama Reno"
"Gue mau ajak Lo ketemu sekarang bisa gak ? di resto d'lux sekalian lah kita dinner bareng, udah lama kan"
"sekarang banget nih ? "
"Iya Bri, gue udah mau nyampe nih"
"Hmm ya udah kalo gitu gue sama Reno kesana sekarang" kata Brian
"okay gue tunggu" kata Evan yang langsung mematikan telfon nya.
"Si Evan yang barusan nelfon ?" tanya Reno
"Iya, dia ngajak kita ketemu sekarang yuk lah mumpung masih di jalan kita belok kanan ke resto d'lux"
"O-oh oke deh" kata Reno gugup
"Aduh mati gue, kayaknya si Evan bakal bahas sesuatu nih" kata Reno dalam hatinya
.........
"Wahh thank you sis, gue suka banget nih sama kalung nya" kata salah satu teman sosialita Chelsea.
"Iya ih, baik banget sih Lo emang the best deh"
"Hahaha, tenang aja kali girls gak perlu berlebihan kaya gitu lagian harganya juga murah kok gak terlalu mahal" kata Chelsea
"Iyakah ? berapa emang ?"
"Kalung Lo itu cuman 200 Franc Swiss dan gelang yang di pake sama Lusi itu cuman 170 Franc Swiss, atau kalo di rupiah kan ya sekitar 2 jutaan lebih" jawab Chelsea
mendengar hal itu, teman - teman nya pun saling berpandangan satu sama lain.
"Segitu mah mahal kali chel, apalagi cuman buat oleh - oleh kaya gini"
"Gak papa lagi, buat gue mah uang segitu gak ada apa - apa nya" kata Chelsea seolah menyombongkan dirinya
"ya emang iya sih, Lo kan sultan hahah"
"Bisa aja Lo" kata Chelsea menampilkan senyum manisnya
Lantas mereka pun saling mengobrol dan bercanda satu sama lain, dan tentunya di selingi dengan pujian - pujian untuk Chelsea.
.........
__ADS_1
"Lo kenapa ren ? kok makannya Kaya gak nafsu gitu" kata Brian menatap Reno heran.
"Nggak papa Bri, mungkin gue cuman agak ngantuk aja" jawab Reno sambil memasukkan spaghetti tersebut ke dalam mulutnya.
Sementara itu, Evan Diam - diam tersenyum miring melihat Reno yang ketakutan seolah - olah akan di mangsa.
"Pasti Lo takut sama si Brian kan ren" batin Evan
Lantas ketiganya pun melanjutkan kembali acara makan malam nya sambil sesekali mengobrol membahas masalah politik, pekerjaan hingga percintaan.
"Lo masih jomblo aja Van, kapan mau punya gandengan ? kalah sama truk Lo" kata Brian meledek.
"Tenang aja, gue udah ada target calon istri masa depan kok dan Lo tunggu aja tanggal mainnya" ucap Evan
"Ilah, emang tuh cewek mau sama Lo ? secara Lo kan slengean kaya gitu mana playboy lagi"
"Wih jangan salah, gue udah tobat sekarang dan hati gue cuman tertaut sama tuh cewek"
"Emang dia siapa sih ? kok gue jadi penasaran. namanya siapa ?" tanya Brian
Mendengar hal itu, Evan yang tengah membayangkan wajah cantik Nara pun seketika gugup.
"Ehm, gu gue belum sempat kenalan sama dia" kata Evan yang mengundang tawa dari Brian.
"Hahaha, bilangnya target Tapi namanya doang Lo kagak tau. mana nih yang katanya mantan playboy cap ayam kampung" kata Brian meledek yang membuat wajah Evan memerah.
Sementara itu, Reno hanya diam menyimak perbicangan antara sang sepupu Brian dan Evan dengan perasaan tidak menentu.
"Tadi Lo wawancara sekaligus ngeledek gue, nah sekarang giliran gue yang bertanya sama Lo" kata Evan merubah posisi duduknya dengan pandangan serius
"Mau tanya apa ?" kata Brian
"Siapa Ayumi ?" tanya Evan singkat padat dan jelas, dengan pandangan menelisik membuat Brian yang sedang minum pun seketika tersedak.
Uhuk uhuk uhuk
"Ma-maksud Lo apaan nanya ke gitu, mana gue tau" jawab Brian
"seriusan Lo kagak tau ? bukannya kata Reno Lo punya something sama tuh cewek ?" tanya Evan
Mendengar hal itu, Brian pun lantas mengalihkan pandangannya kepada Reno dan menatapnya tajam seolah ingin membunuh Reno saat ini juga.
"Alamaaa,,, mati nih gue" kata Reno dalam hati dengan perasaan takut.
..........
Readers, jangan lupa kasih like komen dan vote nya yaaa😘
__ADS_1