
Brakk
Suara pintu yang terbuka, membuat Ayumi yang kini tengah mengelap meja di cafe sedikit terganggu. Dan tanpa menatap ke arah pintu, ia hanya berucap dan memperingatkan bahwa cafe telah tutup.
"Cafe sudah tutup, silahkan kembali di hari esok terimakasih" ucap Ayumi dengan pandangan tetap terfokus ke arah lap.
Namun sayang nya, Orang tersebut tidak menjawab apa. Hanya keheningan yang tercipta dan hal itu membuat Ayumi sedikit heran. Dan belum juga ia berbalik, Tiba - tiba sebuah pelukan erat mendarat di bahu nya.
"Kenapa kamu berbohong padaku yum, Kamu sudah aku anggap seperti adik sendiri tetapi kamu malah menyembunyikan hal seperti ini dariku ?" ucap seseorang tersebut
Deggg
Hati Ayumi bergetar seketika, ia tahu siapa sosok yang kini sedang memeluk nya itu.
"K-kak Nara ?" Cicit Ayumi pelan sambil berbalik
Iya, seseorang itu adalah Nara. Entah apa yang membuat dia pergi menghampiri Ayumi malam - malam begini.
"Katakan Ayumi, katakan bahwa apa yang aku ketahui ini adalah salah" ucap nara menatap Ayumi lekat
"katakan apa kak ? aku sungguh tidak mengerti" tanya Ayumi
"Katakan Ayumi, katakan bahwa kamu memang benar Istri rahasia kakak ku, dan anak yang kau kandung itu adalah anak nya" Teriak Nara dengan mata berkaca-kaca
Duarrr
Ayumi sungguh kaget, Ia merasa sebuah batu besar tengah menghimpit dada nya. Mulut nya terkunci rapat, tubuh nya lemas seketika hingga tanpa sadar Ayumi pun Berjalan mundur dan berpegang pada ujung meja. Bagaimana bisa kak nara mengetahui semua rahasia ini Fikir Ayumi.
"Jawab Aku Ayumi, Aku butuh pengakuan mu" Teriak Nara sambil mengguncang bahu Ayumi
"I-iya kak, semua itu benar" jawab Ayumi
__ADS_1
Deg
Meskipun telah mengetahui sebelumnya, tetapi kala mendengar pengakuan langsung dari Ayumi. Nara pun kembali kaget hingga menutup mulutnya.
Dan bruk, tanpa basa - basi Nara pun langsung memeluk Ayumi erat.
"Maafkan Aku Ayumi, maafkan kakak ku dan semua keluarga ku. Kenapa kau menyembunyikan hal sebesar ini dari kami, Andai saja waktu itu mamah tidak mengintip pembicaraan kamu dan kak Brian di hari ulang tahun nya, mungkin sampai kapanpun rahasia ini tidak akan terbongkar" ucap Nara.
Iya, orang yang waktu itu memergoki percakapan Brian dan Ayumi adalah Reya.
Flashback On :
Saat itu, reya yang sedang Menyambut tamu tiba - tiba mengernyitkan dahi heran Kala ia mengalihkan pandangannya dan melihat Brian yang Sedang menarik tangan Ayumi. Awalnya ia biasa saja, tetapi rasa penasaran lebih mendominasi. Untuk apa Brian menarik tangan Ayumi se - erat itu sedangkan mereka saja baru bertemu tadi ? ya begitulah kira - kira isi fikiran reya.
Dan untuk itu, dia pun akhirnya berpamitan dengan alasan ke toilet padahal sebenar nya dia ingin menyelidiki Brian dan Ayumi.
Setelah sampai, reya melihat Brian yang sepertinya tengah marah kepada Ayumi. Berbagai fikiran pun kembali berkecamuk dalam dirinya. Hingga akhirnya reya pun mendekatkan jarak nya dan akhirnya ia bisa mendengar semua percakapan Brian dan Ayumi.
"Halah jangan menyangkal, pokoknya aku gak mau tau kamu harus jauhi Nara awas saja kalau kamu mendekati dia lagi, apalagi jangan sampai Nara tau kalau kamu adalah istri ku kalau tidak anak dalam kandungan mu yang jadi jaminan nya" kata Brian tegas.
"Tega kamu mas mengorbankan anak kamu sendiri hah ? dimana hati nurani kamu ?" kata Ayumi dengan mata berkaca-kaca
"Ah sudahlah aku gak mau tau, pokoknya kau harus lakukan itu. Dan ingat jangan berbuat macam-macam disini. Camkan itu" kata Brian lagi.
Reya menjadi lemas seketika, Kalau saja ia tidak berpegangan pada tembok. sudah pasti dia terjatuh saat itu juga.
"A-apppa, j-jadi Brian dan Ayumi itu sepasang suami istri dan mereka akan segera punya anak ? Kebenaran apa yang aku dengar ini Ya Allah" ucap Reya
Flashback Off
"jadi pria yang melakukan hal itu padamu adalah kak Brian ?" tanya Nara
__ADS_1
"Iya kak, maafkan aku yang baru bisa memberi tahu kakak sekarang. jujur saja, aku baru tau kemarin pas ulang tahun nyonya reya kalau mas Brian adalah kakak kandung Kak Nara." ucap Ayumi jujur.
"Tapi kenapa kamu tidak bilang apa - apa sejak saat itu padaku yum. dan hanya diam saja ?"
"Maaf kak, Aku sudah berjanji pada mas Brian tidak akan membongkar status ku yang sebenarnya. Dan aku juga mohon kak Nara jangan melakukan apapun atau bertanya tentang hal ini pada mas Brian, Biarlah ini menjadi rahasia di antara kita."
"Kenapa yum ? kenapa kamu selalu merahasiakan segala sesuatu ? bukan nya akan lebih baik jika kak Brian tahu ?"
"Nggak kak, semua tidak seperti yang kakak Fikir. Pernikahan kami, status ku, kehamilan ku dan semuanya tidak sesempurna itu. Biarlah aku dan mas Brian saja yang menjalani nya.
Berjanjilah kak, kalau kamu dan nyonya reya akan pura - pura tidak tahu soal hal ini. Dan bersikaplah seperti biasa nya, aku mohon sekali kak. Ini demi kebaikan kita semua" pinta Ayumi memohon dengan pandangan berkaca - kaca.
Melihat Ayumi yang memohon seperti itu, Nara menjadi tidak tega. Meskipun sebenarnya Dia juga merasa keberatan akan hal itu.
"Hmm baiklah Ayumi, aku berjanji. Tapi kamu jangan cegah aku untuk peduli dan menjaga kamu serta calon keponakan ku ya" kata Nara yang diangguki oleh Ayumi.
"Baik kak, terserah kakak saja"
lantas setelah itu, kakak dan adik ipar tersebut saling berpelukan untuk menyalurkan kekuatan.
.........
huwaaa akhirnya Nara tahu juga guys.
hmm bagaimana kelanjutan nya ya ?
penasaran ?
dukung terus Kisah Ayumi dan Brian ini dengan like, komen & vote okayy.
🥰🥰🥰
__ADS_1