
Tok tok tok
Suara gedoran pintu yang begitu keras terdengar nyaring hingga membuat Ayumi yang saat itu baru saja selesai melaksanakan sholat isya, buru - buru bangkit tanpa sempat merapikan peralatan yang dipakai nya.
"Tunggu sebentar" teriak Ayumi
Lantas setelah itu, Ayumi pun membuka kunci pintu Namun belum sempat ia buka, kenop pintu sudah tergerak dari luar dan tampak lah di sana Brian berdiri dengan muka jutek dan datar nya.
Berbeda dengan Brian, Ayumi justru menyunggingkan senyum nya dengan lebar untuk menyambut kedatangan sang suami. Tak lupa ia juga mengulurkan tangan nya untuk meminta salam. Namun sayang, Brian justru mengacuhkan nya dan lebih memilih masuk ke dalam meninggalkan Ayumi.
Melihat hal tersebut, Ayumi pun menggelar nafas panjang. Dengan segera ia mengunci pintu dan berjalan menghampiri Brian yang kini masuk ke dalam kamar mereka.
"Mas kamu sudah makan ? atau kamu mau mandi dulu mungkin biar aku siapkan air nya" ucap Ayumi
"Gak usah" jawab Brian singkat dengan pandangan masih tertuju pada ponsel
"Ehm baiklah kalau begitu" ucap Ayumi.
Lantas Ayumi pun segera merapikan perlengkapan sholat yang tadi sempat ia tinggalkan, setelah itu Ayumi pun duduk di atas ranjang dan bersebelahan langsung dengan Brian.
Keheningan pun terjadi di antara mereka berdua, Brian yang fokus pada ponsel nya dan Ayumi yang sedang duduk termenung memeluk guling sambil sesekali mengelus perut nya.
"Mas" panggil Ayumi
"Heem" jawab Brian singkat
"Kandungan Aku udah masuk ke 23 Minggu mas, dan besok jadwal aku buat cek ke dokter. kamu bisa antar tidak ?"
Mendengar hal itu, Brian pun terdiam beberapa saat.
"Gak bisa, Aku ada janji sama Chelsea" ucap Brian datar
"Oh gitu ya mas, sebentar saja mas pagi - pagi saja lah kita ke sana nya. atau setelah mas selesai urusan dengan mbak Chelsea juga gak papa kok.
Aku pengen banget mas, dianterin sama kamu. selama ini kan aku selalu sendiri kalau periksa" ucap Ayumi sedikit memaksa
"Entahlah, gimana besok saja" ucap Brian
mendengar hal itu Ayumi pun tersenyum, meskipun belum pasti tetapi ia begitu bahagia karena setidaknya ia masih memiliki harapan, begitulah fikiran Ayumi.
"Baiklah, terimakasih ya mas sebelumnya" ucap Ayumi girang sambil menggenggam tangan Brian
"Hemmm"
.........
__ADS_1
Drett drettt drettt
Bunyi ponsel terdengar berdering nyaring dari atas nakas, membuat Chelsea yang kala itu baru saja keluar dari ruang wardrobe pun lantas berjalan ke arah ponsel nya berada.
Tertera di sana panggilan dari Mike sang ayah.
...Papah Calling's...
"Hallo pah" ucap Chelsea membuka suara
"Hallo sayang, apa papah mengganggu kamu ?" tanya Mike dari seberang sana
"Emh, tidak kok pah aku baru saja ganti pakaian mau tidur. memang nya ada apa ?"
"Apa Brian ada di rumah ?"
"Brian, katanya mau lembur di kantor pah dan sepertinya dia akan pulang besok, kenapa gitu pah ?" tanya Chelsea heran
Mendengar hal itu, terdengar Mike seperti sedang menghela nafas panjang
"baiklah kalau begitu, papah telfon untuk memintanya kamu besok datang ke kantor ada hal yang ingin papah bicarakan" kata Mike
"Iya pah, besok Chelsea ke sana"
"Ya sudah kalau gitu papah tutup telfon nya dah, selamat malam"
Beberapa menit pun berlalu, Namun terlihat Chelsea masih saja tidak bisa memejamkan mata nya. Sudah berbaring menyamping, tengkurap, sekarang terlentang ia masih saja tidak bisa tidur.
"Besok papah ngajak ketemu mau ngapain ya ? dan kenapa juga tiba - tiba nanyain Brian tumben banget sih." ucap Chelsea
"aduh,, gara - gara mikirin itu aku jadi gak bisa tidur. astaga Chelsea ayo sleep cantik please sleep" kata nya lagi, lantas setelah itu Chelsea pun menutup wajah nya dengan guling dan berusaha untuk menutup mata lentik nya.
.........
Keesokan hari nya, tepatnya di hari Rabu yang cerah ini jalanan di ibu kota Jakarta terlihat agak lenggang. mobil - mobil dan kendaraan bermotor melaju dengan tertib dan lancar membelah jalanan. Terlihat juga dari sana, mobil milik Brian tengah berjalan menuju ke area rumah sakit.
Iya, seperti janji nya kemarin malam. Akhirnya Brian pun bersedia untuk mengantar Ayumi mengecek kandungan nya. Hal itu pun, tidak henti - henti nya membuat Ayumi tersenyum bahagia, karena apa ? ini adalah pertama kalinya bagi seorang Ayumi dimana dia bisa melihat keadaan sang calon buah hati dengan sang suami.
Beberapa menit pun berlalu, dan akhirnya mobil yang ditumpangi mereka berdua pun sampai di area rumah sakit.
"Turun" ucap Brian ketus dengan pandangan lurus ke depan
"Ah iya mas" kata Ayumi, lantas setelah itu Ayumi pun membuka sabuk pengaman yang dia pakai
"sudah mas, ayo kita masuk" ajak nya kepada Brian
__ADS_1
Namun sayangnya, Brian seolah - olah tuli. dia tetap pada posisi nya dan tidak mengindahkan perkataan Ayumi.
"Turun Ayumi, aku harus pergi" kata Brian
Mendengar hal itu, Ayumi pun membulatkan matanya.
"Hah pergi ? bukan nya mas Brian mau antar aku cek kandungan kan. kok mas pergi"
"Apa kau lupa atau sedang pura - pura Ayumi ?"
"Maksud mas apa ?" tanya Ayumi tak mengerti
"Aku hanya bilang akan mengantarkan mu saja, bukan ikut masuk ke dalam dan bertemu dengan dokter. seperti nya kau salah mengartikan kata mengantar" kata Brian tersenyum sinis
mendengar hal itu, Ayumi pun termenung sejenak. ia sedang mencerna semua ini
"A-aku kira mas mau sekalian masuk, ternyata dugaan ku salah ya" kata Ayumi menunduk
"Iya, dan aku tak mau membuang waktu ku yang berharga hanya untuk mengantri dan ikut masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
Pekerjaan ku lebih penting dan berharga dari pada itu.
Sudahlah aku sudah terlambat, cepat sana turun jangan buang - buang waktu" titah Brian
lantas setelah itu, Brian pun membuka pintu mobil dan sedikit mendorong Ayumi ke luar. dan Ayumi pun hanya bisa pasrah dengan itu walaupun hatinya begitu kecewa.
"baiklah mas, maafkan aku dan terimakasih sudah mau mengantar ku. hati - hati di jalan ya mas" pamit Ayumi sambil mencium tangan Brian
"Heemm sana pergi" kata Brian.
lalu setelah itu, dia pun mulai melajukan mobilnya dan pergi meninggalkan Area rumah sakit.
Ayumi yang masih stay di sana pun terus memperhatikan mobil milik Brian yang perlahan menghilang dari pandangan nya. Terlihat juga saat ini ia tengah mengelus perut buncitnya.
"Sabar ya sayang, mungkin ini bukan saat nya buat papah melihat perkembangan kamu secara langsung" ucap Ayumi dalam hati nya.
.........
Assalamualaikum readers, maaf sebelumnya Author baru up sekarang.
Jika ada yang bilang, author sudah mah up nya lama Eh sekali up cuman sedikit. Author sungguh minta maaf dan maklumi author ya.
kesibukan dan keterbatasan Author membuat nya seperti ini.
Dan author berjanji akan berusaha up dan menghadirkan kisah yang indah buat readers.
__ADS_1
dukung terus karya author ya🤗