
Remang cahaya lampu berjejer indah di setiap sudut pagar besi rumah nan besar itu
dengan tatapan kosongnya fadil termenung di kursi yang terletak tak jauh dari pagar tersebut
harusnya ia senang bisa kembali merajut kasih bersama gadis ia cintai itu namun sebaliknya, ia justru kebingungan entah harus bagaimana cara agar cintanya berjalan dengan mulus hingga ijab qobul mempersatukan dirinya ,karna ia sangat tau tidak mudah melawan kehendak mamah tercintanya itu dengan penuh kegalauan ia memetik gitar mencoba bersenandung tuk melepaskan risau dihatinya
ada apa dil papah "perhatikan nampak ada yang sedang kamu pikirkan"
gak ada pah fadil hanya bingung saja!
bingung kenapa? cerita sama papah "
fadil menceritakan semua tentang hubungannya dengan Lia ia yakin papahnya akan mendukungnya keyakinannya pun benar adanya
" papah gak melarang kamu berhubungan dengan gadis mana pun soal status atau bagaimana pun kehidupannya papah gak peduli namun apakah kamu sudah yakin dengan pilihan mu itu? ?
aku sangat yakin pah !
baiklah ,,kalo gitu perjuangkanlah papah dipihak mu,soal mamah mu biar papah yang urus
beneran pah ..."" ? yes yes yes!! ucap fadil teramat senang sambil mengangkat kedia sikunya
eitssss..jangan senang dulu kamu harus janji sama papah "kamu harus menyelesaikan studi kuliah mu yang tinggal beberapa semester lagi akan menyandang gelar sarjana kedokteran"..! ucap papanya menekankan
fadil mengangguk sambil membungkukkan badannya
ayah dan anak itu masuk kedalam rumah dan masing-masing menuju tempat peristirahatan
keesokkan harinya ,fadil menyiapkan segala keperluan kampusnya karna masa liburannya telah berakhir ia memasukkan berbagai macam buku setelah selesai fadil turun dan sarapan hanya seorang diri papah dan mamah nya telah berangkat lebih dulu darinya
tak lupa ia menyempatkan VC dengan gadisnya itu berharap dapat kecupan manis meski hanya lewat layar handphone nya saja
berulang-ulang kali ia memanggil namun tak ada jawaban " lagi sibuk jualan kali ya" pikirnya ia pergi meninggalkan meja makannya meraih kunci mobil yang berada di atas TV dan berangkat ke kampus
__ADS_1
woy bro ?sapa jojo yang sama-sama memarkirkan mobilnya
hay jo " tangan fadil merangkul pundak jojo
hay aku dicuekin nih " sapa Anisa yang tiba-tiba muncul dari belakang
hey juga bidadari ku ! sapa jojo dengan gaya songong nya namun tak Anisa hiraukan ia malah mendekat ke sisi fadil dan gaya cantiknya memisahkan dua sejoli yang sedang bergandengan itu
sorry Anisa jangan pisahkan kami yang saling mencintai ini..!! ucap fadil tertawa kecil menarik lengan jojo dan melanjutkan langkahnya ke ruang praktek laboratorium
"secantik apa pacarnya itu hingga segitu dinginnya Kepadaku" gerutu Anisa sambil berjalan menyusul dua sejoli tersebut
hari ini Lia sudah kembali beraktivitas
seperti biasa ia akan menyisakan sayuran yang di pesan mas Langganan nya dan segera mengantar sayuran tersebut sewaktu ia sakit adiknya yang menggantikan tugasnya sebelum berangkat ke sekolah arfan selalu menyempatkan menyambangi rumah duda beranak satu itu
di perjalanan Lia bingung melihat polisi bergerombol di sepanjang jalan dan menghentikan beberapa pengendara motor yang hendak melewati jalan itu dengan santainya ia berjalan melewati polisi tersebut namun polisi tak memberinya jalan malahan mencegatnya
siang juga pak " sahut Lia agak heran
bisa perlihatkan SIM sama STNK nya Mbak???
ucapan pak polisi membuat Lia bingung
SIM sama STNK bentuknya seperti apa pak ??? tanyanya polos
masa kamu gak tau SIM sama STNK "kamu jangan berpura-pura bilang aja motor kamu tidak memiliki surat'""!ucap pak polisi dengan nada meninggi,Lia semakin bingung tak mengerti apa yang dikatakan pak polisi tersebut kemudian pak pol itu mengambil kunci dan menyuruh Lia untuk turun dari sepeda motor nya ,"nih polisi bukannya menyelamatkan warga malah ngebajak apa apaan " gumam nya yang tak tau kalo dirinya sedang ditilang
karna anda tidak memiliki SIM dan STNK maka kami akan memberikan surat tilang " kata pak pol memberikan surat penilangan sembari mengambil paksa sepeda motor Lia
merasa di bajak ama pak pol Terang saja Lia tak terima
gak bisa pak ini milik saya bapak mau ngebajak saya ya? ucap Lia emosi
__ADS_1
polisi itu saling berbisik salah satu pak pol tersebut menyarankan agar Lia menghubungi salah satu keluarganya,sambil menahan marahnya Lia bukannya menghubungi keluarganya ia berpikir untuk menghubungi mas rendy
tut tut tut
hallo mas rendy"
iya dek Lia ada apa?
mas sepeda motor di ambil paksa ama polisi"
hah di ambil emang kamu lagi dimana??
lagi di pinggir jalan nih bukan sepeda motorku aja tapi punya warga yang lain di ambil juga"
ck ck !!itu mah polisi lagi razia artinya kamu sedang kena tilang
kamu tunggu disana biar mas nyusul kamu dan mengurusnya ..! ucap rendy mengakhiri panggilan dan bergegas menuju TKP
Lia menurut saja dan duduk di atas sepeda motor ia bersikeras tak mau turun , membuat polisi kewalahan menghadapi nya dan membiarkannya namun salah satu pak pol menjaganya agar ia gak kabur
tak berapa lama rendy datang dengan membawa surat menyurat perlengkapan sepeda motor itu dan menjelaskan kepada pak pol
Lia hanya diam dan bengong tak mengerti apa yang dibicarakan rendy dengan pak pol tersebut tanpa harus berdebat panjang pak pol mengijinkan rendy untuk membawa sepeda motor itu
rendy menjelaskan kepada Lia dan iapun mulai mengerti dan merasa malu dengan sikap oon nya,maklum lah kalo bukan karna rendy memberikan sepeda motor kepadanya mungkin sampai hari ini ia takkan memiliki dan mengendarai sepeda motor tersebut dan itu juga pertama kalinya ia tahu yang namanya kena Tilang yah kayak wong deso baru ke kota alias udik
__ADS_1