
,dug...dug ..dug..!!!
suara detak jantungku menghentakan iramanya hemm..bukan aku tak mendengar saat fadil memanggil namaku ,hanya saja aku sengaja berpura tertidur sebab tak dapat menahan kobaran didada ku , terlebih aku bingung kata apa yang harus ku ucapkan kepadanya rasanya bibir ini mengatup membeku bagai es balok
"aku kangen saat'saat seperti ini ,dekapan hangat ,wangi ketiak yang sangat khas di hidung ku,serta lembut belai jemarinya " bisik hati ku
perlahan memicingkan mata kanan ku melirik kearahnya yang tengah duduk diam disamping ku
" kenapa kamu terus menatap ku ??? ucapku membatin kembali memejamkan mataku entah sampai kapan terus berpura tidur seperti ini
tanganku mulai gemetar menahan rasa gugup kala ia menyibakkan rambutku serta merapikannya
" haduh,haduhh ..makin lemes kalo gini mah ! pekik ku
"apa bangun aja ya ,udah gak kuat nihh,,kalo aku bangun apa yang harus kulakukan ,keluar terus lari gitu ?? atau pukul dia marahin dia ?? pikirku bergemelut
udah hampir satu jam nih mobil gak jalan-jalan sedari tadi markir di pinggir jalan gak pada tempatnya entah apa yang tengah ada dalam pikiran fadil ,ia hanya diam sesekali membenarkan posisi tidurku
aku pun semakin gelisah rasanya sekujur tubuhku dilanda ketegangan otot, sebab aku duduk terkujur kaku bak orang pingsan tanpa sedikitpun bergerak ataupun bergeser
suara mesin berbunyi di iringi dengan guncangan tanda mobil telah jalan
" ah kemana iya membawaku ?? moga aja pulang ke rumah ! tanyaku tanpa suara
tiba-tiba berhenti , tangannya meraih kepalaku aku pikir ngapain ternyata ia menyandarkan kepalaku ke pundaknya seperti yang Evan pernah lakukan padaku
"heem ,kalo gini mah gak usah pulang juga gak papa ,seharian pun bakal ku tahan ! ucapku membatin sampe senyum ku pun ikut merasakan suatu kebahagiaan tersendiri
mobil kembali berjalan melaju kencang dengan santai namun rasa gatel tenggorokan mencekik leher ku hingga mengeluarkan suara batuk
" uhuk,,uhuk,,uhuk !! mobil berhenti mendadak
batuk sialan telah mengacaukan semuanya,pada akhirnya terpaksa aku buka bola mataku
"nih minum dulu ! ucap fadil menawarkan sebotol air mineral
"terimakasih ! ucap ku terasa canggung
masing-masing dari kami terdiam menunduk
sebenarnya semua pertanyaan semua amarah ingin sekali ku lontarkan padanya , tapi bibirku tak mampu mengeluarkan huruf abjad hingga tak bisa terangkai dengan baik
begitu sebaliknya dengan ia yang nampak gelisah seolah ada sesuatu yang ingin ia utarakan padaku mungkin ,,sama halnya seperti aku ia memilih diam
'dasar cowok gak gentleman ! gumamku
__ADS_1
mungkin perkiraan waktu 15 menitan tak ada secuit kata-kata apapun darinya ,rasa kesal mulai merasuki ku hingga kuputuskan untuk keluar dari mobil
amarahku makin memuncak sebab ia tak mencegah ataupun berlari mengejar ku ,padahal kaki ini sangat amat pelan melangkah
"ugghhh,,,kok gak ngejar si ! kesal ku menghentakan kakiku
"di anter kek,tawarin makan kek atau apa gitu!! gerutuku sambil berjalan ,emang ya aku ini sangat jarang berjodoh sama yang namanya mangjek gak ada yang mau mampir
"oh iyaa,jam segini pasti arfan udah pulang ,telpon arfan ah ! ide ku muncul di waktu yang tepat
*****
fadil ingin mengejar namun dering telepon mengganggunya panggilan dari dokter Felisha yang memintanya segera balik sebab operasi yang ia bicarakan sebelumnya di majukan karna pasien dengan kondisi menghawatirkan
"sial ,, gara'gara bibir nih ngomong gak lancar ,hilang gitu aja kesempatan gue ! gerutunya
fadil pun memutar balik kembali menuju rumah sakit setibanya ia berlarian segera mendapati dokter Felisha
" buruan ganti seragam mu ! pinta Felisha dokter cantik itu
fadil pun menuju ruang ganti ,tak berapa keluar dengan baju ijo plus lengkap dengan masker menutup wajah gantengnya
siap masuk ke ruang OK
" nih salah ngikat talinya
dokter Felisha membenarkan tali seragam yang fadil kenakan
"tangan mun udah steril ,kalo udah pake sarungnya ? ucap Felisha
fadil mengangguk dan menuruti apa saja ucapan dokter cantik itu
perawat serta dokter lainnya mulai masuk dengan tangan sterilnya operasi pun segera di mulai , seseuai perintah fadil menempatkan diri di depan operator yang tengah siap menyayat dengan bladenya
hampir 2 jam lamanya akhirnya operasi berjalan lancar , semua berhamburan keluar kembali dengan tugas masing-masing , sementara fadil merasa gundah sebab hasil guntingn akan simpul jahitan tak sesuai dengan harapan hingga beberapa kali di tegur sang dokter lain
" udah gak perlu risau,,lagian ini kan pertama buatmu , hal yang sangat wajar ! ucap Felisha menghibur
fadil tersenyum tipis menunduk tampak loyo merasa kecewa dengan dirinya sendiri
"ayo ikut saya ! ajak Felisha
"kemana ? tanya fadil
"udah ikut aja , jangan takut saya gak bakal ngapa'ngapain kamu kok' ! canda Felisha dengan senyum mengembang
__ADS_1
ternyata dokter cantik seorang spesialis bedah itu mengajaknya makan di kantin yang serba lengkap dengan berbagai menu itu ,emang udah jadi kebiasaan uniknya jika tengah menyelesaikan bedah operasi
" bu biasa ! ucap Felisha
si ibu sangat tau makanan yang biasa Felisha pesen yaitu nasi lauk sambel petai
" kamu mau apa ,biar saya yang traktir ! ucapnya menawarkan
" baso goreng aja ! sahut fadil
'bu baso goreng satu ya ?
10 menit menu pesenan datang si ibu kantin tersenyum
" calonnya ya Fel ! tanya ibu dengan sapaan akrabnya
"ah si ibu bukan bu ! sahut Felisha agak tersipu
sementara fadil merasa risih dengan ucapan ibu tersebut ia spontan langsung menjelaskan
"iya bu , dokter Felisha ini pembimbing saya ! ucap fadil
"sapa tau dari awal membimbing jadi gebetan ! canda si ibu
" ibu bisa aja ,! ucap Felisha semakin tersipu
fadil terdiam tak mau melanjutkan percakapan itu , fokus dengan baso gorengnya
pertanyaan-pertanyaan pun mulai terucap dari bibir manis sang dokter cantik itu ,namun fadil mengeluarkan jurus pengirit suara ,hingga tak begitu nyambung , apalagi pembicaraan mengarah soal percintaan heem bakal menutup bibirnya serapat mungkin
__ADS_1