MUNGKIN SUDAH TAKDIR

MUNGKIN SUDAH TAKDIR
SI NELA


__ADS_3




niat Evan ingin menelpon temannya tertunda saat satu panggilan tengah menghubungi ponsel itu



"bussyett VC lagi gue angkat gak ya"gumamnya penuh keraguan



meski ragu akhirnya Evan memutuskan untuk panggilan VC tersebut yang tak lain dari seorang pujaan si pemilik ponsel yang tengah di pinjamnya itu,pikiran jahilnya mulai memadati pikiran Evan ,senyum menyeringai lebar bibir Evan sembari menyentuh layar ponsel



"hey bro ,



"kok lo yang ngangkat ,,cewek gue mana ?



"nyantae bro ,nyantae,,cewek lo aman kok' ma gue



"gue bukan tipe cowok yang suka ngeladenin candaan orang ya ,,kenapa ponselnya ama lo si ??



"hhha,,gue pinjem bentar doang,,



"cepat kasihkan ke cewek gue ,,gue mau ngomong,



"cewek lo di dalem lagi dandan mau jalan² ma gue ! sahut Evan berbohong penuh kebanggaan



"jalan ama lo ,,! ucap fadil dengan muka yang siap mencakar musuhnya



"iya jalan ama gue ,,kenapa cemburu lo hhhha ,,makanya buruan di kawinin,



"sialan lo ,,tanpa lo suruh bakal gue kawinin ,lagi nunggu waktu yang tepat aja ,,



"waktu yang tepat ,,,hemm gue rasa gak ada tuh waktu yang tepat itu buat lo ,,secara hubungan kalian kan di tentang ama nyokap lo



"tau darimana lo ,Lia cerita ama lo ya ??



"gak ,gue gak sengaja ngup...ing..! cuapan mulut Evan terhenti saat Lia berjalan menghampirinya



Evan pun langsung mematikan telepon tersebut dan berpura seolah tengah menelpon seseorang



"oh ya ya nanti gue telpon lagi ya ".



Evan memberikan ponsel ke Lia ,niatnya semula untuk menghubungi temannya malah tersambung dengan si arjuna pemilik ponsel itu , alhasil berakhir dengan sia-sia meski begitu ia cukup senang telah merendam hati si arjuna kedalam bak air panas

__ADS_1



"udah sore banget nih ,,gue pulang ya ? ucap Evan berdiri



"lebih cepat lebih baik ,sono buruan ! ucap ketus Lia mendorong pelan pundak Evan



"busyet gue di usir,,dasar semua cewek emang gitu ya ,kalo ada maunya,, aja huhh



"udah sana



seperginya Evan , terdengar suara cuitan arfan yang baru datang dengan baju futsal nya tengah meledeknya



"cie,,ciee,, yang baru di apel'in ,,kemaren² ma si kembaran ku eeh sekarang ma babang tampan ,,



"di apelin matamu,, gak pernah ngerasain matamu di colok ya ,,nih rasain ! omel Lia sembari mengejar arfan yang berlari masuk seolah sudah tau bakal di serang kakaknya




*****


"kok dimatiin si ,,! geram fadil



sambil menggigit satu jempolnya fadil mulai menerka-nerka sendiri ucapan Evan yang terputus tadi ,ia yang tengah duduk melamun di dalam ruang VK alias kamar bersalin tempat para peri cantik melakukan proses melahirkan bisa dikatakan proses partus itu tak menggubris perkataan nela si cewek koas teman kelompoknya yang baru ia kenal 6 minggu yang lalu



"kak ,cepat ,,sini berat ,! teriak nela yang tengah menggotong tubuh berbadan dua itu




setelah beberapa kali gerakan tangan nela yang mencoba membangunkan lamunan si super tampan itu akhirnya membuahkan hasil



"eh ada apa dek !



"emh,,bantu aku ,ibu ini sudah hampir pembukaan lengkap



"ah ya



suasana semakin panik ricuh saat si ibu itu menjerit kesakitan ,tak lama bidan didampingi perawat datang di mulai lah proses partus ,fadil yang membantu jalan proses tersebut tak sengaja dianiaya si ibu yang mau melahirkan itu, ujung baju snelinya di tarik dan diremas si ibu dengan kekuatan penuh ,fadil hanya dapat pasrah sampe suara malaikat kecil bergema dengan suara khasnya ,tandanya berakhir lah sudah proses melawan maut itu , berakhir pula jeritan serta remasan sang ibu berganti dengan senyum kebahagiaan ,si ibu selamat si buah hati pun selamat



"kak sakit ya ! tegur nela setengah bercanda



"emmm,,lumayan ! sahut fadil



diantara semua cewek yang ingin mendekatkan diri padanya , nampaknya hanya nela ini yang dapat membuatnya tak mengeluarkan jurus pengirit suara ,entah karna kasian atau gimana sebab si cewek ini selalu kena marah konsulen karna sifatnya yang ceroboh , mengingatkan fadil dengan Lia bahkan terkadang ia menjawab setiap pertanyaan ataupun gurauan dari cewek tersebut


__ADS_1


"kemaren pas stase bedah ,kita gak gabung ya kak ,,tapi untung gak secapek ini ,,!



"emang kamu pas stase bedah dikirim kemana ?



"ke celingan kak ,



"waww .. lumayan jauh ,,hemmh tapi aku gak nyangka lo ,sifat kamu yang ceroboh itu bisa lulus ujian ! celoteh fadil tersenyum geli mengingat kejadian lucu



"yeeee,, hampir gak lulus juga , tapi berkat kegigihan aku uhhh sukses atuhh! ucapnya tersenyum dengan bangganya



senda gurau itu berakhir mereka kembali dengan tugas masing-masing sekitar pukul 02 siang para shif pagi mulai berhamburan keluar digantikan oleh shif siang ,tak terkecuali dengan para koas



langkah tergesa berjalan mengitari koridor menuju lobi fadil ingin sekali sampai ke kost rasa lelah berasa remuk tulang bagai digebukin sang preman ,belum lagi memori otaknya yang masih memikirkan cewek kekasihnya itu cukup menguras emosi dan energinya



"kak' ,,! teriak nela



fadil membalikkan badannya dan menjawab teriakan itu



"ada apa ?



"ka ,,emm boleh nebeng ,,kita kan searah ,, soalnya lupa bawa dompet ,pagi tadi buru² ikut nebeng sama mbak desi



"emm,



kalo masalah sendaan ria ataupun ngobrol fadil masih okee,tapi menyangkut jalan berdua ama tuh cewek membuat otaknya berpikir keras ingin menolak



"gini dek, sebelum pulang aku mampir dulu ke suatu tempat,, jadi..,eh ini ,pake ja buat ngojek cukup kan ,? tolak fadil secara halus sembari mengeluarkan lembaran kertas berwarna ijo



"oh gitu ya ,,hhe gak papa kak !! makasih ya besok aku ganti ! teriaknya sambil berlari



fiuhhh... syukurlah ,,dikit boong gak dosa kan ! gumam fadil terkekeh



fadil kembali mengayunkan langkah kaki yang jenjang itu sambil keluar dari lobi rumah sakit langsung menuju parkiran , sebelumnya ia sudah di fasilitasi lengkap oleh pak anwar papah tercintanya salah satunya ialah mobil yang kini ia kendarai ,,demi kelancaran koasnya








__ADS_1




__ADS_2